
Kami tiba di halaman rumah wira dan semua masih sama.
Tdk ada yg berubah sedikitpun.
Ada rasa sesak didada ku yg kurasakan sekarang.
Mengingat banyak sekali kenangan ku bersama wira disini.
Bahkan saat terakhir kali aku melepas wira pergi malam itu.
Mataku memburam karena air mata yg tiba tiba bermuara di kelopak mataku,namun ku tahan sebisa mungkin.
Wira sudah tenang disana.
Aku harus ikhlas.
Sampai diteras,jen dan hans yg mengetahui kedatanganku,langsung menyambutku.
Jen langsung memelukku erat.
"Welcome,nay.. Kita kangen kamu.." ucapnya.
"Aku juga kangen kalian.."
Kupeluk juga hans.
"Kamu gemukan ,nay?" komentarnya bkin aku langsung melirik wisnu.
Karena ini semua ulahnya,yg selalu memanjakanku dgn berbagai makanan setiap saat.dan aku tdk kuasa utk menolaknya.huft.
"Ya gini deh,hans.. Hehe" aku cengengesan.
Mereka berdua lantas menatap wisnu lekat lekat.
"Oh iya,ini wisnu... Wisnu,itu hans sama kak jen"
Wisnu mengulurkan tangan nya.namun jen malah berhambur memeluknya diiringi isak tangis.
Hal ini justru membuatku ikut tenggelam dalam kesedihan lagi.
Hans pun melakukan hal yg sama.memeluk wisnu dgn erat.
Setelah melo drama yg cukup membuat air mataku tumpah,kini kami duduk diruang tengah ditemani secangkir teh hangat.
Kami membahas soal black demon junior yg sedang merekrut anggota sebanyak banyaknya.mereka akan membalaskan dendam pada kami karena kekalahan waktu itu.
Dan,wisnu.benar benar serius akan mempelajari pancasona.
Serah dia aja lah.
\=\=\=\=\=\=\=
Kamar ini,kamar wira.
"Sengaja gak aku rubah ,nay. Biar kalo kamu balik,kamu bisa mengenang wira disini." ucap jen ditengah kebengonganku.
Aku menoleh padanya diiringi senyum tipis.
Aku masuk dan berjalan disekitar kamar wira.ku sentuh semua perabotannya sambil berjalan,terasa bagai memori yg diputar ulang saat aku menyentuh semua benda didalam kamar in8.
Saat sampai di kumpulan figura foto wira,aku Berhenti.kusentuh foto wira.
Dan,kembali air mataku menetes.
"Nay,,aku kebawah dulu ya." jen menyadarkanku dan aku pun kembali menoleh pada jen yg masih setia berdiri di daun pintu didepan.
Aku menoleh lalu mengangguk pelan.
Aku berjalan ke balkon kamarnya.semilir angin malam ini bagai menusuk tulang tulangku.kurapatkan hoddie milikku dan kupakai topi nya agar kepalaku terlindungi dari angin dingin malam ini.yg makin terasa dingin saja sejak wira pergi.
Biasanya,wira kini sedang memelukku dari belakang jika kami sedang ada dibalkon kamarnya.
Aku memang paling suka dipeluk dari belakang.dia sangat tau itu.
Tunggu!!
Siapa itu?
Kupincingkan mataku dan menatap ke bawah,dihalaman rumah.ada seseorang naik melewati pagar dan mengendap endap masuk kehalaman.
Aku lalu berlari keluar kamar,dan segera turun dari tangga dgn cepat.
Wisnu,arya,hans dan jen bingung melihat ku yg tergesa gesa.
"Kenapa ,nay?"tanya jen.
Aku tdk menggubrisnya dan tetap berlari keluar rumah.
__ADS_1
Namun ,wisnu mengejarku dan langsung menangkapku kedalam pelukan nya.
"Heeiii...ada apa?"tanyanya dgn menatap mataku dalam dalam.
"Ada orang diluar.."terangku.
"Apa??"
Arya langsung berlari keluar rumah,diikuti jen dan hans.
"Kamu sini aja ,nay"pinta wisnu.
Dia pun ikut berlari keluar.
Aku disini aja?mana bisa!!
Aku pun menyusul mereka keluar rumah menuju halaman.
Sampai di luar,kulihat arya terlibat perkelahian dgn seseorang dgn penampilan yg mysterius.
Memakai masker dan pakaian yg serba hitam.
Namun,tak lama dia bersiul cukup keras.dan dibalik tembok,kini muncul beberapa orang lagi dgn penampilan yg sama.
Hans,jen dan wisnu pun terlibat perkelahian dgn mereka.
"Naaaayyy!! Masuk!! Kunci pintu!!" teriak wisnu.
Buuggg!!
Wisnu terkena tinju krn lengah barusan.
"Wisnuuuu" aku teriak krn iba melihatnya.
"Aku gak papa,nay. Kamu masuk cepetan!!!" teriak wisnu lagi sambil memegangi dadanya.
Aku lari masuk kedalam rumah.dan segera ku kunci pintu rumah.
Beberapa ada yg berhasil menjangkau pintu dan berusaha mendobrak nya.
Aku mundur mundur.
Haduh..mati gue!!
Gmn donk..gumamku.
Mereka pasti akan menang karena kami kalah jumlah.
Dewaaa!!!
