pancasona

pancasona
Part 53 Serangan besar


__ADS_3

Malam ini keadaan sudah tenang. Kami beristirahat dikamar masing masing. Kejadian hari ini benar benar menguras tenaga dan pikiran kami .


Kini aku ada dikamar bersama rani . Ranjang nya cukup besar sehingga muat untuk kami berdua. Jen dan ayu di kamar sebelah.


Rani sudah tertidur pulas sejak satu jam yg lalu. Sedangkan aku?


Aku masih saja terjaga.


Yah-- beginilah aku , jika sedang ada hal yg mengusik pikiran dan hatiku , pasti aku akan sulit untuk terlelap .


Dan biasanya , yg ku lakukan adalah membuat secangkir kopi.


Aneh ya? Sulit tidur malah menyeduh kopi. Memang beginilah kebiasaanku yg sulit hilang.


Aku berjalan ke dapur. Sesekali aku berpapasan dengan anak buah hans yg memang bertugas menjaga rumah ini siang maupun malam.


Sampai didapur...


Arya?


Kulihat arya sedang meracik kopi juga. Hmm.. Dia ini juga sama sepertiku. Sering mengalami kesulitan tidur . dia suka sekali begadang ,bahkan hampir setiap malam.


"Kamu gak bisa tidur juga?" tiba tiba arya bertanya padaku tanpa menoleh sedikitpun ,padahal posisi nya dia memunggungiku.


"Kamu kok tau aku disini?" tanyaku lalu segera saja aku duduk didepan nya.


"Ya tau lah. Baunya dari jauh udah kecium." jawabnya ngasal.


Kucium baju ku lalu menatap tajam arya yg sedang tertawa cekikikan.


" bau wangi!!!" jawabku ketus.


Dia malah ngakak. Eh.. Dia bisa melucu juga rupanya.


Braaaakkk!!


Arya segera beranjak lalu mendekat ke jendela.


"Shiiiittt!!!" umpatnya.


Aku lalu ikut mendekat," kenapa?"


"Kita terkepung!!" ucapnya serius.


Saat kulihat diluar , ada beberapa orang yg merangsek masuk kehalaman berpakaian hitam hitam.


Black demon!!


"Nay!! Bangunin yg lain.. !!" suruh arya.


"Iya!!" aku segera berlari ke kamar wira ,jen dan yg lain nya. Mereka pun bangun juga dan kami bersiap untuk menyerang mereka .


Kusayat lagi lengan kiriku hingga mengeluarkan beberapa tetes darah . dan peluru gio pun semua di balur oleh darahku .


" sayang.. Udah.. Udah terlalu banyak darah kamu yg keluarin.." larang wira.


"Heh!! Loe gak liat ,tu penyusup banyak bgt . kita butuh darah dia lebih banyak!!" bentak gio.


"Iya,ra. Kenapa sih? Kamu mah aneh. Lagian nayla kuat kok. Dia biasa ikut donor darah . segini doang mah kecil. Iya kan ,nay?" seru rani.


Aku hanya tersenyum dingin.


"Aku cuma takut nayla lemes aja ,ran." bela wira.


"Serius kamu cuma takut aku lemes??!!" tanyaku.


Semua orang menoleh ke arahku dengan tatapan heran .


"Nay? Kenapa kamu nanya gitu?" tanya wira.


Aku tersenyum sinis melihat reaksi wira.


"Kamu siapa??" tanyaku datar.


"Aku?? Aku wira.. Kenapa kamu nanya gitu?"


"Bohong!!"


"Nay??"


Semua orang yg ada diruangan ini menatap kami berdua dengan tatapan bingung.


"Nay? Kamu ngigo? Itu wira!! Kenapa sih?" tanya dewa sambil mendekat padaku.


"Bukan!! Dia bukan wira ku!!" kataku lantang.


"Nay??" wisnu mendekat lalu menatapku seolah tidak percaya atas perkataanku barusan.


"Iya ,nu. Dia bukan wira! Aku juga gak ngerti ada apa sebenarnya ini . walau fisiknya sama. Tatapan matanya ,suaranya ,perhatian nya. Dia memang wira.. Tapi dia udah bukan wira ku lagi!!" kataku dengan kalimat bergetar.


"Itu bener!! Aku juga gak yakin kamu masih menjadi wira yg kami kenal dulu! " kali ini arya sependapat dengan ku.


Semua orang langsung menatap tajam wira. Bahkan gio ,menodongkan senjatanya ke wira . wira hanya menatap kami dengan tatapan iba .


Hatiku nyeri melihat nya sekarang. Sakit itu ,kembali kurasakan .


Wira yg ada dihadapanku sekarang ,bukan lah wira ku.


Semua orang menjauh dari wira.


Dia berdiri seorang diri disana.


