Mahasiswaku Calon Suamiku?

Mahasiswaku Calon Suamiku?
(S2) Ep 126. Kunjungan


__ADS_3

Tak terasa waktu terus berjalan. Perkuliahan masih berlangsung menuju ujian akhir semester. Arsene berharap bisa mengejar cepat perkuliahannya yang sempat tertunda. Ia berharap agar dirinya dan Zaara bisa wisuda bersama nanti.


Suasana kantin terasa ramai siang itu. Banyak mahasiswa yang berkunjung untuk makan siang. Zaara sedang bersama kawan-kawan kelasnya, menyantap makan siang yang ia bawa dari apartemen. Membicarakan mata kuliah dan tugas sudah menjadi percakapan sehari-hari saat berkumpul seperti ini.


“Gak sama Arsene, Ra?” tanya Terry menaruh minuman botol yang baru dibelinya.


“Arsene lagi bareng sama temennya!”


“Ooh. Eh, modul teori sastra gimana? Udah pada dibaca?” tanya Terry membuat para gadis di sana terkejut.


“Ah Ry, lu mah bikin selera makan ilang aja!” ucap Dhea.


“Abisnya gue pusing. Kagak ngarti sih!” timpal Terry.


“Sama. Berat banget berasa gak nyampe ke otak!” sahut Hana.


“Ya gimana lagi, teori sastra kan penting buat nanti analisis skripsi,” ujar Zaara membuka kotak bekalnya.


“Duh Zaara udah ngomong skripsi. Belum kebayang sih gue mah!” seru Terry.


“Udah pada kebayang mau ambil pengutamaan apa? Zaara pasti sastra ya?” tanya Rena.


“Hehe, iya pastinya!”


“Aku juga deh, daripada linguistik lebih bingung!” timpal Hana.


“Gue juga ah!” ucap Terry ikut-ikutan.


“Ayo makan dulu, gue udah laper nih!” seru Dhea tidak sabar.


Arsene mampir ke kantin sengaja untuk mencari istrinya di sana. Jika pria itu lewat, hampir seluruh mata menatap ke arahnya, tetapi kebanyakan mereka sudah tahu kalau Arsene sudah menikah. Pria itu mengedarkan pandangannya kemudian menghampiri meja yang berisi 5 orang itu.


“Maaf ganggu, pinjem Zaara nya bentar ya?” ucapnya ramah, tetapi membuat terkejut para gadis.


“Kenapa?” tanya Zaara tidak kalah terkejutnya.


“Ikut aku!”


“Aku keluar dulu ya!” pamit Zaara pada teman-temannya.


“Oke!” jawab semua.


Arsene menarik lengan istrinya dan berjalan keluar kantin. Melihat hal itu, banyak gadis-gadis merasa iri. Mereka terlihat sangat cocok dan selalu terlihat manis.


“Duh, kapan gue bisa kaya Zaara ya?” ucap Rena.


“Cari calonnya dulu woy!” seru Terry.


“Susah!” ucap Rena sedih.


“Ya udah, kelarin kuliah aja dulu!” lanjut Terry lagi.


“Iya deh!”


Arsene menghentikan langkah tepat di bawah tangga yang jarang dilewati orang-orang.


“Ada apa sih?” tanya Zaara penasaran.


“Kangen!” ucap Arsene manja.


“Masya Allah!” Zaara tidak percaya.


Arsene terkekeh bersamaan.


“Ada yang mau aku obrolin sama kamu!”


“Kenapa?”


“Besok ada foodie selebgram mau datang ke toko. Dia mau kasih free endorse, tapi harus aku temenin selama dia bikin video buat diupload di channel youtube-nya. Menurut kamu gimana, Sayang?”


“Gak apa-apa, baguslah! Biar makin banyak yang tahu toko kita. Apa masalahnya?”


“Enggak sih, pengen tanya pendapat kamu aja.”


“Selebgramnya cewek atau cowok?”


“Cewek.”


“Ya udah, nanti aku hubungi kak Al buat mantau kamu!”


Arsene tersenyum. “Kamu gak bisa ikut?”


“Aku kuliah, Sayang! Besok apalagi ada matkul teori sastra, sekalinya gak masuk bakal susah buat ngertinya,” terang Zaara.


“Hmm... oke deh!” wajah Arsene terlihat cemberut.


“Ih kenapa kamu jadi bete gitu?” tanya Zaara.


Pria itu menunjuk satu pipinya, meminta sebuah kecupan di sana.


