
Sinar matahari menerobos kamarku.
Tunggu!!
Matahari? Kupikir korden kamar kututup rapat semalam.
Terpaksa ku buka mataku pelan pelan.
"Selamat pagi..." sapa wira yg ternyata sudah duduk di tepi ranjang.
"Hmmm..pagi.. " gumamku sambil mengucek-ucek mataku takut ada beleknya.😂
Namanya juga perempuan, pasti ingin sekali tampil sempurna didepan orang lain, terutama pria yg dicintainya.
Cup.
Wira mencium keningku dan berhasil membuatku terperanjat.
Aku bahkan mencubit pipiku hanya untuk memastikan aku dalam keadaan sadar sekarang.
"Awwww" erangku karena cubitanku sendiri.
Wira mengerutkan kening," kenapa sih?"
"Kirain aku masih mimpi."ucapku sambil cengengesan.
Wira tersenyum lalu mengacak- acak rambutku.
"Mandi sana. Kamu kerja kan hari ini?"
"Hmm.. Iya. " agak malas rasanya untuk berangkat ke kantor pagi ini.
Alasan nya hanya satu, aku belum siap bertemu dengan wisnu.
Selepas mandi dan sarapan, wira mengantarku ke kantor naik motor nya. Dari dulu memang dia lebih suka naik motor daripada mobil. Ya-- walau motornya berbeda dari motornya dulu. Tapi modelnya hampir sama.
Aku pun naik motor dan berpegangan pada wira.
Hmm, sudah sangat lama sekali aku tidak seperti ini.
Tak butuh waktu lama, kami sampai juga di kantor.
Aku segera turun dari motor wira dan tak berapa lama , wisnu datang bersama mas reza.
Saat mata kami bertemu pandang, aku merasa sungkan sekali. Apalagi dengan tatapan wisnu yg mengiba dan terlihat sembab. Astaga! Kenapa aku begitu jahat.
" mas reza kapan balik?" tanyaku basa basi.
"Semalem ,nay. Oh iya, nih buat kamu. " sambil menyodorkan bungkusan pink padaku.
" ya ampun, pake repot- repot segala deh. Tapi, makasih lho oleh-olehnya."
"Iya, santai aja ,nay. Kayak sama siapa aja deh" katanya lalu melirik wira yg berdiri disampingku , " ini yg namanya wira?" sapanya.
Wira mengulurkan tangan ke reza,,"iya.. Saya wira"
"Reza.."
"Pagi ,nu.."sapaku agak sungkan.
Mas reza dan wira pun melirik ke wisnu yg sedari tadi diam saja.
" pagi ,nay." diiringi dengan senyum kecut.
"Mmm.. Ya udah. Kita ke atas dulu ya ,nay... Wira.." kata mas reza pamit.
Wisnu pun mengekor pada mas reza dan masuk ke kantor.
" nay, nanti pulang kerja aku jemput ya. Aku mau ke tempat hans." kata wira yg berhasil membuyarkan lamunanku.
"Oh-iya. Kamu hati-hati ya."
__ADS_1
Cup
Lagi-lagi dia mencium keningku.beberapa pasang mata sedari tadi terus memperhatikan kami. Mungkin karena wira sangat mirip wisnu.
Entahlah ,apa yg mereka pikirkan tentangku. Aku tidak peduli lagi.
Sampai ruanganku, ternyata semua orang sudah datang.
"Meeting dadakan wooiii.. Buruan.." seru vika dengan suaranya yg cetar membahana.
Aku hanya menoleh sebentar lalu bersiap untuk ikut meeting pagi ini.
Kami lalu menuju ruang meeting yg biasanya kami pakai. Sampai diruangan itu, ternyata wisnu sudah datang dan sedang sibuk dengan beberapa map di hadapannya. Wajahnya terlihat kusut sekali.
Meeting dimulai. Hingga saat meeting sudah selesai wisnu mengatakan hal yg sangat tidak kuduga.
" terima kasih atas kerja sama nya selama belakangan ini. Mulai hari ini saya akan berhenti dari perusahaan . "
Deg!!
Aku langsung menatap tajam wisnu dengan pikiran yg semrawut.
Vika mengangkat tangan,pertanda ada pertanyaan darinya.
"Lho? Pak wisnu mau kemana? Kenapa harus berhenti?"
Wisnu menarik nafas panjang dan menatapku sekilas," saya akan kembali ke kedai saja. Sepertinya pekerjaan disini tidak cocok lagi untuk saya. Saya lebih nyaman disana ,vik." terang wisnu.
Semua manggut- manggut ,tapi beberapa kali mereka melirikku.
Dan aku?
Hanya bisa diam saja. Tidak tau harus berkata apa lagi.
Meeting pun berakhir dengan saling berjabat tangan , tanda perpisahan wisnu pada kami.
Saat aku menjabat tangan nya, dia terus menatapku dalam. Aku makin merasa bersalah .
