Muara Kasih Ibu Tunggal

Muara Kasih Ibu Tunggal
Pesantren Ramadhan


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu, hari ini di sekolah ini dilakukan pesantren Ramadhan. Anak-anak akan mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah dan ada ibu guru yang mendampingi. Oleh karena hari ini, khusus untuk pesantren Ramadhan, seluruh siswi diminta untuk mengenakan hijab.


Dari rumah, Indi sudah mengenakan hijab. Ayah Pandu tersenyum mengamati putrinya itu. Lucu saja melihat Indi kecil mengenakan hijab berwarna Pink.


"Cantik dan lucunya putri Yayah," ucap Pandu dengan menatap Indi yang sedang bersiap ke sekolah.


"Sama Nda cantik mana, Yayah?" tanya Indi.


Pandu kemudian tersenyum. "Sama-sama cantiknya dong," jawabnya.


Ervita pun tertawa. "Kamu dan Irene sama-sama cantik, putrinya Yayah dan Nda," balasnya.


Indi kecil pun menganggukkan kepalanya. "Makasih, Nda. Nda, Didi berangkat ke sekolah dulu ya, Nda. Dianter Yayah."


Ervita kemudian mengantarkan Indi dan Pandu sampai ke depan rumah. Irene pun melambaikan tangannya kepada Yayah dan Kakaknya yang berangkat ke sekolah. Memang di pagi hari, Yayah Pandu yang akan mengantarkan Indi ke sekolah. Nanti pulangnya waktu siang, Indi sering pulang bersama Mbak Lintang dan Pertiwi.


"Yah, ini Didi ada pesantren di sekolah. Nanti kegiatannya bukan seperti biasa," cerita Indi.

__ADS_1


"Diikuti kegiatannya dengan baik ya, Mbak ... belajar yang baik juga," balas Yayah Pandu.


Indi tampak menganggukkan kepalanya. "Iya, Yah. Didi juga masih puasa, Yah. Masih bersemangat puasanya. Nda juga selalu dampingi," ceritanya lagi.


Di dalam hati Pandu begitu senang karena Indi masih bersemangat menjalankan puasa. Tanpa paksaan, tapi Indi bisa belajar dan menjalankannya. Selain itu, Ervita yang sabar juga selalu membimbing Indi. Pandu juga tahu dan melihat sendiri bagaimana istrinya itu selalu mendampingi Indi berpuasa.


"Kalau Mbak Didi mau dilanjutkan sampai Idul Fitri. Nanti ada berkah dari Allah," balas Pandu.


"Iya, Yayah. Indi semangat dulu yah. Semoga bisa sampai Idul Fitri," balasnya.


Tidak berselang lama, mereka sudah sampai di sekolah Indi. Kemudian, Yayah Pandu mengantarkan Indi masuk sampai ke dalam. Berpesan juga supaya anaknya rajin belajar di sekolah dan selalu belajar berteman.


Hingga sampai siang, Indi pulang dan mendapatkan buku kisah Nabi dan Rasul yang dibagikan kepada anak-anak. Begitu sudah tiba di rumah Indi bercerita banyak hal kepada Bundanya.


"Nda, Didi sudah pulangnya," ucapnya dengan girang.


"Wah, putrinya Nda sudah pulang. Belajar apa saja di sekolah, Nak?" tanyanya.

__ADS_1


"Cerita kelahiran Nabi Muhammad SAW, Nda. Lalu, ada kegiatan yang lain, Nda. Oh iya, kata temen-temen Didi memakai hijab Pink kayak Marsha loh, Nda," ceritanya.


Mendengar cerita dari Indi, Ervita pun tertawa. "Apa iya? Cantik kok putrinya Nda," balasnya.


"Iya, yang sama The Bear, Nda. Kan beda, Nda. Cuma kegiatan ini sehari saja, Nda. Padahal seru," balas Indi.


"Mbak Didi kalau mau bisa ikutan Taman Pendidikan Al-Quran di Masjid setiap sore. Biar belajar agama juga. Tumbuh jadi anak yang sholehah, Sayang," balas Ervita.


Tentu Ervita mendukung Indi untuk melakukan kegiatan yang baik. Belajar Islam sejak kecil, semoga putrinya menjadi anak yang sholehah dan juga Allah yang akan menuntun hidupnya nanti. Di sini juga terlihat orang tua yang mendukung anaknya. Selama yang dilakukan adalah hal yang baik, tentu akan disupport.


"Ya, Nda. Nanti yah. Sudah dhuzur, Didi makan boleh Nda?" tanyanya.


Ervita pun mengajak Indi ke meja makan dan kemudian menyiapkan makan untuk putrinya itu. Sekali lagi tidak ada paksaan. Ketika seorang anak belajar berpuasa bisa diajarkan secara bertahap. Memang Indi masih kuat saat dhuzur saja, tapi itu sudah bagus. Asalkan memili niat yang baik, semoga nanti Indi bisa bertahan sampai idul fitri nanti.


"Nda makannya nanti menunggu waktu berbuka yah?" tanya Indi.


"Iya, Nda nanti menunggu berbuka," balasnya.

__ADS_1


Indi kemudian menganggukkan kepalanya. "Didi sehabis ini tidur dulu nanti sore membuat takjil ya, Nda. Didi suka berpuasa."


Sebenarnya bukan hanya Indi yang suka, Ervita pun yang mendampingi putri kecilnya berpuasa juga sangat suka. Berharap Indi bisa menjalankannya dengan bahagia juga, belajar hal yang baru, dan juga di tahun depan Indi juga mulai menjalankan puasa. Tentu Ervita akan selalu mendukung dan membimbing Indi.


__ADS_2