pancasona

pancasona
Part 51 Bantuan


__ADS_3

Semua berhasil di lumpuhkan oleh kami.


Ayu mendapat luka dilengan nya.dan pakaian nya pun sedikit robek.


Meninggalkan goresan yg menganga lebar.


Kudekati dia," ya ampun ,yu.. Berdarah." seru ku.


"gak papa kok. Biasa ini mah." kata nya santai.


Ku ambil sapu tangan yg biasa ku bawa.dan ku tutup luka nya.


Setidaknya itu untuk pertolongan pertama. Agar darahnya dapat berhenti.


"Mereka siapa sih?" tanya ayu padaku.


Ku tatap wajahnya serius. Aku bingung bagaimana menjelaskan nya.


"Mereka orang jahat."


"Kenapa mereka mau celakain kamu ,nay? Kamu ada masalah apa? Mereka seperti nya gak asing deh.. Tato yg mereka punya, aku rasa aku kenal."


"Kamu tau soal tato itu?" arya buka suara.


"Iya, kalian perhatiin gak sih? Di pergelangan tangan mereka,deket urat nadi,ada tato kecil. bentuknya segitiga dengan satu titik ditengah nya. Dan aku rasa, aku tau siapa mereka" kata ayu semangat.


"Siapa yu?" rani penasaran.


"Black demon kan?"


Kami melotot ke arah ayu. Dari mana dia tau soal black demon?


Arya pun menatap ayu curiga.


"Kamu tau soal mereka?" tanya adi menyelidik.


"Jadi... Mereka itu orang- orang yg pernah menghancurkan padepokan ayahku."


"Ayah kamu? Siapa ayah kamu?" tanya arya.


"Nama ayahku,dewangga.."


"Apa?? Jadi kamu anaknya dewangga?" tanya arya seolah tidak percaya.


"Kamu kenal ?" tanyaku.


"Kenal ,nay. Beliau dulu pernah bantu aku sama wira,yah-- udah lama banget lah. Iya kan ,wir?? Tapi bukan nya, anak dewangga laki-laki ya?"


"Iya bener. Dewangga itu kan. Iya, anaknya laki laki kan? Dulu kita juga ketemu kan ,ar?" tanya wira balik.


"Iya bener. Cowok bener!" arya juga yakin sekali.


"Mmm.. Enggak.itu,cuma buat mengecoh aja. Pas mereka menyerang rumah sama padepokan ayah, aku dibawa pergi sama ibu dengan didandani kayak anak laki-laki.."


"Ayah kamu dimana sekarang?" tanya arya semangat banget.


"Udah meninggal." kata ayu pelan.


Ku usap punggungnya karena kulihat dia sedih sekali mengucapkan hal ini.


Arya menarik nafas panjang dan bersandar pada tembok belakangnya.


Akhirnya kami ngobrol sebentar di cafe ini.

__ADS_1


"Jadi gitu ceritanya?" setelah kami ceritakan masalah kami ke ayu.


"Ya gitu lah. Makanya ,kami sekarang waspada banget di kantor. Bukan cuma kantor aja. Disemua tempat deh." sahut rani.


"Eh.. Jam berapa nih? Balik kantor yuk. Bentar lagi jam istirahat abis." ajak adi.


Benar saja. Lima menit lagi ,kami sudah harus ada di kantor. Jika terlambat satu menit saja , pasti bakal abis sama elang.


\=\=\=\=\=


Sampai dikantor , kami kembali bekerja seperti biasa. Dan seperti dugaanku, elang terus saja merongrongku dengan setumpuk pekerjaan.


Hingga banyak teman di kantorku yg iba melihatku diperlakukan semena- mena oleh elang. Bahkan ayu ,rani dan adi juga ikut membantu ku menyelesaikan pekerjaanku.


Waktu pun sudah menunjukan jam pulang. Beberapa teman sekantorku sudah pulang. Dan tinggal kami berempat saja.


Rani, ayu dan adi bersikeras membantu dan menemaniku sampai selesai.


Hari pun sudah malam.


"Wah.. Gila tuh orang. Masa harus selesai hari ini juga. Bisa bisa kita nginep dikantor nih!" celetuk rani yg wajahnya sudah kusut sekali karena tumpukan pekerjaan dari elang.


Suasana makin sunyi. Beberapa lampu juga sudah banyak yg dimatikan karena sudah banyak karyawan yg pulang.


Dan sepertinya hanya kami berempat saja yg masih ada disini.


" pak elang terlalu banget ya.." gumam ayu.


