
Pertengkaran pertama Fai dan Mika
.........
Usai Aziz meminta yang lain untuk pulang, sepasang suami istri itu pun turut pulang menuju rumah mama Selly yang sekarang di tempati mereka.
Mika masuk ke mobil lalu duduk disebelah suaminya yang berada di balik kemudi.
"Kamu capek banget Mika?", tanya Fai.
"Iya."
Jawab Mika singkat. Matanya masih melihat arah luar yang terlihat semarak dengan lampu kota yang menyala di setiap sudut kota.
Fai merasa ada perubahan dengan istri nya itu. Dia yang biasa ceria, biasa cerewet sekarang diam membisu.
"Kamu kenapa Mika? Ada masalah?"
Fai mendengar ******* nafas istrinya.
"Kita batalkan saja resepsi pernikahan kita mas."
Fai membelalakkan matanya.
"Kamu itu ngomong apa sih?", tanya Fai dengan suara yang sedikit meninggi.
"Untuk apa kita bersenang-senang di pesta pernikahan kita, sedang kan Dian sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit."
Fai mengusap kasar wajahnya.
"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu Mika?"
Mika menatap waja suaminya itu.
"Kamu tanya kenapa mas???", tanya mika dengan wajah sedikit sinis.
"Mika...tolong jangan memancing keributan yang tidak penting."
"Memancing kata mu mas?? Apa kamu pikir ,aku nggak tahu seperti apa khawatir nya kamu dengan kondisi Dian tadi?"
"Mika....??", kata Fai pelan.
"Mas....aku tahu, aku tahu sekali. Aku memang belum bisa menguasai hati kamu. Aku belum bisa membuatmu jatuh cinta sama aku! Aku sadar itu mas!!!!"
"Berhenti mengucapkan kata-kata itu Mika!"
"Kenapa? Kamu takut mengakui?"
"Apa yang harus ku akui Mika?"
"Aku tidak tahu sampai kapan aku bertahan dan belajar membuat mu jatuh cinta sama aku."
Fai terdiam.
"Kita kan sudah bilang dari awal mika. Kita akan mencoba nya. Kita akan belajar untuk saling jatuh cinta. Untuk...."
"Aku yang sudah terlanjur jatuh cinta sama kamu mas. Aku sudah belajar. Aku sudah bisa menerima mu mas. Tapi kamu apa? Bahkan mencoba nya pun tidak kan? Hati kamu hanya terisi Dian...Dian...dan Dian....!"
"Kamu sedang cemburu?"
__ADS_1
"Kamu pikir dong mas? Aku ini istri mu bukan? Apa aku tak berhak untuk cemburu karena suamiku memikirkan perempuan lain?"
Fai membeku dengan tangan masih berada di setir mobilnya.
"Aku berharap Dian segera bangun, agar hubungan kita tetap baik-baik saja. Tapi saat aku tahu kenyataan nya tadi, apa yang bisa ku lakukan mas?", kata Mika lirih.
"Untuk kedua kalinya aku merasa kan patah hati." Mika tersenyum tipis, tapi air matanya pun luruh menghiasi wajahnya.
"Maaf....!", kata Fai lirih.
"Maaf hanya sebuah kata mas!"
Mata mika tak berani menatap suaminya itu.
"Mika...tolong...dari awal kita sudah sama-sama tahu kan. Kita akan belajar untuk saling memahami. Dan...ini...kita baru....baru menikah sebulanan Mika. Masih banyak waktu untuk belajar."
"Iya, tapi hanya aku yang belajar mas. Kamu enggak!", kata Mika sedikit membentak.
Fai menepikan mobilnya dan mematikan mesinnya.
"Maafkan aku Mika. Aku gak bermaksud membuat mu sakit hati sayang....!", Fai mengusap kepala Mika.
Tapi perlakuan Fai justru membuat air matanya semakin menetes.
"Sayang mu hanya di mulut mas!", kata Mika datar.
Fai memegang bahu istrinya hingga Mika menghadapkan tubuhnya pada Fai.
"Mika...aku memang menyayangi mu. Aku juga cinta sama kamu Mika. Tolong.... percaya sama aku."
"Bagaimana aku bisa mempercayai mu mas. Sedangkan di depan mataku saja kamu masih memikirkan perempuan lain. Padahal ada yang lebih berhak dengan perempuan itu!"
"Mikayla... aku suami mu.Tolong....tolong dengar kan aku. Aku mencintaimu Mika."
"Cukup mas....cukup! Berhenti mengumbar kata-kata itu. Hatiku semakin sakit. Aku semakin merasa di bohongi mas."
"Aku nggak bohong Mika. Aku sudah mencintai mu. Mencintai istriku Mikayla?!", suara Fai terdengar begitu keras.
Sepasang suami istri itu terdiam untuk beberapa saat.
