pancasona

pancasona
Part 22 pindahan


__ADS_3

Pagi ini wira sudah menungguku dihalaman kost ku.


Dia duduk diatas motornya sambil menungguku.


"Pagi..maaf ,lama ya?"tanyaku lalu segera naik ke boncengan motornya.


"Enggak.biasa kok.."wira lalu memberikan helm padaku.


Kami lalu melesat pergi ke kampus.


Sampai dikampus,aku menggandeng tangan wira langsung menuju kantin.


Disana sudah ada dewa dan rani yg juga sedang sarapan.


"Pagi gaessss.."sapaku ke mereka.


"Pagi nay... Kak wiraaa..."balas rani.


Kami berdua lalu duduk berhadapan dgn rani dan dewa.


Terlihat antara dewa dan wira masih terlibat tatapan tajam & dingin.


"Kalian knp sih??damai ngapa!!!"pintaku sedikit kesal.


Reaksi mereka hanya cuek lalu melihat ke arah lain.


Emang pada susah dibilangin.


Kami lalu melanjutkan sarapan.


"Ra!!! Elo hrs ati ati,sena udah mulai bergerak.."tiba tiba dewa ngajak ngobrol wira.


"Iya,udah tau.. Kita elu juga!! Dia gak cuma mengincar gue,inget!!"balas wira.


Aku dan rani saling pandang dan sedikit **** bibir.


"Nah,gitu donk!! Jangan musuh musuhan lagi napa!kalo kompak gini kan diliat jadi enak..!"ucap rani ke mereka.


Dan sepertinya mereka berdua sudah mulai berbaikan.terbukti sekarang ini mereka mulai terlibat obrolan yg cukup serius.


Aku dan rani hanya mendengarkan saja.


"Eh,aku mau pesen es krim dulu ya"kataku sambil beranjak dari duduk.


Wira hanya mengangguk dan tersenyum.


Aku berjalan ke bu kantin.disini memang komplit.apa aja ada.gak kalah sama cafe diluaran sana.


"Bu,, es krim donk.yg vanila"sambil kutunjuk deretan kotak es krim dihadapanku.


Setelah membayar,aku berjalan kembali meja ku.


Namun...


Bug!


Aku menabrak seseorang.sepertinya dia yg salah,krn dia berdiri dibelakangku,entah sedang apa tadi.


Aneh..


"Duh,gmn sih mas!!! Jangan ngalangin jalan donk"gerutu ku.


Karena es krim yg tadi kubeli juga ikut jatuh.


Dia diam hanya memandangku tanpa ekspresi.


"Maaf... Es krimnya biar ku ganti"katanya lalu berjalan ke bu kantin dan memesan es krim yg sama.


Saat dia memberikan es krim itu,aku sedikit terkejut.


Krn melihat tato di tangan kanan nya.itu gambar yg sama seperti milik sena kemarin.


Jangam jangan dia salah 1 kelompok aneh itu.


"Makasih.."ucapku lalu segera meninggalkan nya yg masih terus menatapku.

__ADS_1


Saat duduk aku masih menoleh ke arah pria tadi.


Wira,dewa dan rani heran melihat ku.


"Kamu kenapa sayang?"tanya wira.


"Enggak...itu,tadi..eh,black demon itu punya ciri khas gak sih?"tanyaku sambil menatap wira dan dewa.


Mereka berdua mengangguk.


"Tato ditangan nay.."jawab wira.


"Tato?tato apaan?"tanya rani.


"Gambar wajah dgn 1 mata dikeningnya"sahut dewa.


Otomatis aku melotot dan kembali menoleh ke arah pria tadi.namun dia sudah tdk ada ditempatnya.


"Nyari apa nay?"tanya wira ikut melihat sekeliling sepertiku.


"Tadi aku tabrakan sama cowok yg pake tato ditangan nya,sama kaya yg kalian bilang.serem bgt deh dia..serius.."ucapku sambil menatap tajam mereka bertiga.


Wira dan dewa saling lempar pandangan,terlihat kecemasan di wajah mereka berdua.


Saat di kls pun,aku tdk bisa fokus.krn wira juga sepertinya masih memikirkan masalah ini.krn cara mengajarnya dia tdk seperti biasanya.


Dia terlihat sekali tdk fokus.


Selesai ngampus,wira lalu menarik ku ke parkiran motor.


"Kita balik ke rumahku aja.kamu gak usah tinggal di kos lagi!"ucapnya.


"Kenapa sih ra??ada masalah apa?"tanyaku penasaran.


"Aku gak mau kamu kenapa kenapa.."ucapnya.


Sebenarnya ada masalah apa sih.aku heran melihat wira menjadi aneh seperti ini.


Namun,aku menuruti saja mau nya.nanti juga lama lama dia bilang semuanya.