“Astaghfirullah, nanti kalau ada yang liat gimana?”

__ADS_1


“Kan kita suami istri! Makanya gak usah lama-lama mumpung sepi,” ucap Arsene santai.


Zaara menggeleng-geleng. Ia melihat-lihat sekitar apakah aman untuk memberi kecupan pada suaminya atau tidak. Zaara mengecup cepat pipi suaminya setelah dirasa aman. Arsene tertawa-tawa, ia menarik lengan istrinya dan juga ikut mendaratkan kecupan miliknya di pipi bulat Zaara.


“Arseeene!” teriaknya, sontak membuat beberapa mahasiswa yang baru saja lewat menoleh pada mereka.


Pipi Zaara matang sempurna, terlihat merah karena kepanasan.


Arsene hanya tertawa-tawa saja melihat istrinya yang tersipu-sipu seperti itu.


“Lanjutin makan siangnya, ya? Nanti sore aku jemput! Bye, muach!” ucap Arsene memberinya ciuman jarak jauh dan meninggalkan Zaara sendirian yang masih tertegun karena kecupan suaminya di kampus.


Zaara kembali berjalan ke dalam kantin, menghampiri teman-temannya.


“Ra, wajah lu kenapa merah gitu?!” tembak Terry melihat kawannya itu terduduk di depannya. Bibir Zaara membulat.


“Diapain Arsene Ra?!” Kini Rena yang heboh.


“Tau ah!” jawabnya.


Terry dan Rena saling berpandangan kemudian tertawa-tawa.


“Pasti habis diapa-apain si Arsene ini sih! Kalian jangan mesum di kampus ya?!” seru Terry masih tertawa-tawa.


“Aaah… aku malu!” ucap Zaara menutup wajahnya. Ia memang jarang sekali mendapat kecupan dadakan dari suaminya di kampus. Bisa dibilang yang tadi adalah pertama kalinya setelah hampir dua tahun menikah.


Kawan-kawan Zaara hanya cekikikan melihat teman mereka yang sedang blushing siang itu.


Sementara Arsene berjalan menuju masjid sambil berusaha menahan senyumnya. Dua orang kawan dekatnya memanggil namanya. Arsene menoleh.


“Ke mesjid lu?” tanya Angga.


“Iya!”


“Yuk bareng!” ucap Adit.


“Eh tunggu sebentar!” sergah Angga, membuat kedua temannya menatapnya heran.


“Kenapa?” tanya Arsene.


“Itu di pipi lu ada apaan, Sen?”


“Kenapa emangnya?”


“Merah gitu! Lipstick apa ya?”


DEG. Seketika jantung Arsene melompat. Ia bergegas menghapus noda itu di pipinya. Pasti lipstick Zaara menempel di situ.


“Biasa lah, minta stempel ringan doang!” jawab Arsene santai.


“Bhahahaha! Keciduk lu! Tuh masih ada!” Angga puas sekali menertawainya.


“Duh kacau!”


Adit dan Angga tidak berhenti menertawainya, ketika Arsene memutuskan berlari dari sana sambil terus menutupi pipinya.


\=\=\=\=\=\=


Seperti yang sudah dijelaskan Arsene kemarin, hari ini Toko Sweet Recipes akan kedatangan tamu foodie selebgram sekaligus video blogger, Natasya Kharisma. Seorang perempuan berusia 23 tahun yang juga merangkap sebagai model. Arsene beruntung karena lewat Lunar, tokonya mendapatkan hadiah dari akun Natasya untuk bisa dikunjungi secara gratis dan akan diendorse gratis oleh akunnya yang berjumlah kurang lebih 300ribu pengikut di instagram dan 100ribu subscriber di youtube. Selebgram itu memang sedang akan menaikkan pengikutnya, jadi dengan endorse gratis ini berharap penggemarnya akan semakin bertambah.


Manajemen Natasya sudah menghubungi Arsene langsung sebagai pemilik bisnis Sweet Recipes. Arsene juga sudah dikirim materi yang rencananya akan direkam penuh untuk ditayangkan. Pihak Sweet Recipes sendiri sudah mempersiapkan menu-menu special yang akan dicicip langsung oleh selebgram cantik itu. Berharap penjualan semakin naik, dan branding toko semakin tinggi.


Arsene sudah mempersiapkan diri setelah mengantar istrinya ke kampus. Ini pertama kali untuknya. Ia mengenakan setelan kemeja salur merah muda dengan kaos polos putih di dalamnya. Tampak sederhana tetapi tetap tampan seperti biasanya. Alice dan Lunar akan mengawasi penuh pengambilan gambar hari ini.


