pancasona

pancasona
Part 29 Move On


__ADS_3

'Aku ada didepan..jalan yuk'


Sebuah pesan masuk ke ponselku.dan yg membuat mataku membelakak adalah nama pengirimnya.


Wisnu???


Aku sedikit berlari ke jendela kamarku.dan benar saja,wisnu ada diluar berdiri disamping mobilnya sambil menengadah melihat kearah kamarku.


Dia tersenyum saat melihatku mengintip dari balik korden.


'Mau apa sih dia malam malam begini??'batinku


Aku tersenyum tau dia ada disini.


Eh,kenapa ya?kok aku senyum senyum gini.


Sampai di depan pintu,wisnu tersenyum makin lebar.


Dia terlihat lebih tampan dgn setelan kemeja panjang putih dan celana jeans biru.


Aku mendekat.


"Ada apa nu?tumben malem malem kesini?"tanyaku heran.


"Eum..gak boleh??nih tadi aku beliin kamu kebab.."ucapnya.


"Kebab??.."sahutku. Kuterima bungkusan darinya dan kucium sebentar.


"Aku mau sekalian ngajak kamu pergi..gmn?"tanyanya dgn satu alis yg dia naikan.


"Ngajak pergi?maksudnya??"tanyaku agak bingung.


Lebih tepatnya pura pura bingung.


"Eum..semacam ngedate.."ujarnya dgn mengulum bibirnya.


"Hah??serius?kamu ngajak aku ngedate??"tanyaku sekali lagi.


"iya,serius.." dia mengangkat dua jarinya kearas.


"Mau kemana??"tanyaku.


"Eum,terserah kamu aja..aku anter kemana aja kamu mau.."ucapnya.


Aku sedikit tertawa kecil.


"Harusnya kamu bawain bunga masa bawa kebab..ngajak kencan iming iming nya kebab..."gerutuku.


"Kamu bidadari apa kuntilanak..makan nya bunga??"celetuknya.


Kucubit perutnya.dia malah tertawa.


Dia menahan tanganku lalu menatap mataku dalam.


"Gmn?mau gak?"tanyanya sekali lagi.


Aku memutar bola mataku seolah olah sedang berfikir..


"Nay,,durasi nay.. Bentar lagi aku berubah jadi pelayan lagi nih.."katanya membuatku terkekeh.


"Emang kamu cinderela??"sahutku.


"Eum... Boleh deh..aku ganti baju dulu ya.."kataku.


Dia mengangguk,lalu aku masuk kedalam dan segera berganti baju.


Rani masuk kamarku dgn wajah heran.


"Nay,siapa didepan?"tanyanya.


"Wisnu.."jawabku singkat.

__ADS_1


"Lah.kok gak disuruh masuk?"


"Dia ngajak aku ngedate ran.."


"Whaaaatttt???!!!,cieeeeeeee!!!"dia hebohnya minta ampun.


Bertanya ini itu dan sebagainya.


"Brisik bgt deh.. Bantuin pilihin baju kek..malah ngoceh aja"gerutuku.


"Iya deh.. Apapun buat kamu nay"


Rani mendekat kelemari bajuku dan memilih kan baju apa yg kira kira pantas utk kupakai malam ini.


"Gila ya.. Baju selemari ini,gak ada satupun gaun/ dress yg bisa dipake???"katanya kesal.


"Lah,aku kan emang gak punya baju gituan kali ran.."kataku.


"Yuk,,pake punyaku aja!!"dia menarikku ke kamarnya.


Lalu memilihkan sebuah dress yg muat dibadanku.


Warnanya pun aku suka.dan modelnya tdk begitu fulgar.


Rani memilihkan sebuah dress selutut berwarna abu abu dgn bagian punggung agak terbuka hanya dikaitan tali tali yg disimpul.


Rani juga mendandaniku dgn sedikit make up simple.


Dan setelah siap.aku mematutkan diriku dicermin sebelum keluar menemui wisnu.


Perfect!!


"Semangat nay..."kata rani antusias.


Aku lalu keluar menemui wisnu yg sudah menungguku dari tadi diluar.


Saat aku keluar,wisnu yg awalnya sedang memainkan ponselnya mendadak bengong melihatku.


"Enggak kok.. Kamu,,,cantik bgt"ucapnya lembut.


Wajahku menjadi hangat dan merona karena malu wisnu mengatakan hal itu.


"Eum..jadi pergi gak?"tanyaku mengalihkan pembicaraan.


"Ayok.."dia membuka kan pintu utkku dan aku pun masuk.


Setelah wisnu masuk juga kedalam mobil,kami lalu melesat pergi yg aku sendiri tdk tau kemana tujuan kami.


