
Acara reuni sudah berjalan selama kurang lebih satu jam. Awal acara diisi oleh acara sambutan perwakilan kelas masing-masing yang kebanyakan seperti stand up comedy saja. Mereka juga memutar sebuah video, dari gambar-gambar yang ada selama mereka masih bersekolah dulu. Wajah Ferdian sangat banyak ditampilkan dalam video tersebut, membuat Ajeng tertawa kecil ketika melihat wajah polos suaminya. Ferdian hanya tersipu-sipu ketika istrinya tahu wajah polosnya.
"Kurus banget kamu waktu SMA!" bisik Ajeng pada suaminya.
"Maklum belum ketemu bidadari cantik dari surga," ucap Ferdian menatap istrinya, tubuh mereka saling menempel, membuat Ajeng yang tersipu-sipu menyenggol tubuh suaminya.
Rachel di sebelah mereka lagi-lagi mendelik sebal. Hatinya terasa panas sekali. Perempuan itu memang memiliki niat untuk mendekati lagi Ferdian malam ini. Setelah dahulu sempat menembak Ferdian saat sekolah beberapa kali, ia ingin sekali menjadikan pria itu sebagai kekasihnya. Namun rencananya itu gagal total sejak awal. Tangan perempuan itu bahkan meremas-remas ujung roknya yang mini.
"Kali ini tiba saatnya untuk penghargaan kecil versi reuni kita ya. Voting untuk kategori berikut: 1. Best Performance (pria dan wanita), 2. Best Make Up (wanita), 3. Best Outfit (pria dan wanita), 4. Best Couple, 5. Best of the Best. Ada hadiah kenang-kenangan juga lho dari panitia untuk para pemenang. Yuk tepuk tangannya dong biar makin meriah!" ucap seorang MC perempuan.
"Jadi kita akan tampilkan semua foto para peserta reuni yang udah kita ambil di depan tadi. Panitia udah seleksi langsung, baik peserta maupun para tamu, kalian berhak mendapat semua vote seperti kategori yang sudah dijelaskan tadi. Jadi kalian tinggal pilih aja sesukanya dan kira-kira siapa yang pantas mendapat gelar tersebut. Di depan kalian sudah ada kertas kecil, nanti tinggal tulis saja nama orang-orang yang kalian pilih lalu panitia akan mengambil kertas voting dan mengumumkan malam ini juga."
"Nah, mari kita tampilkan 3 kandidat masing-masing kategori!"
"Kategori pertama, Best Performance. Untuk peserta paling kocak, heboh, dan ribut siapa ya kira?"
Di layar lebar pun terpampang tiga foto laki-laki dan tiga foto perempuan, tertera juga nama mereka masing-masing. Orang-orang bersorak sorai ketika melihat wajah teman mereka terpampang di layar lebar. Kemudian mereka mengalihkan pandangannya pada teman-teman mereka yang menjadi kandidat tersebut yang tampak heboh karena tidak menyangka foto mereka muncul di layar panggung. Para peserta reuni dan tamu pun menulis pilihan mereka masing-masing.
Ajeng membisiki suaminya. "Gak ngisi boleh gak?"
"Gak apa-apa!"
Ia pun pura-pura menulis, karena tidak tahu jadi lebih baik tidak memilih.
"Kategori kedua, adalah Best Make Up! Untuk riasan wajah paling cantik dan menarik hati, khusus peserta perempuan aja ya. Ayo tunjukan siapa dia!" seru MC laki-laki.
Tiga foto terpampang, ada wajah Ajeng di sana. Semua orang bersorak tepuk tangan, lalu memandang ke arah para kandidat, terutama kepada Ajeng. Mereka tampak berbisik-bisik sambil bertepuk tangan. Ajeng terbelalak melihat foto dirinya ada di layar.
"Kok bisa?!" ucapnya terkaget-kaget pada suaminya.
"Ya bisa aja, kamu cantik banget soalnya!" ucap Ferdian mencolek hidung istrinya.
Ajeng jadi tersipu-sipu dibuatnya. Rachel yang melihat hal itu mendelik sebal pada keduanya. Dengan semangat, Ferdian menuliskan nama istrinya dan memberikannya pada panitia. Begitu pula dengan teman-teman Ferdian di meja itu, yang memuji langsung kecantikan wanita itu meski mereka tidak saling mengenal.
"Kategori ketiga, adalah Best Outfit! Untuk penampilan pakaian paling keren, modis, dan menawan. Kategori ini untuk laki-laki dan perempuan ya. Ayo tunjukan lagi foto para kandidatnya!" seru MC perempuan.
