pancasona

pancasona
Part 34 Latian


__ADS_3

Ku kerjap kerjapkan mataku,krn sinar matahari yg masuk melalui celah celah jendela kamar.


Badanku masih lemas,dan rasa kantuk pun masih bergelayut manja di mataku.rasanya enggan utk membuka mata dan beranjak dari posisiku sekarang.


Entah kenapa,terkadang gaya gravitasi di kasur itu lebih kuat dari gaya gravitasi bumi.


Kembali kupejamkan mata.


Lebih baik aku tidur lagi lah.


Tok.tok.tok.


"Nay,udah bangun belom?" suara dibalik pintu kamar kali ini membuatku membuka kembali mataku.


"Belooooom..."sahutku.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka dan muncul lah wisnu dari sana dgn membawakan segelas susu hangat dan roti bakar.


Dia tersenyum tipis padaku.


"Sarapan dulu tuan putri.. Tidur mulu. Liat tuh,matahari udah nongol.ayam aja udah pada pergi dari kandang.."gerutunya lalu memberikan segelas susu hangat itu padaku.


Aku duduk dgn bersandar pada ranjang belakang,dan meminum susu itu beberapa teguk.


"Kamu ngapain pake bawain ini segala ke sini?aku bisa ambil sendiri kok nanti.."seruku.


"Eh,kita kan udah jadian ,nay. Jadi gak masalah donk,aku manjain pacarku kayak gini?"ucapnya diiringi senyum jail.


"Jadian?"


"Udah deh,gak usah pura pura lupa ingatan.yg semalem blg sayang sama aku trus gak mau kehilangan aku siapa coba?"tanyanya dgn tatapan menggoda.


Aku mengingat kembali kejadian semalam.


Yah-- aku memang mengatakan hal itu.dan apakah itu artinya kami pacaran?


Kuambil roti bakar dari piring lalu memakan nya sampai habis.


"Kamu laper bgt ?"tanya wisnu.


Hanya kubalas dgn anggukan sambil melihat ke jendela kamar yg pecah krn orang orang itu.


"Oh iya ,nay. Nanti kamu balik aja ya ke rumah.krjaan dikantor banyak bgt tuh.kamu wakilin aku buat beresin ya.."pintanya padaku.


"Eh lho kok aku??"aku melotot diikuti urat leher yg menyembul keluar.


"Iya maksudnya kamu bantuin yg lain,trus kamu koordinasiin sama reza aja ya.kasian juga dia,harus ngurus kantor sendirian.aku masih harus disini selama beberapa waktu ,nay. Kamu paham kan?"tanya wisnu dgn menatapku penuh arti.


Aku terdiam beberapa saat sambil mengunyah roti bakarku dgn pelan.


"Ya udah,gak papa. Kamu ... Gak papa aku tinggal?"tanyaku.


Dia terkekeh kecil," gak papa kok.paling nanti kalo aku kangen kita bisa video call. Atau aku bakal dateng ke rumah kalo kangen nya udah level akut.heehe" dia cengengesan.


Aku hanya menaikkan sudut bibirku ke atas.


\=\=\=\=\=\=\=


Dan siang ini,aku pulang bersama arya.


Dia kini kembali lagi menjadi pengawalku kemana pun aku pergi.


Sampai dirumah,hari sudah sore.semburat merah dilangit terlihat begitu indah sore ini.


"Lho,nayla??? Udah balik??"seru rani saat kami tiba dihalaman rumah.


Aku dan rani berpelukan.


"Iya,ran. Aku balik duluan.wisnu masih disana.."sahutku.


"Dewa udah cerita semua kok.kamu gak papa kan, nay?"tanya rani sambil memandangiku dari atas hingga bawah.


"Ish,aku gak papa kali ,ran. Ya udah yuk masuk..kasian tuh arya,udah ngantuk."kataku sambil meliriknya yg ada disampingku.


"Aku atau kamu?"sahur arya datar.


Aku hanya terkekeh geli melihat sikapnya yg kadang aneh.dia terlihat terlalu kaku,dingin dan misterius.


Selesai bersih bersih,kami makan bersama.rani menceritakan semua hal dikantor selama aku dan wisnu tdk dikantor kemaren.

__ADS_1


Hingga malam hari datang,aku dan arya sedang duduk dibalkon lantai atas.ditemani dgn secangkir coklat hangat ditangan kami masing masing.


