pancasona

pancasona
35. astral projection


__ADS_3

"Tunggu ayah, aku baru ingat!" pekik Rea tampak antusias.


"Ingat apa?" tanya Haga yang lebih bersemangat dengan perkataan Rea.


Rea menatap kedua pria yang sejak tadi memasang ekspresi serius. Mereka menunggu apa yang hendak dia sampaikan. Apalagi topik yang sedang dibahas saat ini merupakan sesuatu yang sangat menarik. Bukan karena luka akibat rasa sedih setelah Amanda pergi, tapi kisah di baliknya. Di mana ada sebuah tragedi yang tidak hanya menyangkut kehidupan mereka saja, tapi bisa berimbas ke semua manusia.


" kemarin saat kami di putar-putar kan di hutan itu, kenapa kita selalu kembali lagi Ke tempat di mana sumur itu berada. Terus aku melihat bayangan hitam."


"Bayangan hitam?" Haga terkejut mendengar kalimat Rea barusan.


"Iya, Om. Bayangan hitam. Ah, bukan bayangan saja maksudku. Tapi sosok hitam. Dia memakai baju serba hitam, terus pakai penutup kepala, dan ... Dia berdiri di atas sumur tua itu. Yang anehnya lagi, dia punya sepasang sayap hitam yang ... Eum, bulunya sudah hilang. Ah, kalian tahu, maksudku? Sayap itu, yang ada di bahunya, tidak utuh. Seperti terkelupas dan hanya meninggalkan tulang yang tampak jelas terlihat."


Haga dan Habibi saling tatap. Dahi mereka berkerut, menunjukkan reaksi yang sama, dan yang pasti apa yang mereka pikirkan juga pasti sama.


"Terus? Apa yang dia lakukan?" tanya Habibi cemas.


"Dia nggak melakukan apa pun. Cuma berdiri di atas sumur itu dan diam. Tapi dia terus memperhatikan aku."

__ADS_1


" memperhatikan kamu?" tanya Haga dengan pertanyaan yang membuat Rea sedikit cemas.


" Memangnya kenapa, Om? Apakah ada hal yang harus aku khawatir kan? Dan siapa dia, Ayah? Apa kalian berdua tahu siapa dia? yang aku tahu pasti dia memang bukan manusia. Karena saat aku sudah menjauh dari semua itu dan kembali menoleh ke arahnya, dia sudah tidak ada di sana."


Haga langsung menghadap ke Habibie, berharap sahabatnya itu juga memiliki jawaban atas pertanyaan dari putrinya itu. Habibie tampak diam sejenak sorot matanya terlihat kosong. Dia sedang melakukan sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa. Biasanya ini disebut sebagai astral projection.


Proyeksi Astral (atau perjalanan astral) adalah istilah yang digunakan dalam esoterisme untuk menggambarkan pengalaman keluar dari tubuh atas keinginan sendiri, yang diduga sebagai suatu bentuk dari telepati, yang mengasumsikan adanya jiwa atau kesadaran yang disebut "tubuh astral" yang terpisah dari tubuh fisik. Dan mampu melakukan perjalanan keluar, ke seluruh penjuru alam semesta.


Tidak ada bukti ilmiah bahwa ada kesadaran atau jiwa yang terpisah dari aktivitas saraf normal atau bahwa seseorang dapat secara sadar meninggalkan tubuhnya dan melakukan pengamatan. Tapi fenomena ini sering terjadi, terutama pada manusia manusia yang memiliki indera keenam. Atau biasanya beberapa justru mempelajari hal tesebut.


Seringkali makhluk-makhluk tersebut dan bidang keberadaan mereka digambarkan sebagai serangkaian lingkaran konsentris, dengan tubuh yang terpisah melintasi wilayah masing-masing. Pemikiran mengenai astral mulai muncul ke permukaan dalam karya okultis Prancis abad kesembilan belas, Eliphas Levi, yang diadopsi dan dikembangkan lebih lanjut oleh Teosofi, dan kemudian digunakan oleh gerakan esoteris lainnya.