"Nay.. Kenapa kamu bisa bilang gitu?" tanya dewa berbisik didekatku.


" aku baru sadar ,waktu dia ngobatin tanganku.. "


Flashback


"Kita obatin dulu yuk." wira lalu menggandeng tanganku dan membawaku ke sofa yg agak jauh didekat jendela. Dan mengambil kotak P3K lalu dengan sabar membersihkan ,mengobati dan membalut luka ku.


" sakit ya?" tanya wira.

__ADS_1


"Nggak kok. Biasa aja.."


Kulihat tangan wira bergetar.


Dan ada darah yg mengalir ditangan nya.


"Kamu berdarah tuh.." seru ku.


"Mana? " dia ikut melihat tangan nya.


Dan memang ada bekas darah di pergelangan tangan nya. Hanya saja luka nya sudah tidak berbekas lagi. Bahkan gelang tali couple kami juga hampir lepas.


" ya ampun sayang, ampe gelang nya gini. Sini aku copot aja, nanti aku betulin lagi." pintaku.


"Iya.. Lepas aja."


Kulepas gelang itu dengan perlahan.


Deggg!!!


Gak mungkin!!!


Rasanya seluruh kepalaku penuh dengan berbagai macam masalah.


Tato? Dipergelangan tangan wira dekat urat nadinya.. Ada tato seperti black demon!


Aku sedikit terpaku pada gelang wira yg satunya. Dia memakai 2 gelang sekarang. Setauku ,dulu hanya satu saja.


"Ini beli dimana?"penasaran.


"Oh itu,, di kasih sama pemimpin erez , ken"


Erez adalah Kelompok yg membantu wira dulu. Namun entah kenapa nama itu familiar sekali dipikiranku.


Erez?


Erebuz?


Kenapa hampir mirip yah?


Erebuz adalah nama black demon di masa lalu.


"Oh gitu ya.." sahutku sambil manggut- manggut.


Kutatap mata wira. Semua masih sama. Mata yg sama ,saat aku pertama kali bertemu dengan nya dulu.


Tapi,.... Dia sudah bukan wira ku.


Walau fisik nya sama.. Tapi, dia bukan wira ku.


Astaga!! Dia sudah menjadi salah satu black demon. Tapi bagaimana bisa?


Flashback end


\=\=\=\=\=\=\=


" sejak saat itu , aku sangat yakin. Kamu memang bukan wira!" kukatakan hal ini dengan kalimat yg bergetar. Kutahan sebisa mungkin air mata yg hendak menetes .


Rani membelai punggungku, bermaksud menguatkan ku.


Wira masih menunduk ,namun tak lama. Dia menatap kami satu persatu sambil menyeringai.


Tak lama dia tertawa.


"Hahahaha... Hm.. Kamu cerdas juga nayla..." ucapnya.


Semua orang seperti menahan amarah sambil bersiap jika sewaktu waktu wira menyerang tiba- tiba.


"Aku kenal wira udah lama. Jadi aku tau ,seperti apa dia. Sebenarnya dari awal aku udah ragu sama kamu. Tapi aku gak punya bukti apapun . dan sekarang ,aku benar benar yakin! " ucapku lantang.


Wira kembali tertawa.


"Dan kamu yg membocorkan markas ini kan??" arya ikut angkat bicara.


" hmm.. Iya. Itu betul sekali. Kalian lebih bodoh dari apa yg aku pikirkan. !!" seringai licik pun kembali kulihat dari wajahnya.


Keadaan makin kacau diluar. Para black demon ,makin merangsek masuk ke dalam dan beberapa teman teman kami pun terluka.


Hans ,jen ,adi , dewa pergi keluar membantu yg lain.


"Kalian gak akan bisa menang!!" kata wira.


Aku berjalan pelan ke wira, walau sempat dihalangi arya .


"Kamu... Siapa kamu!! Kenapa kamu jadi wira!" tanyaku dingin.


" nayla sayang.. Aku wira... Masa kamu gak kenalin aku? Aku beneran wira.." katanya lembut.


"Iya,aku tau kamu wira. Raga kamu memang wira tapi jiwa kamu iblis!!!" kataku dengan penuhi emosi.


Sriiiiiinnngggg!!!


Kuambil pedang panjang milik hans ,sambil terus berjalan mendekat padanya. Wira hanya tersenyum licik .


Entah kenapa , aku sangat membencinya saat ini.


" kamu mau lawan aku? Ayolah nayla.. Jangan sakiti diri kamu sendiri.. Kamu gak akan menang.." katanya dengan penuh keyakinan.


" jangan terlalu yakin . arya udah melatihku keras akhir akhir ini. "


Saat aku dekat dengan wira, dia tidak bereaksi apa apa. Dia sepertinya sangat yakin bahwa aku tidak akan bisa mengalahkan nya.