Foto tiga orang laki-laki dan tiga orang perempuan yang masuk dalam kategori ini pun muncul di layar. Di bagian foto laki-laki ada Ferdian sebagai nominasi.
"Hah ada aku juga?" ucap Ferdian terkejut.
"Outfit lo keren Men!" puji Vino bertepuk tangan. Ferdian terkekeh saja sambil menggeleng.
"Aku tulis nama kamu ya Sayang," ucap Ajeng girang.
"Harus dong!" ucap Ferdian menarik kepala istrinya ke bahunya dan mengelusnya.
Ketika Ferdian melakukan hal itu, Ajeng melirik perempuan di sebelahnya. Wajah Rachel terlihat merah padam. Ia mengambil gelas minumnya, lalu meminum isinya. Entah karena tangannya yang bergetar atau l merasa kesal, ia tersedak, membuat air yang diminumnya tumpah ke outfitnya.
Kawan-kawan Ferdian menoleh padanya, yang kali ini sibuk mengelap outfit bagian roknya. Wajahnya mengerucut kesal. Rasanya ia ingin keluar saja dari tempat itu.
"Udah ya vote-nya, lanjut ke kategori keempat ya. Yaitu Best Couple, untuk pasangan yang terlihat paling serasi, mesra dan unch banget bikin orang-orang cemburu. Ayoo tunjukan siapa mereka!" ucap MC bersamaan.
Jreng. Muncullah tiga foto pasangan yang sangat mengejutkan, terutama bagi Ferdian dan Ajeng. Di layar panggung, terpampang jelas foto Ferdian dan Rachel yang sedang bergandeng tangan di depan pintu utama. Rachel begitu lekat menempel Ferdian, dengan senyum lebarnya, meski wajah Ferdian tengah mengarah ke arah lain bukan pada kamera dan ekspresinya terlihat tidak nyaman.
Foto kedua adalah foto yang diambil secara tersembunyi oleh fotografer, pada pasangan Ajeng dan Erlan yang tengah saling berpandangan dan saling melempar senyum satu sama lain. Bagi orang-orang yang tidak mengenal Ajeng, memang kedua orang itu terlihat serasi.
Foto yang ketiga adalah foto yang diambil oleh fotografer pada pasangan Ferdian dan Ajeng yang sedang berjalan melewati karpet merah, dimana mereka saling bergenggaman tangan. Dua-duanya pasangan yang sempurna. Melihat hal itu, banyak jiwa merasa cemburu dan iri pada mereka.
Ajeng saling berpandangan dengan Ferdian setelah melihat foto-foto itu. Ajeng menatapnya tidak suka, apalagi setelah ia melihat foto suaminya itu tengah diapit oleh perempuan di sebelahnya. Sesekali ia mendelik kesal pada Rachel, lalu menatap Ferdian lagi dengan pandangan menusuk.
"Aku bisa jelasin nanti..." ucap Ferdian panik menggenggam tangan istrinya.
Ajeng memasang wajah kesalnya. Meskipun begitu ia tidak akan membuat masalah atau pergi dari suaminya. Ia mengalihkan pandangannya ke arah panggung lagi.
Tentu saja semua hadirin merasa terkejut dan merasa aneh dengan ketiga pasangan yang nyatanya terlihat seperti hubungan cinta segi empat. Meski begitu, mereka tetap bersorak sorai, bahkan meneriaki nama Ferdian, Erlan, dan Rachel untuk naik ke panggung saat ini juga. Suara mereka bergema memenuhi ruangan, sampai-sampai panitia meminta MC untuk mengabulkan permintaan para hadirin.
"Baiklah, sepertinya kita butuh klarifikasi. Sebetulnya dari tiga foto di atas, pasangan yang sesungguhnya itu yang mana ya?" ucap MC perempuan.
__ADS_1
"Mari kita panggil saja kepada Ferdian, Erlan, Rachel, dan juga Ajeng!" panggil MC laki-laki.
Keempatnya pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju panggung. Ferdian menuntun lengan sang istri yang masih merasa kesal. Mereka pun berdiri di samping MC menghadap ke para hadirin yang tidak sabar ingin mengetahui apa yang ada di sana sebenarnya.
"Mari kita tanya satu-satu ya!" ucap sang MC perempuan, mulai dari Rachel.
Para hadirin terutama kawan laki-laki meneriaki nama Rachel, terdengar menggebu-gebu. Wajar ia memiliki banyak penggemar laki-laki karena tubuhnya yang aduhai. Rachel tersenyum keki.