“Deg-degan!” ucap Arsene.


“Lu harus biasa Sen! Mungkin nanti setelah ini bakal banyak foodie blogger yang datang berkunjung. Kita beruntung bisa dapat free endorse dari Natasya, emang followernya kebanyakan cowok. Tapi seenggaknya dia kasih kita kesempatan dan pengalaman,” terang Lunar.


“Oke!”


“I’m watching you, Acen!” ucap Alice.


Sebuah mobil van silver berkilau parkir di depan toko. Itu pasti Natasya dan timnya. Seorang laki-laki mengenakan kaca mata hitam keluar, disusul dengan seorang gadis ramping yang mungkin tingginya hampir setara dengan Alice keluar dari sana. Rambutnya lurus dengan cat berwarna cokelat kepirang-pirangan. Ia tidak terlihat seperti seorang foodie selebgram karena badannya yang ramping. Hebat sekali pola dietnya.


Dengan high heels dan kaca mata hitamnya, gadis itu berjalan menuju pintu masuk toko yang sudah terbuka lebar. Pria tinggi di belakangnya mengikuti sambil membawa tripod dan kamera DSLR-nya. Seorang pria dan wanita lainnya juga datang membawa tas perlengkapan.


“Selamat datang di Sweet Recipes!” ucap Arsene, Lunar, dan Alice yang menyambut mereka.


“Wow, makasiiih!” ucap Natasya ramah membuka kaca mata hitamnya. Ia melihat-lihat dekorasi dan interior toko yang tampak mempesona. Kemudian melihat jejeran menu-menu cantik pattiserrie, dessert, dan bakery yang terpajang di etalase kaca. Hingga akhirnya matanya berakhir di wajah tampan sang pemilik toko.


“Wow, you’re so handsome!” ucapnya terpana.


“Selamat datang di Sweet Recipes, Kak Natasya! Perkenalkan saya Arsene pemilik toko sekaligus chef di sini!” ujar Arsene ramah.


“Wah masih muda ya ownernya?! Aku Natasya, panggil aja Nat!” gadis itu mengulurkan tangannya yang disambut Arsene dengan tangkupan kedua tangannya yang berjarak, membuat gadis itu terperanjat karena tidak tersentuh.


“Ini Lunar, kepala marketing toko, dan Alice, manajer keuangan toko!” ucap Arsene memperkenalkan. Natasya juga memperkenalkan tim yang dibawanya, ada Ryan, manajernya, Egi dan Fina, staffnya.


“Mari silakan duduk dulu!” ajak Arsene membawa gadis itu ke sebuah meja yang sudah disiapkan oleh mereka untuk menjadi tempat pengambilan gambar nanti. Dengan latar belakang toko yang paling cantik dan eye catching, meja dan kursi itu sudah dirapikan.


Natasya duduk di sana dengan Arsene yang menemaninya. Di depan mereka duduk juga pria manajer Natasya. Lunar dan Alice membawa kursi lain.

__ADS_1


“Kalian udah baca materi yang kita kasih kan?” tanya Ryan.


“Sudah. Jadi saya nanti ikut arahan dari Kak Natasya aja ya?” tanya Arsene.


“Just call me Nat!” sergah Natasya


“Ah ya, Nat!” ucap Arsene canggung.


“Ya, kamu hanya perlu jawab pertanyaan saya selama saya menikmati kue-kue yang akan disajikan.”


“Oke!”


“Kita mulai aja sekarang?” tanya Ryan.


“Boleh!”


“Sipp!”


Egi, salah satu staff Natasya bertugas mengambil gambar dari eksterior toko hingga interior. Ia juga mengambil gambar beberapa menu yang sudah tersaji di etalase. Sementara Ryan menyiapkan kameranya untuk sesi wawancara dan tester kue Sweet Recipes.


“Santai aja, oke?!” pinta Natasya.


“Oke,” jawab Arsene tegang.


Ryan memberikan kode kepada Natasya untuk memulai pengambilan gambar hari itu dari pintu depan.


“Hai guys, ketemu lagi bareng Nat di sini! Kali ini aku udah ada di depan toko Sweet Recipes yang keren banget! Katanya, disini tuh banyak banget kue-kue yang enak dan lembut. Bener gak ya? Kita masuk ke dalem yuk!”


“Cut!”


