pancasona

pancasona
12. Sarah


__ADS_3

...Jangan hanya karena kamu mencintainya, maka dia juga harus mencintaimu, karena tidak semua cinta bisa dipaksakan....


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Adzan subuh berkumandang, Manda mulai mengerjap ngerjapkan matanya. Hasha masih memeluk tubuh Manda erat. Tidur nya terlihat nyenyak. Perlahan Manda melepaskan pelukan Hasha. Di belainya kepala Hasha dan di kecup nya pelan.


Tok tok tok


Manda segera membuka pintu kamar dan mendapati Haga sedang berdiri di luar.


"Eum.. Hasha belum bangun?" tanya Haga sambil melihat anaknya yang masih ada di balik selimut.


"Masih tuh, semalem kami ngobrol ampe malem. Masih ngantuk kayaknya Hasha. Eh kalian balik jam berapa tadi malem? Gimana kemaren?"


"Balik agak malem, udah oke semua kok. Eum.. Tadi malem, pas aku nyari Hasha, kata mama lagi sama kamu. Makasih ya udah jagain Hasha tadi malem", kata Haga.


"Santai aja. Aku mau ambil wudhu" kata Manda.


Manda berlalu dari hadapan Haga yang masih terdiam di depan pintu kamar nya.


Pukul 07.00 sarapan sudah siap, semua berkumpul di ruang makan untuk menyantap hidangan pagi ini bersama.


"Maaf ya seadanya" kata Bu Fatma.


"Nggak apa apa Tante. Enak banget keliatan nya" sahut Kevin yang tanpa malu malu langsung mengambil nasi.


Vita yang duduk disampingnya menyikut Kevin yang terlihat tidak tau malu.


"Kenapa sik?" kata Kevin sambil menatap Vita heran.


"Dasar nggak tau malu, yang punya rumah aja belum ngambil makan, Elu nya udah nyerobot duluan!," kata Vita kesal.


"Laper gue loh, salah ya?" tanya Kevin dengan tatapan memelas.


"Mandaaaaaa... Kevin nih ah", decak Vita geram.


Manda hanya menekan kepala nya sambil geleng geleng.


"Udah.. Udah.. Nggak apa apa, yuk di makan" suruh Pak Ikhsan.


"Iya Om.. Tuh kan nggak papa Taaaaa" timpal Kevin. Dan Vita pun mengacak acak rambut Kevin karena kesal.


"Hasha makan yang banyak" kata Haga sambil membelai kepala anaknya.


Hasha tersenyum lalu menoleh ke Papa nya.


"Pa.. Nanti aku mau jalan jalan sama Tante Manda, boleh?" tanya Hasha pelan.


Semua mata langsung menatap Hasha dan Manda bergantian.


Kevin dan Vita berdehem bermaksud meledek Manda. Karena sungkan, Manda melotot ke arah mereka berdua. Bermaksud menyuruh mereka berdua diam.


"Boleh kok, emang nya mau kemana sama Tante Manda?" tanya Haga menanggapi putri kecil nya sambil sesekali melirik Manda yang menyibukan diri dengan sarapannya.


"Ke Istana Maimun, habis nya Papa sibuk terus. Manda kan pengen jalan jalan" rengek Hasha sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada.


Haga terkekeh, "maaf ya, Papa sibuk akhir akhir ini"


"Nah, Papa nya ajak aja sekalian Hasha, biar rame. Nanti kalau kalian berdua aja, bisa nyasar loh, Tante Manda kan orang nya gampang bingung di tempat baru. Suka nyasar nyasar gitu loh" bisik Kevin yang mulai iseng.


"Iya, bener tuh, masa Papa nya santai santai aja, anak nya pergi sendiri gitu. Sekali- kali luangin waktu dong, buat anak.." sindir Bu Fatma.


"Bener banget tuh Tante" kekeh Kevin.


"Iya, kalau bertiga kan lebih rame tuh" timpal Vita ikut ikutan.


"Ayo Pah. Bener kata Om Kevin sama Tante Vita" paksa Hasha sambil menarik narik tangan Papa nya.


Haga menatap Manda yang masih membuang muka, berpura pura tidak peduli pada keadaan sekitarnya.

__ADS_1


"Oke. Jam berapa kita berangkat?" kata Haga semangat.


Manda tersedak saat mendengarnya, Vita menepuk nepuk punggung Manda diiringi senyum nakal.


"Habis ini aja Ga!" kata Kevin semangat.


"Iya itu, setuju Mama. Mumpung kamu libur, terus pas dirumah. Luangin waktu buat anak.. Sibuk aja... Bla... Bla... Bla.. " Bu Fatma mulai ngomel karena kesal dengan Haga yang memang akhir akhir ini sering sibuk, bahkan jarang pulang untuk menemui anaknya.


"Iya Ma.. Iya.. Iyaloh... " sahut Haga yang tidak bisa mengelak lagi.


Manda menaikkan sebelah bibirnya mendengar Bu Fatma memarahi Haga. Haga juga senyum senyum melihat Manda, sekaligus senang karena mereka berdua akan pergi bersama nanti.