"Eh.. Mungkin gak sih, dia juga anggota black demon?" tanya rani sambil bisik bisik.


"Mmm... Eh. Jadi semua anggota black demon pasti punya tato di pergelangan tangan nya ,yu?" tanyaku.


"Iya. Pasti itu." ayu yakin sekali.


"Cara liatnya gimana?" tanya adi.


"Gampang itu mah.liat aja besok " ayu senyum senyum yakin.


Entah apa rencana nya. Tapi semoga berhasil.


Tak..tak..tak..tak..


Terdengar bunyi langkah kaki dari lorong kantor.


Kami diam membisu. Sambil mempertajam pendengaran kami dan otomatis melihat ke arah pintu.


Tapi,suasana kembali sunyi. Langkah kaki itu tidak lagi terdengar.


Kami saling lempar pandangan dengan tatapan bingung.


Kuisyaratkan adi untuk mengecek keluar. Dia ambil vas bunga yg ada di meja lalu berjalan mengendap endap ke pintu .karena penasaran ,ayu ikut mendekat ke adi.


Saat mereka mengintip keluar. Adi seketika melempar vas bunga itu keluar. Dan ayu menendang seseorang diluar. Ditutupnya pintu itu dengan susah payah oleh ayu.


"Woii.. Bantuinnn" teriak ayu pada kami.


Aku dan rani yg tadi sempat bengong lalu kembali ke kesadaran kami semula. Dan mendekat ke mereka. Rani ikut mendorong pintu agar menutup sempurna. Sedangkan aku membantu adi yg berusaha mengusir mereka yg berusaha merangsek masuk.


Adi menendang, memukul mereka secara brutal. Namun mereka sulit sekali di lumpuhkan.


Aku tengak tengok ke segala arah ,mencari alat yg bisa ku pakai untuk melawan mereka.


Didinding, ada dua buah samurai panjang yg memang dipakai untuk hiasan dinding saja.

__ADS_1


Aku berlari untuk mengambil samurai itu. Kutarik samurai dari tempatnya.


Sriiiiinnngggg...


Aku tidak tau, setajam apakah samurai ini. Kulayangkan ke atas, lalu ku tebas tangan mereka hingga terpotong dan jatuh kelantai.


"Hiiiiii" teriak rani sambil bergidik ngeri.


Pintu pun berhasil tertutup. Dan langsung dikunci oleh adi.


"Gimana donk.." rengek rani.


Brakk..brakkk..braaak..


Pintu berusaha di dobrak dari luar.


Kami juga menahan pintu dengan tubuh kami.


" haduh.. Kayaknya tambah banyak deh yg diluar. Arya mana sih ,di?" tanyaku pada adi.


"Gak tau ,nay. Harus nya dia ada disekitar kamu. "


Wira juga kemana?


Kenapa dia tidak muncul disaat seperti ini?


Tok tok tok..


Terdengar suara dari jendela ,kami pincingkan mata untuk melihat nya. Jangan- jangan itu black demon.


Tak lama muncul arya dari balik jendela. Dan wira juga.


Wajah kami pun berseri seri melihat mereka muncul. Bagaikan menemukan mata air di gurun pasir saat melihat mereka sekarang.


"Ayok.. Kita keluar dari sini. Tempat ini udah dikepung." ajak wira.


Kami berlari ke arah mereka.


Dan keluar lewat jendela yg ternyata sudah ada tali panjang yg akan membawa kami pergi dari gedung ini, menuju gedung di sebelah.


" kita kesana?" tanyaku.


"Iya.. Ayok cepet. Nay. Udah ada gio disana!" jelas arya.


"Gio??"


Satu persatu kami turun menggunakan tali menuju gedung sebelah.


Giliranku dan saat sampai disana, memang gio ada disana lengkap dengan senjatanya yg beraneka macam.


Dan setelah semua sampai disini. Gio pun memotong tali nya , beberapa anggota black demon pun mengetahui tentang pelarian kami.


Dorr!! Dorrr!!!


Gio menembak mereka dengan tepat sekali. Hanya saja mereka hanya tumbang sebentar.


" sumpah.. Berasa ngelawan zombie nih!!" seru gio.


" trus gimana donk!!" rengek rani.


Aku juga tidak tau harus bagaimana. Jumlah mereka makin banyak dan segera mendekati kami. Terlihat sekali dari atas sini. Banyak orang berbondong bondong berlari dari gedung kantor kami berlari ke gedung ini.


Kami terkepung!

__ADS_1


__ADS_2