
Agenda kegiatan untuk anak-anak di sekolah Indi memang beragam. Mulai dari pesantren Ramadhan dan akan ada Buka puasa bersama dengan guru dan seluruh orang tua wali murid. Untuk itu, tentulah Ervita dan Pandu akan mengantar Indi untuk berbuka puasa bersama di salah satu restoran ayam cepat saji yang memang populer karena jagonya ayam itu.
"Nda dan Yayah, besok Didi ada buka puasa bersama teman-teman. Diminta langsung ke tempatnya berbuka jam lima sore," kata Indi kepada Yayah dan Bundanya.
Sebenarnya tanpa Indi berbicara, Ervita juga sudah tahu karena ada whatsapp grup yang dibuat oleh guru dan setiap kegiatan sekolah akan diberitahukan di sana. Kendati begitu, Ervita tetap menghargai itu tandanya Indi memperhatikan ketika berada di sekolah. Ada pengumuman dari Bu Guru, dan Indi mengetahuinya.
"Baik besok diantar ke tempatnya yah. Ceritanya Ngabuburit ya Mbak Didi?" tanya Ervita kepada Indi.
Namun, sekarang Indi tampak bingung. Sehingga kemudian Indi bertanya lagi kepada Bundanya.
"Nda, ngabuburit itu apa?" tanyanya.
Benar, rupanya ada satu kata yang asing untuk Indi. Kata itu adalah ngabuburit, sehingga Indi sekarang bertanya kepada Bundanya. Sebab, Indi merasa belum pernah mendengar kata itu sebelumnya.
"Ngabuburit itu adalah kegiatan menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan. Kegiatan ngabuburit dapat berupa banyak hal, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mencari takjil gratis, mendatangi pasar kuliner atau menghabiskan waktu di taman. Nah, besok Mbak Didi juga ngabuburit dulu sama temen-temen sekolah, setelahnya dilanjutkan dengan berbuka puasa," jelas Ervita.
Mendengar apa yang dijelaskan oleh Bundanya, Indi tampak menganggukkan kepalanya. Rupanya, ngabuburit adalah kegiatan menjelang berbuka puasa. Sekarang, Indi sudah tidak bingung karena Bundanya sudah menjelaskannya kepadanya.
"Kenapa Yayah dan Bunda tidak pernah ngabuburit?" tanya Indi kemudian.
"Yayah dan Nda ngasuh kamu dan Irene, ngabuburit di rumah sama keluarga bisa juga, Sayang. Bercanda, bercerita, nonton televisi bersama," jawab Ervita.
"Oh, begitu. Ngabuburit di rumah juga bisa ya, Nda. Kirain harus keluar rumah," balas Indi.
"Enggak harus. Di rumah kumpul dengan anak-anak juga sudah bisa dikatakan ngabuburit. Kan kita di rumah juga bersantai sejenak dan menunggu saatnya berbuka puasa. Begitu, Mbak Didi," balas Ervita.
Sekarang, Indi sudah tahu apa itu arti ngabuburit. Selain itu, Indi juga tahu bahwa ngabuburit tidak harus keluar rumah. Akan tetapi, berada di rumah dan berkumpul dengan keluar juga bisa dikatakan ngabuburit, menunggu waktu untuk berbuka puasa bersama.
__ADS_1
"Yayah dan Nda kalau mau ngabuburit berdua boleh kok, nanti Didi dan Irene di rumah Eyang. Jadi, Yayah dan Nda bisa deh jalan-jalan," kata Indi sekarang.
Ervita terkekeh geli. Namun, juga senang karena putrinya tumbuh menjadi anak yang penuh dengan pengertian. Bahkan Indi mau memberi waktu supaya Yayah dan Bundanya bisa berduaan. Wah, agaknya Ervita tertarik. Kapan lagi bisa jalan-jalan sore dan berburu takjil bersama suaminya.
"Ya sudah, kapan-kapan Yayah dan Bunda ngabuburit berdua boleh?" tanya Ervita.
"Iya, boleh kok, Nda."
Pandu yang sejak tadi mendengarkan percakapan Ervita dan Indi pun tersenyum. Akan tetapi, Pandu juga sebenarnya ingin menikmati ngabuburit bersama Ervita. Mengajak istrinya melihat kampung Ramadhan yang ada di Jogjakarta dan membeli beberapa takjil yang enak.