\=\=\=\=\=


"Kalian ikut aja napa.. Yuk ah. Masa disini aja?" bujuk Manda ke Kevin dan Vita saat mereka ada di kamar Vita.


Vita yang sedang berdandan lantas menoleh ke Manda, "Denger ya sayangku, aku udah janji sama Bu Fatma mau diajakin ke pasar nih. Kasian sendirian loh" ujar Vita.


Kevin yang asik bermain game pun menyahut, "Gue mau bersihin kolam ikan nya Pak Ikhsan. Gak bisa. Lagian tinggal pergi aja napa sik. Susah amat. Hasha kan deketnya ama elu. Bukan kita.. Ya kan, Vit?" kata Kevin masih sambil serius dengan ponsel nya. Vita mengangguk semangat.


Ceklek.


"Tante.. Ayok.. Kita udah siap. Nanti kesiangan loh", Hasha sudah berdiri di depan pintu dengan memakai setelan baju berwarna pastel dengan bando di kepalanya, rambutnya panjang terurai. Wajahnya sumringah dan terlihat bahagia sekali.


Manda menoleh lalu tersenyum.


"Ayok.. Udah siap kok nih" ucap Manda sambil meraih tas kecil yang biasa dia bawa lalu menggandeng tangan Hasha keluar.


"SUKSES MAAAAAN" teriak Kevin dari dalam kamar.


Sampai di teras, Haga sudah menunggu sambil duduk di kursi santai. Dan saat melihat Manda dan Hasha keluar, dia tersenyum tipis.


"Yuk.. Udah siap?" tanya Haga sambil menatap dua wanita di hadapan nya secara bergantian.


"Siiiiaaaaap" teriak Hasha semangat.


"Loh.. Hasha.. Tante belakang aja " seru Manda seketika.


"Enggak mau, Tante didepan. Hasha mau di belakang. Hasha nggak suka duduk depan. Panas. Kalo kita berdu di belakang, kasian Papa dong. Nanti dikira Abang grab" jawab Hasha sambil cekikikan karena melihat Papa nya melotot diiringi seringai penuh dendam. "Awas kamu ya, nggak Papa beliin es krim" ujar Haga sambil menunjuk putri semata wayang nya.


Hasha kemudian masuk kedalam mobil sembil cekikikan. Perjalanan ke Istana Maimun yang mereka tuju memang butuh waktu yang tidak sebentar. Setelah hampir lebih dari 30 menit, mereka sampai juga di Istana Maimun. Dari luar tampak ramai. Karena banyak kendaraan yang terparkir di sini. Maklum saja karena ini weekend, pasti beberapa tempat wisata akan ramai di kunjungi.


Hasha terus menggandeng Papa nya dan Manda tentunya. Di sini lebih mirip ke Museum Kerajaan melayu. Karena ada singgasana Raja serta pakaian adat melayu yang bisa di pakai pengunjung untuk sekedar mengabadikan moment bersama pasangan maupun keluarga saat mendatangi tempat ini. Merasakan duduk di singgasana Raja lengkap dengan pakaian adat nya. Dan mereka bertiga pun mendapat beberapa foto, Hasha sangat berantusias hari ini. Bahkan dia rela menjadi fotografer dadakan untuk memfoto Papa nya serta Manda. Dia sengaja melakukan itu karena Hasha senang melihat kedekatan Papa nya dan Manda.


Hingga suara adzan dhuhur berkumandang, mereka memutuskan sholat dhuhur berjamaah. Begitu lengkap formasi seperti ini. Ada Haga, Manda dan Hasha bersama sama. Kehangatan yang sudah lama sekali tidak Hasha rasakan, bahkan Haga pun berpikiran sama. Begitu juga dengan Manda. Mereka bertiga bahagia.


"Laper.. " rengek Hasha sambil memegangi perutnya.


"Hasha mau makan apa sayang?" tanya Manda sambil jongkok di depan Hasha.


"Apa aja deh Tante. Hasha pasti suka" sahutnya dengan masih dengan terus menyungging senyum di bibirnya.


"Kita cari makan yang deket aja deh ya" kata Haga sambil tengak tengok sekitarnya.


Akhirnya mereka bertiga makan di salah satu kedai makan pinggir jalan yang paling bersih. Tanpa ada jin penglaris seperti tempat makan lain.


Setelah memesan makan, mereka menunggu sambil saling mengobrol satu sama lain.


Hingga saat sore tiba, mereka memutuskan pulang. Hujan sedang mengguyur kota ini dengan cukup lebat. Dalam perjalanan pulang, Hasha tertidur dengan nyenyak nya di kursi belakang.


"Makasih ya, Ai" kata Haga sambil fokus menyetir namun matanya sesekali melirik ke Manda yang duduk di samping kursi kemudi.


"Sama sama. Aku juga seneng kok bisa jalan jalan. Itu Istana yang pernah kamu ceritain dulu kan ya?" tanya Manda.


"Iya. Hasha seneng banget tuh" kata Haga sambil melirik putri nya yang tertidur dengan lelap nya berselimut sweeter milik Manda.