" ssstt.. Kenapa harus minta maaf ,nay. Kamu gak salah apa- apa.."
"Tapi kamu pergi karena aku kan?"
"Hm... Bukan. Aku memang kurang nyaman di perusahaan , dari dulu. Makanya aku lebih suka buka kedai ramen . dan sekarang reza juga udah dapet penggantiku . jadi aku udah bisa balik lagi ke kehidupan ku yg dulu . kamu baik- baik ya disini .
Kapan- kapan mampir ke kedai , aku kasih diskon khusus deh nanti." wisnu tersenyum ,padahal aku tau matanya berkaca- kaca.
Tanpa banyak kata lagi , aku peluk dia saat ini juga.
Dan beberapa teman kantor keluar dari ruangan , untuk memberikan kami berdua ruang agar bisa ngobrol dengan leluasa.
Sepertinya mereka tau kalau antara aku dan wisnu sedang ada masalah serius .
"Kamu serius mau pergi dari perusahaan ?"
" serius ,nay . jujur aku capek kerja kantoran gini . kamu tau sendirikan aku gimana ? Jadi ini bukan karena kamu. Oke ?"
"Tapi , nu . kenapa kamu harus pergi ? "
"Aku kan gak ke mana- mana . kalau kamu butub bantuan aku , aku selalu siap kok . cari aja aku di kedai atau ke apartment aja . walau sekarang keadaan udah beda , tapi aku bakal tetep bantu kalian menghadapi black demon ."
Kupeluk dia lagi , " maafin aku ,nu ."
"Apaan sih ? Maaf mulu dari tadi . udah sana kerja . aku mau balik ke apartment . gak enak badan rasanya deh ."
"Kamu sakit?"
"Cuma kurang tidur aja ,nay . aku gak papa ."
"Beneran? "
" iya . aku gak papa . oh iya ,besok pengganti ku udah dateng . semoga dia bisa bantu reza ya . "
__ADS_1
Setelah berpamitan , aku kembali ke ruangan ku dengan langkah gontai .
Kuhempaskan tubuhku ke kursi milikku. Rani mendekat lalu membelai punggungku lembut.
" sabar nay. Aku tau apa yg kamu rasain. Kamu harus kuat . "
"Iya ,ran. Aku gak papa kok. Mungkin cuma capek aja. "
\=\=\=\=\=
Istirahat siang ini ,aku bersama rani dan adi pergi ke kantin yg ada disamping kantor.
Sambil ngobrol kesana kemari ,tak terasa kami sudah sampai lantai dasar. Dan saat lift di buka ,aku yg asik bergurau dengan rani tidak terlalu memperhatikan jalan ,hingga tanpa sadar aku menabrak seseorang di depanku.
Bughhh!
Untung adi yg ada dibelakangku dengan sigap menahan tubuhku dan membuatku tidak sampai jatuh.
" kalo jalan liat liat donk!!" seruku .
Pria tinggi besar itu hanya menatapku tajam tanpa berkomentar apa apa. Dan langsung ngeloyor begitu saja masuk ke dalam lift.
Dia terlihat menyeramkan ,entah siapa sebenarnya dia. Tapi kalau dilihat dari penampilan nya ,mungkin dia tamu nya mas reza. Karena pakaian nya formal sekali.
Sampai di kantin , adi melambaikan tangan nya ke seseorang di ujung sana.
Arya!
"Di.. Itu arya?" tanya rani.
"Iya. Aryalah. Siapa lagi.."
"Kok kesini? "
"Wira kan lagi ke tempat hans?"
"Iya .. Terus?" rani ini entah kenapa kadang suka gak nyambung kalau diajak ngobrol.
"Hadeh.." ucap adi sambil menepok jidat nya lalu berjalan ke meja dimana arya berada.
Kami berdua pun mengikutinya.
"Aryaaaaaa.. Ngapain loe?" seru rani .
Kusikut dia agar lebih berhati hati dalam berkata kata.
Rani malah cengengesan.
Ku tarik kursi yg ada di depan arya," kamu udah makan?" tanyaku.
Karena yg kulihat dia hanya memesan secangkir kopi saja.
"Belum. Nanti aja. Belum laper. Kamu mau pesan apa?" tanya arya balik.
Ku buka buku menu dihadapanku," bakso aja deh."
Arya memanggil pegawai kantin dan memesankan bakso untukku. Rani dan adi pun ikut memesan makanan juga.
Kami makan siang bersama. Tapi, tidak untuk arya. Dia tetap hanya menikmati secangkir kopi sambil sesekali menatapku.
Selesai makan ,kami kembali bekerja.
" kamu gak balik?" tanyaku ke arya yg sedang menyecap kopi sambil menatap keluar .
"Nanti. Gampang itu." ucapnya dingin.
"Ya udah. Aku balik kerja ya."
"Iya."
Seperti biasa, aku juga sudah terbiasa dengan sikap dingin arya. Tapi ,akhir akhir ini dia makin dingin.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=