Sedangkan rani lagi mojok sama dewa di telephone.


"Ar-- "


"Hmmm" masih dgn sikapnya yg dingin dan cuek.bahkan menoleh pun tidak.


"Aku ajarin bela diri donk..kaya dulu wira ngajarin aku."pintaku.


"Uhuuuukkkk..." arya tersedak,krn saat aku mengatakan nya,dia sedang menyecap minuman ditangan nya itu.


Dan pertanyaanku barusan mampu membuat arya menoleh padaku.


"Kamu serius??"tanya arya lagi.


"Iyalah,masa boong..gmn?mau gak? Teknik bela diri kamu kan lumayan keren tuh,agak mirip wira.makanya aku minta ajarin.dulu wira cuma ngajarin dasar dasarnya aja."


Arya diam sebentar lalu mengangguk," oke.. Kita mulai bsk pagi.."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Gubraaaakkkk!!


Aku terjatuh dari ranjangku saat tertidur.bukan krn aku mimpi/ ngigo ya.tapi lebih tepatnya krn ranjangku di miringkan oleh arya hingga aku menggelinding jatuh kelantai.


"Ya ampun.aryaaaaaaaa!!! Apa apaan sih?" aku ngomel ngomel dgn terduduk dilantai.penampilanku acak acakan krn habis bangun tidur.


"Cuci tuh muka..aku tunggu dibawah! Satu lagi. Ganti pake celana panjang sama kaus lengan panjang! Udara diluar dingin bgt!" lalu dia pergi begitu saja meninggalkanku yg masih bengong.


Heran deh sama arya,gak bisa apa,dia bersikap manis dikit!!


Aku langsung bersiap.


Astaga! Baru pukul 4 pagi??


Dia membangunkanku sepagi ini?aku masih ingat rencanaku utk diajari bela diri oleh arya.


Tapi,pagi bgt sih?


'Aaaaaaaaarrrrggghhhh' aku geram,namun aku terus saja keluar kamar dan menemui arya di halaman depan.


Saat aku sudah didekatnya,"udah siap?" tanyanya.


"Udah!!" sahutku.


Dia berdiri,lalu kami melakukan lari mengelilingi halaman sebanyak 100 kali.


Yah--- itu benar.100x putaran.beberapa kali aku berhenti hanya utk mengambil nafas dan beristirahat.tapi arya,selalu saja membentakku dan menyuruhku kembali lari.


Hingga pada putaran 95.. Aku benar benar sudah tdk kuat.


Aku bahkan sampai tiduran di rumput yg masih basah krn embun.


Arya menghampiriku lalu jongkok didekatku.


"Gak kuat?mau udahan?"tanyanya seolah merendahkan ku.


Aku tdk menggubris kata katanya,dan hanya mampu terdiam.


"Kalau kekuatan kamu cuma segini aja,,kamu emang gak pantes mendampingi wira! Kamu terlalu manja!" ucap arya lalu berdiri dan berjalan meninggalkanku.


Hatiku panas mendengar hal itu.


Dgn sisa tenaga yg ku punya,aku beranjak lalu meneruskan berlari.aku tdk terima dgn perkataan arya barusan.


Kulihat arya hanya melirik padaku dan tersenyum tipis.


Dan diputaran terakhir,terasa pandanganku memburam,badanku terasa ringan,dan rasanya sekelilingku berputar putar.dan tak lama,semua gelap.


\=\=\=\=\=\=\=


Aku membuka mataku,dan sekarang rani sedang menangis disampingku.


"Naylaaaaaa,,,, kamu udah sadar??" tanya rani dgn muka panik.


"Aku kenapa sih ,ran?"


"Kamu pingsan tadi pagi.. Ini sih!! Dasar gila!!" omel rani ke arya yg berdiri tak jauh dariku.


Lalu arya pergi dari kamarku.

__ADS_1


Dasar aneh!!


Setelah memastikan aku baik baik saja,rani berangkat ke kantor.


Aku hanya beristirahat dikamar karena kelelahan.mungkin aku akan ke kantor besok saja.


Lagipula aku sudah ijin mas reza belum bisa masuk ke kantor.


Mas reza sudah tau,kalau aku yg akan menggantikan wisnu sementara waktu.


