Muara Kasih Ibu Tunggal

Muara Kasih Ibu Tunggal
Saling Back-up


__ADS_3

"Silakan kepada Batik Hadinata untuk bisa mempresentasikan usaha batiknya dan merambah bisnis hingga ke Nusantara," ucap sang pembawa acara.


Pandu tampak menganggukkan kepalanya, lantas pria itu mengatakan sesuatu dengan lirih kepada Ervita. "Ayo Ervi ... giliran kamu. Semangat yah. Aku akan operasikan powerpointnya," balas Pandu.


Ervita menghela nafas, sebenarnya sekarang tangannya begitu dingin. Akan tetapi, Ervita tentu juga tidak ingin mengecewakan Pandu yang sudah begitu percaya padanya. Ervita juga harus membuktikan kepada Bu Tari bahwa dia bisa mempresentasi Batik Hadinata dengan baik.


Ervita pun perlahan maju ke depan dan menyapa seluruh mahasiswa serta perwakilan tokoh masyarakat yang ada di sana.


"Selamat pagi ... perkenalkan saya Ervita yang akan mendampingi Mas Pandu selaku pemilik Batik Hadinata untuk mempresentasi mengenai usaha batik Hadinata hingga bisa mencapai pasar Nusantara," ucapnya membuka presentasinya.


Mendengar bahwa Batik Hadinata sudah merambah pasar Nusantara, beberapa mahasiswa di sana pun takjub. Benarkah seorang Ervita juga berperan dalam perkembangan Batik Hadinata merambah pasar Nusantara.


Seketika Firhan berpikir bahwa Ervita mungkin sekarang sudah menjadi seseorang yang kaya raya dan piawai dalam mengembangkan bisnis. Teringat memori satu tahun yang lalu, kala Ervita menangis dan seolah mengemis pertanggungan jawab dari Firhan. Akan tetapi, Ervita kini berdiri dengan aura yang berbeda. Wanita yang masih berusia 22 tahun itu anggun berdiri dalam kemeja batik dan begitu lancar kala mempresentasikan perihal sejarah batik Hadinata itu.


"Batik Hadinata sendiri berdiri sejak lama, bahkan Arya Hadinata adalah seniman batik yang mengabdi sejak masa kerajaan Mataram. Bisnis Batik Hadinata sendiri sudah temurun dari generasi ke generasi, dan bukan hanya melayani penjualan di area Jogjakarta, tetapi juga ke beberapa wilayah di Nusantara seperti Jepara, Pekalongan, hingga ke Kalimantan, dan Papua. Bagaimana Batik Hadinata bisa merambah ke pasar nasional yang memiliki skala besar? Tentunya memanfaatkan e-commerse dan teknologi sekarang ini. Sehingga Batik Hadinata bisa dibeli bahkan didropshir dan dijual kembali oleh para pedagang di seluruh Indonesia."


Ervita menjelaskan beberapa slide yang memang sudah dia kuasai sebelumnya. Jika, semula merasa grogi, rupanya setelah berdiri di depan dan mempresentasikan semuanya Ervita terlihat begitu lancar dan menguasai materi kala itu.


Pandu yang mengoperasikan powerpoint pun beberapa kali menganggukkan kepalanya dan memuji di dalam hati memang Ervita ini sosok yang pintar, bisa menguasai materi dalam waktu singkat. Selain itu Ervita juga bisa percaya diri tampil di hadapan banyak orang. Sayangnya, memang nasib yang kurang baik saja yang membuat Ervita putus kuliah dan menjadi Ibu tunggal di usia muda.


"Baiklah, sekian presentasi dari saya, selanjutkan akan dilanjutkan mengenai strategi bisnis Batik Hadinata yang akan disampaikan oleh Mas Pandu. Kepada Mas Pandu, saya persilakan," ucap Ervita.

__ADS_1


Pandu pun maju ke depan dan bertukar tempat dengan Ervita. Sebab, ketika Pandu mulai mempresentasikan, Ervitalah yang mengoperasikan powerpoint. Jika Pandu menyampaikan presentasi itu tidak diragukan lagi karena Pandu memang pemuda yang pintar dan juga dia banyak bertemu dengan orang dan klien yang minta untuk didesainkan rumahnya.


Ketika Ervita memback-up dengan menjalankan slide powerpoint untuk Pandu, tidak mengira ada Firhan yang diam-diam memperhatikan Ervita. Terbersit pikiran buruk di sana untuk memperdaya Ervita sekali lagi dan menguasai harta Ervita. Sebab, Firhan merasa Ervitalah yang memiliki bisnis ini. Mungkin saja dengan bersikap baik dan bermulut manis bisa dengan mudah untuk mengelabui Ervita.


Begitu Pandu sudah selesai kemudian pembawa acara meminta Ervita dan Pandu untuk maju bersama karena akan dibuka ruang pertanyaan untuk Batik Hadinata. Jujur, jika ada pertanyaan Ervita tak menguasainya karena memang dirinya hanya pekerja biasa, tidak tahu banyak mengenai Batik Hadinata yang sudah berjalan dari generasi ke generasi.


