Mahasiswaku Calon Suamiku?

Mahasiswaku Calon Suamiku?
(S2) Ep 117. Optimisme


__ADS_3

Arsene bernafas lega ketika dirinya membaca surat balasan dari Zaara. Meski singkat saja, ia rasa Zaara memang sudah berada dalam kondisi lebih baik sekarang. Ia bersyukur akan hal itu. Meskipun ia akan masih menunggunya beberapa hari kedepan, yang entah berapa lama lagi. Arsene tersenyum di depan laptopnya.


Sebuah panggilan masuk di ponselnya yang baru.


“Sen, besok rapat jadi kan?” tanya sebuah suara laki-laki.


“Iya, kita meeting jam 8 ya, soalnya jam 10 saya ada kuliah!”


“Siap! Gue udah sortir semua database yang lu kirim!”


“Makasih Bang Lun!”


Arsene menutup ponselnya. Besok adalah rapat perdana menuju Re-Opening Sweet Recipes. Arsene siap menyambut hari, harapannya kini menjulang tinggi. Akan tetapi ia sadar, ada Allah yang memegang rencana terbaiknya. Pemuda itu sudah siap mengerahkan usaha dan doa terbaiknya untuk besok dan hari-hari ke depan.


Tepat pukul 8 pagi, tim baru Sweet Recipes sudah berkumpul di lantai bawah toko untuk mengadakan rapat perdana. Ferdian hadir juga di sana untuk memonitoring kepemimpinan anaknya agar rapat awal itu memberi suntikan energi yang luar biasa untuk menjalani hari-hari ke depan. Mereka terdiri dari 8 orang. 2 orang chef pastry, 1 orang marketing, 1 orang desainer grafis, 1 orang manajer keuangan yaitu Alice, 1 orang customer service, juga Arsene dan Ferdian.


Konsep Sweet Recipes saat ini, mereka akan menyediakan banyak menu yang bisa diambil oleh pelanggan sendiri. Ferdian sudah membaca dan mendata bahwa wisatawan lokal maupun dari luar kota semakin bertambah saja, terutama setiap akhir pekan. Tingkat konsumtifitas mereka juga meningkat dengan adanya media sosial. Jadi, memanfaatkan media sosial tentu sangat penting untuk menaikkan citra toko mereka saat ini. Inilah yang akan menjadi tombak pemasaran toko Sweet Recipes untuk mendatangkan pelanggan baru.


Database pelanggan sebelumnya sudah tercatat rapi. Ini akan menjadikan promo pemasaran semakin mudah saja. Tim marketing akan membuat konten dengan copywriting yang menghipnotis dan tentu dengan promo yang menarik pada acara Re-Opening Sweet Recipes. Pelanggan lama diposisikan seperti tamu istimewa, karena merekalah yang akan meramaikan acara ini. Mereka berhak mendapatkan promo menarik yang tidak akan didapatkan oleh para pengunjung baru.


“Saya udah bikin beberapa copywriting, dan ini siap saya broadcast ke seluruh nomor kontak yang ada di database!” ucap Lunar, seorang kepala digital marketing yang sudah bekerja di perusahaan Ferdian selama beberapa tahun.


Arsene menyimak beberapa konten yang sudah dipersiapkan tim marketing tokonya. Keahlian Lunar memang tidak perlu diragukan lagi.


“Udah deal dengan promo ini untuk pelanggan lama?” tanya Lunar, laki-laki berusia 25 tahun itu.


Di sana tertulis bahwa pelanggan lama akan mendapatkan diskon sebesar 30% untuk setiap transaksi di Sweet Recipes selama dua hari di akhir pekan, minimal untuk setiap pembelian 5 produk tertentu. Dianalisis dari database pelanggan lama, biasanya mereka jarang untuk membeli satu produk saja. Mereka sering membeli lebih dari 2 produk dengan jenis yang sama ataupun berbeda. Promo itu hanya berlaku untuk pelanggan lama, jadi promonya tidak akan tersebar luas di media sosial.