Sekarang pengambilan gambar berada di atas meja. Ryan mulai mengambil gambar lagi ketika pelayan menyajikan beberapa menu pattiserrie andalan toko seperti eclairs matcha dan muffin chocolate. Juga dessert yaitu pannacotta blueberry, tiramissu, dan crème brulee.


“Oke guys, di depan aku udah ada beberapa menu andalan Sweet Recipes. Dari penampilannya sih kayanya enak banget nih. Eits, tapi biar makin semangat makannya, aku bakal ditemenin sama ownernya yang super ganteng dan ramah ini lho! Hai Chef!”


“Hai!” ucap Arsene terasa kaku dan tegang.


“Boleh dikenalin gak nih menu-menu apa aja sih yang ada di Sweet Recipes?” tanya Natasya sambil mengibaskan rambutnya ke belakang.


“Toko kami menyediakan banyak menu pastry yang manis-manis, ada juga yang gurih. Ada macam-macam pattisseries, dessert, juga bakery. Seperti ini, muffin dan eclairs adalah menu favorit dari para pengunjung sejak berdirinya toko ini. Dessert juga ada. Dan kebanyakan para pengunjung suka dengan rasa yang tidak terlalu manis tetapi lembut di lidah, seperti pannacotta blueberry dan juga creme brulee ini. Untuk bakery, croissant yang teksturnya ringan tapi mengenyangkan masih jadi favorit para pengunjung,” terang Arsene.


“Sejak kapan Sweet Recipes ini berdiri Chef?”


“Sudah setahun lalu sebenarnya, tetapi tahun ini kita coba bikin konsep baru. Menunya juga lebih variatif dan konsumen bisa langsung memilih menu yang mereka inginkan.”


“Ooh asyik banget ya?! Well, aku coba dulu ya!”


Natasya mencoba menu di depannya satu persatu. Dengan ekspresinya yang meyakinkan, ia melahap menu-menu itu sambil memberikan komentarnya. Sesekali Arsene menjelaskan sedikit bahan dan resep.


“Well, guys! Aku udah coba semuanya. Dan luar biasa, enak bangeeeet! Aku jujur ya, kalian mesti cobain sendiri langsung ke toko ini. Kalian juga bisa beli kue-kue ini sebagai oleh-oleh. Pokoknya kalian gak bakalan nyesel. Selain itu, lagi banyak promo juga lho! Wajib banget dateng deh!” ucap Natasya di depan kameranya.


“Makasih banyak ya Chef Arsene, udah mau temenin aku di sini. Aku mau sekalian beli oleh-oleh deh buat keluarga aku!” ucapnya saat kamera masih mengambil gambarnya.


“CUT!”


“Bagus!” Ryan bertepuk tangan, diikuti oleh tepuk tangan lainnya.


Pengambilan gambar memang tidak sebentar karena banyak beberapa yang harus diambil ulang, seperti ketika melibatkan pelanggan untuk masuk ke dalam gambar.


Untung saja Arsene bisa mengatasi kegugupannya di depan kamera. Mereka kembali berkumpul di meja. Ryan dan Natasya sibuk memperhatikan gambar yang baru mereka ambil. Sementara itu pihak Sweet Recipes menyajikan makan siang dan minuman untuk mereka, juga oleh-oleh.


“Kamu udah biasa direkam ya?” tanya Natasya pada Arsene.


“Gak, ini baru pertama!” jawab Arsene jujur.


“Wow, bagus berarti! Mantap!” ucap Natasya memuji.


“Ini nanti kita edit dulu ya untuk dipost di instagram Nat sama youtube. Nanti kita bakal hubungi kalian lagi untuk jadwal postingnya! Jadi tunggu aja, oke?” ucap Ryan.


“Siap Kak!"


“Kita pamit dulu ya? Semoga sukses terus tokonya, beneran enak deh! Nanti lain kali aku mampir lagi buat oleh-oleh temen-temen!” ucap Natasya.


“Kami juga mengucap terima kasih banyak untuk Kak Nat dan timnya! Semoga sukses selalu!” ucap Arsene.


“Sama-sama!”


Natasya dan timnya pergi dari toko siang itu. Arsene merasa lega. Ia masih harus menunggu kapan pihak Natasya akan menayangkannya.


“Makan-makan!” ucap Lunar menepuk bahu Arsene.


“Yuk, laper nih!” seru Alice.


“Sholat dulu ah! Kalian duluan aja! Aku mau hubungi Zaara sekalian!”


“Yoi!”


\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung dulu gaess


Jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE

__ADS_1


Makasiiiih ^_^


__ADS_2