Hingga kami sampai di sebuah resto mewah yg ada dipuncak.


Waduh,tau gini aku tadi pake sweeter/ apa lah ,bajuku tdk cocok ditempat seperti ini.bisa bisa aku bersin bersin terus nih.


Tanpa sasar,wisnu sudah berdiri dipintu mobil sampingku dan membuka pintu itu.


Dia mengulurkan tangan nya padaku sambil tersenyum padaku.


Kuraih tangannya dan kami pun bergandengan tangan menuju ke dalam resto.


Entah kenapa aku mau saja di gandeng begini sama wisnu.biasanya aku pasti ngomel ngomel kalo wisnu bertindak aneh aneh.


Dia terlihat menarik dgn setelan jas yg dibilang tdk terlalu formal.penampilannya rapi namun berbeda,tdk seperti saat dikantor.


Kami berjalan menuju ke rooftop,disini pemandangannya bagus sekali.gemerlap lampu yg ada di kota dapat kami lihat dari sini.ini bagai aku berada ditengah tengah bintang..langit yg bersih pun menampilkan jutaan bintang disana.


Srett.


Wisnu melepaskan jas nya dan memakaikan nya padaku.


"Kamu pasti kedinginan.."ujarnya.


Dia lantas menarik kursi dan menyuruhku duduk.

__ADS_1


Sembari kami memilih menu,aku pandangi seluruh lantai ini.


Sepi?


Tidak ada satupun pengunjung selain kami.


"Mas,,emang restonya lg sepi ya?"tanyaku ke pelayan resto yg sedang menunggu wisnu memilih menu.


"Biasanya rame mba..cuma kan lantai ini udah dibooking sama pak wisnu.."ucapnya.


Wisnu melirik padaku dan tersenyum penuh arti.


Oh gitu..kurang kerjaan bgt sih ni anak.emang kalo orang kebanyakan duit ya gini..


Akhirnya dia yg memesan semua makanan malam ini,krn aku memang tdk mengerti makanan ala resto mewah seperti ini.aku ini biasa makan di warung tenda pinggir jalan.itulah kenapa aku tdk punya satu pun gaun seperti rani.


Sembari menunggu makanan datang,aku menikmati setiap detil pemandangan disini.


"Suka?"tanyanya.


Aku mengangguk.


"Kamu ngapain sih pake booking seluruh lantai ini..mubazir tau duitnya.."ucapku.


"Gak papa nay.. Aku cuma gak mau kejadian kemarin mlm keulang lagi..aku gak suka ada cowok yg sok akrab peluk peluk kamu kaya gitu.."ucapnya sedikit kesal.


"Hehehe.iya,aku juga heran.. Padahal aku sama sekali gak kenal dia siapa..huh..."gerutuku.


Keadaan hening..


"Nay.."


"Ya.."


"Boleh gak ,kalo aku menggantikan posisi wira ?"tanyanya.


Whaaatt???


"Apa?maksud kamu??"aku heran dan tdk mengerti maksud perkataan wisnu.


"Aku bakal selalu ada disamping kamu nay,buat gantiin posisi wira.aku bakal melindungi kamu,menjaga kamu dan mencintai kamu seperti yg wira lakukan dulu.."


Aku menganga mendengar penyataan wisnu barusan.


"Aku... Aku sayang kamu nay.. Aku cinta kamu.."katanya lagi.


Deg!!


"Tapi nu...aku..."


"Kamu gak perlu jawab apa apa nay,aku nggak butuh jawaban kamu sekarang.kamu boleh jawab lain waktu kalau kamu memang belum siap.aku bakal nunggu..tapi ijinkan aku tetap ada disamping kamu ya.." dia terus menatapku dalam.


Apa yg dia katakan serius?


Dia mengatakan hal ini malam ini?secepat ini kah dia mampu mencintaiku?


"Tapi kenapa aku nu??kamu bisa mendapatkan perempuan yg jauh lebih baik dari aku.."tanyaku.


"Entahlah nay,aku cuma merasa kalau kamulah yg selama ini selalu ada dipikiranku dihatiku ..aku juga gak tau kenapa harus kamu.yg jelas,aku sangat nyaman ada dideket kamu.buat aku itu sudah cukup."


Glek..


"Nayla,, boleh kan?"tanyanya lagi.


Aku memang masih mencintai wira,sangat..


Aku masih merindukannya.


Namun,tdk ada salahnya jika aku mulai membuka hatiku utk wisnu.


Krn wira pun berpesan padaku sebelum dia pergi.

__ADS_1


Bahwa aku harus melanjutkan hidupku..


__ADS_2