"Kita batalkan atau undurkan saja pesta resepsi pernikahan kita mas."
Fai menatap istrinya lagi.
"Aku tahu kamu cemburu Mika. Tapi tolong pikiran juga orang tua kita. Semua persiapan sudah selesai. oke....kita memang tak kekurangan uang untuk membatalkan nya. Tapi bagaimana dengan orang tua kita?"
"Kamu bisa bicara seperti ini sekarang mas. Tapi kamu tidak memiliki ini sebelumnya kan?"
"Mika....Mika... sayang ku! Dengarkan! Please dengar kan mas kali ini."
Fai menakupkan kedua tangannya di pipi Mika.
Mika menghapus air matanya sendiri.
"Entah mas. Apa aku bisa mempercayai mu. CERITA KALIAN MEMANG SUDAH USAI, TAPI TIDAK DENGAN CINTA DAN PERASAAN KALIAN!"
"Apa maksudmu bicara begitu Mika?"
"Aku tahu, Dian pun masih merasakan apa yang kamu rasa mas. Aku juga perempuan. Aku tahu rasanya menempatkan diriku di posisinya seperti dia sekarang!"
__ADS_1
"Stop mika. Kenapa bicara mu semakin ngawur saja!"
"Apa yang salah dengan ucapan ku?"
Mika menatap manik mata suaminya. Tapi lagi-lagi Fai menakupkan kedua tangannya.
"Aku berterima kasih kamu sudah mencintai ku Mika. Aku terima rasa cemburu mu. Iya, aku salah. Aku salah sudah berlebihan memperhatikan istri orang lain dari pada istriku sendiri. Aku minta maaf....maaf...maaf... Mikayla."
Mika memejamkan matanya beberapa saat untuk mengatur gemuruh di dadanya.
"Kita pulang mas!", kata Mika sambil meletakkan tangan Fai dari pipinya.
"Mika! Aku janji! Aku tidak akan mendekati Dian atau Aziz lagi. Aku akan menjaga jarak dengan mereka. Aku akan membatasi pertemuan ku dengan mereka. Aku akan....!"
"Jangan berjanji mas. Terkadang, mulut berkata iya tapi di sini....!", Mika menunjuk dada suaminya.
"Di sini mas ...kamu berkata tidak."
"Astagfirullah....Mika....ya Allah!", Fai memijat pelipisnya.
"Bagaimana caraku untuk mendapatkan maaf mu Mikayla? Dengan cara apa Mika? Beri tahu aku! Aku berjanji ini itu, tapi kamu tidak mau aku berjanji juga."
Keduanya kembali terdiam.
"Kita pulang!", Fai melajukan mobilnya dengan kecepatan yang begitu kencang. Hamparan beberapa kalo dia mengerem mendadak karena mobil di depan nya yang berjalan lebih lambat.
"Massss!!!", teriak Mika saat Fai membanting setir ke arah kiri jalan tapi dengan cepat Fai menguasai medannya kembali.
Nafas Fai memburu. Setir mobilnya di pukul kasar oleh Fai. Dia hanya bisa meluapkan emosi nya itu dengan benda yang ada di dekatnya. Dia tak sanggup membentak apalagi berbuat kasar pada istrinya.
Pertengkaran pertama ini semoga tidak akan pernah lagi terulang. Ini untuk pertama dan terakhir kalinya, itu yang mereka harapkan di dalam hatinya masing-masing.
Mereka masih sama-sama terdiam hingga mobil itu memasukkan rumah mewah mereka.
Mika turun lebih dulu. Sedang Fai mengikuti di belakangnya.
Saat kaki mika menapaki teras, Fai memeluk Mika dari belakang.
Suaminya mendekap erat Mikayla. Terdengar isakan kecil di bahu Mika.
Mas Fai menangis?
"Mika! beri aku kesempatan untuk menyempurnakan perasaan ku padamu. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Bagaimana mungkin aku bisa melepaskan mu, perempuan yang mencintai kekurangan ku!"
Mika membeku.
Lalu bagaimana caraku menghapus nama Diandra dari hati mu mas....? Tanya mika tanpa suara.
Fai melepas pelukannya dari tubuh Mika.
"Beri aku waktu mas.....!", kata Mika berlalu pergi mendahului Fai ke dalam rumahnya.
Setelah sampai di kamar, Mika sudah tak sanggup lagi menahan air matanya.
AKU KALAH,BAHKAN BELUM GENAP SEBULAN! batin Mika.
******
Maafkeun yak...kalau rada eror atau bagaimana lah....mamak lagi nggak konsen 😔😔😔😔
__ADS_1
Tapi mamak bener-bener dengan senang hati menerima kritik dan saran kalian gaes. Suwerrrr ✌️✌️✌️✌️.