Muara Kasih Ibu Tunggal

Muara Kasih Ibu Tunggal
Suka Sekolah


__ADS_3

Tidak terasa sudah satu bulan berlalu, Indi bisa beradaptasi dengan sekolahnya dengan sangat baik. Setiap kali ada PR, juga Indi segera mengerjakannya sepulang sekolah. Indi benar-benar menikmati masa sekolah taman kanak-kanaknya.


"Gimana sekolahnya Mbak Didi?" tanya Yayah Pandu sekarang kepada putrinya itu.


"Menyenangkan, Yayah. Didi punya banyak teman di sekolah," balasnya.


"Coba, temennya Mbak Didi siapa aja? Beritahu Yayah," balas Pandu.


Memang Pandu merasa senang ketika Indi sudah belajar berteman. Setidaknya kemampuan sosialnya juga bisa berkembang. Sebab, biasanya anak-anak juga tidak mudah akrab dengan teman sebayanya.


"Ada Melati, Kinan, Gendhis, Adhi, dan Satria, Yayah. Baru itu, yang lain sukanya berlari-lari. Jadi belum kenalan," balasnya.


Sekarang justru Yayah Pandu yang tertawa. Bisa-bisanya Indi berbicara bahwa belum kenalan dengan yang lain karena yang lain suka berlari-lari. Namun, anak kecil memang demikian. Selalu melihat secara empiris, berdasarkan pengalamannya.


"Lain kali kenalan juga dengan yang lain yah," ucap Yayah Pandu.


"Iya, Yayah. Kalau mereka enggak lari-larian yah," balas Indi.


Pandu kemudian menganggukkan kepalanya. "Iya, kenalan dengan semuanya yah. Biar Mbak Didi temannya banyak. Lalu, Mbak Didi kalau istirahat ngapain aja?"

__ADS_1


"Makan bekal dari Bunda. Terus seluncuran saja, Yah. Katanya Bu Guru enggak boleh jajan sembarangan, Yah. Bawa bekal saja. Terus kalau hari Jumat, bekalnya menu sehat nasi dan sayur buatan Bunda," cerita Indi.


Memang ada peraturan khusus di sekolahnya Indi yaitu anak-anak wajib membawa bekal menu sehat berupa nasi dan sayur setiap hari Jum'at. Jadi, memang Ervita juga selalu mempersiapkan bekal nasi sayur ketika Indi setiap hari Jum'at.


"Temannya Indi yang bernama Melati itu, gak suka sayur, Yayah. Kalau disuruh Bu Guru makan sayur pasti nangis," cerita Indi lagi.


Sekarang, Pandu tersenyum berarti Indi itu mengamati teman-temannya. Terbukti dia tahu ketika ada temannya yang nangis dan tidak suka makan sayur. Bagi Pandu, ini adalah perkembangan yang baik. Semoga nanti Indi bisa perhatian juga dengan teman-temannya.


"Diajakin makan sayur dong temannya itu. Ditemenin, biar mau makan," balas Yayah Pandu.


"Sudah kok, Yah ..., tapi tetep gak mau. Katanya enggak enak. Jadi Melati itu hanya makan ayam goreng aja, Yah," cerita Indi lagi.


Sedikit dari jauh, Ervita tersenyum mengamati anak dan suaminya yang sekarang sedang asyik bercerita bersama itu. Keduanya saling memperhatikan. Saling menyayangi.


Irene yang melihat Yayahnya, juga langsung minta turun dari gendongan dan minta dipangku Yayahnya. Jadi, Ervita pun menurunkan Irene dan mendudukkan putri bungsunya itu di pangkuan Ayahnya.


"Yayah," suara Irene yang turut memanggil Yayah kepada Pandu.


"Iya, Nak. Mau ngikut ngobrol juga sama Yayah?" tanya Pandu dengan mengusapi rambut Irene.

__ADS_1


"Nda, tadi Didi cerita tentang sekolah ke Yayah. Besok kalau sekolahnya dijemput Yayah, boleh enggak Yah?" tanya Indi sekarang.


Pandu pun kemudian menganggukkan kepalanya. "Tentu, besok Yayah yang jemput. Kenapa enggak bareng Mbak Lintang aja?" tanya Pandu.


"Pengen dijemput Yayah karena ada teman-temannya Didi yang dijemput Papanya. Kan Yayahnya Didi itu Yayah. Pengen dijemput aja," balasnya.


Begitu lucunya anak-anak Pandu itu. Sekarang Indi juga mau dipangku Yayahnya. Seolah berebut dengan Irene. Untung saja Irene masih belum begitu tahu jika kakaknya itu kadang usil.


"Ya sudah, besok dijemput Yayah yah. Pengen kayak teman-temannya ya, Mbak?" tanya Yayah Pandu.


"Iya, Yah. Sesekali aja kalau udah, Didi bareng sama Mbak Lintang lagi tidak apa-apa kok. Cuma sekali aja," balasnya.


"Dijemput Bunda aja, Sayang? mau enggak?" tanya Ervita sekarang kepada Indi.


"Endak, kan Nda di rumah jagain Dik Iyene. Kalau enggak dijaga Nda nanti adiknya nangis loh, Nda," balas Indi.


Ervita dan Pandu pun tertawa. Semua itu juga karena Indi yang lucu. Jawaban yang dia berikan kadang juga mengundang tawa. Sampai Ervita terkekeh sekarang.


"Makasih ya Yah dan Nda udah sekolahin Didi di tempat yang bagus. Didi suka sekolah," ucapnya sekarang.

__ADS_1


"Sama-sama Mbak Didi. Yang penting sekolah yang rajin. Belajar hal yang baru, belajar untuk berteman juga yah," balas Pandu.


Mendengar bahwa Indi suka sekolah membuat Pandu juga semangat. Anak-anak seusia Indi memang harus didorong untuk senang belajar, dan senang sekolah. Dibiasakan dengan sekolah, supaya dia bisa semangat tiap kali bangun pagi dan sekolah. Dengan semangat itulah, setiap hari Indi memiliki semangat untuk berangkat ke sekolah. Selain itu, juga sangat jarang ada drama menangis di pagi hari karena tidak mau sekolah.


__ADS_2