
Betapa senangnya hati Pandu yang bisa mengantar Ervita melakukan pemeriksaan pertamanya dan juga ini menjadi pengalaman pertama bagi Pandu mengantarkan istrinya periksa kandungan. Rupanya, rasanya menyenangkan. Dalam hatinya, Pandu berjanji bahwa tidak akan melewati tanggal pemeriksaan kandungan setiap bulannya.
"Periksa lagi bulan depan ya Nda?" tanya Pandu ketika mereka menunggu obat yang diresepkan untuk Ervita.
"Iya, sebulan sekali memang sebaiknya memeriksakan kandungan kok Mas," balasnya.
"Dulu waktu Indi juga sebulan sekali?" tanya Ervita kemudian.
"Iya, dulu juga setiap bulan ... cuma kan dulu aku periksanya di Bidan Mas ... beda kan sekarang alatnya lebih canggih. Dokternya juga menjelaskannya detail banget," balas Ervita.
Setelah Ervita mendapatkan obat dan Pandu membayar tagihan pemeriksaan, mereka kemudian kembali untuk pulang, dan kemudian Pandu mulai melajukan mobilnya perlahan-lahan menuju ke rumah kedua orang tuanya untuk mengambil Indi terlebih dahulu.
"Cuma dulu, Ibuk beberapa kali memberikan aku uang untuk periksa kandungan, Mas ... katanya biar bayiku dulu di USG dan juga aku tahu perkembangannya dari USG kala itu. Cuma waktu itu, sakit banget ketika melihat para ibu hamil periksa dan diantar suaminya, sementara aku hanya seorang diri. Ngenes ya Mas," balasnya.
Pandu yang mendengarkan cerita Ervita pun tampak menghela nafas dan menggenggam tangan istrinya itu. "Harusnya dulu, aku anterin kamu periksa langsung saja ya Nda ... biar kamu tenang dan nyaman," ucap Pandu.
Ervita pun tersenyum dan menggeleng perlahan, "Jangan dong ... masak kamu anterin aku periksa, bisa lihat perut aku nanti," candanya.
Pandu pun tersenyum, "Sebenarnya dulu kalau kamu minta, pasti aku anterin, Nda ... walau pun aku menunggu di luar ruang pemeriksaan saja," balasnya.
"Sekarang kan sudah bisa mengantar aku. Terima kasih banyak ya Mas," balas Ervita.
"Sama-sama Dindaku ... dulu, aku pernah lihat hasil foto USG kamu loh, Nda ... yang waktu kamu hamil Indi. Waktu itu, Ibu lihatkan ke aku. Aku jadi terharu loh," aku Pandu.
Begitu baiknya Pandu, untuk anak yang bukan dari benihnya saja dia begitu sayang dan terharu. Lebih-lebih sekarang untuk anak yang benar-benar dari benihnya, sudah pasti perasaan Pandu menjadi lebih bahagia.
Hingga akhirnya, mereka sudah tiba di kediaman Hadinata, dan juga menjemput Indi yang sengaja menahan rasa kantuknya karena ingin bertemu dengan Ayah dan Bundanya. Kemudian Ervita juga menceritakan hasil pemeriksaannya kepada kedua orang tuanya itu.
__ADS_1
"Hasilnya positif Bu ... sudah 7 minggu," cerita Ervita.
"Alhamdulillah ... dihati-hati ya Vi ... apalagi kamu kalau pagi lemes gitu, sudah gak usah masak yah ... nanti Mbaknya yang ada di sini biar sekalian nganter buat kamu," balas Bu Tari.
"Nggih Buk, terima kasih," balas Ervita.
"Dihati-hati ya Vi ... Bapak juga mendoakan supaya kamu dan Pandu sehat, dan juga nanti bisa selamat sampai persalinan," ucap Pak Hadinata.
"Amin ... matur nuwun nggih Pak," balas Ervita.
Beberapa menit mereka mengobrol bersama, hingga ada interupsi dari Indi yang mengalihkan atensi keduanya.