***
Keesokan Harinya ....
Sekarang Pandu, Ervita, bersama Indi dan Irene bersiap untuk berangkat menuju rumah makan yang akan digunakan sebagai buka puasa bersama untuk Indi dan seluruh orang tua wali murid. Indi pun terlihat senang karena ini kali pertama berbuka puasa bersama dengan teman-temannya sekolah.
"Mungkin ada acara dulu, Mbak Didi. Iya, berbukanya tetap nanti yah. Mbak Didi sabar sampai waktu berbuka tiba yah. Kalau melihat temannya makan duluan, tidak apa-apa. Kan kalau kita niat, pasti bisa menahannya," balas Yayah Pandu.
"Iya, Yayah. Didi bisa kok," balasnya.
Setelah itu, mereka pun tiba di tempat buka bersama. Sudah terlihat orang tua murid yang berkumpul. Anak-anak juga dikumpulkan dari mulai Kelompok Bermain, TK A, dan TK B. Di sana juga Ervita bertemu dengan Lintang dan kakak iparnya, karena Lintang yang sudah TK B juga hadir.
"Mbak, sudah datang terlebih dulu yah?" tanya Ervita.
"Iya, Papanya datang dari kantor, langsung berangkat ke sini. Lintang udah ceriwis banget tadi," balas Pertiwi.
Memang begitulah Lintang, begitu ceriwis sehingga memang kadang membuat Pertiwi geleng-geleng kepala. Sementara Ervita justru tertawa.
__ADS_1
"Biasa, Mbak. Anak cewek juga begitu kok," balasnya.
"Indi enggak tuh. Dia lebih kalem kan? Lebih tenang," balas Pertiwi.
Mendengar pernyataan Pertiwi, Ervita pun tertawa. Sebenarnya Indi tak sekalem itu. Sebab, jika sudah bersama Yayahnya, Indi juga akan menjadi menjadi anak yang begitu ceriwis. Ervita saja kadang kala geleng-geleng kepala mendengar Indi dan Yayahnya yang sedang berbicara berdua.
"Indi kalau sama Mas Pandu, ceriwis juga kok, Mbak. Ceriwis banget malahan," balas Ervita.
Lantas Pertiwi yang sekarang gantian tertawa. Tidak kebayang, adiknya yang pendiam harus mengimbangi Indi yang ceriwis. Sebab, Pandu sebenarnya adalah sosok yang tenang dan tidak banyak berbicara.
"Gak kebayang, Pandu harus berceriwis ria sama Indi," balas Pertiwi.
Sekarang, acara buka bersama dimulai Indi sudah duduk bersama teman-temannya dari kelas TK A. Terlihat Indi pun bisa duduk dengan tenang. Ketika ada teman-temannya yang berlari-lari dan bahkan ada yang makan dan minum, Indi hanya duduk dengan tenang. Hingga menjelang waktu berbuka tiba, pelayan menyajikan nasi, ayam goreng, dan pom tilla untuk anak-anak. Selain itu ada susu UHT kemasan dan juga puding cokelat. Terlihat juga anak-anak yang sudah ingin makan, seakan tak sabar. Sementara, Indi masih bisa menahan berpuasa. Menunggu sampai saatnya berbuka puasa tiba.
Ervita dan Pandu yang memperhatikan dari jauh merasa salut dengan Indi. Ternyata dia memang memiliki niat yang tulus. Tidak tergoda, walau beberapa temannya sudah makan dan minum terlebih dahulu.
Setelah waktu berbuka puasa, kemudian Guru memimpin dengan melantunkan doa berbuka puasa. Indi juga mengikutinya.
"Alhamdulillah," gumam Indi sendiri.
Setelahnya barulah Indi meminum sedikit air putih, dan mulai makan sendiri. Terlihat Indi yang terlihat dewasa dan tidak rewel juga.
"Indi berhasil, Mas," ucap Ervita kepada suaminya.
"Benar, putrinya Yayah luar biasa. Bangga ya, Dinda. Dia tidak tergoda dengan Teman-Temannya yang lebih dahulu makan dan minum," balas Pandu.
"Iya, kupikir Indi tidak akan tahan. Ternyata dia bisa."
__ADS_1
Ervita dan Pandu merasa bangga. Semoga saja, tahun depan puasanya Indi bisa ditingkatkan dan semakin pandai bisa berpuasa hingga Fitri nanti.