
Ketika pasangan suami dan istri sudah menikah cukup lama dan tidak segera dikarunia buah hati, tentu keluarga pun menjadi bertanya-tanya. Tak jarang, keluarga akan menyarankan untuk melakukan program hamil. Begitu pula yang ditanyakan Bu Yeni sekarang kepada Wati.
"Wati, apakah kamu tidak bisa memiliki bayi?"
Sungguh, ini adalah pertanyaan yang sukar untuk dijawab. Begitu juga ketika Bu Yeni mempertanyakan ini, dia berhati-hati. Sebab, sebagai ibu mertua, Bu Yeni juga tidak ingin menyakiti perasaan Wati.
Di sana, Wati menangis dan menundukkan wajahnya. Ada sesuatu yang selama beberapa bulan terakhir Wati sembunyikan. Haruskah sekarang, dia bisa menjelaskan semuanya kepada ibu mertuanya itu.
"Bukan Wati, Ibu ..., tapi Mas Firhan," jawabnya dengan bibir yang bergetar.
Sebenarnya Wati sendiri juga tidak ingin membongkar aib suaminya. Namun, dia bisa apa ketika mertuanya menanyakan perihal buah hati. Wati merasa tersudutkan. Lagipula, pihak keluarganya sendiri di Karang Anyar juga sudah berkali-kali menanyakan kenapa Wati tidak kunjung hamil.
"Apa Firhan?"
Mendengar jawaban Wati, Bu Yeni membelalakkan matanya. Kepalanya menggeleng. Kenapa, rasanya begitu mustahil. Sebab, menilik dari masa lalu Firhan, anaknya itu dulu pernah menghamili orang lain. Lantas, kenapa sekarang letak kesalahan itu justru ada pada diri Firhan.
"Benar, Mas Firhan, Bu," jawab Wati.
Dengan menangis sesegukan Wati pun memberikan jawaban kepada Ibunya. Sebab, faktanya memang bukan dirinya yang mengalami gangguan kesuburan. Wati, walau dari sebuah desa, tetapi dia sudah melakukan pemeriksaan kesuburan di klinik ibu dan bayi di kota Solo. Hasilnya, Wati sangat sehat. Tidak ada masalah terkait kesuburan.
Sementara hal berbeda justru terjadi pada Firhan. Ya, pria itu juga diajak Wati untuk memeriksakan kesuburannya. Semula berawal dari ketidakpuasan Wati ketika berhubungan suami istri dengan Firhan. Dia merasa bahwa suaminya itu begitu cepat keluar. Bahkan baru lima kali tusukan dan hujaman, Firhan sudah keluar. Padahal, sebagai seorang wanita dia membutuhkan tahapan untuk mencapai puncak asmara.
__ADS_1
Semula Firhan juga menolak dan tidak percaya dengan pemeriksaan kesuburan seperti ini, dan juga Firhan merasa dirinya begitu sehat. Namun, Wati tidak percaya. Biasanya bukankah pria akan begitu perkasa ketika berada di ranjang? Namun, semua berbeda dengan Firhan. Setelah beberapa kali perdebatan dan adu mulut, barulah Firhan mau untuk memeriksakan kesehatannya.
Begitu hasil pemeriksaan Firhan keluar, barulah Wati tahu di mana letak kesalahannya. Ketidakpuasaannya bercinta, dan juga ketidakberdayaan suaminya seolah semuanya terjawab sudah.
"Mas Firhan terkena disfungsi e-reksi, Bu," jawabnya.
Sebenarnya tabu mengatakan kenyataan ini, tetapi sebaiknya Wati pun jujur. Sebab, keluarga juga harus tahu dengan kondisi rumah tangganya bersama dengan Firhan.
"Tidak mungkin, Ti," balas Bu Yeni.
"Faktanya begitu," balas Wati.
Disfungsi e-reksi adalah ketidakmampuan pria untuk mempertahankan miliknya kala melakukan hubungan suami dan istri. Sebagaimana yang bisa diketahui bersama bahwa ketika pria mengidap ini akan merasakan stres, regangannya hubungan, dan menurunnya rasa percaya diri.
