
Pagi ini,seperti biasa aku berangkat ke kantor bersama rani.
Dan atas rekomendasi wisnu,aku akan membantu mas reza,kakak wisnu,utk mengurusi masalah kantor.
"Nay, mau aku bikinin kopi?"tawar adi saat aku baru saja sampai di kantor.
Aku menoleh padanya dan tersenyum tipis,"boleh banget. Kalo kamu gak repot" sahutku.
"Enggak repot kok,nay.sebentar ya." adi segera keluar ruangan.
Kubereskan beberapa dokumen yg ada di mejaku.lalu tak lama,mas reza masuk keruangan ini.
"Nayla mana nayla??" tanyanya sambil mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan.
"Pak reza.." sahutku.
"Lah,kamu kenapa disini ,nay?"tanya mas reza sambil berkacak pinggang.
"Emangnya aku harusnya kemana?"tanyaku sambil planga plongo.
"Ya ampun ,nayla... Kan kamu gantiin wisnu sekarang.ya kamu harusnya stay di ruangan wisnu donk.."
"Oh gitu? Eum..gak bisa apa mas,kalo aku disini aja.hehe"
"Is is is.. Ya enggaklah.. Ayok pindah.pokoknya ,selama wisnu belum balik,kamu yg harus ngurusin kerjaan dia.aku udah pusing ,nay.gak mungkin aku urus semua sendiri."
Mas reza lalu menarik tanganku .
"Eh.eh.eh... Iya iya.. Aku angkut dulu barang barangku ya.."pintaku.
Dia menoleh ke mejaku yg berantakan lalu mengangguk.
Tak lama adi datang,"thanks ya ,di" ku sambar kopi yg ada ditangan nya.lalu berjalan keluar ruangan menuju ruangan wisnu.
Ruangan nya cukup luas.ada sofa panjang yg dilengkapi dgn tv besar dan toilet juga.
Pokoknya enak deh.
Kuhempaskan tubuhku di kursi milik wisnu.dimeja kerjanya ada fotoku dan wisnu yg kami ambil saat jalan jalan beberapa bulan lalu.aku tersenyum melihat nya.
"Oke.. Cukup nayla. Kembali bekerja. Kerjaan kamu banyak..gak usah santai santai terus" aku berbicara sendiri.
Yah-- salah 1 kebiasaanku adalah ini,ngomong sendiri.
Selama beberapa menit,aku berkutat dgn beberapa dokumen di meja.
Hingga sampai ada seseorang yg mengetuk pintu ruanganku.
"Yaa..masuk ajaaa.."
Muncul lah adi dgn menenteng beberapa map dgn gaya khasnya.
"Kenapa ,di?"
"Ini nay,ada beberapa yg harus kamu liat.." dia lalu menyodorkan map biru itu padaku.
Ceklek.
Sekarang ana yg masuk ke ruanganku.
"Maaf ,bu nayla.. Nanti siang ada meeting sama klien."
"Oh gitu?jam brp?"tanyaku yg masih fokus dgn map dari adi.
"Jam 1 siang.di resto yg biasanya.
"Oh gitu..oke deh. Kamu siapin aja yg harus dibawa "
"Mmm.. Maaf,bu.. Saya mau ijin pulang awal.."kata ana dgn muka memelas.
__ADS_1
Otomatis aku yg dari tadi fokus dgn map didepanku,akhirnya menatap nya.
"Kenapa?"
"Anak saya sakit ,bu. Mau saya bawa ke dokter."
Aku terdiam beberapa saat.
Kini aku menatap adi yg sedari tadi diam sambil terus menunduk.
"Ya udah gak papa. Di.. Kamu temenin aku ya,gantiin ana.."
Adi gelagapan,"tapi ,nay...aku..aku gak bisa.."
"Is. Gak bisa apaan.justru menurut aku,kamu itu yg paling bisa diandalkan.udah! Gak usah bawel.. Sana,siap2 deh. Kita skalian makan siang aja disana."pintaku dgn nada datar."ana,kamu mau balik sekarang,ya udah sana ..gak papa kok.."
Akhirnya setelah ana pulang,aku dan adi pergi meeting bersama.
Sampai di resto itu,kami lalu masuk dan ternyata klien kami sudah datang.
Seorang pemuda berpenampilan layaknya ceo pada umumnya,memakai setelan tuxedo mahal dgn penampilan maskulin,disampingnya ada seorang wanita berumur sekitar 35 tahunan,yg ku duga adalah sekretarisnya.
"Selamat siang pak daneil.. Maaf menunggu lama.." ku jabat tangan mereka berdua bergantian.
"Selamat siang juga bu nayla. Oh tidak apa.kebetulan saya yg datang terlalu awal tadi.silahkan duduk.."ucapnya ramah.
Kami lalu membahas tentang masalah pekerjaan selama beberapa menit ke depan.
Dari ujung ekor mataku,aku merasakan kehadiran seseorang disampingku,kulirik sekelilingku,dan ada seorang pria berpakaian serba hitam tengah duduk sendirian tak jauh dariku.
