pancasona

pancasona
Part 26 Wisnu


__ADS_3

Aku berjalan dgn agak terburu buru menuju lift.aku kesiangan pagi ini.


Rani sudah berangkat awal tadi krn dia harus mengantar kan dewa ke stasiun utk membeli tiket ,dia akan pulang malam nanti.


Alhasil aku berangkat naik taksi ke kantor.


Sambil terus melihat ponselku,aku berjalan tanpa melihat ke depan.


Ada beberapa pesan yg hrs kubalas.


Dan...


Bruuugg!!


Prangggg!!!


Ponselku terjatuh dan pecah.


"Ya ampun...."kupungut pecahan ponselku,dan kucoba satukan kembali.


Ya,- aku baru saja menabrak seseorang.


Dia jongkok juga sambil membantuku memungut ponselku.


Saat kulihat siapa sosok ini,aku langsung melihatnya dgn sinis.


Wisnu!!!


"Gmn?bisa nyala gak hp nya?"tanyanya.


"Gak tau.. "Jawabku ketus.


Aku lalu berdiri kembali sambil mencoba menyalakan ponselku.


Aku lalu berjalan masuk ke lift.


Tdk lagi memperdulikannya.


"Nayla!!!"panggil wisnu.


Dgn malas malasan aku menoleh ke arah wisnu.


"Apa???"tanyaku ketus.


Dia mendekat lalu mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu."ini buat ganti hp kamu yg rusak"katanya sambil menyodorkan uang itu.


"Gak usah!! Aku masih punya uang buat beli hp baru!!"jawabku sinis.


Enak aja.. Dia udah maki maki aku,menghina bahkan merendahkan ku kemarin malam.gak bakal aku baik sama dia.


Aku segera menutup pintu lift.


Sampai diruangan krja,kulihat rani dan beberapa orang sudah datang dan sibuk dgn kegiatan masing masing.


Rani sedang menyecap teh hangat yg sepertinya baru saja dia buat,karena terlihat masih mengepul.


"Ih,seger bgt tuh.. "Kataku lalu menyambar teh milik rani kemudian meneguknya.


Rasanya badanku menjadi lebih hangat.


"Nay,aku telfonin..hpmu gak aktif??"tanya rani.


Kuletakan cangkir teh miliknya lalu menunjukan ponselku yg sepertinya sudah tdk bisa diselamatkan lagi.alias rusak!


"Rusak??kok bisa?"tanya rani heran.


"Iya,habis nabrak gunung es.."kataku ngaco.


"Ih kamu suka ngarang deh..gunung es dari hongkong??"katanya sambil cekikikan.

__ADS_1


Tak lama si,gunung es alias wisnu masuk ke ruangan ini.


Aku lalu langsung duduk di tempatku dan menyalakan komputerku.


"Wira?????!!!!astaga nay...naylaaaa!!! Wira nay.!! Dia masih hidup nay..."teriak rani histeris.


Dan membuat beberapa teman sekantor kami melihat ke arahnya.


"Nayla!!! Gmn sih???itu wira nay...kamu gak kangen dia??kok dia masih hidup ya nay..?"rani kini menarik tanganku dan kini aku berdiri dekat dgn wisnu.


"Ini??? Wira??? Dia bukan wira kali ran... Masa kamu gak bisa bedain.. Wira gak kaya dia!!" kataku sinis lalu kembali duduk ke tempatku.


"Bukan??masa sih ?? Tapi mirip bgt .. Emang sih,rasa putihan dikit."rani masih terus mengamati wisnu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Eh ran!! Dia pak wisnu tau.. Adiknya pak reza!!"kata vina yg kini berdiri didekat rani.


"Apa??masa??serius???ya ampun bisa sama gini mukanya??"rani masih saja takjub.


"Eh,wira tuh siapa sih?kemarin juga nayla gini reaksinya liat pak wisnu.."tanya vina agak berbisik ke rani,tapi kami masih dapat mendengarnya.


Wisnu sedari tadi hanya diam saja.


"Serius vin??jadi nayla udah ketemu sama dia?pantes dia cuek aja.."rani ikut bisik bisik juga.


Kudengar langkah kaki wisnu mendekat dan berdiri dibelakangku krn aku dapat melihat bayangannya dilayar komputerku.


Aku berdiri berniat membuat teh ke pantri.aku sama sekali tdk memghiraukannya.ku anggap dia tdk ada.


"Jadi dia yg namanya wira?."tanya wisnu sambil melihat foto ku dan wira di ujung layar komputerku dan beberapa pigura kecil dimeja kerjaku.


