
" udah kan? Yuk kita pulang..." ajak wisnu.
Sore ini aku agak pulang cepat. karena beberapa pekerjaanku juga dibantu oleh wisnu.
" Mmmm... Yuk. Udah mau maghrib kan ini. Kamu mau buka puasa pake apa?sekalian aja beli " kataku.
"Aku pengen ke kedai.kangen ramen punyaku." ucapnya diiringi dengan senyum simpul.
" Eh.. Masa makan pedes? Kan kamu habis puasa. Jangan deh ih .nanti sakit perutnya. " saranku.
" Gak papa.. Level 1 aja.kan bisa" katanya ngotot.
"Ya udah lah,terserah kamu aja. Tapi awas kalo perutnya sakit ya. Aku gak tanggung jawab!" ancamku.
"Iya sayang. Bawel ih."
Dia lalu menggandeng tanganku.
"Arya-- ikut ya. Kita makan ramen bareng." ajak wisnu.
Arya yg sedang duduk di sofa seperti biasa,lalu menatap kami bergantian.tak lama dia menggeleng.
"Enggak deh , nu. Kalian aja. Aku balik duluan ya. Rani sendirian dirumah. kasian." arya lalu beranjak dan meraih jaketnya lalu keluar dari ruangan tanpa menoleh sedikitpun padaku.
Aku jadi merasa tidak enak padanya.
Aku dan wisnu pergi ke kedai ramen nya.memang sudah agak lama kami tidak kesana.
Hanya dengan 15 menit saja kami sudah sampai di kedai nya.
Wisnu mengulurkan tangan nya padaku lalu menggandengku masuk kedalam.
Beberapa karyawan nya langsung menyambut kami dengan hangat .
"Sore pak wisnu.. Bu nayla.. Lama nggak mampir"
"Kemana aja bu.. Pak.."
Bahkan salah 1 karyawan wisnu langsung memeluk lenganku dan menuntunku ke meja yg masih kosong.
"Bu nayla, mau green tea? Kita ada rasa baru...bla bla bla.."
Mirip spg yg nawarin barang dagangan nya.
Dan aku pun cuma iya iya aja.
Adzan magrib pun berkumandang . wisnu mulai buka puasa dengan segelas teh hangat.
Sambil melihat dia buka puasa, aku memandangi sekitar kami.
Suasana kedai agak ramai sore ini. banyak pengunjung nya. mungkin karena ini malam minggu.
" Sholat dulu yuk" ajak wisnu.
" Aku lagi gak sholat"
" Oh gitu. Ya udah,aku tinggal sebentar ya sayang.. Gak papa kan?" tanyanya sambil membelai wajahku.
"Iya, aku gak papa kok .sana buruan.nanti waktunya abis lho."suruhku.
Sebelum wisnu pergi,dia sempatkan mencium keningku.
Di kedai memang disediakan mushola yg letaknya didalam.
Sambil menunggu dia ,ku nikmati thai tea hangat, yg baru saja di antarkan oleh pegawai wisnu.
Ku kirimkan pesan ke arya.
__ADS_1
'Udah makan?mau aku bawain ramen gak?rani tanyain sekalian ya'
'Udah. Gak perlu.kami udah makan barusan.kamu jangan pulang terlalu malam.'
'Iya. Wisnu masih sholat.sebentar lagi pulang.'
Kuletakkan ponselku di meja ,kucecap thai tea ditanganku.
Entah kenapa aku merasa sedang diawasi sedari tadi.
Ku edarkan pandanganku ke sekeliling.dan ada beberapa orang yg menurutku aneh.
Terutama pengunjung di kedai ini.sikapnya diam.apatis. dan misterius.
Aku memang selalu berusaha waspada di setiap situasi,seperti yg diperintahkan arya.
Tak lama,wisnu datang.
"Lama ya.."
"Enggak kok. Lagian masa sholat buru buru."sahut ku.
"Habis ini kita mau kemana?"
"Kemana? Pulang aja deh. Aku capek." pintaku sambil menarik nafas panjang.
Wisnu membelai wajahku lembut."ya udah kita pulang."
Kami pulang ke rumah kontrakan ku.sampai disana,aku agak heran dengan pintu yg terbuka lebar.
Karena jarang sekali rani maupun arya membuka pintu lebar lebar,bahkan dari gerbang juga.biasanya arya sangat protectif sekali dengan keamanan dirumah.
Aku diam beberapa saat sambil melihat kedalam rumah.
"Sayang,kenapa?"tanya wisnu heran.
"Ya udah,yuk kita masuk. Semoga gak ada apa apa ya."
