
"Sabar Man.." bujuk Vita sambil memeluk Manda yang beruraian air mata.
"Mulutnya tu orang ngeselin banget deh, heran gue! Siapa sih tuh?" Umpat Kevin.
"Bego lu! Jelas jelas emak nya si Hasha kan! Pake nanya lagi! " kata Vita ketus.
"Eh Man.. Sebenernya Haga itu cowok yang waktu itu kan. Yang bikin elu nggak bisa lagi buka hati ke cowok lain? Iya kan?" Cecar Kevin.
Manda diam lalu melepaskan pelukan nya dari Vita. Di tarik nya nafas dalam dalam, "Iya. Dia orang nya" kata Manda mantap lalu beranjak membereskan barang barang nya.
"Eh elu, mau kemana?" tanya Kevin heran.
"Balik. Daripada aku disini malah bikin mereka ribut. Aku nggak mau. Aku nggak mau di bilang ini itu sama dia. Sakit Vin.. Vit.. " ucap Manda sambil memukul dada nya sendiri.
Vita menahan tangan Manda lalu kembali memeluknya. "Udah Man.. Jangan gini dong. Kamu nggak salah. Dia aja yang sirik sama kamu karena Haga cuma bisa sayang sama kamu kan? Udah ya... Jangan dipikirin" hibur Vita.
"Tapi tetep, aku mau balik sekarang." Ujar Manda sambil terus mengemasi barang barangnya.
"Oke.. Kita balik sekarang juga. Tunggu kita dong. Kita juga beres beres dulu nih. Sekalian aku pamit ke Bu Fatma." ujar Vita.
Manda terus saja mengemasi pakaian nya, Kevin dan Vita juga pergi ke kamar mereka masing masing untuk membereskan bawaan mereka juga.
Tok tok tok
Pintu kamar Manda di ketuk, lalu dibuka pelan dan muncul Haga dengan wajah muram.
"Maafin Sarah tadi ya, Ai. Dia keterlaluan. Maaf banget.." Ucapnya pelan sambil terus menatap Manda yang masih berkutat dengan tas miliknya.
"Iya" jawab Manda singkat tanpa menoleh sedikitpun ke Haga.
"Kamu mau kemana? Kok beres beres?" tanya Haga heran lalu mendekat ke Manda.
"Balik."
"Ai.. Please.. Maafin aku"
Manda menghentikan aktifitasnya lalu menatap Haga tajam.
"Nggak perlu. Kamu nggak salah. Dan satu lagi... Berhenti manggil aku 'Ai' bisa?"
"Tapi.. Aku... "
"STOP!! CUKUP HAGA! Aku bukan 'AI' kamu lagi! Inget kan?!.. "
Manda lalu segera menenteng tas nya dan keluar dari kamar. Haga terus mengejarnya. Untuk mendapat maaf dari Manda. Semua orang melihat pertengkaran Haga dan Manda. Namun hanya bisa diam tak berani berkomentar apapun. Hasha mendekat dengan ragu. Melihat hal itu Manda dan Haga menghentikan pertengkaran mereka.
"Tante mau kemana?" tanya Hasha sambil menatap tas yang di bawa Manda.
Manda mencoba tenang lalu mendekat ke Hasha.
"Tante harus balik sekarang, ada kerjaan yang harus di urus. Hasha baik baik ya dirumah" kata Manda sambil membelai pucuk kepala Hasha.
"Bohong!"
Manda terkejut mendengarnya.
"Tante bohong! Pasti karena Mama kan?" kata Hasha sambil melihat Manda dengan tajam.
Manda membeku, tidak tau harus menjawab apa. Bagaimana pun Hasha bisa melihat aura kebohongan yang terpancar dari nya.
"Hasha... Tante harus balik sekarang. Maaf ya, karena Tante.... Kalian..... "
"Ssssttttt... " Hasha meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Manda sambil menggeleng pelan. "Tante nggak salah kok. Hasha minta maaf ya kalau Mama tadi keterlaluan. " Hasha lalu segera memeluk Manda erat.
__ADS_1
"Besok besok Tante kesini lagi ya.. Hasha harus nurut sama Kakek, Nenek sama Papa. Inget, jangan mau kalau diajak jalan sama Tante yang kemaren atau sama siapapun juga, Hasha tau kan siapa yang manusia siapa yang bukan. Hasha pasti bisa bedain kan?" tanya Manda sambil membelai pipi Hasha.
Hasha mengangguk, "iya Tante"
Manda beranjak lalu mengusap pucuk kepala Hasha dan beralih menatap Nenek Hasha. "Tante.. Kami pamit. Maaf atas kejadian tadi. Saya.... Tidak bermaksud seperti apa yang dituduhkan Sarah.. Saya... "
"Nggak apa apa Nak Manda.. Saya tau seperti apa Sarah. Jangan di ambil hati ya" kata Bu Fatma sambil menepuk bahu Manda pelan.
"Iya Tante. Maaf kami sudah merepotkan. Terima kasih ya Tante.. "
"Nggak apa apa.. Saya senang kok ada yang datang ke rumah. Rumah jadi ramai.. Sering sering saja ke sini ya.. " kata Bu Fatma sambil menatap mereka bertiga.
"Insha Allah Tante, kalau gitu kami pamit" kata Vita lalu salim ke Bu Fatma.
Saat mereka semua sudah keluar sampai teras, Haga mengejar mereka dengan tergesa gesa.
"Yuk.. Bareng." Kata Haga lalu menuju mobil nya.
"Lah.. Ga.. Elu...? " seru Kevin sambil garuk garuk kepala.
"Kalian mau balik naik apa? Angkot? Lama.. Udah yuk. Kan kalian kesini bareng aku, ya pulang harus sama aku lah. " ucap Haga sambil masuk ke mobil nya.
