
Sementara itu di Kota Solo ...
Hidayah Ramadhan dirasakan juga oleh keluarga Firhan dan Wati. Terlebih sekarang usia kehamilan Wati sudah lima bulan, wanita itu memiliki perut yang kian membuncit. Namun, Wati senang karena suaminya sangat peduli dengannya.
Sama seperti hari ini, di akhir pekan Firhan menanyakan bagaimana kondisi Wati dan menanyakan ingin memakan sesuatu tidak. Lantaran hamil, dan Wati mengalami tekanan darah rendah, sehingga memang Wati kali ini tidak berpuasa terlebih dahulu. Namun, Wati adalah sosok istri yang baik, ketika akhir pekan dan suaminya ada di rumah, Wati menjaga untuk tidak makan di hadapan suaminya.
"Kamu tidak makan, Yang?" tanya Firhan kepada istrinya itu.
"Kan tadi sudah makan sahur, Mas. Nanti lagi aja," balas Wati.
Ya, ketika sahur tiba, Wati juga tetap menemani suaminya makan sahur. Kadang Wati juga menemani hanya sekadar minum susu kehamilan yang kaya asam folat dan juga memakan biskuit gandum.
"Kamu kan hamil, Yang ... jadi kalau makan ya sudah, makan saja," balas Firhan.
"Nanti saja, Mas. Aku beneran tidak kenapa-napa kok, Mas," balasnya.
Mendengar apa yang Wati sampaikan Firhan pun menganggukkan kepalanya. Terbersit pemikiran dulu andai dia tidak jahat kepada Ervita, dia pasti sudah bahagia mungkin bersama Ervita dan Indi. Memiliki pengalaman untuk merawat ibu hamil. Namun, itu hanya angan yang seperti fatamorgana, sama sekali tidak nyata. Sekarang, bersama dengan Wati, Firhan menggapai masa depan.
"Kalau kamu pengen sesuatu bilang saja, Sayang. Aku akan membelikannya. Ngidam apa gitu," balas Firhan.
"Kan selama ini juga selalu begitu, Mas. Aku pengen apa juga selalu kamu beliin. Malahan gak enak loh," balas Wati.
__ADS_1
Mendengar apa yang diucapkan istrinya, Firhan menggelengkan kepalanya. "Aku sama sekali tidak keberatan kok, Sayang," balas Firhan.
Setelahnya, Wati bertanya kepada suaminya itu. "Mas, jadi dulu Mbak Ervita itu hamilnya seorang diri yah?"
Jujur, Wati hanya mau bertanya. Tidak bermaksud mengungkit masa lalu, tapi Wati juga sudah tahu kalau Indi, adalah anaknya Firhan dengan Ervita. Sekadar bertanya apa dulu Firhan pernah melihat Ervita ketika hamil atau bagaimana.
"Aku tidak tahu, Sayang. Seingatku dia pernah mendatangiku ke kampus, membawa buku pemeriksaan dan hasil foto USG nya Indi. Memintaku bertanggung jawab, mungkin saja usai melihat foto USG itu aku akan luluh, ternyata tidak. Aku tidak luluh, aku justru menolaknya. Tidak mengakui janinnya. Sebegitu berdosanya aku, Sayang."
Firhan menceritakan semua dan juga ada rasa getir di hatinya. Mengingat semua dosanya di masa lalu. Sebab, ada kalanya dosa di masa lalu tidak bisa dilupakan. Kali ketika Allah akan menyingkapkan semua dosa manusia. Membuat manusia malu dan juga mengakui besar dan kuasanya Allah. Manusia yang hanya makhluk ciptaan dan juga justru sering jatuh dalam dosa. Ketika Allah mengingatkan dengan dosa masa lalu, itu berarti Allah meminta kepada kita untuk mengingat dan tidak melakukan hal yang serupa.
"Jadi, hamil seorang diri ya Mas?"