Entah kenapa kalo udah liat orang dgn penampilan seperti ini,pikiranku langsung jelek aja.
Arya mana ya?
Ku edarkan pandanganku ke sekeliling mencari keberadaan arya.
Namun,tidak nampak batang hidungnya.sementara itu,pak daniel-- klien ku selalu saja menggodaku.tatapan nya sungguh membuatku risih.namun tdk ku gubris sama skali.hanya kulemparkan senyum tipis menanggapinya.rasanya ingin ku lempar piring dihadapanku ,tapi aku bakal diomelin mas reza pasti nanti.jadi kutahan sebisaku.
Degg!!
Apa dia bilang?jen?
Aku menatap tajam dirinya.sikapnya makin aneh.dia pasti bukan orang sembarangan.dia tau jen!jangan jangan dia....
Tiba tiba dia menodongkan pistol padaku.aku terperanjat kaget,begitu juga dgn adi.
Dan dibelakang kami,kini muncul beberapa orang,aku yakin mereka anak buah daniel.
"Siapa kamu!!!" tanyaku lantang.
"Nayla..nayla...nayla.. Kamu masih belum paham yg terjadi?"
Aku terdiam membeku.
Mana arya gak keliatan lagi.
Daniel menarik pelatuk pistol ditangan nya yg membuat hatiku berdebar tak karuan.
Bisa mati aku!gumamku dalam hati.
Brakkkk!!
Tiba tiba adi membalikkan meja didepan kami.lalu menarikku bersembunyi di bawahnya.
Aku terperanjat kaget melihat reaksinya yg tdk kuduga sebelumnya.
"Nay,siap??"tanya adi bikin aku bingung.
"Hah??siap apa?"aku plang plongo.
__ADS_1
Adi mendengus sebal,lalu dia melempar semua kursi disekitar kami dan mengenai mereka yg ada disini.
Aku benar benar takjup melihat adi yg dgn cekatan berhasil mengalahkan mereka semua.
Namun,daniel keburu menarikku ke dekapan nya.dia tertawa penuh kemenangan.
Adi menatapku nanar,keringatnya sudah membasahi wajahnya bahkan pakaian nya sudah basah.
15 orang berhasil dia jatuh kan dalam beberapa menit.
Siapa dia?
Dia bukan sembarangan.
Saat daniel mengambil sebilah pisau dari punggungnya,tiba tiba ada sebuah boomerang terbang ke arah kami.
Aku yg kaget lalu langsung menunduk dan boomerang itu mengenai daniel hingga wajahnya berdarah.
Dia berteriak kesakitan.
Dan tak jauh dari tempatku berdiri,ada arya yg datang dgn sebuah tongkat yg panjang.
Dia berdiri menatap ku dingin.adi lalu menarikku menjauh dari daniel yg masih kesakitan.
Arya mendekati daniel dan memainkan tongkatnya.
Daniel menyeringai,sepertinya apa yg dia alami tdk seberapa.
Daniel pun mengambil sebuah pedang yg dibawa oleh anak buahnya.
Arya dan daniel akan bertarung.
Tatapan mata kedua sangat menyeramkan,ada banyak kebencian dan dendam yg terpancar disana.
Plak!!
Ku pukul punggung adi yg kini berdiri didepanku.
"Ish.. Nayla!! Sakit tauk!!" gerutunya sambil menepuk nepuk punggungnya.
"Kamu nih!! Kamu siapa sih??kamu kelompoknya siapa???"tanyaku menyelidik.
"Ya ampun,pake ditanya lagi.. Ya jelas kelompoknya arya lah!! Masa mesti aku jelasin lagi ,nay???"ucap adi ketus.
"Hahahaha" aku malah ngakak melihat reaksinua yg meluap luap seperti itu krn selama ini yg kutau dia ini manusia paling lempeng,alias datar tanpa ekspresi yg berlebihan selama ini.
"Kok ketawa?"
"Lupain lupain.. "Kembali aku fokus melihat arya yg bertarunf dgn daniel.
Gimana cara menjelaskan ke mas reza nanti ya?
Ah-- bodo ah. Biar aja..
Dan setelah beberapa menit kemudian arya berhasil memukul mundur daniel beserta kawanan nya dibantu adi juga.
"Sorry,nay.. Aku agak telat tadi.."
Ucap arya dgn sedikit terengah engah.
"Iya gak papa kok "
Kami lalu kembali ke kantor.
Jadi adi ini,memang salah satu kelompok nya arya.dia memang di tugaskan membantu ku selama di kantor.
Krn beberapa anggota black demon sudah mulai memasuki kantor dan menyamar menjadi entah siapa.bisa OB,security bahkan rekan ku sendiri.
Arya menyuruhku lebih waspada lagi terhadap mereka dan mulai membatasi pergaulanku di kantor.
__ADS_1
Kalau bisa tdk perlu dekat dgn yg lain kecuali rani dan adi.
\=\=\=\=