"Rachel, bisa jelaskan sebenarnya hubungan kamu dengan Ferdian itu bagaimana sih?" tanya MC laki-laki.
Sebelum berbicara, Rachel mendelik dulu pada Ajeng yang berada di sampingnya. Lalu ia memegang mic yang disodorkan oleh MC.
"Aku teman sekelas Ferdian sejak kelas 2 SMA. Kita cukup dekat dulu, meski Ferdian bersikap seolah-olah menghindar. Hari ini kita ketemu lagi setelah sekian lama, tadinya mau langsung aku ajak nikah aja sekalian setelah ini. Tapi ya gitu deh, tiba-tiba Ferdian bawa cewek di sebelah aku ini," terangnya blak-blakan, wajahnya merengut, membuat para hadirin tertawa-tawa mendengarnya. Ajeng mendeliknya kesal sekali, sampai-sampai ia mencengkram ujung jas milik suaminya.
"Ooh begitu ya? Jadi cinta kamu belum tersampaikan selama ini, ckck... Kasian sekali! Sabar ya!" ujar sang MC laki-laki.
Para hadirin tertawa lagi, lebih tepatnya menertawakan nasib Rachel.
"Oke, kalau gitu kita ke Erlan dulu deh!" ucap MC perempuan, yang berdiri di samping pria berkaca mata itu.
"Ada hubungan apa Erlan yang ganteng ini dengan tamu bernama Ajeng?" tanyanya sambil menyodorkan mic.
Erlan tersenyum manis, "Saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Nyonya Ajeng, karena kami baru saja bertemu di meja belakang. Kami mungkin terlihat akrab karena kita kuliah di jurusan yang sama, meski beda universitas," terang Erlan yang berbicara dengan tenang.
"Alhamdulillah, jadi aku masih punya kesempatan PDKT dong ya?" ucap MC perempuan membuat Erlan tersipu-sipu.
"Nah, berarti kunci jawaban semua masalah ini ada pada Ferdian dan Ajeng, betul gak temen-temen?" teriak MC laki-laki.
Para hadirin pun berteriak, "betuuuul!"
"Coba deh Fer, kamu ceritain biar kita semua bisa tahu!" ucap MC perempuan.
Ferdian mengambil mic, tangan sebelahnya menggenggam tangan Ajeng, dan menarik wanita itu ke depan agar berdiri bersamanya di depan.
"Hai semuanya!" sapanya berbasa-basi. Kawan-kawan seangkatan membalasnya, "haiiii!"
"Oke, biar gak salah paham, gue bakal jelasin semuanya!" ucap Ferdian sambil melirik pada istrinya yang terlihat tegang. Ia merangkul pinggang Ajeng.
Para hadirin membelalak tidak percaya kalau wanita di sebelah Ferdian adalah dosennya, mereka berasumsi kalau wanita itu pasti usianya lebih tua dari usia mereka. Hanya saja wajah Ajeng tidak terlihat sama sekali.
"Gue lanjutin ya, dia juga adalah pacar HALAL gue, alias ISTRI gue sekarang!" ucap Ferdian menegaskan pada kata 'halal' dan 'istri'. Sontak, semua membelalak lagi. Ferdian sudah menikah? Di usianya yang masih muda? Mungkin kebanyakan di benak mereka seperti itu.
"Wow, jadi Ajeng ini adalah istri kamu, Fer?" tanya MC laki-laki memastikan.
Ferdian mengangguk mantap.
"Sejak kapan kalian nikah?" tanya MC perempuan.
"Kita nikah udah dari dua tahun yang lalu, dan sekarang juga kita udah punya anak, usianya masih satu tahun!" jelas Ferdian.
Para tamu hadirin bertepuk tangan bersorak sorai. Mereka saling berpandangan dengan kawan-kawan mereka satu sama lain. Beberapa dari mereka berbisik-bisik. Sebagian lagi tampak murung dan kecewa, karena idola mereka di sekolah dulu ternyata sudah menikah bahkan sudah memiliki anak.
"Wow, keren!" puji sang MC laki-laki.
"Jadi mereka berdua ini ya yang pasangan asli."
"Oke mari kita tepuk tangan yang meriah dulu buat temen-temen kita yang hebat ini!" ujar MC perempuan, lalu mempersilakan mereka duduk kembali ke tempat masing-masing.
Ajeng merasa senang sekali karena suaminya itu bisa memperkenalkan dia di depan teman-teman SMA seangkatannya. Jadi ia tidak perlu khawatir lagi. Waktu pun terus bergulir, dan acara itu pun terus berlanjut sampai malam larut.
