
Pagi ini,rani sudah menjemputku.kami akan berangkat kerja utk pertama kalinya.
Yah,benar.kami sudah diterima bekerja diperusahaan ini.
Dan 3 hari yg lalu aku dan rani pindah ke kota ini.entah kenapa rani mengikuti ku terus bahkan saat aku bilang ingin pindah kesini,dia maunya ikut aku.
Kami mengontrak rumah utk kami tinggali selama di sini.
"Nay,, nanti dewa mau kesini katanya.."ucap rani sambil fokus nyetir.
Mereka berdua sudah resmi berpacaran sebulan kemarin.namun krn LDR mereka akan jarang bertemu nantinya.
"Dewa nginep ran?"tanyaku sambil memainkan ponselku.
"Gak tau sih nay..dia ada kerjaan juga katanya disini.jadi sekalian."
Tak lama kami masuk ke kantor baru kami.
"Wuihhh..sampe juga..kok aku grogi gini ya?"kataku.
"Santai keles..wajar kok namanya juga hari pertama nay..huft..aku jugaaaa..."rengek rani.
Lalu kami saling lempar tawa sebelum turun dari mobil.
Perusahaan ini cukup besar.bahkan aku harus mendongakan kepalaku agar dapat melihat ke atas.
Rani menggandeng tanganku masuk.kami langsung menuju ruangan yg akan kami tempati nanti.kebetulan kami akan satu ruangan juga nantinya.ini akan memudahkan aku dan rani kedepan nya.
Kami berkenalan dulu dgn teman teman di ruangan ini.mereka seperti nya baik,welcome dengan kedatangan kami.
Mulailah kami bekerja.meja kerjaku kupasangi sebuah foto ukuran mini.fotoku dan wira yg kutempel di ujung layar komputerku.
Aku ingin agar aku selalu bisa melihat wira setiap saat.walau hanya dgn foto itu sudah cukup.
Pekerjaan yg menumpuk membuatku larut dgn kesibukan baru ku ini.aku berusaha fokus dgn pekerjaan ku.
Hingga tanpa terasa jam kerja pun habis,dan waktunya kami pulang.
"Akhirnyaaaa.. Capek bgt nih"ucap vina sambil olahraga ringan.dia ini duduk disampingku persis.
"Nay,,,eum..dewa mau ngajak ketemuan nih..kamu ikut?"rani mendekat padaku sambil melihat jam dipergelangan tangannya.
"Eum..enggak deh kayanya.aku balik aja.udh ran,kamu temuin dewa aja dulu..aku balik sendiri aja."kataku.
"Ih.masa sendiri.. Enggak ah.aku anterin pulang aja.."rani sedikit memaksa.
"Enggak usah.. Aku bisa sendiri kok.lagian aku ada perlu."kataku bohong.
"Eh nay,ikut kita aja yuk.. Kita mau makan ramen nih di kedai ujung jalan sana..enak lho.."ajak vani.
Aku diam sambil mikir.
"Boleh,,kebetulan aku laper.heehe"
"Ya udah kalo gitu.. Gak papa kan nay,aku pergi sama dewa?"tanya rani sebelum dia pergi.
"Gak papa..aku bukan anak kecil kali.. Bisa kemna mana sendiri.."kataku santai.
"Ya udah kalo gitu..van,nitip nayla ya.."pinta rani.
"Siaap ..santai aja ran..aman deh"kata vani lalu menggandeng lenganku.
Rani tersenyum lalu berpamitan,krn dewa sudah menunggu dibawah.
Aku berjalan bersama vani,anggi dan vita.
Mereka orangnya asik.suka becanda.bikin aku terus ketawa.
Bahkan saking girangnya,sampai sampai aku tanpa sadar menabrak seseorang.
Buugg!!
Dia langsung meraih tanganku sehingga aku tdk terjatuh.
Seorang pria muda,dgn memakai tuxedo.penampilannya sungguh menawan.
"Kamu gak papa?"tanyanya ramah.
"Enggak..maaf aku gak liat tadi."ucapku.
"Sore pak..."sapa vina dgn kikuk.
Maksudnya apa?pak?siapa dia?
"Sore.. Udah mau balik?"tanya pria itu.
"Iya pak,tapi mau makan ramen dulu nih.. Nayla kan belum nyobain ramen nya pak wisnu."ucap anggi.
"Oh gitu.. Kamu anak baru ya?"tanya pria tadi.
"Iya pak.baru hari ini masuk"kataku agak sungkan.
Kenapa mereka sangat menghormati pria ini,apa dia bos nya?
