Mahasiswaku Calon Suamiku?

Mahasiswaku Calon Suamiku?
(S2) Ep 79. Celengan Rindu


__ADS_3

Bunyi gemerincing lonceng terdengar tatkala pintu kaca tebal dengan logo cupcake yang tertempel di sana terbuka, membuat angin pagi menerobos masuk.


"Sweet smile for sweet treats!"


Gadis itu tersenyum mendapat sambutan hangat dari dua perempuan cantik yang berdiri di belakang etalase. Zaara memasuki toko kue milik suaminya itu di pagi hari, yang langsung disambut oleh Fea dan Alice yang berjaga di hari Minggu.


"Hei, dikirain siapa!" ujar Alice menatap gadis yang sedang tersenyum kepadanya.


"Gimana tokonya, Kak? Ramai?" tanya Zaara berdiri di depan etalase.


"Hmm… Kemarin-kemarin ramai, biasanya weekend lebih ramai." Alice menjawab sambil memasukkan kue-kue yang baru saja diambilnya dari dapur dan dipajangnya di etalase.


"Apa aku boleh bantu di sini?" Zaara bertanya ragu.


Alice dan Fea saling bertatapan terkejut. "Apa kamu udah tanya Acen?"


"Aku udah izin, Kak! Katanya sih boleh aja. Kalian keberatan?" tanya Zaara, senyumnya belum pudar di bibirnya.


"Horeeeee! Akhirnya kita bisa rame-rame di sini. Yuhuu!" Fea berlari bersorak girang sambil memeluk Zaara yang masih berdiri di depan etalase.


Alice menggeleng-geleng melihat ekspresi Fea. Wanita itu pun ikut tersenyum mendapatkan bantuan tambahan. Ia sadar pasti gadis itu merasa kesepian di akhir pekan karena suaminya baru saja pergi ke Aussie untuk menjajal sekolah memasaknya.


"Oke, siap sambut pelanggan kita?" tanya Alice bersemangat.


"Aku siaaap!" ujar Zaara semangat.


Fea menarik lengan gadis berhijab kuning kunyit itu menuju balik etalase.


"Coba deh gimana cara sambut pelanggan?!" Alice ingin mengetes karyawan baru di depannya itu.


Zaara berdeham sebentar. Wajahnya terlihat berseri dan merona.


"Sweet smile for sweet treats!" Zaara tersenyum lebar dengan ucapan lembutnya.


"Unnncch! That's too sweet darling! Pantesan aja Acen ampe klepek-klepek jatuh cinta sama kamu, Ra!" Alice merasa gemas melihat ekspresi Zaara dengan senyumannya. Fea cekikikan saja.


Zaara melebarkan dua matanya, pipinya bersemu merah.


"Kita kan emang paling cocok di sini ya, too sweet to treat people! Hahaha! Beda sama Kak Al yang unch, so manly dan galak!" Ujar Fea dengan cepat mengganti ekspresi imutnya tiba-tiba ke ekspresi tomboy khas Alice.


Alice mendengus saja mendengar komentar Fea.


"Oke deh aku coba lagi, bahaya nanti kalau senyum terlalu lebar! Hihi!" Zaara mencoba lagi melakukan sambutan, dan Alice mengacungkan jempolnya karena ekspresi Zaara sudah cukup.


Ketiga perempuan itu berada di belakang etalase. Berbincang sebentar sambil menunggu pelanggan pertama datang.


"Teh Zaara pasti kangen Abang Acen ya?" tanya Fea blak-blakan, membuat Alice yang duduk di sebelahnya menyenggol gadis bertubuh mungil itu. "Aku kepo, Kak!" bisik Fea di samping telinga Alice.

__ADS_1


Zaara tersenyum. "Pastinya!"


"Kamu boleh kok dateng ke sini kapan pun, seenggaknya bisa mengurangi rasa kangen kamu buat dia." Alice memberi saran.


"Insya Allah Kak, aku juga mau bantu usaha Arsene selagi kuliahku gak sibuk. Aku ingin kita sama-sama berjuang meski jarak memisahkan."


Alice dan Fea sama-sama terharu dengan mata berkilauan.


"Pelanggan pertama, Zaara yang sambut ya?" pinta Alice.


"Siap!" jawab Zaara berbinar.


Kue-kue manis dengan frosting dan topping menggiurkan sudah berada di dalam etalase kaca. Siapapun yang melihat dan mencium aromanya pasti akan tergoda untuk membelinya dalam jumlah banyak.


Bunyi gemerincing lonceng kembali terdengar. Tampaknya pelanggan pertama sudah datang. Alice menginstruksikan Zaara untuk segera berdiri menyambutnya. Jantung Zaara berdebar akan menyambutnya pelanggan pertamanya. Ia memasang senyum seadanya tidak terlalu berlebihan seperti yang sudah dicobanya tadi.


Tiba-tiba saja matanya melebar. Lidahnya kelu sesaat, tetapi ia masih bisa berucap.


“Sweet smile for sweet treat!”


Pelanggan pertamanya tidak kalah kaget melihat gadis yang menyambutnya di toko itu. Pria itu tersenyum sedikit.


“Wow akhirnya Kakak dateng lagi!” ujar Fea kegirangan melihat sosok pria yang dikaguminya berdiri di depan etalase.