Beberapa konsep serupa juga kerap ditemui oleh orang orang mesir kuno, kitab injil, dan juga orang orang Tionghoa mengenai konsep keluarnya jiwa dari tubuh manusia. Jadi hal seperti ini bukan lagi sesuatu yang aneh bagi sebagian besar orang. Beberapa orang pernah mengalami hal ini sewaktu sakit atau mati suri, tetapi proyeksi astral bisa dilakukan dengan membuat intensi.


Tapi dalam dunia psikologi atau kedokteran justru fenomena ini dianggap sebagai gangguan tidur, seperti sleep paralysis, dan lucid dream.


Sebagaimana kita ketahui, otak tidak berhenti bekerja dalam kondisi tidur, meskipun tubuh terasa “lumpuh”. Inilah yang mengakibatkan kita bisa bermimpi saat memasuki fase tidur dalam, di mana kondisi tubuh benar-benar rileks sepenuhnya.

__ADS_1


Nah, para ahli meyakini bahwa astral projection atau OBEs merupakan bagian dari proses bermimpi tersebut. Kondisi ini sama halnya saat kita mengalami mimli buruk dan halusinasi. Hanya saja terlihat lebih nyata akibat adanya abnormalitas dalam proses komunikasi dalam otak. Seperti halnya lucid dream.


Selain itu, para peneliti juga menganggap bahwa proyeksi astral merupakan salah satu bentuk halusinasi yang terjadi karena mengalami kejadian tertentu. Misalnya pengalaman menakutkan atau mengalami kelelahan ekstrem setelah beraktivitas seharian. Seperti sibuk kerja atau kerja lembur yang menyebabkan kurang tidur. Jadi semua itu hanya tergantung dari pemahaman masing masing orang saja.


Habibie keluar dari tubuhnya terbang ke atas. Dia bahkan bisa melihat putri dan juga sahabatnya sedang duduk sambil menatap tubuhnya yang kini dalam posisi meditasi. Habibi merasa waktunya tidak banyak. Dia harus bergegas untuk mencari tahu siapa sosok sedang dibicarakan oleh Rea. Tentu saja Habibie cemas. Jika sampai apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan, maka dia harus bertarung sekali lagi untuk menghadapi Amon.


Yah, dari apa yang Rea katakan, dia mencurigai jika Amon telah keluar dari sumur itu. Seperti yang telah terjadi 30 tahun yang lalu.


Dalam waktu sekejap, dia berhasil melewati lautan, dan kini sampai di sebuah hutan lebat yang belum lama ini didatanginya untuk menjemput putrinya.


Jiwa Habibi turun, tepat di sebuah titik hitam yang terlihat sangat jelas dari atas. Bahkan sebenarnya dari kejauhan lokasi di mana Amon berada sudah diberi tanda dengan cahaya gelap yang bersinar dari bawah tanah hingga menembus langit di atasnya. Sehingga Habibi bisa dengan mudah menemukan tempat itu, sekalipun dia datang dari tempat yang sangat jauh.


Habibi sampai, menginjakkan kaki di atas tanah dan berdiri di hadapan sumur tua itu. Dia tampak tengak tengok sekitar, mencari seseorang yang memang sedang dia incar sejak tadi. Sosok berjubah gelap dengan sayap hitam di kedua bahunya.


"Keluarlah! Siapapun kau yang tadi telah bertemu dengan putriku! Keluar!" teriak Habibi tegas. Dia terlihat tidak takut sama sekali. Bahkan seakan menantang sosok tersebut.


Tak lama kemudian, ada fenomena aneh muncul. Angin berembus cukup kencang, hingga membuat pohon pohon di sekitar bergerak tak beraturan. Menerbangkan dedauan kering bahkan batu batu kerikil. Dan di balik debu yang berterbangan di atas sumur tua itu, muncul sosok yang sama, seperti disebutkan oleh Rea sebelumnya. Dia kini berdiri di atas sumur dan menatap Habibi tajam, penuh dendam.

__ADS_1


__ADS_2