pancasona

pancasona
Part 40 Dua hati


__ADS_3

Kurasakan tangan kokoh tengah memelukku dari belakang.


Saat kubuka mata,aku masih ingat kalau aku dan arya masih di rumah sakit.dan pasti yg ada dibelakangku adalah arya.


Aku membalikkan badanku.dan kupandangi wajah arya yg teduh.


Tangan arya tidak juga menyingkir dari pinggangku.


Dan anehnya kubiarkan saja.


Tak lama arya terbangun.lalu tersenyum melihatku.


"Udah bangun?"tanyanya.


Aku hanya tersenyum menanggapinya.


Kulepaskan tangan arya yg masih ada dipinggangku lalu aku turun dari bed.


Kuputuskan untuk mandi saja,karena badanku rasanya lengket sekali sejak kemarin.


Saat aku selesai mandi,arya sedang duduk di bed nya dan ada perawat yg sedang melepaskan infus nya.


"Lho kok dilepas?"


"Iya, kan udah dibolehin pulang,nay. Lagian aku udah gak kenapa kenapa."


Aku mendekat ke arya,"kamu serius udah gak papa?"


"Iya ,nay. Aku udah gak papa kok.kita balik hari ini ya."


Aku menarik nafas panjang lalu mengangguk padanya.


"Aku mau mandi dulu ya"ucap arya.


"Ya udah,yuk aku anter."saat akan ku papah arya,dia malah menahan tanganku sambil menatap mataku.


"Gak usah,nay. Aku bisa sendiri"


Deg!


Jantungku berdegup kencang saat ini.


"Oh ya udah." kulepaskan tanganku dari arya.


Arya lalu mandi dulu.


Sementara menunggunya selesai mandi.aku membereskan barang barang kami dan kumasukan ke dalam tas.


Kuraih ponselku dan ku kirim pesan ke mas reza.kalau aku akan datang terlambat ke kantor.


Arya selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.dia belum memakai baju,hanya celana saja.


Itupun celana yg dia pakai semalam.


"Arya-- kamu pake kaus yg ini aja ya.. Yg kemaren udah bau." kuambil kaus dari dalam tas nya.


Saat ku sodorkan ke arya ,dia mendekat sambil meraih kaus itu dari tanganku.


Namun,dia terus saja menatapku lekat lekat.dia juga terus mendekat,hingga...


Cuuup..


Dia mengecup bibirku lembut.


Aku terperangah dengan apa yg dilakukan arya.


Dan ,anehnya aku diam saja.


Seolah olah aku pun larut dalam situasi ini.


"Aku sayang kamu ,nay.. Maaf kalau aku kurang ajar. Aku tau kamu milik wisnu" ucap nya sambil membelai wajahku.


"Aku.. Aku..." aku bingung harus mengatakan apa padanya.


Arya meletakan telunjuknya di depan bibirku lalu tersenyum tipis," gak usah ngomong apa apa.. Buat aku,cinta tidak harus memiliki.asal aku bisa liat kamu setiap hari dan bahagia,itu udah cukup..aku gak butuh apa apa lagi." ucapnya pelan.


"Tapi ---"


"Ssssttt-- udah yuk.. Kita balik.." ajaknya lalu dia menggandengku sekaligus menenteng tas nya.

__ADS_1


Setelah mengurus administrasi rumah sakit,kami segera ke parkiran .


"Kunci mobil mana?"tanya arya.


"Buat apa?"


"Ya aku yg nyetir kan?"


"Enggak ah. Kamu baru sembuh kok.biar aku aja"


"Eh-- enggak! Aku aja! Sini kunci nya.."


"Tapi ,aryaaa..."


"Udah ah,gak usah bawel. Aku masih kuat nyetir kok sampe rumah."paksanya.


Akhirnya kuberikan kunci mobil dan kubiarkan arya yg menyetir.


Sepanjang perjalanan aku banyak diam.begitupun dengan arya.


Aku masih membayangkan kejadian barusan.


Kusentuh bibirku sambil mengulumnya.


Apa yg ada dipikiranku?


Kenapa aku malah menyukainya.


Astaga!!!


Wisnu.. Maafin aku.


Kenapa kamu gak balik balik?


Aku hanya terus menatap keluar jendela sampingku.dan berusaha menghindari tatapan mata dari arya.karena beberapa kali dia sering mencuri pandang padaku.


"Oh iya. Nanti aku turunin di kantor aja ya"pintaku.


Arya menoleh ,"kamu mau kerja?"


