Mahalnya Sebuah Kepercayaan

Mahalnya Sebuah Kepercayaan
Part 163


__ADS_3

Kalau yang lagi gerah mohon siapin AC atau paling nggak nongkrong di depan kulkas.


Nah, kalo yang dingin mohon sembunyi di bawah selimut ya 😝😝😝😝


Mau lanjutin malu sendiri sumpeh 😆😆😝


******


Fai sudah berhasil menanggalkan piyama sang istri, sekarang Mika hanya terlihat memakai bra untuk melindungi dua asetnya itu.


Usai melepas tautannya, Fai beralih menelusup ke leher Mika yang terlihat sangat menggiurkan. Sesekali Fai memberikan hisapan kecil yang membuat Mika mendesah.


Dari leher, kini Fai mulai berpindah mengikuti kata hatinya. Menikmati keindahan yang menjadi haknya. Menciumi kedua aset mika. Tak lupa tangan nya turut berpartisipasi mere*mas salah satunya. Dan satunya lagi dihi*ap seperti bayi yang sedang meminta asi pada ibunya


"Mas...hhh!", desis Mika membuat Fai semakin menggebu. Di tengah permainannya, otak Fai kembali teringat dengan peristiwa itu. Peristiwa dimana Fai hampir pernah melakukan hal ini pada Diandra. Rasa bersalah menyeruak di dadanya. Bayangan Dian saat menolaknya dulu tergambar jelas di kelopak matanya.


Usai puas dengan satu da*a, Fai menikmati yang satunya lagi. Me*mas bergantian membuat mika mengeluarkan suara erotisnya.


"Mas....hhhs!", mika menjambak rambut Fai. Tapi Fai tak menghentikan aksinya.


Ayo Fai, lupakan Dian! Lupakan! Ada Mika yang sudah menjadi hakmu! Dian bukanlah milikmu. Mika saja bersedia memberikan apa yang dia miliki untuk mu Fai! Lakukan dengan cinta! Lakukan dengan perasaan! Lakukan lah karena kamu memang mencintai Mika, bukan semata-mata karena kewajiban atau nafsu saja!


Fai masih terus memainkan dua aset mika itu bergantian.


Sedikit bosan dengan his*pan di dada, Fai kembali meraih bibir Mika. Rasa dahaga bertahun-tahun seolah tak cukup ia obati dengan sekali sesapan di bibir sang istri. Bahkan Fai lupa, kapan terakhir kalinya ia mencium gadisnya, Diandra!


Mika terlihat pasrah saja dengan perlakuan suaminya. Bahkan Mika sangat menikmati nya. Mika tipikal pemilih, dia tidak pernah sekali pun berpacaran. Bohong! Iya, mika memang sama sekali tak berpacaran semasa mudanya dulu. Berkali-kali ia menolak lelaki. Tapi....saat dia jatuh hati kepada seorang Damar, justru hanya sakit hati dan penantian semu yang ia rasakan.


Fai meninggalkan jejak di leher dan dada mika. Untuk sesaat, Fai menatap istri nya yang sedang 'on fire' karena ulahnya.


Fai jadi teringat dengan bisikan Aziz waktu itu.


*Otak Lo kan demen traveling noh.Gue kasih tahu rahasia gue. Kenapa Dian demen banget gue ajak begituan.


Anjayyyy


Mau nggak? Kalo Lo mau, besok Lo praktekin sama mika. tapi inget Lo jangan berimajinasi bini gue!


Apaan sih*?


Aziz membisikan kalimat itu di telingaku.


"Kalo mika udah 'on fire' Lo mundur. Pura-pura ogah. Setelah itu, dengan sendirinya bini Lo bakal minta sama Lo! Habis itu Lo Hajar sampe dia minta ampun! Kalo udah selesai bobol gawang, Lo bisa lanjutin seterusnya. Minum tuh telor ayam kampung sama madu. Lo nya kuat bini Lo puas!"


"Biasa aja kali!", Aziz meraup mukaku.


"Yakin Lo?"


"Iyalah, gue udah buktiin!"


Fai masih menikmati pemandangan halal di hadapan nya. Mungkin benar juga cara Aziz apa salahnya di coba.

__ADS_1


Sayang, adik kecil di bawah sana sudah terlalu tegang ingin bersarang.


Kini, Fai terpaksa berakting untuk berpura-pura menghentikan aktivitas nya. Wajah Fai di pasang seperti orang yang cemas.


Mika yang tadi merasa sedang 'on' pun merasa kecewa karena Fai menghentikan aktivitasnya.


Fai turun dari tubuh mika. Duduk di pinggiran ranjang.


Mika yang sudah kepalang basah tak memakai bra karena ulah suaminya seolah tak merasa malu lagi. Ia mendekap suaminya yang juga sudah bertelanjang dada.


"Mas...kamu kenapa?", tanya mika pelan.


Fai tersenyum tipis tanpa terlihat oleh istri nya. Lo bener Ziz, gue nggak salah punya sahabat gesrek kaya Lo meski Lo udah ambil Diandra dari gue!


