
...Mungkin hanya ada kata kata "tidak ada kata terlambat" untuk hubungan kita, aku yakin kamu pasti masih menyimpan rasa yang sama sepertiku....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Pagi Mandaaaaaa..." sapa Kevin sambil duduk manis di kursi meja makan sembari menunggu Manda selesai menyiapkan sarapan.
"Pagi.... " jawab Manda lemas.
"Masak apa, Say.. " sapa Vita sambil merangkul Manda.
"Nasi goreng... " jawab Manda masih malas malasan.
"Suntuk amat tu muka..? "
"Apaan? Biasa aja.. " sahut Manda lalu mematikan kompor dan menghidangkan nasi goreng ke piring. "Udah.. Makan tuh.. " kata Manda lalu malah ngeloyor masuk ke kamarnya.
"Ehhh.. Eluu kagak makaaaaan?! " teriak Kevin.
"Males ... "
Sementara Manda mandi, Kevin dan Vita sarapan.
"Yuk... Berangkat. Jam Berapa nih... " ajak Manda sambil memakai jam tangan miliknya.
"Kamu gak sarapan, Man?" tanya Vita.
"Nanti aja deh... Belum pengen... Yuk ah. Andre tar ngomel kalau kita telat. " ajak Manda lalu berjalan keluar diikuti Kevin dan Vita.
Sampai di kantor, sudah banyak karyawan yang datang. Haga pun ternyata baru sampai dan sedang mengobrol dengan teman nya. Lalu saat Manda datang haga menoleh dan
terus menatap Manda. Manda yang sadar sedang di tatap Haga, malah membuang muka.
Andre datang dengan Arifin.
"Laah.. Fin? Kirain udah balik ke Jakarta?" sapa Kevin sambil tos ala ala pria.
"Belum. Masih ada urusan disini. " Arifin menyalami Kevin, Vita dan Manda bergantian. "Eh, Man... Gimana? Aman?" tanya Arifin penuh arti.
"Woles. " sahut Manda cuek lalu segera berjalan ke lantai atas diikuti teman teman nya.
"Eh, Ga.. Ni konci mobil elu.. " ucap Kevin sambil memberikan nya ke Haga.
"Oh.. Heem" ucap Haga masih saja beberapa kali melihat Manda yang mulai menghilang di ujung tangga.
Manda segera meletakan tas nya di meja miliknya lalu segera berkutat dengan pekerjaan nya.
"Nih.. Kamu belum sarapan kan" Haga meletakkan segelas susu hangat dan sandwich isi yang baru di beli nya tadi.
"Eh.. Apaan sih. Nggak us..... "
"Ssst... Diem. Tinggal di makan sama di minum juga. Pake nolak. "Potong Haga.
Manda diam lalu menatap Haga sinis, tak lama di teguk nya susu hangat itu agak banyak.
"Nah gitu.. " kata Haga senang.
"Isss... Apa sih! " ujar Manda sinis.
Selama beberapa jam di kantor Manda banyak diam. Kebetulan mereka harus lembur hingga pukul 19.00
"Pulang yuk pulang.. Buat besok lagi.. " suruh Andre ke semua karyawan nya.
"Yeaaaahh... Gitu dong Bos. Capek tau.. " gerutu Kevin.
Mereka pun bersiap akan pulang. Saat Manda akan turun tangga, Haga menghadang nya.
"Yuk.. Ikut aku... " kata Haga sambil menarik tangan Manda.
"Eh loh.. Apaan sih!! Mau kemana Haga!!" teriak Manda.
Haga tidak menggubris teriakan Manda hanya terus menggandengnya menuju parkiran.
"Mereka? " tanya Andre heran sambil menunjuk Manda dan Haga yang menghilang di balik pintu.
" ya gitu.. Mereka kan ada ehem, Ndre. " sahut Kevin dengan kedua tangan yang dimasukan kedalam saku celana nya, memandang lurus di tempat Manda dan Haga menghilang.
"Kok bisa? "
"Lah.. Si Bos.. Itu tuh si Bee.. Bee.. itu loh. Yang dulu pernah deket sama Manda" timpal Vita.
"Bee? Bentar bentar.. Maksud kalian.. Itu si Haga yang waktu itu deket sama Manda? "
Kevin dan Vita mengangguk bersamaan. Diikuti Andre yang mulai manggut manggut paham.