"Iya. Ada meeting nanti sama semua karyawan.sama mas reza juga soalnya.penting arya."


Tak lama kami sampai di kantor.


Setelah arya memarkirkan mobilnya kami masuk kedalam.


"Nay... Aku pergi sebentar ya. Ada urusan. Nanti aku kesini lagi.aku udah bilang adi,biar dia jagain kamu dulu selama aku gak ada."


"Kamu mau kemana?"


"Mmm.. Ada urusan ,nay. Ya udah kamu hati hati ya.inget! Jangan percaya orang lain selain adi dan rani!!"


"Iya arya.."


Arya tersenyum,lalu mendekat padaku.dia membelai wajahku kemudian mencium keningku.


Aku mendorongnya pelan,"arya--- kamu ih.. "


"Kenapa?"tanyanya cuek.


"Ini tempat umum! Jangan sembarangan gitu deh!"


Dia malah cengengesan.


Setelah berpamitan sekali lagi,arya kembali masuk ke mobil nya dan pergi dari pelataran parkiran kantor.


Saat kulirik jam di pergelangan tanganku,aku agak mempercepat langkahku.


Karena sebentar lagi meeting akan dimulai.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selesai meeting,aku kembali ke ruanganku.


Rasanya pikiranku sudah lelah sekali.perusahaan sedang banyak masalah akhir akhir ini.


Arya kemana ya?dia itu mau kemana sih?selalu saja main rahasia rahasiaan sama aku.


Ceklek

__ADS_1


Kubuka pintu ,namun aku agak terkejut melihat ada seseorang yg tengah duduk di meja kerjaku.


Dia sedang memandangi figura fotoku dan wisnu yg ada di meja.


Saat dia menoleh,hatiku berdesir tak karuan.


"Hai sayang..." sapanya.


Ku jatuhkan map yg kupegang karena aku kaget melihat nya kini ada dihadapanku.


"Wisnu???"


Dia tersenyum lalu berjalan mendekat padaku.


"Iya.. Kenapa?kaget ya?"


Aku segera memeluknya erat,"kok kamu gak bilang mau pulang?"


"Sengaja.. Aku pengen kasih kejutan sama kamu" dia mencubit hidungku gemas.


Yah-- inilah kebiasaan nya jika bersamaku.hidungku selalu jadi sasaran.


"Kamu berapa lama disini?"tanyaku penasaran.


"Eum.. Aku udah balik kesini kok ,nay. Latian ku sama hans udah selesai. Tinggal puasanya aja. Kalau puasa aja kan disini aja bisa." terangnya.


"Beneran? Kamu udah disini lagi?gak akan kemana mana lagi kan?"tanyaku antusias.


"Iya, aku udah balik kesini. Aku kangen tau.."katanya.


Aku mendorongnya menjauh.wisnu akhirnya menatapku heran.


"Lho kenapa?"


"Kamu lagi puasa kan?"


"Iya.."


"Ih,gak boleh peluk peluk donk.."kataku.


"Lah kan kamu yg peluk aku duluan.salah siapa coba kalo puasaku batal"


Mulai iseng nih anak.baru aja ketemu.heran banget deh aku.


Aku meliriknya tajam,"iya iya.. Aku yg salah. Mana aku tau kamu lagi puasa.."kupungut map yg tadi kujatuhkan.


Ceklek.


Pintu terbuka lagi dan kali ini....


Arya yg datang.


Saat dia melihat wisnu,dia agak terkejut.terlihat sekali raut wajahnya berubah seketika.


"Wisnu?"


"Haaii ,arya.. Dari mana?"wisnu mendekat ke arya lalu mereka bersalaman.


"Ada urusan tadi. Kamu kapan balik?" tanya arya sambil sesekali melirikku.


Mereka akhirnya terlibat obrolan berdua.aku putuskan untuk kembali bekerja.


Aku bingung dengan keadaan ini.


Kini mereka berdua ada dihadapanku.


Aku yakin,arya akan terluka jika aku bersama wisnu lagi.


Tapi...aku...


"Aaaaaarrrrrggghhhhhh" teriakku dalam hati.


Apa yg harus kulakukan sekarang?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Andai aku bisa memilih biarkan cinta antara kita tetap terjaga dan baik baik saja untuk selamanya , tapi kenyataan selalu memberi pilihan pahit antara memilih dirimu atau memilih dirinya


Dan jika semua ini dosa biarkanlah aku terima karena tak mungkin aku lepaskan kamu dan dirinya...

__ADS_1


Karena Kamu dan dirinya kini telah ada di dalam jiwaku.


__ADS_2