pancasona

pancasona
Part 37 Penyelamatan Rani


__ADS_3

"Terus gimana donk. Aku yakin, aku kan yg mereka maksud buat dateng ke sana sendirian?"tanyaku sambil kutatap dewa dan arya yg sedari tadi terdiam sambil menompang dagu.


"Iya ,nay. Memang kamu yg mereka maksud."sahut dewa.


"Ya udah. Tunggu apa lagi. Aku kesana deh. Aku bakal bawa rani balik."


"Enggak!!!" tukas arya.


"Tapi kan rani dalam bahaya ,arya!! Aku gak bisa diem aja! "


"Dan aku juga gak bisa diem aja kalau kamu kenapa napa ,nayla!!" sambil terus menatapku tajam seperti elang.


Kuhembuskan nafas berat.bakal susah nih.arya tidak akan membiarkanku pergi menolong rani.tapi,apa yg harus kami lakukan?


"Biar aku yg kesana deh nanti."dewa akhirnya angkat bicara.


Arya dan dewa terlibat obrolan lebih dalam lagi tentang masalah ini.yg menurutku mereka terlalu terbelit belit dan membuang waktu.


"Aku ke kamar ya. Ngantuk.."


Arya dan dewa melirikku.dan tatapan mata arya penuh misteri.dia menatapku seolah tidak percaya padaku.


"Gak usah aneh aneh! Inget itu--nay!" ancam arya.


Aku langsung pergi ke kamarku tanpa menghiraukan kata kata arya barusan.


Sampai kamar aku malah mondar mandir didepan balkon kamar memikirkan nasib rani.


"Aku gak bisa diem aja. "Gumamku.


Segera aku menuju lemari pakaianku , dan berganti pakaian.


Kupakai tanktop warna hitam dan celana skinny hitam dan ku balut dgn jaket kulit hitam.


Mungkin aku terinspirasi dari black demon.


Kugelung rambutku ke atas dan kusematkan sumpit agar terlihat rapi.kemudian kuambil pisau lipat dan kusematkan pada sepatu boot dgn hak yg tdk terlalu tinggi.untuk berjaga jaga pikirku.


Yah-- aku akan pergi menyelamatkan rani. Dengan ataupun tanpa sepengetahuan arya dan dewa.


Ku sambung sambung seprei & selimut agar menjadi panjang.lalu kuikatkan pada pilar di balkon kamarku.


Kuamati dulu keadaan dibawah.sepertinya dewa dan arya masih mengobrol di ruang tengah.inilah kesempatanku.


Ku lempar seprei yg sudah kuikat panjang,lalu perlahan aku turun kebawah.


Aku itu anak mapala,dan saat smu dulu sering ikut panjat tebing juga,jadi jika hanya setinggi ini saja tidak akan masalah utkku.


Buugg!


Aku langsung bersembunyi dan mengintip kedalam rumah.


Arya dan dewa masih asik membahas entah apa.


Aku pergi dengan mengendap endap keluar halaman.


Aku sedikit berlari kecil mencari mang ojek yg biasa ada di perempatan ujung jalan dekat rumahku.


"Mang,, anterin ya ke *****" lalu aku langsung naik ke boncengan motornya.


"Siap ,neng.."


Motor mang udin melesat menembus dinginnya malam ini.hingga tak terasa kami sudah sampai di tempat yg ku maksud.


Setelah membayar ongkos ojek,aku pun segera melenggang ke rumah itu.


Yah-- kediaman black demon.


Dewa sudah mengetahui markas mereka.tempat ini seperti rumah mewah pada umumnya.


Halaman nya luas sekali dipenuhi pohon pohon akasia dan beberapa pohon mangga dan jambu.


Aku segera naik pagar setelah sebelumnya ku cek kondisi nya.


Seperti nya tidak ada kamera cctv atau sejenisnya.


Aku langsung bersembunyi dibalik pohon beringin yg agak besar disamping pohon jambu.


Kupetik jambu yg sudah kemerahan.aku lapar.


Harusnya tadi aku makan dulu sebelum pergi.


Setelah dirasa cukup mengganjal cacing diperutku yg tadi mulai demo.aku kembali mengendap endap ke rumah itu.di teras keluar lah beberapa orang dan terlihat sedang mengobrol serius.


"Jaga wanita itu! Aku yakin-- kawan nya pasti akan datang "ucap salah satu dari mereka lalu dia pergi naik motor entah kemana.


Aku berfikir keras,dimana rani di sekap.karena rumah ini besar sekali dan pasti didalam rumah ini ada banyak anggota black demon juga.


Walaupun aku sudah berlatih dengan arya selama beberapa minggu ini,tapi aku belum yakin dengan kemampuanku.


Karena aku saja belum bisa mengalahkan nya .malah aku yg selalu tumbang entah karena pukulan maupun tendangan arya.


Kuamati keadaan , sepertinya aman untukku masuk ke dalam.


Aku masuk dengan pelan pelan dan memperhatikan keadaan sekitarku.


