Mahasiswaku Calon Suamiku?

Mahasiswaku Calon Suamiku?
(S2) Ep 127. Perisai (1)


__ADS_3

Arsene memarkirkan motornya di halaman parkir kampusnya. Pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi nomor istrinya.


“Kamu di mana, Sayang?” tanya Arsene.


“Aku baru selesai kuliah. Kamu udah selesai?” tanya Zaara.


“Udah, aku tunggu di parkiran ya?”


“Iya,”  jawab Zaara.


Arsene kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.


Bunyi desiran angin menerpa dedaunan terasa menyejukkan. Arsene tidak masuk kuliah hari itu karena kunjungan selebgram. Untung saja masih ada kuota absensi yang bisa ia pakai untuk izin.


Zaara muncul bersama teman-temannya dan kemudian berpisah. Gadis itu menghampiri suaminya yang duduk di atas motornya sendiri.


“Udah beres?” Zaara mengecup punggung tangan suaminya.


“Udah.”


“Gimana tadi?”


“Ya alhamdulillah lancar. Tinggal nunggu hasilnya aja nanti!”


“Alhamdulillah. Kamu gak kuliah?” tanya Zaara.


“Aku izin seharian, hehe!” jawab Arsene tersipu.


“Emang ada berapa mata kuliah?”


“Dua, semuanya pagi. Ya udah izin aja!”


“Makan yuuk, lapeeeer!” ucap Zaara mengusap perutnya.


“Mau makan dimana? Kantin? Gak bekel kan?”


“Iya terserah kamu aja!”


Keduanya memutuskan untuk berjalan menuju kantin. Lalu mendudukkan diri mereka di sebuah meja dekat dengan tangga setelah memesan menu makan siang mereka. Arsene memangku dagunya di atas tangannya.


“Abang…” panggil Zaara.


“Hmm?” Arsene menoleh.


“Kalau toko makin ramai, popularitas Abang naik terus, apa yang bakal kamu lakuin?” tanya Zaara. Ada kekhawatiran dalam diri Zaara jika Arsene akan sibuk dan memprioritaskan karirnya lagi.


“Kenapa emangnya?”


“Ya habis ini aku pikir, toko akan makin ramai. Bagus sih sebenernya. Tapi…” Zaara tidak melanjutkan kalimatnya.


“Aku akan berusaha tetap memprioritaskan kamu. Aku gak mau ngulang kesalahan yang sama.”


Zaara tersenyum kecil, sepertinya Arsene sudah tahu apa yang menjadi kekhawatiran istrinya itu.


\=\=\=\=\=\=


Sebuah panggilan masuk dari nomor tidak dikenal. Arsene yang baru saja mandi di pagi hari akhir pekan itu mengangkatnya.


“Ya halo?”


“Hai Sen, ini gue, Ryan, manajernya Natasya! Video toko lu bakal diposting besok pagi ya. Dan untuk instagram bakal dipost malam ini. Jadi siap-siap aja. Nanti gue kabari lagi untuk insightnya dalam 24 jam setelah postingan itu.”


“Waaah, makasih banyak Mas! Nanti saya pantengin channel dan akunnya Kak Nat!”


“Sip, sip! Good luck ya?!”

__ADS_1


“Makasiiih banyak!”


Mata Arsene berbinar, ia jadi tidak sabar menunggu hasil postingan dan tayangan tokonya nanti. Mudah-mudahan saja feedback dari para penggemar Natasya bagus dan hasilnya bisa mempengaruhi penjualan tokonya.


“Kenapa Abang?” tanya Zaara yang baru selesai menjemur pakaian di balkon.


“Hari ini timnya Kak Natasya mau posting di instagram dan besok di youtubenya!” ucap Arsene girang.


“Wah, gak sabar pengen liat nih!”


“Iya aku juga!”


Arsene terus memantau ponselnya malam itu, sementara Zaara tengah berbaring di atas pahanya sambil menonton serial drama yang ada di televisi.


“Udah belum?” tanya Zaara.


“Belum!”


“Emang gak dikasih tau jam berapa bakal diupload?”


“Katanya jam 8 malem.”


“Bentar lagi ya?”


“Mmh, mmh…”


Arsene meletakkan ponselnya. Matanya terasa pusing karena terus menatap layar.


“Hmm… mending liatin kamu aja deh! Pusing liat hp terus!” ucap Arsene mengecup kening pipi istrinya. Zaara tertawa-tawa.


“Bobo yuk!” ajak Arsene.


“Bobo? Masih jam 8 kurang. Biasanya kamu tidur jam 9 lebih kalau weekend gini.


“Pengen kelonan aja! Yuk!” Arsene menyuruh Zaara untuk menaiki punggungnya untuk digendong ke atas kasur. Zaara langsung merangkul tubuh suaminya itu dari belakang. Arsene mengangkutnya, ia berjalan-jalan dulu mengelilingi ruangan apartemennya, seperti menggendong anak kecil saja. Lalu menaruhnya di atas kasur.