\=\=\=\=\=
"Kita mau kemana sih?!" teriak Manda sambil berusaha melepaskan tangan Haga yang masih menggenggamnya erat.
Haga berhenti lalu menatap Manda dalam dalam. "Aku mau ngajak kamu liat bintang di bumi. "
"Hah? " tanya Manda sambil menampilkan wajah keheranan.
"Udah yuk ikut aja.. " Haga kembali menggandeng Manda dan menuntunnya ke mobil milik Haga. Dan Manda? Dia kini pasrah saja.
Dalam perjalanan Manda banyak diam dan sebaliknya Haga yang sangat berantusias mengajak Manda ngobrol.
"Eum.. Soal kemarin.. Aku minta maaf ya.. " celetuk Manda, "aku... Bener bener nggak sengaja... "
"Ssttttt... Udah ya, Ai.. Lupain. " ucap Haga sambil membelai wajah Manda lembut.
Manda bahkan sampai menelan ludah berkali kali mendapat perlakuan Haga tersebut. Hingga tak terasa mereka sampai di tempat yang di maksud.
PENATAPAN.
" waaaah... " seru Manda begitu sampai di tempat yang Haga maksud.
__ADS_1
Haga hanya memandang Manda yang terlihat takjup melihat pemandangan di hadapan mereka. Dari tempat mereka berdiri terlihat lampu kendaraan yang kelap kelip di bawah sana.
"Ini yang disebut bintang di bumi.. Kamu liat, Ai... " tunjuk Haga ke bawah dimana banyak lampu kendaraan. "Itu bintang di bumi... Dan kamu.... Bintang di hatiku. " ucap Haga yakin.
Manda sontak menoleh ke Haga. Manda diam. Lalu kembali melemparkan pandangan nya ke depan. Dia rupanya menghindari bertatap mata secara langsung dengan Haga.
Semilir angin berhembus cukup kencang, udara makin dingin. Hingga Manda pun memeluk lengan nya sendiri sambil menikmati pemandangan yang belum pernah dilihat nya sebelum nya.
Dengan sigap, Haga melepas jaketnya lalu memakaikan nya ke Manda. Walau awalnya Manda sempat menolak, tapi akhirnya dia pun pasrah saja sekarang.
"Ai... " panggil Haga sambil terus menatap lurus ke depan.
"Hmmm... "
"Aku sayang kamu.. "
"Hmm.. " jawab Manda acuh tak acuh.
"Ai... Please.. Kasih aku kesempatan lagi.. " pinta Haga yang kini mulai menatap Manda serius.
"Kesempatan buat apa? " toleh Manda sinis memandang Haga.
"Aku masih sayang kamu.. Nggak pernah berkurang sedikitpun. Maaf soal Sarah. Karena dia masih belum bisa terima. Aku nggak pernah bisa sayang ke Sarah. Cuma ke kamu. Itulah kenapa aku ninggalin Sarah, dan soal sikap Sarah kayak kemarin... Dia belum bisa nerima kenyataan, Ai.. " Haga lalu meraih tangan Manda.
"Please, kasih aku kesempatan buat buktiin perasaanku. Keseriusan ku. Aku serius.. Aku sayang kamu. Nggak pernah berkurang sedikitpun. " jelas Haga sambil membelai wajah Manda.
Manda diam mematung lalu tiba tiba Manda memeluk Haga. Pelukannya erat dan penuh dengan kerinduan. Haga yang sempat terkejut, lalu ikut memeluk Manda sama eratnya. Mereka berdua bahkan tidak peduli keadaan sekitar. Beberapa pasang mata menatap mereka sedari tadi.
"Maaf.. Maaf, Bee.. Maafin aku.. " timpal Manda dengan suara yang bergetar.
Haga meletakan telunjuk nya di depan bibir Manda. "Sssstttt... Udah ya... Kita lupain yang dulu. Kita buka lembaran baru. Oke Ai?" kata Haga sambil menempelkan dahinya ke dahi Manda. "Aku sayang kamu, masih dan akan terus selamanya. "
"Aku juga sayang kamu... " sahut Manda.
Mereka kembali berpelukan. Membuat malam dingin ini menjadi lebih terasa hangat.
Sambil menikmati jagung bakar dan secangkir kopi, Manda dan Haga duduk berdua sambil memandang bintang di bumi yang ada di hadapan mereka. Kini, tidak ada lagi kekakuan, sikap cuek dan acuh. yang ada hanya luapan rasa rindu yang tertahan oleh dua insan ini.