Aku berlari kekamar utk mengambil ponselku dan kuhubungi dewa.
Tuuuuut.
"Ya ,nay..gimana?"suara dari sebrang.
"Waaa... Kamu kesini bisa?kerumah wira?? Kita lagi dikepung.mereka banyak bgt.. Tolong donk..."aku memelas.
"Ya ampun.. Iya ,nay.aku kesana sekarang."
Tuuut..tuuuut...tuuuut.
Praaaaangggg!!
Kaca pintu balkon kamar wira dipecahkan oleh salah satu dari mereka.
Mereka berhasil naik kekamar ini sekarang.
Aku tengak tengok,utk mencari sesuatu yg dapat ku gunakan sbg senjata menyerang mereka.
Tongkat kasti!!
Kuraih tongkat kasti disampingku dan saat salah 1 dari mereka mendekat,kulayangkan ke kepalanya.
Buuggg!!
Dia terjatuh kelantai sambil meringis kesakitan.
Datang satu lagi,kembali aku memasang kuda kuda utk melawan nya.
Namun kali ini,aku tdk berhasil memukul nya krn dia keburu menahan tanganku.
Kini dia memutar tanganku dan membuat tongkat itu jatuh kelantai.
"Aaawwwwww" aku meringis kesakitan.karena dia memutar tanganku dgn kasar dan membuatku kesakitan.
Dalam keadaan terdesak seperti ini,aku ingat apa yg diajarkan wira dulu padaku.dia sering mengajariku bela diri.katanya ,kalau kalau suatu saat nanti dia tdk ada disampingku,aku bisa melawan orang orang yg hendak jahat padaku.
__ADS_1
Kuinjak kaki nya kuat kuat.
"Aaarrrggghhh" dia merintih kesakitan ,pegangannya mengendur.lalu kusikut perutnya.dan kini dia melepaskan ku begitu saja krn kesakitan.
Kuraih vas bunga disampingku lalu ku pukulkan ke kepalanya.
Darah terlihat mengalir dari kepala.dan kini membasahi wajahnya.
Kujatuh kan seketika vas bunga ini.aku agak shock.
Krn ini pertama kalinya aku melukai seseorang dgn tanganku sendiri.
Aku segera keluar dari kamarku dan berlari kepintu depan.
Saat sudah dibawah,ternyata pintu sudah di dobrak.
Dan kini,aku melihat beberapa orang masuk kedalam, wisnu berusaha menghalangi mereka.dan beberapa memang berhasil dipukul telak hingga tergeletak begitu saja dilantai
Namun,Wisnu kewalahan,dia berkeringat cukup banyak.dia kacau bgt sekarang.penampilannya berantakan.
Buuggg!
Seseorang memukul punggung wisnu hingga wisnu terjatuh kelantai.walau masih dalam keadaan sadar,dia masih tetap sulit utk bangun.
Wisnu menatapku sambil menahan sakit.kepalanya berdarah.wajah nya biru biru krn bekas pukulan.
"Nay..... Pergi... Lariiii" pintanya dgn kalimat yg terbata bata.
Aku menggeleng padanya.
Tiba tiba ada yg menyeret wisnu dgn menarik kerah baju nya dgn kasar.
Dia memukuli wisnu dgn brutal.
Ku ambil patung dewa ganesha dan ku pukul ke kepalanya.
Buuugg
Dia jatuh tersungkur.
ku bantu wisnu berdiri.
"Ayok.. Kita pergi.. " ajakku sambil berusaha menahan beban tubuhnya yg cukup berat.
"Gak usah ,nay. Kamu aja.. Kamu ngumpet ke kamar .aku jagain dari sini ya" pintanya.
Aku terisak melihat keadaan wisnu yg kacau.
Disaat utk berdiri saja dia tdk mampu,dia masih saja ingin berusaha melindungiku.
"Enggak.. Kamu jangam bkin aku sedih donk ,nu. Kamu luka gini. Gmn kamu mau jagain aku?"tanyaku.
"Aku bakal terus jagain kamu,sampai nafas terakhir.."ucapnya pelan.
"Cukuppp!!! Jangan pernah bilang gitu!! Aku udah pernah kehilangan wira!! Aku gak mau kehilangan kamu juga!! Aku sayang sama kamu wisnu!! Jangan pernah pergi dari aku!!ingeet ituuu!!" ancamku serius diikuti tangis yg makin pecah.
"Aku ditembak nih ,nay? Kamu romantis bgt.nembak disaat kaya gini.."katanya cengar cengir.
Plakk!!
Kupukul lengannya pelan.
"Kamu ih,,masih aja bisa becanda!!" kataku kesal.
Brrrrruuuuummm..brruuuuuuummm.
Terdengar suara motor yg sangat banyak dihalaman.
Dewa!!!
"Itu pasti dewa ,nu.."
"Kok kamu tau?? Kamu ngabarin dia??"
"Iya,,,"
Kubantu wisnu berjalan keluar.
Dan benar saja,diluar ada dewa dgn pasukan nya yg cukup banyak.
Mereka memukul mundur black demon hingga mereka kocar kacir.
Selang beberapa menit.kelompok kami menang.
Dgn wajah tegang dari kami semua,dan dihiasi luka diwajah mereka,kami berhasil juga.
Setidaknya malam ini,kami menang.
__ADS_1