\=\=\=\=\=
Ferdian dan Ajeng telah berada di dalam mobil untuk kembali pulang karena acara itu telah selesai tepat di pukul 10 malam. Mereka berhasil mendapatkan beberapa hadiah karena memenangkan award kecil dari acara reuni tersebut. Meski begitu, Ajeng tampaknya masih memendam kekesalannya akibat melihat foto kemesraan suaminya dengan Rachel itu.
"Kamu kayanya asyik banget ya waktu diapit sama si Rachel itu?" ledek Ajeng.
"Mana ada, aku aja risih banget!" jelas Ferdian dari balik kemudinya.
__ADS_1
"Masa?" ucap Ajeng mencebik.
"Benaran kok!"
"Ah gak yakin aku! Kalau dia narik lengan kamu sampai nempel gitu pasti kerasa sesuatu yang empuk kan?" tanya Ajeng lagi. Ia menyilangkan tangan di depan dadanya.
"Kerasa sih kerasa, tapi kan gak enak, karena gak halal!" ucap Ferdian terkekeh-kekeh.
"Empukan punya aku atau punya dia?!" tanya Ajeng mendelik kesal.
"Punya dia!" jawab Ferdian polos tanpa melirik istrinya.
"Iiiih!!" seru Ajeng sambil menimpuk lengan suaminya beberapa kali. Ia juga mencubit-cubit lengan suaminya.
"Beb, aku lagi nyetir, Beb! Bahaya!"
"Gak usah panggil Beb! Aku keseeeeel!" seru Ajeng meremas-remas rok miliknya.
Ferdian terkekeh saja melihat istrinya yang terlihat kesal dan cemburu itu.
Setelah kurang lebih menyetir selama 30 menit, akhirnya mereka tiba di basemen apartemen mereka. Ajeng masih tidak bergeming di kursinya. Ia melepas sabuk pengamannya, lalu keluar begitu saja dari sana sambil menghentakan kakinya yang mengenakan sepatu berhak tinggi. Ferdian pun mengejarnya. Tiba-tiba Ajeng terjatuh, karena kakinya terkilir akibat hentakan kakinya sendiri. Ferdian yang melihat itu langsung menangkap tubuh istrinya sehingga tidak terjatuh ke atas aspal.
"Nah kan harus hati-hati melangkah, jangan marah-marah!" ucap Ferdian. Ajeng meringis kesakitan karena merasa linu di pergelangan kakinya.
"Aku lagi marah tau!"
Ferdian menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke hunian apartemennya.
"Jadi sakitnya gak kerasa ya kalau lagi marah gitu?"
"Hati aku yang lebih sakit!"
Ferdian tersenyum saja diomeli istrinya itu. Ia pun membuka pintu apartemen yang terkunci dari dalam. Lalu kembali menggendong istrinya ke dalam kamar. Bi Asih dan Arsene sudah tertidur, dan tidak terbangun ketika Ajeng dan Ferdian pulang. Ferdian menaruh istrinya di atas kasurnya.
"Mana yang sakit?" tanya Ferdian memegang kaki istrinya.
"Hati aku yang sakit!" jawab Ajeng keukeuh.
"Ya udah kalau gak mau diobatin!" ucap Ferdian yang hendak berlalu ke kamar mandi. Namun istrinya itu menahannya.
"Pergelangan kaki aku yang sakit!" ujar Ajeng kemudian.
Ferdian mengambil salep pereda nyeri kemudian mengoleskannya di kaki istrinya.
"Agak mending gak kakinya?"
"Hmm..."
"Kalau hatinya?"
"Belum!" ketus Ajeng.
"Terus aku harus gimana biar hatinya sembuh?"
Bibir Ajeng membulat, tidak tahu harus berpikir apa. Tiba-tiba Ferdian menghampiri tubuhnya, membuat wanita itu berbaring di atas kasur.
"Kalau kaya gini bisa sembuh gak?" tanya Ferdian sambil mengecup bibir istrinya beberapa kali.
"Gak tau tuh!"
Namun begitu, akhirnya wanita itu luluh juga di tangan suaminya malam itu. Hatinya pun sembuh seketika, setelah Ferdian mulai menyentuh tubuh wanita itu dengan lembut dari sau bagian ke bagian lain.
\=\=\=\=\=
Ehemm....readers pada puasa nih, jangan bayangin yang aneh-aneh, gak terjadi apa-apa soalnya, wkwk :D
YUK AH LANJUT LIKE, COMMENT, DAN VOTE
__ADS_1
follow juga instagram author @aeriichoi
Makasiiih ^_^