Beberapa kali aku bersembunyi jika ada anggota black demon yg lewat.


Sejauh ini semua berjalan aman dan lancar.mungkin aku bisa mendaftar menjadi BIN(badan intelegent NKRI).


Hingga aku sampai di sebuah ruangan yg sedang dijaga 3 orang.mereka sedang asik bermain kartu sambil mengobrol.aku yakin rani ada disana.karena hanya ruangan itu satu satu nya yg dijaga.


Aku bingung,apa yg harus kulakukan.jika aku maju dan menyerang,aku takut anggota black demon yg lain akan datang dan pasti aku akan kalah jumlah.


Tapi aku harus membawa rani pergi dari sini.


Aku tengak tengok ke sekelilingku.dan kuambil kursi kayu yg ada didekatku.


Perlahan tapi pasti aku mendekat lalu ke pukulkan ke salah 1 penjaga disana.


Braaaakkk!!!


Dia langsung jatuh ke lantai terkapar tak berdaya.dua orang teman nya menatapku penuh kemarahan.


Mereka berdua langsung mendekat padaku dan menyerangku secara bersamaan.


Untung aku dapat menghindar dan berbalik melawan mereka.


Ternyata apa yg diajarkan arya berguna juga sekarang.


Dan dalam beberapa menit.mereka sudah terkapar dilantai.


Aku segera menuju pintu dan ku buka pintu itu dgn mengambil kunci yg tergeletak di meja.


Setelah pintu terbuka,aku terperanjat karena tidak ada seorang pun disana.


Maksudnya apa sih?


Mana rani?

__ADS_1


"Kaget??" ucap seseorang dari arah belakangku.


Saat aku menoleh,berdiri seorang pria dgn tubuh tambun sambil tersenyum licik padaku.


Sial!aku tertipu.


"Mana rani??? Aku sudah datang jadi lepaskan dia!!"


"Wow..wow..wow... Kamu galak juga ya. Berbeda jauh dengan sekar!!"


Aku terperangah,"sekar? Dari mana kamu tau soal sekar?"


"Tentu saja dari ayahku.. Aku akan mengembalikan temanmu ,tapi ada syaratnya."


"Apa!!!"


"Bawa buku itu kehadapanku!!"


"Buku??? Buka apa??!"


"Buku milik sekar!!"


"Hah? Kamu ngomong apa sih?buku punya sekar? Mana aku punya!!!"


"Ayolah ,nayla. Buku itu di wariskan turun temurun oleh keluargamu! Jadi pasti kamu memiliki buku itu!!"


Aku terdiam mematung mencoba mencerna perkataan nya.


Buku milik sekar?yg diwariskan turun temurun di keluargaku?


Maksudnya apa?


Sekar?


Apakah dia...


"Kamu masih belum paham? Kalau kamu adalah keturunan sekar?"


Aku kaget,"nggak mungkin!!" aku menggeleng cepat padanya.


"Apa yg tidak mungkin?memangnya  wira tidak memberitaumu?kalau kamu adalah keturunan dari sekar??"


"Apa??"


Aku benar benar tidak mengerti dengan perkataan nya.


Aku dan sekar?


Jadi kami?


Ah-- itu tidak mungkin.


Tapi dia bilang wira tau hal ini.dan kenapa wira tdk memberitauku sebelumnya.


Kepala ku makin pusing,"heh!! Kasih tau..mana rani!!!"


"Dia ada ditempat yg aman."


"Dimana???"bentakku.


"Aaaaaaarrrrrrhhhhhhh"


Terdengar teriakkan dari lantai atas ,itu suara rani.


Aku bahkan sampai melihat ke atas untuk memperkirakan dari arah mana suaranya.


Dengan gerakan memutar aku sikut perutnya dgn cukup keras dan berhasil terkena ulu hatinya.


Dia mengerang kesakitan.sambil menahan tubuhnya yg melemah.


Dan tak lama beberapa anak buahnya yg lain berdatangan.


Mampus gue!!


Ada sekitar 20 orang pria disini.dan aku ,sendirian.


Ku lawan sebisaku namun,karena jumlah mereka yg cukup banyak,aku hampir kewalahan karena energiku pun lama lama terkuras habis.walau beberapa dari mereka juga sudah ku jatuhkan,namun tetap saja aku kalah jumlah.


Buuuggg!


Aku terkena pukulan dipunggungku dan terpental ,namun seseorang langsung mendekapku kedalam pelukan nya.


Ku dongakan kepalaku,"arya??"


"Kamu gak papa?"


Aku mengangguk dengan mata berbinar.


Dia lalu menarikku untuk duduk disebuah kursi,"tunggu sini"


Arya memukul mereka satu persatu dengan mudahnya.


Dia memang hebat,pantas saja wira menyuruh arya untuk menjagaku.


Dan hanya dalam 10 menit ,mereka semua sudah terkapar di lantai.


Arya mendekat padaku.lalu menatapku dalam.


"Bandel!!" omelnya.


Aku hanya cengengesan .


Lalu dia menarik tanganku dan menggandengnya,"jangan jauh jauh dari aku!"