“Pertama, naikkin profitnya, bikin penjualan meningkat atau minimal stabil. Kedua, bisa gaet investor dan bikin cabang. Ketiga, tambah usaha baru,” terang Arsene membelai lembut rambut istrinya.


“Usaha baru apa?”


“Mungkin cafe atau restoran, seenggaknya aku masih bisa masak dan bikin kue di sana.”


“Inget gak boleh capek!”


“Iya enggak! Aku pengennya jadi head chef yang tinggal ngatur-ngatur aja. Kalau pun masak, berarti itu signature dish atau pastry, cuma aku yang bisa bikin.”


“Aku selalu berdoa untuk kesuksesan Abang.”


“Makasih Sayang, aku juga selalu mendoakan untuk kebahagiaan kita. Kamu gak trauma hamil lagi kan?” tanya Arsene ingin tahu.


“Insya Allah enggak, cuma aku butuh perhatian Abang. Maaf kalau aku kesannya manja, tapi entahlah bawaannya gitu!”


Arsene tersenyum. “Iya mungkin bawaan orang hamil beda-beda ya. Aku harus bisa ngertiin kamu.”


“Mau cepet hamil atau nanti udah lulus?” tanya Arsene.


“Gimana Allah aja aku mah. Aku gak mau nunda, takutnya malah kelamaan.”


“Iya sih!”


Kedua insan itu akhirnya tertidur setelah obrolan ringan.


“Abang… Abang, bangun!” Zaara menggoyangkan tubuh suaminya.


“Kenapa?” ucap Arsene parau.

__ADS_1


“Coba liat akun Sweet Recipes!” ucap Zaara.


Mata Arsene langsung terbuka. Ia terduduk.


“Mana?”


Zaara menyodorkan ponselnya.


“Wah, tadi malam masih 3ribuan, sekarang udah 5ribu aja! Coba cek ke akun Natasya!” ucap Arsene.


“Nih ah sama Abang, aku gak tau!”


Arsene mengetikkan nama Natasya di sana dan mengklik profilnya. Postingan Natasya untuk Sweet Recipes ada di kolom pertama di instagramnya.


“Wah hebat banget ini! Jumlah yang menonton sampai 100ribu lebih!” Arsene mengecek komentar di bawahnya.


Pria itu tersenyum-senyum sendiri mendapati komentar-komentar yang ada. Zaara jadi mengernyit.


“Pinjem!” Zaara mengambil ponselnya dari suaminya.


“Ganteng kokinya! Aku mau ke tokonya besok ah, siapa tau ketemu sama ownernya yang ganteng banget! Ya Allah, ganteng banget itu ownernya! Hey kita kesini yuk, kayanya enak-enak kuenya, ada bonusnya juga tuh! Wajib banget besok kesini!” Zaara membacakan beberapa komentar yang rata-rata mirip. Ada yang menandai akun teman-temannya juga dengan emoticon heart dan eyes heart. Zaara mendengus kecil.


“Jangan cemburu, Zaara Sayaaang!” Arsene memeluk erat tubuh istrinya.


“Wajah kamu emang magnet ya!” ucap Zaara datar.


“Enggak juga tuh!”


“Iya ah, semua orang pasti langsung tertarik pas lihat wajah kamu!”


“Kata siapa? Buktinya pas pertama ketemu, kamu malah nolak-nolak aku!” Arsene mencebik.


“Iya karena waktu itu kita ketemu saat kutubnya sama, jadi tolak menolak.”


Arsene tertawa kecil melihat kecemburuan Zaara.


“Terus kok bisa jadi beda kutub?” tanya Arsene.


“Gak tau. Mungkin ada yang ngubah kutubnya.” Zaara menjawab.


“Haha, kamu sendiri yang ubah kutubnya kan. Karena aku gak pernah berubah.”


“Aku mau sholat dulu ah!”


“Nanti ikut ke toko ya, biar kamu jadi perisai aku! Kalau gak, gawat!”


Zaara terkekeh. “Iya dong!”


Pagi sekali, Arsene dan Zaara sudah berada di Sweet Recipes. Mungkin harapan mereka sedang tinggi karena postingan Natasya semalam, berharap banyak pelanggan baru hari ini. Meskipun ada kecemasan Zaara bahwa pelanggan baru hanya datang untuk melihat Arsene yang wajahnya mirip sekali dengan idol KPOP.


“Wah Zaara datang nih!” ucap Alice berbinar.


“Iya mau jadi perisai hari ini!”


Arsene dan Alice tertawa bersamaan.


“Tapi jangan galak-galak ya Bu Bos!” jawab Arsene.


“Lihat situasi aja!” ucap Zaara.


Zaara dan Alice akan berada di meja kasir. Meskipun Zaara mungkin tidak akan melakukan apa-apa kecuali membantu karyawan yang kesulitan di sana.


\=\=\=\=\=\=


Bersambung dulu yaa

__ADS_1


Jangan lupa like, comment, dan votenya


Makasiiih ^_^


__ADS_2