Muara Kasih Ibu Tunggal

Muara Kasih Ibu Tunggal
Love Metric Lock


__ADS_3

Keesokan harinya, siang hari rupanya Pandu benar-benar mengajak Ervita untuk membeli cincin kawin di salah satu Toko Emas dan perhiasan yang sudah menjadi langganan keluarga Hadinata. Memang benar, tujuan mereka membeli cincin sendiri karena pihak keluarga Hadinata tidak tahu ukuran jari Ervita. Daripada memberikan cincin yang kekecilan atau kebesaran sehingga Bu Tari memberikan kebebasan kepada Pandu dan Ervita untuk memilih sendiri cincin pernikahannya.


"Ervi ... Ervi," panggil Pandu dengan mengetuk pintu rumah yang ditempati Ervita itu.


"Ya, Mas Pandu ... sebentar," sahut Ervita dari dalam rumah sebelum berjalan membukakan pintu bagi pemuda itu.


"Ya, Mas Pandu ... ada apa?" tanya Ervita.


"Ayo, kita beli cincin kawin. Siap-siap yah," balas Pandu.


Pemuda itu menunjuk kursi kayu yang berada di depan rumah Ervita, sebagai isyarat bahwa Pandu akan menunggu di kursi kayu yang berada di luar rumah itu. Sementara Ervita menganggukkan kepalanya dan akan bersiap dengan mengganti bajunya.


Tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar sepuluh menit, Ervita sudah keluar mengenakan celana panjang jeans dan kemeja, tidak lupa mengajak Indira sudah sudah berganti dengan celana panjang dan kaos dengan karakter Hello Kitty.


"Aku bawa Indi loh Mas," ucapnya yang memberitahu Pandu terlebih dahulu.


Pandu pun segera menganggukkan kepalanya, "Iya ... tidak apa-apa. Yuk, sebelum nanti kesorean," balasnya.


Hingga akhirnya, Ervita dan Pandu segera masuk ke dalam mobil yang adalah milik Pandu sendiri, dan menuju ke toko perhiasan yang ada di pusat kota Jogjakarta.


Perjalanan siang itu ditempuh hampir setengah jam karena lalu lintas di kota Gudeg yang begitu macet dan juga banyak lampu lalu lintas yang membuat mereka harus berhenti. Kendati demikian, Pandu pun adalah sosok yang sabar, bahkan dalam mengemudi pun Pandu begitu berhati-hati.


"Kamu mau Emas putih atau emas kuning Vi?" tanya Pandu kemudian kepada Ervita.


"Apa saja mau kok Mas ... kalau cowok suka emas kuning atau emas putih sih?" tanyanya kemudian.


Pandu tampak tersenyum di sana, "Tergantung juga sih, Vi ... cuma kalau kamu sukanya apa, aku ngikut saja. Aku lebih ke makna cincin nikahnya, bukan ke emasnya," balas Pandu.


"Maknanya apa Mas?" tanya Ervita dengan melirik sekilas ke Pandu yang masih mengemudikan mobil itu.

__ADS_1


"Cincin bermakna keabadian dan infinity, karena bentuknya yang melingkar. Itulah mengapa cincin nikah mempunyai makna ikatan cinta dan kesetiaan yang tidak terbatas di antara pasangan. Dapat diartikan bahwa cincin tersebut berarti komitmen yang tidak akan hancur. Begitu ... masak kamu tidak tahu sih? Pasti tahu deh," balas Pandu dengan tersenyum dan menatap kepada Ervita sekilas.


"Hehehe, ya tahu Mas ... cuma kan mau tanya saja," balas Ervita dengan tersenyum dan menunduk malu di sana.


"Tuh ... tahu kan. Jadi kamu suka emas putih atau emas kuning?" tanya Pandu lagi.


Ervita pun tersenyum, "Mas Pandu aja boleh enggak?" tanyanya dengan begitu malu menjawabnya.


Pandu pun juga seketika wajahnya memerah, "Kamu bisa saja sih, Vi ... jadi beneran mau sama Mas Pandu?" tanyanya.


Ervita hanya tersenyum dan memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan dengan Pandu. Niat untuk menggodai Pandu, justru kini dia sendiri yang merasa begitu malu.


"Yuk, Vi ... sudah sampai. Aku yang gendong Indi saja, sini," pintanya yang siap untuk menggendong Indi.


