Muara Kasih Ibu Tunggal

Muara Kasih Ibu Tunggal
Obrolan Manis di Pagi Hari


__ADS_3

Pagi hari yang dimulai dengan bercinta rasanya begitu istimewa untuk Pandu dan Ervita. Jika bercinta di malam hari adalah waktu yang lumrah, kali ini keduanya sama-sama bereksperimen untuk melakukannya di pagi hari.


Ervita masih terengah-engah dalam pelukan Pandu, dengan mata yang sepenuhnya terpejam. Memang kali ini Pandu menahan supaya Ervita tidak terlalu banyak bergerak dan membiarkan Sang Lingga keluar sendiri dari Yoni tersebut.


"Jangan bergerak dulu, Dinda ... biar mereka bertemu dan berenang-renang dulu. Siapa tahu terjadi pembuahan," balas Pandu.


"Iya Mas ... berat enggak karena aku di atasmu seperti ini?" tanya Ervita lagi.


"Enggak, suka malahan," balas Pandu dengan tersenyum.


"Pagi ini lebih menyenangkan Nda ... justru disarankan untuk bercinta di pagi hari. Terus tingkat tes-tos-teron juga sehat. Dengan bagian yang sehat dan juga kualitas terbaik semoga jadi di sini ya embrio yang bakalan jadi adiknya Indi," balas Pandu.


Apa yang dikatakan Pandu bukan bualan semata. Faktanya bercinta di pagi hari bisa meningkatkan gairah karena tingkat tes-tos-teron yang lebih tinggi. Hormon ini berperan penting terkait bagaimana merasakan dorongan bercinta. Secara khusus untuk pria, tingginya tes-tos-teron bisa meningkatkan kekuatan erek-si dan fungsi seksualitas.


"Cuma kan kalau di rumah, pagi hari itu waktu paling hectic, Mas ... ngurus Indi, bikin sarapan, nyiapin kamu bekerja. Jadi, ya susah," balas Ervita.


Memang walau bercinta di pagi hari sangat bermanfaat, tetapi di kehidupan nyata pagi hari menjadi waktu paling hectic untuk ibu-ibu. Mereka harus mengurus anak, menyiapkan sarapan, membersihkan dapur, bahkan ada yang mengantar anak ke sekolah, dan menyiapkan keperluan suami untuk bekerja. Keinginan bercinta dan mengawali hari dengan yang manis-manis, harus kalah dengan real life yang menyita waktu.


"Makanya di sini dimanfaatkan Dinda," balas Pandu.


"Kan sudah dimanfaatkan juga, sudah dua kali padahal belum ada 24 jam sudah dua kali, luar biasa kan Mas? Dulu waktu menikah saja, cuma sekali aja kan Mas, yang di Abhaya itu?" tanya Ervita kepada Pandu.


"Lupa Dinda ... yang pasti malam pertama itu tidak akan pernah aku lupakan," balasnya.

__ADS_1


Sudah beberapa lama, Ervita masih berada di atas Pandu, kini Ervita pun beringsut karena posisi tengkurap terus juga tidak enak. Akhirnya mereka memilih pindah tempat ke tempat tidur, dan Pandu segera memeluk Ervita di sana, kembali bergelung dalam satu selimut.


"Tahu enggak Dinda ... malam pertama itu aku gugup banget sebenarnya, tapi aku gak mau melewatkan kesempatan itu. Bayangkan saja pria yang tidak pernah menyentuh wanita, kemudian harus melalui malam pertama rasanya bingung, gugup, dan bersemangat menjadi satu. Luar biasa sih kalau buat aku. Kenapa waktu itu kamu mengizinkan aku untuk melakukannya?" tanya Pandu kemudian.


"Hmm, apa yah ... aku cuma berpikir dan meyakinkan hatiku bahwa kamu adalah suamiku, pria yang akan menyentuhku adalah sosok yang halal. Selain itu, aku ingin menjadi ladang pahala untukmu,Walau, aku juga gugup dan ketakutan. Aku takut, setelah kamu menyentuhku, kamu akan meninggalkanku," balas Ervita.


Pandu pun dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Tidak akan Dinda ... selamanya tidak akan meninggalkan kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu dan Indi. Kamu izinkan untuk menyentuhmu saja, itu kehormatan untukku, Nda ..., dan tahu enggak Dinda, sekali menyentuh kamu jadinya bikin aku candu, pengen lagi, lagi, dan lagi," balas Pandu.


