pancasona

pancasona
Part 49 Bos Baru


__ADS_3

Pagi ini wira tidak bisa mengantarku ke kantor. Karena dia masih ada di rumah hans hingga lusa.


Jadi , pagi ini aku berangkat kerja bersama rani dengan diantar arya tentunya.


"Thanks ,arya.." seru rani sembari membuka pintu mobil.


"Aku kerja dulu ya.. Kamu habis ini kemana? Balik?" tanyaku basa basi.


"Enggak. Aku bakal ada di sekitar kamu. Perasaanku gak enak . kamu hati hati di kantor." saran arya sambil memperhatikan sekeliling.


"Iya.." aku lalu keluar dari mobil dan mengikuti rani masuk ke dalam kantor.


Saat akan masuk ke lift aku sedikit memperlampat langkahku ,karena didepan sana aku melihat pria yg kemarin siang.


Kutarik rani yg berjalan santai di depanku," ran.. Raniii!!!"


"Hah? Apaan?"


"Itu orang yg kemaren kan?" tanyaku.


"Mmmm... Iya ,nay. Yg kemaren nabrak kamu itu kan?” rani ikut berbisik juga.


Entah kenapa kami malah bisik- bisik. Padahal pria itu masih jauh dari jangkauan kami ,yg dapat dipastikan dia tidak akan bisa mendengar obrolan kami.


"Ngapain ya dia ,ran? Kok kesini lagi."


"Mmmm.. Tau tuh. Tamu mungkin..atau jangan- jangan...." rani melotot padaku.


"Apaan??"


"Dia penggantinya wisnu kali ,nay?"


"Mmmm.. Bisa jadi sih."


"Yuk .. Kita naik. " ajak rani sambil menggandeng tanganku menuju ke lift.


Didalam lift hanya ada aku ,rani ,pria itu dan 2 orang karyawan yg berbeda divisi dengan kami.


Sampai di lantai 3 ,saat lift terbuka pria itu keluar.


Aku dan rani saling lempar pandangan sebelum ikut keluar dari lift.


Kami pun berjalan perlahan dibelakang pria itu. Dia berjalan dengan penuh percaya diri ,penampilan nya memang sangat berwibawa dan menunjukan bahwa dia orang yg berkarakter. Agak mirip mas reza ,hanya saja mas reza lebih ramah. Berbeda dengan dia. Dingin.. Dan misterius.


Yg paling aku tidak suka adalah tatapan matanya.


Kami berbelok untuk masuk ke ruangan kami ,sedangkan dia masih terus berjalan.


Karena penasaran ,kami berhenti dan mengamatinya terus hingga ada yg menepuk bahu ku dan berhasil membuatku terkejut.


"Astagaaaaa!!!" pekikku kaget.


Saat aku menoleh ,rani sudah cengar cengir sambil menatap mas reza yg berdiri dibelakang kami.


" pagi pak... " dia lalu ngacir begitu saja, masuk ke dalam ruangan.


Mas reza beralih menatapku sambil terus tersenyum seperti biasa.


"Pagi mas bro.. Hehe.. Kok tumben udah disini aja? Mau ngapain? Ngopi? Aku bikinin po?" kata ku basa basi.


"Halah.. Ngerayu.. Kamu ngapain disini? Bukannya masuk.kerja sanah.." suruh mas reza.


"Hehe. Ini juga mau masuk kok bro..eh..pak maksudnya.."


Plak

__ADS_1


Kepalaku di jitak pelan.


"Bra bro bra bro.. Dasar ni anak sebijik. "


Aku ngakak. Memang aku dan mas reza sudah sangat dekat. Jadi kami sudah biasa seperti ini jika bertemu.


"Oh iya bro.. Eh salah. Pak bos.. Itu...." sambil kutunjuk pria itu," siapa sih?" tanyaku.


Mas reza melihat ke arah yg kutunjuk," oh itu.. Namanya elang. Dia yg bakal gantiin wisnu." jelas mas reza.


"Ohhh gitu.." ucapku sambil agak bengong.


"Kenapa? Naksir ya?" guraunya.


Plakk!!.


Giliranku memukul lengan mas reza sambil memasang muka jutek.


"Enak aja! Sapa juga yg naksir. Tu orang horor bgt sih, mas? Dapet dari mana? Gak ada gitu yg muka agak agak hello kitty.. Inut imut ,gak sadis kayak gitu.."


"Kamu pikir aku nyari badut ? Hello kitty pake dibawa -bawa.." kali ini pipiku dicubit mas reza gemas.


"Hahaaha.. Tapi serius mas. Mas reza kenal dia dimana? Dia orang bener kan?"


"Ya orang beneran lah. Masa boongan? Dia itu temen kuliah aku dulu. Pokoknya dia hebat bgt lah ,nay. Aku yakin dia bisa bantu aku disini. "


Aku pun hanya beroh ria saja.