Wati yang mendengarkan saja menjadi kasihan dan simpati dengan Ervita. Tidak menyangka bahwa begitu besarnya penderitaan Ervita di masa lalu. Namun, Allah pun begitu baik karena di mata Wati sekarang Ervita memiliki sosok suami yang bijaksana dan dewasa dan sayang kepada Indi. Tidak mudah untuk seorang pria menerima anak hasil di luar pernikahan.
"Kasihan yah, berarti Mbak Ervi sosok yang kuat," balas Wati.
"Sementara aku sosok yang bejat," sahut Firhan dengan cepat.
"Tidak juga, Mas. Jika tidak mengalami semua itu, mustahil kamu akan mengalami pertobatan seperti ini. Jadi, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Sudah jalan yang Allah takdirkan. Namun, ini adalah hidayah dari Allah ketika kamu yang dulu pernah bersalah dan sekarang meninggalkan semuanya. Berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Allah menunjukkan hidayah-Nya. Ini adalah hidayah Ramadhan bagi kita."
Alih-alih menyalahkan Firhan, justru ini adalah dari perjalanan hidup Firhan. Wati adalah sosok wanita hebat yang terus memotivasi Firhan, mendorong Firhan untuk bisa melakukan apa yang benar. Justru ini adalah hidayah Ramadhan untuk mereka.
__ADS_1
"Apa benar begitu?" tanya Firhan.
"Iya, Allah itu mengampuni dosa di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Ketika hamba-Nya bertobat, pintu maaf itu akan terbuka selebar-lebarnya. Itulah kemahakuasaan Allah," balas Wati.
Ucapan yang begitu teduh dari sosok Wati. Ucapan istrinya seperti oase di padang pasir. Dia laksana musafir yang menempuh perjalanan pasir, menemukan oase dan melegakan dahaganya. Untuk pria penuh kekurangan seperti dirinya, Allah berikan pendamping yang bisa menuntunnya.
"Aku sungguh minta maaf kepadamu juga, Yang. Aku berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik. Kiranya ramadhan ini menyempurnakan imanku, menghapus salah dan dosaku. Insyaallah," balas Firhan.
Di satu sisi Wati kemudian menganggukkan kepalanya. "Benar, Mas. Hidayah-Nya turun atas kita. Termasuk baby ini. Nanti Mas Firhan akan belajar lagi menjadi sosok Ayah," balas Wati.
"Semoga ya, Sayang. Bantu dan dampingi aku juga ya Sayang," balas Firhan.
"Insyaallah. Aku akan berusaha yang terbaik juga, Mas. Saling melengkapi satu sama lain. Semoga nanti banyak berkah dan barokah untuk kita ya Mas," balas Wati.
Firhan menganggukkan kepalanya. "Benar. Semoga saja. Jadi, gimana mau dibeliin makanan enggak?" tanya Firhan sekarang.
"Enggak usah, Mas. Nanti kalau menjelang waktu berbuka belikan aku Es Buah ya, Mas. Di belakang kampus itu kelihatannya esnya enak. Ada es Semangka India juga. Kadang kayak pengen gitu aja sih," balas Ervita.
"Boleh, nanti aku belikan. Buat kamu. Untuk Bumil," balas Firhan.
Memang ada kalanya Allah menunjukkan rahmat dan hidayah melalui dosa di masa lalu. Mengharapkan hamba-Nya untuk belajar, tidak lagi melakukan salah. Menemukan salah pertobatan dan mengakui maha besarnya Allah. Bagi mereka yang mau merespons hidayah dari Allah, pastilah pintu maaf itu akan dibukakan lebar-lebar. Terlebih di bulan Ramadhan yang suci, semua dosa akan dimaafkan dan diampuni. Pahala juga disediakan Allah melimpah untuk hamba-Nya. Oleh karena itu, jadikan momen ini untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Maha besar dan Maha Suci Allah.
__ADS_1