"Iya, makanya kamu sering sering ajak tuh anak kamu jalan jalan. Jangan kerja mulu, dasar!" sindir Manda. Haga menanggapinya hanya dengan senyum senyum saja.


Sampai di halaman rumah Haga, ada sebuah mobil terparkir disana. Sekilas wajah Haga terlihat kurang nyaman. "Hasha... Sayang.. Bangun nak.. Udah sampai nih" kata Haga sambil mengusap pipi Hasha.

__ADS_1


Hasha pun bangun, lalu menggeliat sebentar dan duduk sambil melihat ke sekitar. "Mama?" ucapnya seketika saat melihat mobil merah di samping mobil Haga.


Mama?


'Mungkin kah dia.... SARAH?" batin Manda.


Mereka bertiga turun dari mobil lalu berjalan menuju teras, sudah ada Nenek Hasha yang sedang mengobrol santai dengan seorang wanita muda yang cantik dengan kaca mata hitam bertengger di kepalanya. Pakaian nya elegan dan mewah. Namun, aneh nya Hasha justru bersembunyi di balik tubuh Papa nya.


"Eh, udah pulang... Mama dateng nih" seru Bu Fatma sambil mengulurkan tangan nya ke Hasha agar mendekatinya.


Tanpa Manda duga, reaksi Hasha justru di luar dugaan nya. Hasha tidak mau mendekati Mama nya. Justru malah makin mengeratkan pelukannya pada kaki Papanya.


Melihat hal itu, Sarah beranjak dan mendekati putri nya. "Sayang.. Dari mana? Mama tungguin dari tadi.. Tuh ada kue kesukaan kamu. Tadi Mama sekalian beli" ajak Sarah.


Hasha malah menggeleng kencang, "Hasha ngantuk" lalu Hasha berlari masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamar nya.


Brakk!


Semua orang terdiam dan saling pandang satu sama lain. Sarah lalu menatap tajam Manda.


"Siapa dia?" tanya Sarah sinis.


"Ini Manda, Sar.. Temen kerja Haga, Manda sama dua orang kawan nya dari Jawa, terus mau sebulan yah di sini. Betul kan Nak Manda" tanya Bu Fatma ke Manda yang sedari tadi berdiri mematung.


"Oh jadi ini si Manda. Amanda kan?" tanya Sarah sambil melipat kedua tangan nya di depan dada nya.


"Loh kalian sudah saling kenal?" tanya Bu Fatma.


"SARAH!!" bentak Haga.


"Ini.. Kebetulan atau akal busuk kamu, buat ndeketin Haga lagi? Jadi kamu udah tau, kalau aku sama Haga udah pisah, terus... Kamu mulai deketin Haga lagi. Iya gitu?" cecar Sarah.


Bu Fatma bingung dengan situasi ini, lalu ikut mendekati mereka bertiga.


"Ada apa ini?" tanya Bu Fatma.


"Mama tau nggak siapa dia?" tunjuk Sarah ke depan wajah Manda yang sedang meredam emosi sedari tadi.


"Manda? Temen kerja Haga kan? Memang nya kenapa, Sar?" tanya Bu Fatma.


"DIA...! PEREMPUAN ITU, MA! iya kan, Ga! Dia janda yang kamu suka dulu kan!! Yang bikin kamu sempet nolak aku!! Dia kan orang nya!! " teriak Sarah.


"SARAH!" bentak Haga.


Kevin dan Vita lalu ikut mengintip dari balik korden ruang tamu.


"Kenapa? Belain aja terus dia. Belain terus! Aku emang nggak pernah bisa ada di hati kamu kan? Cuma ada janda gatel ini!!" Maki Sarah dengan emosi yang menggebu gebu.


"SARAAAAH!! JAGA MULUT KAMU!!" bentak Haga lagi.


"Kenapa? Salah ? aku semarah ini? Hah? Salah? Kamu!! " tunjuk Sarah ke Manda yang masih diam memendam emosi. "Sengaja kan? Kamu dateng kesini buat deketin Haga lagi! Dasar gatel!!"


Manda menarik nafas dalam dalam, lali menatap Sarah dengan sorotan mata yang tajam dengan menahan air mata yang sejak tadi ingin tumpah.


"Denger ya Sarah, aku... Nggak seperti apa yang kamu pikir! Aku disini.. Bukan karena sengaja, tapi memang karena ada kerjaan. Dan aku nggak tau kalau ternyata Haga juga satu perusahaan sama aku!" Bela Manda.


"Cih.. Bullshit!! Munafik!! " maki Sarah.


"Percuma ya ngomong sama kamu! Permisi" kata Manda sambil masuk ke dalam rumah menuju kamar diikuti teman teman nya.


"Kamu!! Keterlaluan!! " ucap Haga lalu ikut masuk kedalam rumah menuju kamar Hasha.


Bu Fatma menghela nafas panjang sambil geleng geleng kepala.


"Mending kamu pulang aja deh" kata Bu Fatma sambil menepuk bahu Sarah.


Sarah pun pulang dengan perasaan kesal.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2