"Bukan!!! Itu foto kamu yg ku edit.."jawabku lalu meninggalkannya begitu saja.


Tak lama aku kembali keruangan ku dgn secangkir teh yg kubuat tadi.


Disana kulihat rani dan wisnu tengah asyik mengobrol sambil ketawa ketiwi.


"Nay,wisnu punya kedai ramen?? Kpn kpn kita kesana ya..kamu kan suka bgt sama ramen."ajak rani.


"Ran,pinjem hp kamu donk.."pintaku.


"Buat apa nay??"dia menyerahkan ponsel yg diletakan disaku baju nya.


"Musik.."jawabku sambil menaikkan sudut bibirku keatas.


Dan kini aku tenggelam dlm pekerjaanku dan terus fokus hingga siang hari.


Pak reza memanggilku krn masalah pekerjaan.aku lalu berjalan ke ruangannya yg letaknya di ujung koridor lantai ini.


Aku memberitau sekertaris nya bajwa aku akan menemui pak reza.


Tok tok tok


"Masuk.."ucap seseorang dari dalam ruangan.


"Mba nayla mau ketemu pak"kata via ,sekertaris pak reza.


Deg!!


Kenapa ada dia disini?


Ah, sungguh menyebalkan sekali.


Wisnu sedang duduk disofa bersama pak reza.


"Oh iya,masuk dulu nay.."kata pak reza ramah.


Aku lalu masuk dan mendekat padanya.


Wisnu yg duduk didepan pak reza melirikku terus sedari aku datang tadi.

__ADS_1


"Ini tolong dipelajari ya nay..trus kasih tau saya ide kamu utk proyek ini gmn"lalu pak reza mengulurkan sebuah dokumen padaku.


"Iya pak,baik..akan saya kerjakan"kataku.


"Oh iya,wisnu mulai bsk akan jadi manager area yg baru utk proyek itu"kata pak reza sambil menunjukan dokumen ditanganku.


"Hah??"aku melongo mendengarnya.membayangkan saja rasanya aku tdk sanggup jika hrs bersama dia setiap saat.


"Knp nay?"tanya pak reza heran.


"Eh,gak papa kok pak."jawabku.


"Ya udah, kalo gitu kamu balik lagi aja ke ruangan kamu "suruh nya sopan.


Aku berjala


n keluar ruangan pak reza dgn langkah berat.


Bagaimana bisa aku menghadapi wisnu setiap hatinya.


Sampai diruanganku,aku masih bengong.


"Eh nay.. Makan dulu yuk.laper"ajak rani lalu menarik tangaku begitu saja keluar.


Dokumen yg kubawa tadi kuletak begitu saja di meja kerjaku.


Aku dan rani berjalan ke kantin.rani terus mengoceh kesana kemari.


Dia juga bertanya kejadian saat aku menganggap winu adalah wira.


Rani juga tdk percaya dgn kata kata wisnu kemarin.


"Ih,nyebelin bgt sih dia.. Tapi nay,dia ramah bgt kok tadi.gak nyangka aja,dia bisa beranggapan kamu kaya gitu,!awas aja kalo ketemu,aku unyel unyel dia.."kata rani agak kesal.


Kami berjalan sampai kantin.


Lalu memilih kursi yg masih kosong krn kebetulan semua penuh.


Setelah duduk,rani memesan makanan utknya dan utkku juga.


Srettt


Kursi didepanku ditarik dan wisnu tiba tiba saja duduk disana.


"Sory,gak ada kursi lagi yg kosong"katanya setelah melihat reaksiku yg sangat tdk suka melihat nya ada disini.


Aku hanya diam.


"Gak papa kok nu.. Sini aja.."kata rani ramah.


Lah ni anak aneh,katanya tadi mau nguyel nguyel wisnu.eh sekarang malah baik bgt.


Mereka malah ngobrol akrab sekali.


Aku lalu menyantap makanan ku tanpa memperdulikan mereka berdua .


"Nay,nanti kita diajak mampir makan ramen.. Yuk nay,nanti aku ajak dewa sekalian.boleh ya nu.."kata rani semangat.


"Boleh aja kok ran.."ucap wisnu sambil menatapku lekat lekat.


Makan remen di.kedai milik nya??


Kuakui ramen miliknya enak bgt.


Tapi,kenapa harus dia sih??


Aku sangat tdk suka melihat nya.


Wajahnya memang mirip wira.tapi sikapnya tdk sama.

__ADS_1


Aku benci dia,aku hanya memginginkan wira ku.


__ADS_2