Aku tidak menjawab apapun hanya pasrah ditarik seperti ini olehnya.


Kami berjalan ke lantai atas dan mencari keberadaan rani.


Tak lama dewa juga datang bersama beberapa orang nya.


Dan benar saja,rani ada didalam kamar di lantai atas,dalam kondisi terikat.


Segera saja dewa membopongnya dan kami pun keluar dari sini.


Namun lagi lagi kami dihadang oleh beberapa anggota black demon yg lain.


Arya terus menggandengku sambil melawan mereka.dia tdk membiarkan mereka melukaiku barang seujung kuku sekalipun.


Braaakk!


Arya terkena pukulan kayu dikepala krn menghalangiku dari mereka.darah pun mengalir dari kepalanya ,namun dia tdk bereaksi apapun.


Malah dia menghajar orang itu dgn brutal.


Dan akhirnya,mereka semua tumbang.arya terus menggandengku keluar dari rumah ini.rani masih di bopong dewa.kami pun pulang kerumah.


•••••


Sampai dirumah arya masih saja menarikku hingga ke kamar.

__ADS_1


"Masuk! Bersih bersih! Gak usah keluar lagi! Awas aja!!" ancam nya serius sambil bersedekap.


Aku hanya diam dan tersenyum kecut lalu masuk kedalam kamar.


Aku langsung mandi dan kini duduk dibalkon kamarku.


Aku memikirkan kejadian tadi.


Buku sekar?


Aku masih keturunan sekar?


Dan arya...


Yah-- arya..


Entah kenapa dia menjadi salah 1 yg aku pikirkan sekarang.


Kriiiinngg..


Kuraih ponselku ,dan mataku langsung berbinar melihat penelfon nya.


"Iya ,nu.. Kamu lagi ngapain? Kenapa baru ngabarin aku???"gerutu ku sebal.


"Hehehe.maaf sayang.. Latian nya berat bgt.aku dari kemaren ada di gunung. Dan disana gak ada signal. "Jelasnya.


"Oh gitu.."


"Kangen ya?"


"Hmm..iyalah.."


"Kamu gmn kabar sayang?sehat kan?"


"Aku baik baik aja kok."


"Syukur deh. Aku kangen ,nay. Maaf ya belum bisa pulang."


"Gak papa ,nu. Yg penting kamu jaga kesehatan ya disana."


"Pasti ,nay. Oh iya,udah dulu ya. Aku masih ada kerjaan nih.."


"Iya gak papa.."


"Loveyou"


"Loveyoutoo"


Panggilan pun berakhir.


Ceklek.


Arya muncul dari balik pintu kamarku dgn menenteng nampan berisi minuman dan sepiring makanan.


"Nih ,habisin"


Dia menyodorkan segelas minuman yg warnanya hitam pekat,kucium aromanya ,sangat kuat dgn aroma rempah rempah.


"Apaan ini?" tanyaku sambil menutup hidungku,agar baunya tdk tercium lagi.


"Jamu. Buat kesehatan kamu. Biar tenaga kamu pulih lagi."


"Kamu beli dimana.kok baunya gini banget,pasti pahit."rengekku


"Aku bikin sendiri.udah diminum.bawel deh!"


"Enggak mau!!"


"Minum!!"lalu di ambilnya gelas itu dan langsung menyodorkan nya ke mulutku.


Akhirnya ku minum juga.


Dan karena paksaan arya,habis juga jamu itu.


"Habis ini.makan."


Dia lalu mengambil handuk kecil yg ada di nampan lalu mengompresnya ke pipiku.


"Aaawwwww.sakiiiiit" rengekku.


"Tahan ya ,nay" arya melembut kali ini.


Aku lantas terdiam dan pasrah diperlakukan seperti itu.aku terus memandangi wajah arya dari jarak ini.


"Arya..."


"Hmm.."


"Kamu pernah punya pacar?"


Dia berhenti lalu menatapku,"belom"


"Hah?masa?"


"Serah sih kalo gak percaya."


"Mm.percaya sih.habisnya kamu jutek bgt . "


"Biarin.." dia menjawab dgn enteng nya.


Aku tertawa.


"Arya.."


"Hmmmm"


"Makasih ya.."


"Buat apa?"


"Semua nya. Selama ini,kamu selalu ada buat aku.kamu selalu melindungiku disaat wira maupun wisnu gak ada."


Dia terlihat diam kembali seperti memikirkan sesuatu,"udah tugasku ,nay"


Aku tersenyum tipis.


"Udah,tidur sana.."


"Nanti deh.."


"Ck.. " arya menarik ku masuk kedalam kamar dan langsung menyuruhku tidur di ranjang.


Dia juga menyelimutiku.


"Eh,makanan nya gmn?"


"Gak usah. Minum jamu aja udah cukup.kamu harus banyak istirahat.kalo nanti ada apa apa ,kamu panggil aku!!"


Arya menutup pintu balkon lalu keluar dari kamarku.

__ADS_1


__ADS_2