Aku melihat arya sedang berlatih menggunakan semacam kayu yg dibuatnya sendiri.mirip seperti yg sering kulihat difilm film kungfu china.


Baru gini aja aku udah KO,gimana aku bisa bantuin mereka ngelawan black demon?


Yah-- alasanku bersikukuh latian bela diri ke arya adalah utk bisa ikut bertarung melawan blavk demon.


Rasanya aku mempunyai dendam yg ingin kutuntaskan kepada mereka karena telah merenggut wira dari sisiku.


Dan ada alasan lain selain itu,aku ingin bertarung bersama wisnu.


Aku ingin bersama dia menghadapi mereka.rasanya,aku tdk ingin kehilangan wisnu seperti aku kehilangan wira.dan aku ingin bisa selalu ada bersamanya kini.


Kulangkahkan kakiku keluar halaman utk menemui arya yg masih fokus berlatih.


Dia yg menyadari keberadaanku,lalu berhenti dan melirik sekilas dan melanjutkan lagi latihan nya.


"Maaf,arya.. Aku mungkin terlalu lemah. Tdk pantas mendampingi wira.. Tapi,bantu aku.. Kumohon.. Aku ingin ikut bergabung bersama kalian melawan mereka. Jadi..... Tolong bantu aku ya. Aku janji bakal lebih giat berlatih. "Ucapku.


"Aku gak mau kamu mati sebelum berperang ,nay.."sahutnya sembari menyambar handuk kecil dan mengelap sisa keringat nya.


Diteguk nya air minum yg sudah dia siapkan.sikapnya dingin sekali padaku. Agak aneh rasanya.tdk seperti biasanya.


"Arya,, please.. Bantu aku ya. Aku bakal lakuin apa aja.."


Dia menarik nafas panjang lalu menoleh padaku," pertama tama,kalau kamu bisa lari kaya tadi tanpa pingsan,mungkin aku bakal meneruskan latihan kita.."dia lalu masuk kedalam rumah dan meninggalkan ku sendiri disini.


Lari 100x putaran?


Tanpa pingsan?


Pasti aku bisa.


Liat aja arya,aku tidak selemah apa yg kamu pikirkan.


Aku mulai berlari saat itu juga.dibawah panas terik matahari,aku terus berlari sesuai dgn hitungan yg arya mau.


Beberapa kali aku merasakan kelelahan dan berhenti sebentar,lalu berlari lagi.


Arya sedang memperhatikanku dari balkon lantai atas.


Aku tau,walaupun dia bersikap dingin padaku,dia mempunyai hati yg hangat.dia baik dan sangat peduli padaku.


Dan saat putaran terakhir..


Aku langsung tergeletak di rerumputan.bukan pingsan,hanya saja aku sangat kelelahan.bahkan rasanya ingin pingsan saja.tapi aku tdk boleh menyerah,pasti black demonĀ  lebih kuat dari yg ku bayangkan.jadi aku benar benar harus berlatih lebih keras lagi.


Wisnu,pasti juga mengalami hari yg sulit disana.dan aku juga ingin bisa melindunginya,bukan hanya dia saja yg akan melindungiku.


Aku ingin,kami saling melindungi satu sama lain.


Kupejamkan mataku karena silau nya cahaya matahari.


Tiba tiba,ada yg menutupi sinar matahari yg membakar wajahku.saat ku buka mata,arya sudah berdiri didepanku lalu mengulurkan tangan nya dan membantuku berdiri.


Senyum tipis tersungging diwajahnya,"boleh juga.. Aku mau kamu lakuin ini setiap hari ,nay. Baru kita lanjut ke tahap selanjutnya" ucapnya.


Aku tersenyum senang,lalu mengangguk dgn semangat.


Arya lebih sering memperhatikan asupanku,mulai dari apa saja yg kuminum dan ku makan.bahkan dia tdk segan segan mengantarkan sarapan dan segelas susu hangat saat malam hari.


"Nay, arya naksir kamu tah?"bisik rani saat melihat apa yg sering arya lakukan padaku.


"Is,ngaco! Enggak mungkin lah"sahutku sambil menoyor kepalanya.


"Heh!! Orang perhatian gitu lho ,nay"


"Gak usah ngaco deh ,ran.. "


Dan selama seminggu aku berhasil melakukan hal ini dgn baik.sudah tdk ada lagi pingsan seperti diawal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2