"Makanya sekarang belum 24 jam sudah 2 kali ya Mas?" Ervita membalas dengan terkekeh geli di sana.


"Iya, sebanyak waktu yang kita bisa ya, Nda ... kapan lagi. Pagi, siang, sore, malam gempur terus," balas Pandu.


Ervita pun tertawa, "Penting setia sama aku ya Mas ... aku beneran, tidak minta apa-apa. Cuma aku pengen kamu menjadikan aku satu-satunya wanita di dalam hidup kamu. Selagi kamu mau, dan aku tidak capek pasti aku memberikan pelayanan yang terbaik, karena ini adalah ibadahku," balas Ervita.


"Tentu Dinda ... cuma kamu saja satu-satunya. Aku juga mau kamu yang menjadi ladang pahal untukku satu-satunya," balas Pandu.


"Habis makan siang, jam 13.00 mungkin. Kenapa, Dinda?" tanya Pandu.


"Enggak, tanya saja sih ... mungkin nanti aku bobok dulu yah, jaga-jaga kalau siang terus gempur lagi," balas Ervita.


Pandu tersenyum di sana, "Iya, istirahat saja ... senyamannya kamu saja, Dindaku Sayang. Masih mau begini atau sarapan? Ini baru setengah delapan sih," balas Pandu.


Ervita kemudian menatap suaminya itu, "Sebentar ... peluk dulu sepuluh menit ya Mas. Pangkal pahaku agak sakit loh Mas, ada yang mengganjal gitu," aku Ervita dengan jujur.

__ADS_1


Ya, menurut Ervita tadi saat dirinya berada di atas suaminya tegangannya begitu tinggi dan sampai sekarang terasa ada yang mengganjal di pangkal pahanya. Pandu pun terkekeh di sana, dan mengacak rambut Ervita dengan begitu gemasnya.


"Enak kan tapi Sayang ... sesekali kamu yang handle. Kamu bisa yow," balas Pandu.


"Cuma malu banget," balasnya.


"Sama aku sih tidak usah malu, kamu lebih nakal juga tidak apa-apa," balas Pandu dengan jujur.


Ervita pun memukul dada suaminya itu, "Kamu itu yang nakal, kamu bukan vampire, tapu sukanya gigit," balas Ervita.


"Mantap kok Sayang ... suka aja, lihat tanda merah di tubuh kamu. Tanda cinta," balas Pandu.


Ervita kembali memeluk suaminya itu. Kadang terpikir, sosok Pandu yang menjadi hangat saat bersamanya. Dulu, Mas Pandu yang diam dan tenang, saat bersamanya berubah menjadi Pandu yang begitu H.O.T, begitu panas, sampai Ervita sering kali dibuat kalang kabut jadinya. Juga dengan kepribadian suaminya yang hangat seperti ini membuat Ervita begitu senang.


"Kalau selesai bercinta enaknya cuddling time seperti ini, Dinda ... makin romantis kan. Kalau langsung pakai baju dan ditinggal tidur, pasti wanita menjadi terluka. Merasa sebatas dipakai dan usai itu ditingggal tidur," balas Pandu.


Ya, sebenarnya yang mereka lakukan sekarang adalah after ***, di mana membuat kegiatan manis bersama seperti saling memeluk, saling mengobrol, atau melakukan aktivitas afeksi bentuk kasih sayang yang lainnya. Dengan begitu, kehidupan rumah tangga akan menjadi lebih erat, lebih harmonis, karena pasangan bisa terhubung pula secara hati.


"After session ya Mas?" tanya Ervita.


"Iya, biar kamu merasa bahagia, merasa berharga, dan aku pun juga belajar menghargai istriku, menghargai wanita yang ingin diperlakukan dengan lembut," balasnya.


"Wah, kalau semua pria kayak kamu, semua ibu-ibu akan bahagia, tidak perlu mengagumi ALdebaran, Mas ... suaminya akan menjadi orang pertama yang mereka kagumi dalam hidup," balas Ervita.

__ADS_1


"Kalau kamu mengagumi siapa?" tanyanya.


"Mas Pandu Hadinata dong," balasnya dengan tawa yang pecah.


__ADS_2