Arsene memandang ayahnya yang sedang berpikir.


“Bisa itu! Kita emang masih dalam posisi starting, meskipun toko ini pernah berdiri sebelumnya ya? Tapi Reopening ini ibaratnya kita mulai lagi dari awal. Yang penting, dapur ngebul terus, stok habis, uang muter, dan pelanggan datang terus. Untuk profit mungkin masih kecil, tapi gak apa-apa, yang penting banyak pelanggan baru nanti yang akhirnya bakal repeat order,” terang Ferdian.


Arsene mengangguk.


“Terus untuk pelanggan baru gimana?” tanya Arsene.


“Untuk calon pelanggan baru, kita adakan promo buy 2 get 1. Mereka juga dapat voucher promo lagi untuk pembelanjaan berikutnya. Agar mereka bisa balik lagi ke toko ini. Tentunya kita batas ya promo itu,” terang Lunar.


“Apa pelanggan lama juga dapat voucher lagi setelah belanja?” tanya Alice.


“Iya, semua pelanggan akan dapat. Itu biar mereka tetap datang ke toko kita!” jawab Lunar.


“Saya setuju aja!” ucap Arsene.

__ADS_1


“Kita bakal bikin toko ini survive dulu selama tiga sampai enam bulan dengan promo-promo itu. Dengan harapan, calon pelanggan bisa dikonversi menjadi pelanggan tetap. Setelah itu baru kita genjot omset!” ucap Ferdian.


“Yup! Kita akan jaring banyak calon pelanggan untuk datang ke toko kita. Jadi usahakan para chef dan customer service di sini memberikan layanan terbaiknya, sehingga mereka gak akan bisa menolak promo dan juga produk di sini!” lanjut Lunar.


“Desainnya mana, Dave?” tanya Ferdian pada lelaki muda lulusan jurusan desain berusia 24 tahun itu.


“Ini Pak Bos!” ucapnya sambil menunjukkan layar laptopnya.


Semuanya melihat pada hasil karya ciamik pemuda itu yang didominasi warna kontras merah, kuning, dan putih. Foto-foto produk di sana terlihat semakin cantik saja.


“Kereeeen!” ucap Arsene dan Alice berbarengan.


Tim marketing dan desainer memang sudah bekerja lebih dulu. Mereka sudah mempublikasikan beberapa gambar di akun media sosial Sweet Recipes sebagai umpan bagi pelanggan lama dan calon pelanggan baru. Bahkan mereka sudah menerapkan strategi marketing yang terkenal ampuh dalam mendatangkan konsumen. Hasilnya akan terlihat pada acara di 4 hari nanti.


Arsene sendiri jauh-jauh hari sudah memberikan pelatihan skill bagi dua chef yang akan membantunya di dapur. Mereka sudah beberapa kali mencoba mengikuti teknik yang dikerjakan oleh Arsene. Mereka juga menirunya sehingga ketika mereka membuat satu produk, rasanya mirip sekali dengan buatan pria lulusan akademi memasak terbaik di dunia.


“Sen, kamu juga harus personal branding dong! Itu ampuh banget buat datengin konsumen baru. Apalagi kamu ganteng, masih muda, koki utama di sini!” ucap Lunar.


Arsene jadi tersipu. Ia memang jarang mengurus akun media sosialnya.


“Wah makin terkenal dan populer dong lu, Cen!” sahut Alice.


“Gak apa-apa dong, demi toko, ya gak?! Cobain deh, meski kita juga bakal tetep pajang foto kamu di medsos Sweet Recipe!”


“Gak harus majang foto kamu juga, Sen! Kamu bisa posting foto aktivitas kamu di dapur, fotoin resep-resep kue yang udah kamu bikin di sini terus tulis kata-kata yang seolah-olah kamu ngomong sama follower kamu. Sekali-kali sih baru majang foto kamu, biar cewek-cewek pada datang kesini! Mereka kan target market yang paling besar!”