"Yayah ... Nda, ayo pulang. Didi ngantuk," ucapnya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Indi, akhirnya Ervita dan Pandu berpamitan kepada Bu Tari dan Pak Hadinata. Mereka hendak pulang dan menidurkan Indi terlebih dahulu.
"LMP, EDD, dan FW?"
Merasa penasaran, Pandu mencari istilah itu di mesin pencarian dan juga ingin membaca hasil dari USG itu. Setelah beberapa saat berselancar akhirnya Pandu menemukan jawabannya.
"Oh, LMP itu Last Menstrual Period atau hari pertama haid terakhir. EDD itu perkiraan persalinan berdasarkan tanggal menstruasi. FW ini Fetal Weight atau berat janin. Masih kecil banget kamu, Debay ... baru 7 minggu dan ini foto pertama kamu, hanya berupa titik. Sehat-sehat di dalam perutnya Bunda Ervita yah," gumam Pandu lirih.
Saking seriusnya, Pandu sampai tidak tahu jika Ervita sudah kembali ke kamar dan juga mengambil tempat duduk di samping suaminya. Sampai Ervita melambaikan telapak tangannya di depan mata suaminya itu.
"Serius banget sih Mas," ucap Ervita.
"Eh, Nda ... sudah bobok ya Indinya? Baru belajar ini, Dinda ... penasaran aku bagaimana cara membaca hasil USG ini. Yang titik kecil ini baby kita kan?" tanyanya.
__ADS_1
Ervita pun melihat foto USG itu, dan menganggukkan kepalanya, "Iya, yang titik putih ini babynya Mas ... masih kecil banget, tadi kan Dokter Arsy bilangnya ukurannya masih milimeter, berarti kan kecil banget Mas," balas Ervita.
"Biar aku yang simpan ya Dinda," ucap Pandu kemudian.
Ervita tersenyum di sana, "Kan ditaruh di sini saja Mas ... untuk pemeriksaan nanti, dan ini ada bagian untuk menyimpan foto hasil USGnya," tunjuk Ervita di bagian belakang buku catatan pemeriksaan kehamilan itu.
Akan tetapi, Pandu menggelengkan kepalanya perlahan, "Aku simpan sendiri saja boleh enggak?" tanyanya.
"Hmm, kenapa emangnya?"
"Ini foto pertama si baby Dinda ... aku ingin menyimpannya dan mengingatnya lagi kalau aku tua nanti. Sama punya Indi masih ada tidak? Kalau masih ada biar aku simpan sekalian. Foto pertama anak-anakku," balas Pandu.
Mendengarkan apa yang disampaikan oleh suaminya, Ervita itu segera melingkarkan kedua tangannya dan memeluk tubuh suaminya itu, "I Love U, Mas ... sweet banget sih," balasnya.
Pandu pun merespons dengan menyandarkan kepalanya di dekat kepala Ervita. "I Love U too, Dinda ...."
Pria itu lantas mengeluarkan dompet dari saku celananya, dan membuka dompet itu perlahan, menunjukkan sesuatu yang berharga di sana.
"Kenal siapa dia?" tanya Pandu menunjukkan foto yang tersimpan di dompetnya.
Ervita pun membelalakkan kepalanya, "Lah, ini kan fotoku waktu SMA di rumah," balasnya.
Pandu menganggukkan kepalanya, "Iya, foto kamu ... fotonya Garwaku, sigaraning nyawaku ... dan ini foto nikah kita. Fotomu saja aku simpan dan aku abadikan, begitu juga dengan foto anak-anak kita," balas Pandu.
"Sweet banget sih Mas ... nanti aku carikan foto USG-nya Indi yah. Serius, kamu juga mau menyimpannya?" tanyanya.
"Iya, bagiku baik Didi dan adiknya nanti sama, Dinda ... jangan khawatir. Aku akan menyayangi mereka berdua dan tidak membeda-bedakan keduanya," balasnya.
__ADS_1