"Itu tidak mungkin, Ti," ucap Bu Yeni.
Sebagai seorang Ibu tentu Bu Yeni pun tahu kisah masa lalu Firhan, bahkan dosa yang pernah dilakukan Firhan sebelumnya. Ada bukti nyata bahwa Indira, adalah anak biologis Firhan. Jika sudah begini, kenapa bersama Wati, Firhan bisa mengalami disfungsi?
"Faktanya memang seperti itu, Bu ... Dokter bilang karena kecelakaan yang pernah terjadi pada Mas Firhan, ada benturan di miliknya, sehingga beberapa saraf melemah di sana," ucap Wati lagi.
Kini Bu Yeni pun menangis. Tidak mengira bahwa putranya justru mengalami disfungsi. Jika sudah seperti itu, apakah mungkin bahwa Wati dan Firhan tidak akan pernah bisa memiliki keturunan?
__ADS_1
"Lalu, bagaimana, Ti?" tanya Bu Yeni.
"Tidak tahu, Bu ... mungkin memang tidak ada jalan untuk kami. Selain itu kualitas milik Mas Firhan juga tidak sehat. Encer. Sehingga, zigot yang ada di sana tidak bisa berenang dan sampai ke rahimnya Wati."
Sungguh, Wati sampai begitu terbuka. Jujur dengan ibu mertuanya sendiri. Menjadi orang yang selalu dipojokkan itu tidak enak, dan Wati berusaha untuk menyampaikan kebenaran. Kesalahan bukan pada dirinya, tapi pada suaminya. Bahkan Wati pun tidak bisa menceritakan kepada siapa pun perihal ketidakpuasaannya dengan Firhan kepada siapa pun.
"Kenapa bisa begini ... padahal Firhan itu sangat sehat," ucap Bu Yeni.
Ya, menurut Bu Yeni putranya itu sangat sehat. Saking sehatnya, dulu kala cukup dengan satu berbuat, ada seorang gadis yang direnggut kegadisannya hingga hamil, dan tidak mendapatkan pengakuan dan tanggung jawab dari Firhan. Bu Yeni memegangi dadanya yang terasa sakit. Dulu, dia berlaku jahat kepada Ervita dan keluarganya. Setelah lima tahun berlalu, Tuhan balikkan semuanya. Anaknya justru mengalami disfungsi seperti ini. Selain itu, kemungkinan besar bahwa Firhan dan Wati tidak akan mendapatkan keturunan.
"Ya Tuhan, apakah ini ganjaran dari-Mu untuk dosa-dosa kami di masa lalu? Dulu, ketika ada seorang gadis ke sini dan mengakui hamil anaknya Firhan, aku menolaknya. Aku berlaku jahat, dan tidak membuat Firhan lepas tangan begitu saja. Sekarang, kenapa justru Engkau membuat Firhan tidak bisa memiliki keturunan, Ya Tuhan ... sekiranya Tuhan berkenan berbelas kasihan. Tolong izinkan Wati dan Firhan untuk memiliki buah hati."
Ada penyesalan yang amat dalam di dalam hati Bu Yeni. Dulu, dia menolak Ervita dan janinnya. Membuat Firhan cuci tangan. Sekarang, yang terjadi justru sebaliknya.
"Namun, Mas Firhan tidak sehat sama sekali," balas Wati.
"Periksa sekali lagi, Ti ... ajak Firhan melakukan pengobatan tradisional," ucap Bu Yeni.
"Mas Firhan tidak mau, Bu," jawab Wati.
"Coba lagi yah ... setidaknya kalian usaha dulu. Usia kalian juga masih produktif. Tidak ada salahnya untuk berusaha dan juga mencoba."
__ADS_1
Bu Yeni meminta Wati dan Firhan untuk berusaha terlebih dahulu. Keduanya masih begitu muda. Pengobatan tradisional pun tidak masalah. Sebab, ada kalanya bisa mengobati disfungsi dengan cara pengobatan alternatif. Bisakah jalan ini membuat Firhan kembali sehat?