
Menjalani ibadah puasa rasanya sangat menyenangkan. Terlebih bersama dengan keluarga, ibadah puasa itu kian terasa nikmatnya. Sekaligus, untuk Ervita dan Pandu yang mulai memberitahu makna berpuasa kepada Indi.
"Kolaknya enak enggak, Yayah?" tanya Indi kepada Yayahnya.
"Hmm, ini lezat, Mbak ... buatan Nda selalu enak, yummy," balas Pandu dengan mengangkat kedua ibu jarinya.
Melihat Yayahnya, Indi terkekeh geli. Kemudian dia berbicara kepada Bundanya. "Tuh, Nda ... benar kan, enggak perlu Nda cicip. Buat Yayah itu, masakan Nda selalu enak," ucap Indi.
"Yayah selalu begitu ya, Mbak?" tanya Ervita.
"Iya, Didi sudah tahu," balasnya.
Setelah itu, Indi mengamati iklan di televisi tentang Sirup Cocopandan yang selalu mengeluarkan iklan komersial di setiap bulan Ramadhan. Kemudian Indi menunjuk iklan di televisi itu dan berbicara kepada Bundanya.
__ADS_1
"Bunda, Didi mau dibeliin sirup Cocopandan itu dong, Nda. Boleh?" tanyanya.
Mendengar permintaan Indi, Pandu yang duduk di samping Ervita menganggukkan kepalanya. Tidak masalah jika anaknya itu menginginkan sirup Cocopandan itu. Toh, harganya juga tidak begitu mahal. Sehingga masih bisa terjangkau.
Melihat anggukan samar dari suaminya, Ervita turut menganggukkan kepalanya. Dia tahu bahwa sekarang pastilah Pandu memberikan izin kepada Indi untuk minum sirup warna merah. Ervita kemudian mulai berdiri, mengambil sebotol sirup dari dalam lemari es dan membuatkan untuk Indi di gelas kecil.
"Ini buat Mbak Didi," ucapnya.
"Yeay, makasih, Nda. Wah, kayak di televisi, buka puasa dengan yang manis," balas Indi dengan wajah tersenyum cerah.
Kemudian Indi mendekat kepada Yayahnya, bergelayut manja di lengan Yayahnya. "Yayah, matur nuwun," ucapnya mengucapkan Terima kasih dalam bahasa Jawa.
Pandu tertawa geli. "Sami-sami, Cah Ayu (Sama-sama, Anak Cantik - dalam bahasa Indonesia)," balasnya.
__ADS_1
Jika sudah demikian, maka hubungan Ayah dan Anak itu begitu manis. Lebih manis dari sirup yang sekarang diminum oleh Indi. Namun, hubungan kekeluargaan yang seperti ini.
"Ini puasa terindah. Nikmatnya berbuka ditemani istri dan anak-anak tersayang. Tahun depan kalau Indi jadi latihan berpuasa, akan lebih menyenangkan. Selalu bersemangat dan penuh berkah di bulan Ramadhan," ucap Pandu.
Mendengar apa yang dikatakan Yayahnya, kemudian Indi bertanya kepada sang Yayah."Yah, kalau besok Didi belajar berpuasanya boleh? Sekuatnya aja, Yah," tanyanya.
Tentu niat dan kemauan Indi itu dipandang baik oleh Pandu dan Ervita. Sehingga, Yayah Pandu segera menganggukkan kepalanya. "Boleh saja, Mbak Didi. Setengah hari berpuasa juga boleh. Kalau mau belajar berpuasa, nanti dibangunkan pagi untuk makan sahur yah?"
"Iya, Yayah ... dibangunkan Yayah yah. Makasih, Yayah," balas Indi.
"Sama-sama Mbak Didi. Yayah juga senang. Ramadhan ini benar-benar menyenangkan, benar-benar penuh berkah. Sekarang saja Yayah sudah berbuka dengan yang manis. Lebih nikmat saat putri kecilnya Yayah mau belajar berpuasa. Semangat ya, Nak. Menahan diri dari lapar dan haus. Ditemenin Nda yah nanti," ucap Yayah Pandu.
Pandu juga sekaligus menjelaskan makna puasa untuk Indi secara sederhana yaitu menahan lapar dan haus. Semoga dari yang sederhana ini nanti perlahan Indi bisa tumbuh menjadi putri yang sholehah. Bisa semakin memperdalam iman dan agamanya.
__ADS_1
"Iya, nanti diajarin dan didampingi Bunda yah. Selain itu gak boleh marah dan berebut mainan dengan Irene yah. Puasa juga belajar bersabar. Oke, Mbak Didi?"
Giliran Ervita yang berbicara kepada Indi dan menjelaskan bahwa puasa juga menahan amarah dan belajar bersabar. Semoga nanti pelan-pelan Indi bisa paham makna ibadah puasa yang sebenarnya.