Kami lalu masuk kedalam rumah.
Dan rumah benar benar dalam kondisi berantakan.kursi dalam posisi terbalik,hiasan dinding berserakan dilantai,kaca jendela pecah berhamburan.
" astaga... Ada apa ini ,nu?" aku mulai panik.
"Kita cek dulu ,nay. Kamu tenang dulu. Arya hebat kok,jadi pasti dia gak papa."
Kami berjalan hati hati ke dalam.menyusuri tiap ruang demi ruang.
Semua ruangan rusak,hingga ranjang pun terkoyak akibat robekan benda tajam.
Pikiranku mulai kalut.aku mencemaskan arya dan rani.
Dimana mereka?
"Raniiiiiiii!!!! Aryaaaaaaa!!!" teriakku.
Namun hening,tidak ada suara sahutan dari mereka.
Air mataku mulai jatuh membasahi pipi.aku sudah membayangan kemungkinan kemungkinan terburuk.
Wisnu menatapku iba,dia langsung memelukku." udah. Jangan nangis ya . kita cari mereka. Oh iya kamu kabarin dewa. Suruh kesini"
Akhirnya ku kirimkan pesan ke dewa agar segera datang ke sini.
Pranngggg!!!
Aku dan wisnu melotot dan menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
Suara itu berasal dari kamar atas.kami lalu berlari ke lantai atas.dan mencari rani atau arya.
Begitu ku buka pintu kamar rani,aku terbelalak melihat mereka berdua terbaring tak berdaya.
Rani tidak sadarkan diri,sedangkan arya masih sanggup membuka mata,hanya saja kondisinya sangat memprihatinkan.
Darah nya mengucur deras di kepala ,perut ,kaki dan tangan .
"Ya allaaaaah" aku langsung berlari mendekat pada mereka.
"Aryaaaa.. Kamu gak papa? Ya ampun , darah nya banyak banget ! Kamu kenapa? Mana yg sakit??" aku menangis histeris sambil memeluk arya.
Arya hanya sanggup menatapku tanpa bersuara sedikitpun.
Wisnu menyentuh bahuku pelan." arya gak papa ,nay. Udah ya. Kamu cek rani . biar aku liat kondisi arya. " ucap nya.
Aku mengangguk lalu kelepaskan arya dari dekapanku dan beralih ke rani.
Kutepuk tepuk pipi rani ,kuambil minyak angin dan ku oleskan di hidung dan pelipisnya.
Tak lama dewa datang dengan berlari tergopoh gopoh.
"Astagaaaa!!! Rani kenapa ,nay???"teriak dewa panik.
"Aku gak tau ,wa. Aku balik mereka udah gini."ucapku sambil terisak.
Dewa spontan membopong rani.
"Kita ke Rumah sakit" lalu dia berjalan keluar.
Aku menoleh ke wisnu,dia mengangguk pelan padaku.lalu dipapahnya arya keluar kamar,menyusul dewa.
Kami pergi ke rumah sakit dan meninggalkan rumah dengan kondisi kacau balau seperti itu.
\=\=\=\=\=
Rani dan arya masuk ruang IGD.
Kami bertiga menunggu diluar dengan perasaan kacau.
Aku mondar mandir tidak bisa tenang memikirkan mereka berdua. Pasti arya kembali diserang seperti kemarin ,sehingga kondisinya kacau seperti itu .
Dewa bertopang dagu,aku tau dia sama cemas nya sepertiku.
Wisnu sedari tadi terus menatapku tajam.
Tak lama pintu IGD terbuka.kami dipanggil perawat dan dijelaskan tentang kondisi arya dan rani.
Dan mereka harus dirawat malam ini juga.
Sengaja kami memilih kamar kelas 2. Dengan maksud agar arya dan rani jadi 1 ruangan.sehingga kami tidak repot menjaga mereka berdua.
Kini arya dan rani tengah tertidur karena obat penenang yg diberikan dokter.
Aku duduk di kursi samping ranjang arya,dan menatap nya iba.
"Sayang.. Kamu istirahat dulu ya. Kamu capek.. Mereka kan udah gak kenapa kenapa.."pinta wisnu sambil membelai kepalaku.
Aku mengangguk lalu wisnu menggandengku ke sofa dan menyuruhku tidur.
Dia menyelimutiku dengan jas yg dia kenakan,lalu mengusap wajahku lembut.
Cup.
Dia mencium keningku.
"Istirahat sayang.. Aku jagain kamu disini."
__ADS_1
Kucoba untuk memejamkan mataku.