Haga melirik jam dipergelangan tangan nya. "Kita berendem air panas yuk sayang.. " ajaknya.
"Hah? Sekarang? " tanya Manda.
"Iya.. Yuk" Haga lalu menggandeng Manda pergi meninggalkan tempat itu dan segera menuju ke tempat pemandian air panas.
Sesampainya mereka disana, aroma khas belerang mulai menyengat hidung mereka. Segera saja mereka segera berganti baju dengan pakaian kaos biasa dan celana pendek. Kebetulan malam ini bukan malam minggu ataupun weekend jadi tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa pasang muda mudi. Kemudian, haga menarik tangan manda menuju kolam yang masih kosong.
"Kita disini aja ya sayang ? Jangan ganggu yang lain lagi pada pacaran tuh." Ucap Haga ke Manda.
"Modus kamu." Balas Manda sinis.
"Hehe." Haga tertawa cengengesan.
Tawa itu yang aku rindukan, batin Manda.
Haga mulai masuk ke dalam kolam perlahan, tapi Manda hanya duduk di pinggiran kolam sambil memainkan kakinya yang sudah berada di dalam air.
Benar juga sih, dingin banget udara khas pegunungan di malam hari. Eh tunggu, malam ? Ini udah pukul 2 dini hari. Gila, pantesan dingin banget. Batin Manda sambil bergidik kedinginan.
"Sini sayang." Ajak Haga sambil menuntut tangan Manda menuruni anak tangga ke dalam kolam.
Mereka kini sudah ada didalam kolam.
Hangat. Itu yang mereka rasakan.
Bukan karna air kolam, tapi karna rasa rindu yang sudah terlepaskan malam ini.
Betapa Manda sangat merindukan Haga, begitu juga sebaliknya.
Manda berenang sedikit menjauh dari Haga.
Haga yang menyadari kalau Manda menghindarinya, kemudian mendekat tanpa sepengetahuan Manda.
Haga memeluk pinggang Manda dari belakang. Manda yang terkejut mencoba menghindar. Namun, bukan melepaskan pelukan tapi Haga semakin mempererat pelukannya dipinggang Manda.
"Ai, please jangan menghindar lagi. Aku rindu kamu, sangat merindukanmu." Bisik Haga di telinga kanan Manda.
Manda merinding dengan perlakuan Haga kali ini, dan ia mulai luluh.
"Maafin aku, sayang. Aku sayang banget sama kamu." Bisik Haga lagi lalu mencium telinga Manda.
Manda hanya bisa diam terpaku tanpa bisa menolak perlakuan Haga kali ini.
Manda yang mulai terbawa suasana, membalikkan badannya menghadap Haga.
Manda melingkarkan tangannya pada leher Haga, dan Haga masih tetap memeluk pinggang manda.
Lama mereka terdiam dan hanya memandang jauh kedalam kedua bola mata yang ada didepan mereka.
Mereka saling melepas rindu.
Mata ini yang bikin aku tenang dan aku sangat merindukanmu Ai, batin Haga.
Entah dorongan darimana yang membuat mereka saling mendekat dan kini bibir mereka saling bersentuhan.
Haga mulai ******* lembut bibir Manda, dan mereka saling berpagutan cukup lama.
Setelah beberapa lama, mereka saling melepaskan diri. Manda mencoba menjauhi Haga, namun Haga yang menyadarinya langsung mendekap pinggang Manda lagi dari belakang.
Manda hanya terdiam, dan Haga menyandarkan kepalanya pada bahu Manda seraya memeluk pinggang Manda.
"Ai." Bisik Haga lembut tepat ditelinga kiri Manda.
"Hmm." Jawab Manda lirih.
"Ai, aku sangat merindukanmu. Aku sayang kamu. Kamu mau jadi teman hidupku lagi ?" Ucap Haga lirih sambil mengecup telinga Manda diakhir kalimatnya.
__ADS_1
"Aku juga sayang kamu, bee. Aku mau jadi hmm..." Jawab Manda sedikit ragu.
"Hmm apa, Ai ?" Tanya Haga memastikan.
"Hmm kamu nembak aku kan ?" Tanya Manda dengan polosnya.
"Hmm heem." Jawab Haga.
"Aku mau jadi pacar kamu. Aku juga sayang kamu." Jawab Manda.
"Hmm, bukan pacar." Ucap Haga.
"Terus ?" Tanya Manda heran.