Dia tertawa sambil berkacak pinggang seolah meremehkan ku.


Kugenggam pedang ini kuat kuat dan kutarik seketika yg otomatis melukai telapak tanganku yg satunya lagi.


Sleeeebbbhhhh!!!


Kutusuk ke jantung wira. Dia melotot . entah kaget atau kesakitan.


Namun kulihat disudut bibirnya , mengeluarkan darah segar.

__ADS_1


"Nay..." suaranya pelan sekali.


"Apa? Sakit??" tanyaku sinis," Itu gak sebanding sama sakit yg aku rasakan ,saat kamu dateng dan berpura pura jadi wira!!!"


Kulayangkan pedang itu ke atas ,dan kutebas kepala wira hingga terlepas dan jatuh kelantai.


Tubuh wira seketika roboh.


Aku menangis..


Arya mendekat padaku dan mengambil pedang itu lalu membuangnya begitu saja. Dia lantas memelukku erat yg terus saja menangis.


Ayu ,wisnu dan gio membawa tubuh dan kepala wira pergi.


" kamu harus kuat ,nay. " bisiknya padaku.


"Aku bunuh wira dengan tanganku sendiri.. "


" ssstttt... Dia bukan wira. Tindakan kamu bener dengan membunuh dia.. Aku sayang kamu nayla.. Sangat.."


Braaaakkkk!!


Arya melepaskan pelukan nya ,lalu melihat ke pintu.


"Kamu masih kuat ,nay? "Tanyanya sambil melihat kawanan black demon yg mendekat pada kami.


"Masih!"


" ayo kita musnahkan mereka semua!!' ajak arya sambil meraih pedang miliknya.


"Tunggu!!"


Kugenggam pedang arya dan mengoleskan darahku hingga penuh ke pedang nya.


Setelah selesai ,arya bertarung melawan mereka dengan mudahnya.


Malam ini benar benar disebut perang. Semua teman teman dewa dan hans membantu kami. Bahkan murid murid padepokan milik keluarga ayu pun dikerahkan.


Semua turut andil.


Gio menempati lantai atas ,dan menembak musuk dari sana. Kehadiran nya benar benar sangat membantu kami.


Dia benar benar penembak jitu yg ulung. Tembakan nya tidak pernah meleset.


"Aaawwww...."


Aku terkena sabetan pisau dilenganku.


Makin lama badanku makin lemah. Bahkan rasanya aku pusing sekali. Mungkin karena sudah banyak darah yg ku keluarkan sedari tadi.


Arya yg sedang bertarung agak jauh dariku mulai cemas melihatku.


Sehingga beberapa kali dia sempat terluka dan terkena pukulan.


" nay!! Fokus!!" teriaknya.


Saat aku menoleh ke arah lain ,seseorang hampir saja mengarahkan pedang padaku.


Namun ,tiba tiba ada seorang pria yg menghalangi nya.


Dia tangkis pedang itu dengan trisula miliknya.


Dia tidak asing.


Walau aku belum melihat wajahnya ,namun aku rasa ,aku pernah melihatnya.


Postur tubuhnya tidak asing bagiku.


Braaakk!!


Dia dengan mudahnya melumpuhkan musuh -musuh dihadapan kami.


"Kamu gak papa?" tanyanya.


Saat dia berbalik badan, aku tercengang.


Tidak mungkin!


"Elang???!!!" pekikku.


Dia hanya menaikkan sudut bibirnya ," kenapa? Kaget gitu?"


"Kamu? Kok bisa disini? "


"Bisalah . aku utusan leluhur kamu. Tugasku menjaga keturunan tuan adibrata. " ucapnya pelan.


Adibrata adalah ayah dari sekar, jadi beliau adalah leluhurku.


"Hah? Masa? Kok aku gak pernah tau?"


"Ya rahasia lah. Kalau dikasih tau ,kebongkar deh penyamaran ku."


Jadi elang bukan anggota black demon? Fyuuuuuhhhh....


Lega sekali rasanya.


Dalam sekejap , kami berhasil menumpas habis black demon. Bahkan semua kami hancurkan.


Sampai ke akar akarnya.


Walau begitu ,dipihak kami juga banyak yg terluka dan tewas.


Tapi itu semua sudah menjadi resiko.


Kondisi rumah kacau sekali. Bahkan seperti telah terjadi gempa bumi.


" akhirnya kita berhasil!" ucap hans pada kami.


Semua orang terlihat kelelahan namun gurat kebahagiaan terus terpancar dari wajah kami semua.


Tubuhku makin lemah. Ringan sekali rasanya.

__ADS_1


Tak lama semua menjadi gelap.


\=\=\=


__ADS_2