"Udah sono kerja. Malah ngerumpi ." gerutunya.


"Lah situ juga mau aja diajak ngerumpi.." cecarku.


"Oh iya ya. Ah-- auk akh.. Aku mau ke ruangan elang dulu." mas reza pun pamit.


Mungkin sebaiknya aku bertanya ke wisnu saja. Mungkin dia tau siapa elang.


Aku pun kembali bekerja.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini pekerjaanku lumayan banyak hingga saat istirahat siang pun aku lebih memilih di ruangan saja. Padahal rani dan adi sudah mengajakku turun untuk makan.


"Aku nanti aja deh. Nanggung banget nih kerjaan. Bentar lagi kelar kok. Kalian duluan aja." pintaku.


"Yakin?" tanya rani.


Aku mengangguk semangat.tapi tidak dengan adi . dia terus diam saja.


"Di.. Sana temenin rani makan."pintaku


"Tapi kamu gimana?"


"Aku gak papa kok. Lagian tuh vika sama asri masih disini. Aku nitip beliin makan aja ya "


Setelah kubujuk akhirnya adi mau juga pergi bersama rani.


Selama beberapa menit berkutat dengan pekerjaan dihadapanku ,tiba tiba ada yg duduk di kursi milik adi dengan membawa kantung plastik. Dari aroma nya seperti nya nasi padang.


" arya??? Ngapain?" tanyaku heran.


"Nganterin kamu makan lah. Ngapain lagi coba?" dia lalu mengeluarkan nasi padang dari plastik dan membukanya.


"Itu buat aku aku?"


" enggak! Buat cicak tuh." katanya sambil menunjuk cicak didinding.

__ADS_1


Aku tersenyum geli melihat arya.


Segera saja ku ambil makanan itu dan memakan nya. Kusingkirkan sebentar pekerjaan dihadapanku. Aku memang sudah agak lapar. Sebaiknya aku makan saja dulu.


Saat aku lahap makan, terlihat dari ujung ekor mataku ,arya hanya diam sambil terus menatapku.


"Eh kamu udah makan?" tanyaku dengan mulut penuh makanan.


"Udah " jawabnya datar lalu merapatkan jaketnya dan beralih melihat kejendela.


Kuteruskan saja makan. Dan membiarkan saja arya disampingku. Dia lebih suka diam seperti ini memang. Jarang sekali dia ngobrol. Entahlah ,mungkin diam nya arya ini sebenarnya dia sedang mengajakku ngobrol ,tapi memakai bahasa qolbu.


Mungkin aku harus belajar bahasa kalbu itu. Agar aku makin memahami arya.


Tak tak tak..


Terdengar langkah kaki dari luar dan sepertinya sedang masuk ke ruangan ku.


Saat aku menoleh ternyata elang.


Dia berdiri sambil mengedarkan pandangan nya ke segala arah lalu terakhir menatapku tajam.


"Siapa yg namanya nayla?" tanyanya dingin.


Glek.


"Saya... Pak" sahutku dengan wajah tegang.


"Ini kerjaan kamu??" ucapnya sambil melempar map merah ke hadapanku.


Arya langsung berdiri.


"Bisa sopan?" ucap arya dengan wajah yg kesal sekali.


"Siapa kamu? Mau mencampuri urusan pekerjaan kami? Kamu juga bukan karyawan disini kan?'' elang tidak kalah ketus nya dari arya.


Mereka ini sepertinya memiliki watak yg sama.


"Dia.." arya menunjukku tanpa memalingkan pandangan nya dari elang," punya hak untuk diperlakukan dengan baik! Bukan dengan cara kasar seperti tadi!!"


Arya terus berjalan mendekat ke elang dengan memasang wajah serius.


Vika dan asri juga terus menatapku dengan ekspresi tegang.


Bahkan wajah mereka seolah mengatakan,' nay.. Gimana nih?'


Kurang lebihnya seperti itu.


" eum.. Maaf pak elang. Kalau pekerjaan saya salah.. Nanti saya perbaiki lagi. Nanti sore saya janji akan siap." kataku sambil memungut map itu lalu menarik arya kebelakang.


"Baik! Saya tunggu ! Jangan pulang sebelum pekerjaan itu selesai kamu perbaiki!mengerti?!" ancamnya sambil menunjukku dengan tatapan tajam. Seperti burung elang yg akan menerkam mangsanya.


Elang pun pergi dari ruangan ,dan aku pun bisa bernafas lega.


"Arya udah deh. " bujukku kareja melihat arya yg masih tersulut emosi.


"Siapa sih dia?" tanyanya ketus.


"Elang. Penggantinya wisnu.''


"Psyco!!" umpatnya kesal.


Tak lama teman teman yg istirahat sudah kembali ke ruangan. Dan arya pun juga segera keluar entah kemana. Yg jelas dia pasti selalu ada disekitarku.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2