"Jadi teman hidupku." Jawab Haga.
"Iya pacar kan ?" Tanya Manda lagi.
"Bukan, tapi jadi bundanya Hassha. Mau ?" Tanya Haga.
"Maksudnya ?" Tanya Manda yang terlihat bingung.
"Istri. Jadi istriku dan bunda untuk Hassha." Ucap Haga meyakinkan.
"Isss... istri ?" Tanya Manda meyakinkan atas apa yang baru dia dengar.
"Iya." Jawab Haga.
"Aku mau pulang." Ucap Manda sambil pergi meninggalkan Haga dan beranjak ke toilet.
"Ai, tunggu. Kamu belum jawab. Hei, sayang. Kamu kenapa ?" Ucap Haga sambil berusaha mengejar Manda sampai langkahnya terhentu di depan pintu toilet.
"Aku salah apa ? Apa aku salah ngomong ? Momennya gak pas ya ? Atau dia udah gak sayang sama aku ?"
Semua pertanyaan itu muncul di pikiran Haga.
Sekeluarnya Haga dari toilet, dia melihat manda sudah menunggunya.
"Ai, kita istirahat dulu yuk. Di dekat sini ada penginapan punya temenku." Ajak Haga.
"Aku mau pulang." Ucap Manda datar.
"Kamu kenapa ? Apa salahku ? Kenapa kamu tiba-tiba kayak gini ke aku ?" Tanya Haga.
Bukannya menjawab, Manda langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Haga. Haga hanya bisa mengikuti Manda dengan perasaan bingung.
"Kamu kenapa ?" Tanya Haga lagi sambil memasang safety belt nya.
"Udah ayo kita pulang." Jawab Manda tanpa menoleh Haga sedikitpun.
"Kita gak istirahat dulu disini ?" Ajak Haga.
"Aku bilang aku mau pulang." Jawab Manda dingin.
"Pulang ke Medan ?" Tanya Haga.
"Iya." Jawab Manda.
Haga langsung menjalankan mobilnya. Suasana menjadi hening dan udara dingin khas pegunungan mulai terasa.
Haga menyalakan musik untuk memecahkan keheningan malam ini. Dan Haga mulai menyanyi-nyanyi pelan mengikuti alunan musik.
Dygta - Karna Ku Sayang Kamu
Inikan lagu yang suka dia nyanyiin buat aku. Batin Manda.
Ketika mobil mulai mendekati ke penatapan yang sebelumnya sudah mereka datangi. Haga mencoba mencairkan suasana.
"Ai, mau singgah lagi gak kesini ?" Tanya Haga.
"Enggak." Jawab Manda sinis.
"Kamu kenapa sih ?" Tanya Haga lembut.
Bukannya menjawab, Manda malah mengencangkan volume musik nya.
"Ai, kenapa sih ?" Tanya Haga sedikit teriak.
Manda semakin mengencangkan volumenya.
"Ai, bilang salahku dimana jadi aku tau." Ucap Haga sambil berteriak.
Manda mengencangkan lagi volume musiknya.
"Kamu kenapa sih ?" Teriak Haga.
Manda memutar volume lagi dan volume maks.
"Kamu ini kenapa sih ?" Teriak Haga sambil mematikan musik nya.
"Aku turun disini aja." Ucap Manda dingin.
Haga semakin mengencangkan laju mobilnya.
"Kalau kamu gamau ngomong sama aku lagi, gak apa-apa kok. Aku bakal diem aja. Tapi, izinkan aku nganterin kamu sampai kerumah dengan selamat. Kalau kamu udah gamau lihat mukaku lagi, gak apa-apa kok. Kamu liat ke kiri aja sana. Aku bakal diem nih, janji gak bawel lagi." Ucap Haga.
Sepanjang perjalanan Manda dan Haga hanya diam.
"Aku nyalain musik ya biar aku gak ngantuk." Ucap Haga sambil menyalakan musik kembali.
Setelah itu suasana kembali hening.
--------
Sesampainya didepan rumah Manda.
__ADS_1
"Ai, bangun. Kita udah sampai nih." Ucap Haga sambil menggoyangkan bahu Manda pelan.
Manda mulai terbangun, saat ia sadar dengan jaket yang menutupi tubuhnya lalu langsung dibuka dan Manda turun dari mobil berjalan memasuki rumah tanpa sepatah katapun kepada Haga. Bahkan ucapan terima kasih pun tak terucap lagi.