Itu adalah Raffa yang datang sendiri ke toko milik Arsene, saingannya dulu. Raffa tersenyum kecil mendapat sambutan dari Fea. Ia tidak menyangka akan bertemu Zaara di toko ini. Meskipun begitu, hatinya sudah bisa ia taklukan. Gadis itu sudah menjadi istri saingannya. Sakit memang hatinya, tetapi kehidupan harus terus berjalan. Ia sudah berjanji pada kedua orangtuanya untuk menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan profesinya benar-benar.


“Saya pesan ini ya, 12 pcs! Varian campur aja!” ucapnya menunjuk pada jajaran eclairs yang memiliki frosting paling cantik.


“Siap!” ujar Zaara lalu mengambil kotak panjang dan mulai memasukkan kue berbentuk lonjong itu ke dalamnya perlahan.


Fea gemas ingin mengambil alih pekerjaan itu dari Zaara. Hanya saja Alice melarangnya, ia ingin melihat kinerja karyawan barunya itu.


“Kak Raffa kuliah dimana?” tanya Fea ramah, berusaha menggali informasi cowok gebetannya itu.


“Kedokteran gigi,” jawab Raffa singkat selagi menunggu pesanannya selesai.


“Wow, keren bangeeeet! Nanti kalau udah punya klinik kasih tau ya, biar aku bisa sering periksa!” ucapnya riang.


Raffa bergidik tertawa kecil. Entah kenapa ia bisa bertemu dengan gadis yang sok kenal dan sok dekat seperti ini. Kalau bukan permintaan ibunya untuk membeli eclairs, ia mungkin tidak akan pernah menginjakkan kakinya lagi di toko ini.


“Mau tunai atau online payment?” tanya Zaara berusaha bersikap profesional.


“Online aja!” jawabnya dingin.


Alice membantu menghitung belanja pesanan pria itu dan menyodorkan sebuah barkode untuk dipindai oleh ponsel milik pria itu agar bisa menyelesaikan pembayaran onlinenya.


Zaara memberikan bingkisan berisi pesanan pria yang pernah melamarnya dulu.

__ADS_1


“Terima kasih, ditunggu kedatangannya kembali!” ucapnya ramah.


“Thanks, Ra!” ucap Raffa mengambil bingkisan itu dan berlalu dari sana.


“Datang lagi ya Kak Raffa!” ucap Fea dengan senyuman lebarnya.


“Good job, Ra! Wow sepertinya kita bakal sibuk hari ini.” Alice melihat beberapa orang memasuki toko tepat setelah Raffa keluar.


“Yeaaay!”


“Semangaaaat!”


Ketiga perempuan itu mulai bekerja. Alice menyuruh Fea menyambut pelanggan sedangkan Zaara memasukkan pesanan ke dalam kotak. Sementara Alice sendiri akan mengurusi masalah pembayaran. Hari itu benar-benar ramai, sehingga rasa rindu dan sepi yang sempat menyapa setiap hari di dalam perasaan Zaara untuk suaminya bisa teralihkan sejenak dalam aktivitas barunya.


Sudah hampir satu bulan, gadis itu ditinggal suaminya. Selama itu juga komunikasi antara keduanya tetap berjalan hampir setiap hari. Proyek celengan rindu yang mereka buat bahkan terlaksana setiap hari. Keduanya selalu mengirim email berisi cerita harian mereka masing-masing meski kesibukan melanda. Walaupun begitu, keduanya tetap saja melakukan panggilan langsung atau panggilan video agar rindu tetap tersampaikan. Tidak ada masalah sejauh ini, mereka tetap menaruh rasa percaya satu sama lain.


Assalamu’alaikum Pangeranku…


Hari ini, hari pertama aku kerja di toko. Aku senang karena bisa bertemu banyak orang. Aku juga senang karena Kak Alice dan Fea senang bisa bekerja sama dengan aku. Mungkin aku akan tetap berusaha untuk kerja di toko saat kuliahku kosong dan weekend.


Aku juga ingin bantu usaha kamu, meskipun kamu gak ada di sisi aku. Perlu digaji gak ya? Hmm… Bayarnya nanti pas kita ketemu aja ya pakai cinta kamu. Hihi. Dan jangan protes ya kalau pipi aku makin chubby, habisnya Kak Alice maksa aku buat bawa kue-kue yang tersisa. Aku gak bisa nahan diri, hihi! :D


Aku selalu berdoa agar sekolah kamu tetap lancar, dan kamu bisa pulang cepat dan membangun mimpi kita bersama. Sehat selalu, Abang Sayang! Jangan terlalu forsir diri kamu berlebihan. Aku juga lagi bikin visa dan paspor nih. Rasanya udah gak sabar untuk ketemu kamu >.<


I miss you so bad padahal tiap hari kita ketemu meski lewat video.


How’s your today? As my promise, aku selalu sebut nama kamu dalam doa aku. Semoga Allah selalu menyampaikannya sama kamu.


Wassalamu’alaikum,


Your only princess


Zaara with a lot of love


\======


Bersambung....


[Bonus Visual]



Kak Alice yang tegas, tomboy, dan galak



Fea yang centil, cerewet, dan kepoan

__ADS_1


__ADS_2