"Tapi... " potong Vita.
"Udah buruan naik! " kata Haga dingin.
Tiba tiba Bu Fatma keluar dari dalam rumah nya dan memanggil manggil Haga dengan wajah panik.
"Baaaaang.. Sarah... " hanya itu kata yang terucap dari mulut Bu Fatma sambil menunjukan ponsel nya.
Haga yang hendak menstater mobilnya lalu menatap Ibunda nya.
"Kecelakaan.. " sambung Bu Fatma.
"Bawa aja mobil ku.. Aku masih ada urusan disini.. Titip Manda ya. Maaf.. " ucap Haga lalu masuk ke dalam rumah menemui Hasha putrinya.
Kevin melongo sesaat lalu masuk kedalam mobil Haga dan mengajak Vita serta Manda. Mereka akan kembali ke Medan tanpa Haga.
Hati Manda makin sesak. Sepanjang perjalanan Manda hanya terus diam sambil menatap keluar jendela. Air mata sesekali jatuh tanpa malu malu.
Sampai.
Manda segera membuka pintu samping nya lalu segera masuk ke rumah dan menuju kamarnya.
Kevin dan Vita menghela nafas, melihat keadaan sahabat mereka. Mereka paham, jika sedang seperti ini, Manda hanya ingin sendiri. Tidak mau ditemani.
Tok tok tok..
"Maaaaaaan.. Makan apa nih? Gue laper... " kata Vita di depan pintu kamar Manda dengan posisi menyenderkan kepalanya di pintu kamar Manda.
Ceklek.
Buuuug!
"Waduuuuuuh. Mandaaaaaaaa.." Vita jatuh tersungkur begitu saja.
Manda hanya menaikan sebelah alisnya dan bertanya tanpa rasa bersalah. "Ngapain sih, Vit?"
"Pake ditanya lagi.. Dasar..!!! Jatuh bego! " gerutu Vita.
Sedangkan Kevin malah tertawa ngakak. "Beli makan yuk.. Laper nih.. Udah malem juga kan" ajak Kevin sambil memakai jaketnya.
"Kalian aja deh.. Aku nitip aja ya.. Aku mau nyelesein tulisanku nih.. Udah deadline.. " ujar Manda yang sedang memeluk laptop nya lalu berjalan menuju sofa di depan TV.
__ADS_1
"Man.. Ikut aja yuk. " ajak Vita.
"Enggak ah. Males. " ucap Manda.
"Yakin? " tanya Kevin sekali lagi.
"Bawel.. Udah sana ah.. Buruan.. Laper nih" kata Manda sambil mendorong Kevin agar segera pergi.
"Iya iya.. Sabar napa, Buk" ucap Kevin lalu segera pergi bersama Vita.
Suasana rumah sudah sepi, Manda menyalakan laptop nya di meja dekat Tv. Tv sengaja dia nyalakan, agar rumah tidak begitu sunyi.
Tok!
Terdengar kaca jendela teras di ketuk sekali. Manda sedikit was-was. Bulu kuduknya meremang. Perlahan dia beranjak dari duduknya dengan membiarkan laptopnya terus menyala. Hawa sekitarnya agak panas. Dia berjalan ke dekat jendela.
Di sibak nya korden di hadapan nya, mata nya terbelalak. Dia mundur teratur. Ada sesosok kuntilanak merah sedang berdiri di depan rumah. Terus menatap rumah itu dengan sorot tajam. Manda mundur perlahan. Pikirnya, lebih baik menghindari makhluk itu daripada harus menghadapinya.
tok!
Kembali jendela diketuk. Manda makin mempercepat langkahnya, namun karena tidak melihat kebelakang, dia tersandung kaki meja dibelakangnya dan terjatuh.
Bug!
"Awwww..!! " teriak Manda sambil memegangi kepalanya yang terbentur sudut meja.
Dia mencoba berdiri, namun dia terkejut saat melihat sosok kuntilanak tadi ada di sudut ruang tengah. Dia diam sejenak sambil menelan ludah berkali kali. Rasa takut nya perlahan memudar, di tatapnya makhluk itu dengan sorot tak kalah tajamnya.
"Mau apa kamu!!!" tanya Manda datar.
"Hihihihi... "
"Pergi!! "
Kuntilanak itu hanya menggerak gerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri lalu tersenyum mengerikan. Mulutnya penuh bekas darah.
"Audzubillahiminas syaitonirojiiiim.... " manda melafalkan beberapa amalan doa.
Kuntilanak itu menggeram keras. Lalu berusaha melayang ke arah nya. Namun dalam jarak 1 meter saja, soaok tadi terpental lalu menghilang begitu saja.
"Assalamualaikuuuuuuum... " kevin dan Vita masuk kedalam rumah dengan menenteng beberapa kantung plastik.
"Wa alaikum salam.. " sahut Manda lalu berjalan ke meja dimana laptopnya masih menyala. Keringat dingin bercucuran di dahi nya. Dia kembali berkutat dengan laptopnya setelah sebelumnya meraih tissue dan mengelap keringat nya.
"Kenape, Mak?" tanya Vita sambil menghempaskan tubuhnya di sofa.
"Gerah.. " jawab Vita cuek.
Kevin mendekat lalu menempelkan punggung tangan nya di dahi Manda.
"Sarap elu yak? Ujan gitu loh diluar. Gerah dari mana nya, Bu" umpatnya.
"Suka suka gue!" Sahut Manda santai.
"Bujug buset.. Yang lagi kesel gegara patah hati... " ledek Vita.
Buggg!
Sebuah bantal duduk mendarat manis di muka Vita.
"Mandaaaaaaaaaaaaaa!!! "
"Ups... "
__ADS_1
\=\=\=\=\=