Muara Kasih Ibu Tunggal

Muara Kasih Ibu Tunggal
Kabar Pernikahan yang Mengejutkan


__ADS_3

Siang ini Ervita dikejutkan dengan kabar yang dia baca di grup chat teman-teman kuliahnya dulu. Walau sebenarnya Ervita tidak menyelesaikan kuliah karena hamil duluan waktu itu, tetapi masih ada grup chat yang Ervita ikuti walau dirinya hanya pembaca sunyi saja, dan jarang terlibat dalam pembicaraan di grup itu. Akan tetapi, ada kabar yang membuatnya begitu terkejut dan tidak menyangka-nyangka sebelumnya. Sehingga, Ervita akan menunggu sampai suaminya nanti pulang dan bercerita kepada suaminya itu.


Bahkan saat membaca sesuatu dari grup chat itu saja, Ervita rasanya masih tidak percaya. Bahkan sekarang dia ingin rasanya hari segera sore dan bisa ghibah dengan suaminya itu. Memang ada kalanya Ervita banyak bercerita dengan suaminya, mungkin bisa dikatakan ghibah berdua dan diakhiri dengan candaan walau garing nyatanya keduanya bisa sama-sama tertawa.


Sore begitu Pandu sudah pulang dari tempat kerjanya, dan sudah mandi. Tampak Ervita akan mulai berbicara dengan suaminya itu.


“Mas, mau bicara,” ucapnya.


Pandu menganggukkan kepalanya dan menatap istrinya yang seakan memang sudah ingin bercerita dengannya itu, “Sini … duduk sini, kenapa Nda?” tanya Pandu dengan menarik tangan Ervita dan membuatnya untuk duduk di sisinya.


“Tiana mau menikah, Mas,” ucap Ervita.


Mengingat nama Tiana, Pandu sedikit ingat dengan mantan pacar Firhan yang memutuskan untuk membatalkan akad yang waktunya hanya tinggal semalam itu. Lantas, dengan siapa Tiana akan menikah?


“Balikan sama Firhan?” tanya Pandu. Ya, Pandu mengira bahwa mungkin saja Tiana akan balikan dengan Firhan dan kali ini akan kembali menikah.


Akan tetapi, Ervita justru menggelengkan kepalanya, “Tidak … bukan dengan Firhan. Aku juga kaget waktu tadi baca undangannya di Grup Chat,” balas Ervita kemudian.


“Lalu, sama siapa?” Pandu.


“Sama Rudy,” balas Ervita dan dia menunjukkan handphonenya kepada suaminya. Menunjukkan undangan pernikahan yang dibagikan secara digital itu. Tidak hanya itu, Tiana bahkan mengechat Ervita secara pribadi dan memberikan undangan juga kepada Ervita.


“Aku juga dapat undangan, Mas … jadi, mau enggak nanti anterin ke Solo untuk jagong (menghadiri pernikahan - dalam bahasa Indonesia) nikahannya Tiana dan Rudy. Kan aku juga kenal mereka berdua,” ucapnya.


Pandu pun menganggukkan kepalanya, “Oke Dinda … nanti aku temenin ke Solo,” balasnya.

__ADS_1


“Kenapa Tiana bisa sama Rudy ya Mas? Kan dulu Tiana itu pacarnya Firhan. Aneh deh,” ucapnya dengan menerka segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.


“Ya, nanti kalau datang bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi, Nda … kamu ini ngajakin aku ghibah deh,” balas Pandu.


Ervita pun tertawa di sana, “Suamiku partner ghibahku … bisa jadi judul novel online nanti ya Mas,” balas Ervita dengan tertawa.


“Ibu-Ibu bacaannya novel,” balas Pandu dengan mengusapi puncak kepala istrinya itu.


“Cuma hiburan di waktu senggang aja kok Mas … tidak seharian juga membaca novel,” balas Ervita. Sesungguhnya dia juga merasa tidak enak, tetapi memang Ervita ada kalanya membutuhkan jeda dari mengurus rumah dan mengasuh Indira. Untuk itu, walau hanya sepuluh hingga lima belas menit, Ervita memilih untuk membaca novel online.