“Awas ada yang jealous!” senggol Alice.


“Yee itu kan buat marketing. Privasinya gak usah dimunculin di sana. Sekali sih gak apa-apa!” ucap Lunar.


“Iya deh, nanti aku coba!” icap Arsene.


“Emang follower kamu berapa Sen?” tanya Lunar.


“12ribu! Padahal gak pernah posting apa-apa, hehe!” Arsene mengakui dirinya yang memang tidak eksis.


“Wooahh lumayan atuh segitu mah untuk datengin calon pelanggan. Nanti akun Sweet Recipes bakal terus mention akun kamu, pasti bakal nambah!”


“Sipp nanti Abang coba ya?!” tembak Ferdian.


“Iya!”


Rapat itu selesai tepat sebelum pukul 10, karena Arsene harus menghadiri kuliahnya. Pertemuan itu membuka wawasannya kembali terkait mengelola bisnis, apalagi kini ayahnya juga langsung terjung membantu dan mendampinginya. Orang-orang di sekitarnya juga profesional. Kini ia harus memasang optimisme tinggi pada bisnisnya. Juga pada hubungannya dengan Zaara, meskipun ia masih tetap harus menunggu. Ia berharap semuanya berjalan dengan baik.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Arsene berjalan menuju kelasnya, pasalnya 10 menit lagi ujian tengah semester kelas Writing akan dimulai. Ia berjalan tergesa-gesa menuju tangga.


Mahasiswa berlalu-lalang ramai di depan koridor, membuat langkahnya sempat terhambat. Ternyata ada festival kebudayaan yang dihelat pekan itu. Banyak bazar yang digelar oleh para mahasiswa yang mengenakan pakaian adat dan khas kebudayaan tertentu sehingga membuat ia kesulitan berjalan karena terlalu sempit.


"Hana!" panggil sebuah suara dari tempat Arsene berdiri saat ini. Sebuah suara yang sangat dikenalnya. Terasa dekat sekali.


Entah mengapa jantungnya jadi berdebar mengingat rasa rindunya yang terpendam. Seketika ia berbalik.


BRUK.


Seseorang terjatuh menimpa tubuhnya, karena tidak siap, Arsene ikut terjatuh dengan posisi terduduk mendekap badan seorang yang ada di depannya.


"Astaghfirullah. Maaf gak sengaja!" ujar gadis berhijab cokelat muda yang segera berdiri karena terkejut. Ia tidak melihat wajah Arsene karena terus tertunduk.


Arsene segera berdiri, tatapan mereka saling bertemu. Terkejut.


"Awas!"


Arsene menarik lengan gadis itu dan mendekapnya untuk menempel di tembok karena ada dua orang yang membawa sebuah meja besar lewat di selasar gedung B yang sempit.


DEG. Wajah mereka sama-sama memerah dalam momen yang terasa sangat dekat itu. Rasa panas menjulur ke seluruh tubuh beberapa detik. Nafas mereka tertahan. Hingga akhirnya gadis itu menatap wajah Arsene.


"Abang?!" ucap Zaara pelan.


Arsene tengah menelan salivanya. Gugup.


Seketika waktu terasa berhenti.


Kedua pasang manik mereka masih saling bertemu dan mengunci. Debaran di dada terasa semakin kencang.


"Maaf aku harus pergi!" ucap Zaara tertunduk di depan tubuh Arsene.


Arsene melangkah mundur. Ia tersenyum kecil pada wajah yang dirindukannya itu, kemudian berbalas. Hatinya terasa melayang.


\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung dulu yaa


Klik LIKE dan tulis komentar kamu untuk dukung terus Author Aerii


VOTE POIN / KOIN juga ^_^

__ADS_1


Makasih


__ADS_2