"Selamat bergabung diperusahan kita.semoga betah ya."katanya.
__ADS_1
"Iya,pak.insha allah.."ucapku.
"Ya sudah,saya masuk dulu.ada yg ketinggalan."katanya diikuti senyum simpulnya.
"Eh,dia siapa ?"tanya ku berbisik ke vina.
"Dia pak reza.. Bos kita nay..ganteng ya nay."jawab vina sambil masih memandangi pak reza yg berjalan masuk ke lift.
"Udah yuk..aku udah laper tau.."ku seret vina yg masih terpesona dgn pak reza.
Kuakui dia memang punya kharisma yg lumayan kuat.
Namun,aku tdk begitu tertarik dgn nya.
Kami lalu naik taksi menuju kedai ramen yg vina maksud.
Tak lama kami sampai,krn letaknya tdk begitu jauh dari kantor.
Setelah mencari meja yg kosong,kami lalu duduk dan memilih menu yg akan kami pesan.
"Vin,tadi kata kamu ini ramen nya siapa?"tanyaku sambil mengingat ingat kata kata vina tadi.
"Iya,punya pak wisnu.dia adiknya pak reza.. Gak kalah gantengnya lho nay.."kata vina.
Aku hanya mengangkat sebelah bibirku.
Sambil menunggu pesanan datang,aku membalas pesan dari rani dan mamah juga.
Sedangkan vani masih membicarakan pak reza.katanya pak reza masih single.dia orang nya baik sekali pada bawahan nya.tdk pernah semena mena.
Memang aku juga melihatnya seperti itu.ya baguslah.
Bos ku orang nya baik.kadang image bos itu seringnya buruk sekali.
Tak lama,pesanan kami datang.
Langsung saja kusantap ramen ini.rasanya lezat sekali.apa mungkin krn aku sedang lapar ya.
"Eh.. Pelayan nya mana ya?aku mau minta air putih nih"kataku sambil celingukan.
"Ambil aja nay,tuh disana.."kata anggi menunjuk ujung dekat meja kasir.
"Oh iya.. "Aku lalu beranjak menuju tempat air minum itu.
Disaja sudah disediakan gelas ,jadi tinggal ambil aja.
Aku segera meneguk air minum ini.setelah makan memang aku harus minum air putih dulu.jika tdk,rasanya akan tdk nyaman perutku.
Disampingku ada seseorang berpakaian chef keluar dgn mendengungkan lagu yg cukup familiar.
Deg!!
Aku melotot melihat siapa yg ada dihadapanku sekarang.
Badanku lemas sekali.gelas yg kupegang sampai terlepas dari peganganku.
Prangg!!
Pecah lah gelas itu dan serpihan belingnya berserakan di lantai.
Pria itu menoleh padaku dan melihatku heran.
"Mbak nya gak papa?"tanyanya.
Aku diam,aku langsung menangis.kudekati dia perlahan.setelah sebelumnya kucubit pipiku,memastikan aku ini mimpi atau tdk.
Dan rasanya sakit.berarti aku tdk bermimpi.
Aku makin mendekat padanya.dia diam saja sambil terus memperhatikanku.
Saat sudah dekat dgn nya,kusentuh wajahnya.
Dia nyata.dia mundur perlahan dgn menunjukan kerut di dahinya.
"Wira??"ucapku pelan.
Dia makin bingung."maaf,anda salah orang.."
Aku menggeleng,"enggak.kamu wira kan?"aku makin tak terkendali.
Vina dan yg lainnya mendekatiku.
"Nay,kamu kenapa??"tanya vina.
"Dia...dia wira.."kataku ke mereka.
"Nay,dia pak wisnu nay..adik nya pak reza.."kata anggi berbisik.
"Apa??.nggak mungkin!!! Sebentar" kuambil dompetku dan mengeluarkan fotoku dgn wira.
"Liat???? Kamu wira kan??!! Jangan bohong ra!! Kenapa kamu gak pulang ,malah disini???"kataku sambil menggoyang goyangkan tangannya.
Dia melihat foto yg kuberikan padanya.dia makin bingung sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Maaf,tapi saya bukan wira.. Saya wisnu.."katanya terus meyakinkanku.
__ADS_1
"Aku gak percaya.."ucapku.
"Lho,nu?ada apa ini?"tiba tiba pak reza muncul.
Dia heran melihatku sedang menangis dgn menggenggam tangan wisnu.
"Tau nih bang.. Dia bilang kalo gue wira!!"ucap wisnu agak kesal.
"Wira??maaf nayla..dia wisnu adikku.."jelas pak reza.