“Kamu baca apa emangnya?” tanya Pandu.


Kali ini seakan dia seperti anak kecil yang kedapatan mengambil sesuatu, sehingga dia menunjukkan kepada suaminya bacaan apa saja yang dia baca. Pandu pun dengan sukarela melihat isi rak buku bacaan istrinya itu.


“Iya. ngikutin satu author saja kok Mas … Author Kirana aja,” balas Ervita.


“Ya sudah … enggak apa-apa. Penting Indi tetap keasuh dengan baik,” balasnya.


Ervita yang semula deg-degan pun perlahan mengembangkan senyuman di wajahnya, “Makasih Kanda … sudah dibolehin baca. Aku itu sebenarnya waktu SMA, pernah menang lomba menulis cerpan dan resensi buku loh, Mas. Waktu itu dapat hadiah piala dan uang berapa ratus ribu gitu,” cerita Ervita kepada suaminya.


“Piala yang ada di kamar kamu itu?” tanya Pandu kemudian.


“Iya, itu ada piala yang kudapatkan saat SMA, dulu aku juga mewakili sekolah di lomba pidato dan lomba Bahasa Jawa juga. Ya, menghangatkan kompetisi saja,” balas Ervita.


Dari cerita Ervita sekarang, Pandu semakin tahu dan sadar bahwa istrinya itu termasuk wanita yang cerdas. Hanya saja memang nasibnya yang kurang baik sehingga memang banyak hal dalam hidup yang harus dilepas oleh Ervita.

__ADS_1


“Kamu pinter dong, Nda … sekarang menghangatkan api cinta kita ya Dinda,” balas Pandu.


Ervita pun tertawa dan mencubit pinggang suaminya itu, “Bisa saja sih Kanda ini.”


***


Selang sepekan ....


Kali ini Ervita, Pandu, dan juga Indira kembali menuju kota Solo dengan tujuan untuk menghadiri pernikahan Tiana dan Rudy yang dilangsungkan di salah satu hotel yang di area Jalan Protokol Slamet Riyadi. Solo. Ervita pun melirik kepada suaminya yang kala itu mengenakan kemeja batik, terlihat begitu tampan di mata Ervita.


"Kamu kalau memakai batik, keren banget sih Mas ... kayak Pangeran," ucapnya.


Pandu yang mendengar ucapan istrinya pun tertawa, "Pangeran Katak atau apa Nda? Biasa saja," balasnya.


"Serius ... cocok banget kalau memakai kemeja batik. Apa karena kamu pemilik brand itu ya Mas," balas Ervita.


"Tidak ada hubungannya, Dinda ... biasa saja yow. Batik sekarang itu bisa dipakai semua kalangan. Bawahnya kita gunakan jeans saja sudah terlihat anak muda dan stylist. Selain itu juga sopan," balasnya.


"Setuju banget ... anak juragan batik memang T.O.P. Pancen Oye," balas Ervita.


Kemudian mereka bertiga turun dari mobil dan menuju ke tempat diberlangsungkannya acara. Betapa kagetnya Ervita di tempat pernikahannya itu nyatanya justru terjadi keributan di sana. Ya, usai akad selesai, ada pria yang berdiri dan menghempas satu meja dengan beberapa gelas ke lantai, sehingga di depan pelaminan penuh dengan pecahan gelas.


"Menjauh saja, Nda," sergah Pandu kepada Ervita.


Ervita pun menganggukkan kepalanya, tidak mengira di pesta pernikahan justru sekarang terjadi kekacauan di sana. Bahkan Ervita mendengar suara teriakan dari pria yang kala itu berdiri dan menghadap di pelamin. Siapakah pria itu sebenarnya? Atas dasar apa pria itu melakukan hal seperti itu?

__ADS_1


__ADS_2