Dan kini,aku resmi pindah ke rumah wira.disini bukan hanya arya saja yg berjaga dirumah nya.namun ada beberapa lagi yg menjaga rumah ini.


Berasa kaya mau perang aja nih.serius.


Aku mulai bebenah kamarku.akuĀ  tidur di kamar tamu. Yg letaknya disamping kamar wira.


Mungkin utk sementara aku bakal disini terus.kos ku,kutinggalkan begitu saja.


Tok tok tok


"Masukkkk"aku sedikit berteriak.


Lagian siapa sih diluar.kalau wira pasti langsung nyelonong masuk,gak pake acara ketok dulu.


Eh,ternyata jen yg ada diluar.


"Eh,kak jen..masuk kak"sapa ku yg masih sibuk memasukan pakaian ku ke lemari.


Aku benar benar pindah nih,krn semua barangku sudah diangkut kerumah wira.


"Butuh bantuan nay?"tanya jen lalu duduk di ranjang ku.


"Gak usah.. Bisa kok sendiri,gini doang kok.."kataku sambil senyum.


Jen diam sambil terus memperhatikan ku.


"Kak jen..."panggilku membuyarkan lamunan nya.


"Kenapa nay?"


"Sebenernya ada apa sih ini?kok aku disuruh pindah sini.wira jadi protektif gitu..ada yg gawat ya?"tanyaku.


Jen menarik nafas panjang


"Iya nay..buat antisipasi aja.biar wira konsen nanti..kalau tau kamu aman."

__ADS_1


"Emang ada apa sih?"aku makin penasaran.


"Kamu udah tau kan black demon?"ucap jen padaku dgn tampang serius.


Aku menangguk.


"Mereka mulai melakukan tindakan yg cukup anarkis.dan sudah saat nya kami juga bergerak utk menghancurkan mereka demi keamanan semua orang nay.."terang jen padaku.


"Anarkis gmn sih?"


"Mereka mulai merekrut banyak orang utk dijadikan pasukan yg memihak mereka..itu bahaya nay,jangan sampai banyak orang bergabung dgn black demon.krn dunia bakal kacau.."ucap jen sedikit cemas.


"Ohh gitu..jadi intinya kalian mau saling serang ?gitu?"


Jen mengangguk.


"Kami bakal memusnahkan mereka semua sebisa mungkin."ucapnya.


Ceklekk!!


Pintu kamar terbuka dan masuklah wira ke kamarku.


"Hmm..pada kumpul disini ternyata"ucapnya.


Lalu,ikut duduk disamping jen.


"Iya,ngobrol bentaran nih.."sahut jen.


Wira mengulurkan tangannya padaku,mengisyaratkan ku utk duduk di pangkuan nya.


"Eheem.. Mending aku keluar deh.. Gak enak jadi obat nyamuk ternyata ya.."ujar jen lalu ngeloyor keluar dari kamarku.


Aku dan wira cuma senyum senyum.namun,kami kemudian terdiam sejenak.


Wira menyandarkan kepalanya dipunggungku sambil melingkarkan tangannya keperutku,krn aku duduk didepannya.


"Kalian kapan pergi ?"tanyaku.


"Lusa nay,kamu baik baik ya dirumah.arya bakal stay disini jagain kamu selama aku pergi.."ucapnya tanpa merubah posisinya..


"Kamu bakal pulang kan?"tanyaku dgn hati yg nyeri mengatakan itu.


"Aku pasti pulang.."jawabnya.


"Janji?"


Dia terdiam sejenak.


"Iya,aku janji...aku bakal pulang.."


Entah kenapa aku malah menangis.aku merasa kalau wira akan pergi jauh.mungkin krn ini pertama kalinya aku tau,bahwa dia akan melawan orang2 seperti sena.padahal menurut penuturan jen,wira itu sudah berkali kali melakukan pekerjaan ini.dan,dia selalu berhasil.


Air mataku jatuh,menetes ke punggung tangan wira.


Dia mengangkat kepalanya lalu menarikku kepelukannya.


Dia juga menghapus air mataku.


Aku takut,aku benar benar takut,jika kali ini wira tdk kembali.


"Oh iya,kamu belum makan ya?yuk kita makan dulu"ajaknya lalu menggandeng tanganku ke bawah menuju ruang makan.


Rumahnya kali ini sedikit ramai dari biasanya.


Ada jen yg sedang menyiapkan makanan didapur.hans juga sudah duduk anteng di kursi meja makan.


"Ra!! Bantuin donk.. "Pinta jen yg sedikit kewalahan dgn masakannya.


Wira lalu turun tangan dan membantu jen memasak.


Aku dan hans hanya melihat atraksi mereka,sambil sesekali tertawa.


Selesai makan,wira mengantarku ke kamar.


"Istirahat ya.."dikecupnya keningku.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


__ADS_2