"Aku gak percaya..!! Dia pasti wira!!'kataku masih ngotot dgn pendapatku.
Pak reza nampak diam sebentar.
"Kalau kamu gak percaya,ayok ikut saya."katanya lalu menarik tanganku.
Dia juga menyuruh wisnu utk mengikuti kami.
"Kalian balik aja,biar nayla nanti saya anter pulang."kata pak reza ke vina dan yg lain.
Mereka mengangguk.
Pak reza menyuruhku masuk ke mobilnya,dia membuka kan pintu penumpang belakang utkku.lalu wisnu tak lama datang juga dan langsung ngeloyor masuk dan duduk disamping kemudi.
Pak reza dgn sabar dan tenang masuk juga ke mobil dan mulai menjalankan mobilnya.
Entah aku ini mau dibawa kemana.tapi aku menurut saja.aku masih terus memandangi wisnu yg begitu mirip dgn wira.kami bertiga diam dgn pikiran masing masing.
Hingga setelah 20 menit kemudian,mobil pak reza masuk ke sebuah halaman rumah mewah.
Wisnu segera turun dari mobil.lalu berjalan masuk kedalam.sepertinya ini rumah mereka.
Aku masih bengong sambil melihat rumah ini.
"Ayok nay,masuk dulu"ajak pak reza.
Aku mengekor pak reza hingga sampai ke dalam rumahnya.
Disana banyak foto didinding.kedua orang tua mereka ,pak reza dan wisnu juga.
Kuamati semua foto ini.pak reza terus disampingku dan menjelaskan tiap foto keluarganya.
Dia juga menunjukan foto foto dari wisnu kecil hingga besar.
Aku paham,dia ingin menunjukan padaku bahwa wisnu memang adiknya.bukan wira .
Aku pun lama lama paham.mereka hanya mirip,tp wisnu bukan wira.
Aku merasa lemas sekali.
Aku duduk di sofa ruang tamu.aku memandang langit langit rumah ini dgn terus memikirkan wira.
Kugenggam foto wira dan kudekap dalam dadaku.
"Wira itu,pacar kamu?"tiba tiba pak reza yg duduk didepanku bertanya hal itu.
Aku menarik nafas panjang dan mengangguk pelan.
"Bagaimana dia meninggal?"tanyanya lagi.
Wisnu ikut duduk disamping kakaknya dgn membawa segelas air putih lalu diberikan nya padaku.
Kuteguk air itu hingga habis.
"Kalian gak akan percaya kalau aku cerita yg sebenarnya soal wira."ucapku.
"Memangnya knp?"tanya wisnu penasaran.
Kuambil buku yg pernah dewa berikan padaku dulu.
Kuletakan diatas meja,dan ku buka halaman dimana sketsa wajah wira ada disana,lengkap dgn penjelasan tentang asal usul wira.
Mereka berdua bengong,seperti tdk percaya atas apa yg kukatakan.
Kujelaskan semua hal tentang wira.pak reza diam dan terus mendengarkan sedangkan wisnu seperti menyepelekan semua yg kukatakan.
"Kalau kamu berfikir dgn mengatakan hal itu bisa membuatku iba dan tertarik sama kamu,itu salah! Aku gak percaya kata kata kamu.."ucap wisnu sinis.
"Maksud kamu aku ngarang cerita ini buat menarik perhatian kamu??"tanyaku.
"Iya,bisa jadi.krn kamu bukan satu satu nya perempuan yg melakukan itu.sebelumnya udah banyak yg melakukan modus yg sama.mereka menguntit ku terus,dan yah...seperti kamu ini.
Lebih baik kamu mencari pria kaya lain saja.keluarga kami tdk sekaya apa yg kamu pikirkan."kata kata wisnu sudah keterlaluan.
Kuambil gelas air minumku yg masih tersisa sedikit air,dan ku siramkan ke wajahnya.
Pak reza kaget melihat sikapku.
Wisnu diam sambil mengelap wajahnya dgn tissue yg ada diatas meja.
"Maaf ya!! Saya bukan wanita serendah itu utk mencari pasangan!saya tdk mengarang cerita.tapi kalau anda tdk percaya,itu hak anda!!dan satu lagi.. Saya tdk tertarik dgn harta kekayaan kalian!! Makasih!!"kataku sambil berdiri di hadapan mereka lalu pergi dari rumah itu begitu saja.
Aku tdk menyangka jika wisnu berfikir serendah itu tentang aku.
Itu membuktikan bahwa dia memang bukan wira!
__ADS_1
Aku terus berjalan pergi dan menyetop taksi utk mengantarku pulang.