"Bisa jawab kan nanti?" tanya Pandu dengan sedikit berbisik kepada Ervita.


"Enggak, aku enggak tahu," balas Ervita dengan menghela nafasnya.


"Ya sudah ... saling back-up saja yah nanti," balas Pandu kemudian.


Ervita menganggukkan kepalanya. Kali ini tak ayal kala presentasi di hadapan dosen. Siap diserbu dengan berbagai pertanyaan. Untung saja dia tidak sendirian, melainkan ada Pandu. Memang setidaknya keduanya saling back-up.


"Saya ingin bertanya," ucap Firhan yang mengangkat tangannya.


Ketika Firhan mengangkat tangannya, ada Rudi yang menatap dengan tajam kawannya itu. Mungkinkah itu sungguh-sungguh pertanyaan dengan motif bertanya, atau Firhan sengaja bertanya untuk mencobai Ervita yang tak mantan pacarnya yang sekarang berdiri di depan. Sungguh, Rudi seketika merasa muak dengan Firhan.


"Untuk jadi pengusaha itu apakah harus kuliah sampai tinggi? Atau mereka yang lulus kuliah, maaf lulusan SMA saja bisa menjadi pengusaha?" tanya Firhan dan menatap tajam kepada Ervita.


Yang diharapkan Firhan tentu Ervitalah yang akan menjawab pertanyaannya. Akan tetapi, kali ini agaknya Firhan harus kecewa karena bukan Ervita yang menjawab pertanyaan ini.

__ADS_1


"Ervi, biar aku yang menjawab yah," pinta Pandu kali ini. Seakan Pandu tahu kemana arah pertanyaan ini sehingga lebih baik untuk membuat penangkal untuk tidak memperlepar topik pembahasan.


"Baik kali ini saya yang akan menjawab. Berbicara mengenai pengusaha yang tidak sekolah tinggi mungkin sekilas terdengar mustahil dan lucu untuk sebagian orang. Hal ini karena banyaknya anggapan bahwa cuma mereka yang memiliki gelar akademis saja yang bisa sukses dan mendapatkan pekerjaan layak. Nyatanya dunia tidak semonoton itu Saudara Firhan ... ada banyak kok pengusaha sukses yang tidak mengenyam bangku kuliah, tetapi memiliki banyak uang dan terkenal. Yang perlu Saudara Firhan tahu bahwa inti sebenarnya seseorang pengusaha bisa sukses adalah di pendidikannya. Seberapa jauh dia berkembang dari tidak tahu menjadi penuh pengetahuan. Sebagian pengusaha-pengusaha di Indonesia yang sukses justru tak jarang berasal dari golongan yang tidak mengenyam pendidikan formal. Mereka cuma belajar secara otodidak dalam meningkatkan skillnya. Jadi, rekan-rekan ingin jadi pengusaha? pasti bisa dengan cara belajar dan meningkatkan skill, serta memiliki wawasan untuk melihat peluang yang ada."


Pandu memberikan jawaban secara lugas dan terlihat menatap Firhan. Ervita yang kala itu berdiri di samping Pandu pun seolah dia mendapati seseorang yang berdiri dan memayunginya di kala hujan turun.


Ervita sadar mungkin maksud Firhan barusan untuk mempermalukannya karena Ervita putus kuliah. Akan tetapi, bukan berarti Ervita menyerah begitu saja. Putus kuliah, diusir dari rumah, hamil di luar nikah, dan menjadi ibu tunggal akan membuat Ervita menyerah. Tidak, Ervita tidak akan menyerah. Selama hayat masih dikandung badan, Ervita akan bertahan dan berjuang. Memperbesarkan Indira putrinya dan mengusahakan kehidupan yang layak untuk dia dan bayinya.


Beberapa saat acara ini berlangsung, hingga perwakilan dari Batik Hadinata boleh beristirahat dan akan dilanjutkan dengan penyaji materi nomor urut ke dua.


"Makasih Mas Pandu," ucap Ervita yang kini keluar sejenak dari ruang pertemuan ini.


"Hmm, apa?" tanya Pandu.


"Makasih tadi sudah bantuin untuk jawab pertanyaan terakhir tadi. Makasih banyak yah," balas Ervita.


Pandu pun menganggukkan kepalanya, "Iya, sama-sama. Kta kan saling back-up, tadi waktu aku mulai belibet menjelaskan bagian bisnisnya, kamu juga bantuin aku. Makasih juga yah ... oh iya, ini kita diminta di sini sampai jam makan siang tuh, kamu tidak apa-apa?" tanya Pandu.


"Hmm, iya ... gak apa-apa."


"Nanti bisa sekalian makan siang dulu yah baru pulang ya," balas Pandu.

__ADS_1


Ervita menganggukkan kepalanya. Sungguh bersyukur, mumpung di kala tadi Firhan memiliki motif tersendiri saat berdiri ada Pandu yang menghadang dan juga menolong Ervita. Sungguh lega rasanya, niat hati ingin mempermalukan Ervita juga sudah dihadang terlebih dahulu oleh Pandu.


__ADS_2