Perlakuan baik dan hangat dari Pandu yang juga terlihat sangat tulus kepada Indira yang membuat Ervita menaruh hati juga kepada Pandu. Mungkin kebaikan Pandu yang juga menyadarkan Ervita bahwa masih ada pria baik yang Allah sediakan untuknya.


"Selamat siangĀ  ... ada yang bisa kami bantu," tanya seorang perempuan yang bekerja di toko emas tersebut.


"Boleh Mas ... nanti kita ukur diameter jari pasangannya dulu dan nanti baru dicarikan desainnya yah. Untuk siapa?" tanya Mbak tersebut.


"Untuk saya, dan calon istri saya," jawab Pandu yang begitu tenang.


Mungkin untuk orang lain akan merasa malu karena membeli cincin kawin dengan menggendong seorang anak kecil. Hanya saja, Pandu bisa bersikap tenang dan juga begitu santai sekarang.


"Boleh ... kita cari ukuran yang sesuai dulu ya Mas dan Mbak," ucapnya.


Akhirnya petugas toko emas itu memberikan cincin untuk mengetahui ukurannya. Lantas, memberikan contoh ukuran.


"Dicoba dulu ... usahakan agak sedikit longgar sih Mbak ... kan cincin nikah kalau bisa dipakai selamanya, jadi biar tidak sesak nanti kalau dipakai," jelasnya.

__ADS_1


Akhirnya keduanya sama-sama mencoba dan juga menemukan ukuran cincin yang sesuai. "Ukuran kami ini deh Mbak ... sedikit longgar tidak apa-apa," ucap pandu.


"Ukuran 7 untuk mbaknya, dan 10 yah untuk Masnya," ucap Mbak tersebut.


Setelahnya, pegawai di toko emas itu menunjukkan berbagai desain cincin emas terbaru. Ada yang bentuknya simpel hanya bulat biasa, tanpa hiasan apa pun. Ada juga yang menaruh satu permata di tengah-tengah cincin. Ada juga seperti arsiran yang melingkari seluruh badan cincin. Namun, agaknya Pandu belum cocok dengan semua desain itu.


"Desain yang eksklusif ada tidak Mbak?" tanya Pandu kemudian.


"Ada Mas ... cuma untuk harganya lebih mahal," jawab petugas toko tersebut.


Hingga akhirnya, dibawakannya cincin pernikahan dengan desain yang lebih eksklusif. Dari modelnya pun terlihat lebih indah dan juga tidak pasaran tentunya.


"Vi, lihat ... yang kayak kunci ini bagus," ucap Pandu dengan menunjuk cincin dari logam mulia berwarna putih. Ada bagian kuning yang mengikat dengan bagian putih dan satu berlian di dalam cincin itu.



"Bagus Mas," jawab Ervita yang memang melihat cincin itu begitu bagus.


"Ini desain terbaru dan eksklusif, Mas ... series Love Metric Lock. Filosofi di balik cincin ini adalah kesatuan cinta dari dua individu dengan dua kepribadian yang berbeda. Cincin ini melambangkan komitmen dengan pasangan untuk saling mencintai di tengah perbedaan yang terjadi di dalam pernikahan."


Mendengar apa yang dijelaskan mengenai filosofi dari cincin itu, Pandu pun tampak excited dengan cincin itu.


"Ini saja yah?" tanyanya kepada Ervita.


"Agak mahal loh Mas ... desain eksklusif soalnya," balas Ervita.


"Tidak apa-apa, aku suka filosofinya. Kita dua orang yang berbeda, dengan banyak perbedaan di antara kita. Akan tetapi, kita bisa menjalin komitmen untuk saling mencintai di tengah segala perbedaan yang ada. Bagus banget," balas Pandu.


"Baiklah Mas Pandu," sahut Ervita dengan hati yang tersentuh dengan ucapan dan cara pandang Pandu dalam memandang sebuah ikatan pernikahan.

__ADS_1


Setelah saling diskusi akhirnya pilihan mereka berdua jatuh ke cincin dengan desain Love Metric Lock itu. Memang tidak dipungkiri keduanya adalah dua individu yang berbeda, tetapi mereka mau menundukkan ego masing-masing, saling menerima, dan menyatu dalam satu ikatan pernikahan yang sah di mata agama dan negara.


__ADS_2