"Mas cuma takut Mika, takut kalau setelah ini...kamu malah kecewa."


"Kenapa aku harus kecewa? Atau jangan-jangan kamu meragukan kesucian ku mas?", Mika memaksa Fai berbalik badan menghadap tubunya yang sudah bertelanjang dada. Tidak mungkin lelaki normal seperti dirinya menahan hasrat jika di depan nya ada bidadari.


"Nggak mika!"


"Lalu kenapa?", Mika menakupkan tangannya ke pipi Fai.


Hishhhh.....mika, ayolah memohon padaku! Batin Fai.


"Apa karena Dian?"


Aku menggeleng lagi.


Fai diam membeku.


Mika pun bangkit dari duduknya, lalu mendorong Fai sampai ia berbaring.


"Apa aku tidak cukup menarik buat mu mas?", tanya mika yang sudah ada di atas tubuhku.


Wow...its so amazing! Batin Fai. Mika hanya bertelanjang dada. Bagian bawah mereka masih samar-samar tertutupi.


Kini Mika yang berperan aktif. Meluma* bibir sang suami. Menciumi tengkuk suami nya. Mungkin.... untuk membuat kissmark, Mika masih harus banyak belajar.


"Isshh....Mika!!!", Fai mendesis karena hisapan mika di lehernya.


Mika beralih menggigit pelan bagian bawah telinga Fai yang lagi-lagi membuat Fai menyebut nama mika.


Adik kecil di bawah sana sudah meronta-ronta. Tapi, Mika malah menarik ulur permainan. Niat hati ingin mengerjai sang istri, malah dia yang terjebak dalam permainan itu. Dia lupa, jika istrinya jauh lebih hafal dengan anatomi tubuh manusia. Apa lagi sekedar mengetahui titik-titik lemah kaumnya.


Fai sudah tidak tahan! Ia membalikan keadaan. Saat ini Fi sudah berhasil mengambil alih permainan nya.


"Bahkan mas lupa Mika, kalau kamu lebih tahu dimana letak kelemahan ku!"


Mika tersenyum tipis.


"Jadi, apa kamu akan berhenti sampai di sini saja?", ledek Mika sambil mengalungkan tangannya ke leher Fai.

__ADS_1


"Jangan harap! Karena setelah ini, kamu yang akan memohon agar mas menghentikan nya!", kata Fai menyeringai.


"Buktikan saja!", tantang Mika.


Fai kembali melu*at bibir mika. Kini ci*man mereka jauh lebih hot di bandingkan tadi saat mereka mengawali aktivitas nya.


Perlahan Fai menyusuri dari dua aset itu sampai kebawah sana. Tanpa permisi, Fai menanggal kan penutup satu-satunya yang Mika pakai.


Wajah Fai turun ke daerah sana!


Apa mas Fai akan melakukan *ral s*k???? Batin Mika. Dia tahu, plus minusnya *rak s*k! Tapi...belum sempat otaknya berpikir, di bawah sana lidah sang suami sudah menari-nari di dalam area pribadi nya.


"Mas...akhhhh!", Mika sedikit mengangkat panggulnya.


Mendengar suara erotis sang istri Fai semakin menenggelamkan wajahnya di sana.


Mika hanya meremas rambut suami itu.


"mas...Hen...tikan!", kata miak tersengal-sengal.


Fai menghentikan aktivitas di bawah sana. Sekarang dia yang melepaskan penutup inti tubuhnya.


Adiknya sudah berdiri tegak di sana.


"Bukannya kamu nantangin aku mika?", kata Fai lirih. Mika pun mengangguk sambil sedikit tersenyum.


Adiknya sudah mulai beradu dengan liangnya.


Fai masih terus mencoba untuk masuk ke dalam sana.


Dengan cepat, Mika meraup bibir seksi suaminya. Fai mencoba kembali memasukkan miliknya, sampai akhirnya sedikit demi sedikit adiknya itu melesak. Menerobos sesuatu yang sangat sulit ia jangkau.


"Ah...mas!", pekik mika sambil melepaskan ciumannya.


Tangan mika meremas bahu Fai yang sudah berkeringat sejak tadi. Fai kembali ******* bibir istrinya itu untuk mengalihkan rasa sakit di bagian bawah sana.


Perlahan namun pasti, Fai mengayunkan adiknya itu. Semakin ia mengayun, semakin erat remasan Mika.


Sedikit demi sedikit, Fai menghentakkan adiknya itu sampai ia merasakan sesuatu di sana.


"Ahhh...mas...! Sakit!", pekik Mika.


Tadi nantangin! Meski dokter, nggak jaminan kan mika? Dokter juga manusia kan???


"Sssttt... setelah ini nggak sakit lagi kok!"


******


Segini dulu nggak apa-apa ya???


Lanjut ntar lagi. Mamak mau daring dulu , anak-anak banyak tugas.

__ADS_1


Sabar ya pemirsah!!!! 🙈🙈🙈🙊🙊🙊🙊🙊


__ADS_2