Muara Kasih Ibu Tunggal

Muara Kasih Ibu Tunggal
Berhenti Merokok


__ADS_3

Begitu tiba di rumah, hal pertama yang dilakukan Firhan adalah menyingkirkan rokoknya terlebih dahulu. Mendengarkan saran dari Dokter dan juga risiko terkena impotensi agaknya membuat Firhan ingin benar-benar berhenti untuk merokok. Awalnya, Firhan merokok itu hanya coba-coba saja di waktu SMA, dan akhirnya sampai ke kuliah. Dia mulai menjadi aktif merokok dan bisa menghabiskan dua slop rokok setiap harinya ketika sudah bekerja.


"Yang, aku harus menghentikan kebiasaanku merokok," ucap Firhan begitu mereka tiba di rumah.


Wati sebenarnya juga kasihan dengan suaminya. Seakan-akan yang dialami Firhan begitu berat. Konflik pribadi, masalah dengan masa lalu, seolah tidak pernah ada habisnya. Bahkan, sekarang harus berhenti merokok juga. Setidaknya Wati tahu bahwa sangat sukar untuk menghentikan kebiasaan merokok itu.


"Yakin, bisa Mas?" tanya Wati.


"Bantu aku, Yang," balas Firhan sekarang.


Jika memang untuk sembuh dan mendapatkan keturunan kembali, dia harus berhenti merokok, maka Firhan akan melakukannya. Sebab, dia ingin memperbaiki diri. Tidak mengira jika memperbaiki ini akan seberat ini jalannya. Dulu, Firhan pikir cukup untuk meminta maaf kepada Wati, dan membina lagi kehidupan rumah tangganya. Rupanya, setelahnya Wati yang membimbingnya. Berani meminta maaf untuk masa lalu, dan juga sekarang juga harus berhenti merokok.


"Yakin, Mas Firhan ingin aku membantu?" tanya Wati.


"Iya, aku mau berusaha kali ini," balas Firhan.


"Berikan rokok milik Mas Firhan yang tersisa untukku dan bulan ini tidak ada anggaran untuk rokok lagi," balas Wati.


Memang harus mendisiplin diri tidak mudah. Menghentikan kebiasaan merokok untuk termasuk cara mendisiplin diri. Walau pastilah begitu susah.


"Kalau bisa hentikan merokok secara langsung, Mas," pinta Wati sekarang.


Firhan tampak menghela nafas kasar, dan kemudian menatap istrinya. "Apa bisa yah? Pusing dan gimana enggak ya nanti?" tanya Firhan.


"Ya, kali pertama ada risikonya sih, Mas. Terbiasa menghisap rokok. Mau dibelikan permen saja?" tanya Wati kemudian.

__ADS_1


"Tidak usah, Yang ... aku berhenti merokok, nanti justru gulanya naik karena kebanyakan permen. Aku usaha dulu, dari malam ini, yah."


Firhan sudah meneguhkan hatinya. Di mulai malam ini juga, dia menghentikan kebiasaan merokoknya. Tentu semua dia lakukan untuk mendapatkan keturunan.


"Mas, aku bacakan kutipan ini yah ...."


20 menit berhenti merokok, tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah tepi membaik. 12 jam berhenti merokok, hampir semua nikotin dalam tubuh sudah dimetabolisme. Tingkat CO2 di dalam darah menjadi normal. 24-48 jam berhentik merokok, nikotin mulai tereliminasi dari tubuh. Fungsi pengecapan dan penciuman mulai membaik, serta sistem kardiovaskular meningkat. 5 hari berhenti merokok, sebagai besar metabolit dalam tubuh sudah hilang. 2-6 minggu berhenti merokok, risiko infeksi pada luka setelah pembedahan berkurang secara bermakna. Fungsi Silia saluran napas dan fungsi paru-paru membaik. Napas pendek dan batuk-batuk berkurang. 1 tahun berhenti, risiko penyakit jantung koroner menurun setengahnya dibandingkan dengan orang yang tetap merokok.


Wati membacakan kutipan itu dengan tujuan untuk bisa memotivasi suaminya. Toh, berhenti merokok bukan hanya mengurangi impotensi yang mungkin bisa diderita Firhan, tapi juga memperbaiki kesehatan, sistem pernapasan, aliran darah, hingga jantung Firhan sendiri. Mungkin adalah momennya untuk bisa benar-benar menghentikan rokok.


"Apa benar begitu?" tanya Firhan kemudian.


"Iya, dari Kementrian Kesehatan. Memperbaiki kesehatan Mas Firhan sendiri kan lebih untung, Mas. Jangan sampai sakit-sakitan ketika usia bertambah nanti," balas Wati lagi.


Sekarang Firhan menyerahkan rokok dan pematik api kepada Wati. "Kamu yang simpan. Kalau aku sampai minta, jangan diberi yah," ucap Firhan.


Wati menganggukkan kepalanya. Dia menerima beberapa kotak rokok dan pematik api. Menyimpannya khusus, dia akan membantu Firhan. Sebab, orang yang berhenti merokok juga membutuhkan motivasi dari orang terdekatnya. Wati akan mengambil peran itu dan memotivasi Firhan.


"Semoga, setelah semua usaha ini, Tuhan anugerah keturunan untuk kita yah," ucap Firhan dengan menghela napas panjang.


"Amin, Mas. Adiknya Indi ya, Mas," balas Wati.


Firhan tersenyum getir. Memang secara biologis, anaknya nanti akan menjadi adiknya Indi. Akan tetapi, Indi sendiri saja tampak menolaknya, ketakutan tiap bertemu dengannya. Itu membuat Firhan merasa sedih.


"Secara biologis kan tetap adiknya Indi. Ya, semoga saja suatu hari nanti hubunganmu dengan Indi bisa membaik ya, Mas. Aku akan selalu mendoakan," ucap Wati sekarang.

__ADS_1


"Terima kasih, Yang. Kamu menuntunku menjadi manusia yang lebih baik," balas Firhan.


"Sama-sama, Mas. Inilah rumah tangga yang sebenarnya. Aku selalu memaafkan Mas Firhan, tapi jangan bertingkah laku. Mas Firhan kan juga tahu, kesabaran itu ada batasnya."


Firhan merespons dengan menganggukkan kepalanya. Dia sangat tahu. Tidak akan mengulangi salahnya lagi. Semoga saja, usaha kali ini benar-benar membuatnya bisa merasakan buah yang manis.


Amin.


***


Dear Pembaca Setia,


Kali ini Author mau merekomendasinya karya temennya Author ini. Silakan mampir dan berikan dukungan yah. Judulnya Muka Dua Ibu Mertua kaya Author chibichibi@.



Oh, iya, jangan lupa dukung karya Auhtor juga yang mengikuti Event Air Mata Pernikahan berjudul Pondok Mertua Tak Indah. Karya ini penuh konflik batin yang menguras emosi.



Dukung selalu yah.


Love U All,


Kirana🥰🧡🧡

__ADS_1


__ADS_2