pancasona

pancasona
part 23 Saat terakhir


__ADS_3

Hari ini aku tdk masuk kuliah.wira tdk mengijinkanku masuk kuliah krn hari ini


Wira dan yg lainnya akan mulai bergerak utk menyerang sena dan black demon


Hatiku tdk tenang dari semalam.memikirkan kemungkinan buruk yg akan terjadi nanti.


Entah mengapa,aku teringat ramalan itu.aku takut,kami benar benar akan berpisah.


Tok tok tok


Kubuka pintu kamarku,kudapati wira sedang berdiri di depan pintu sambil tersenyum tipis.


"Sarapan yuk"ajaknya dgn langsung menggandeng tanganku menuju ruang makan.


Kami sarapan dgn hans dan jen juga.


"Pagi nay..."sapa hans.


"Pagi hans.."sahutku tdk bersemangat.


"Nay,mau aku bikinin teh?"tanya jen.


"Gak usah kak.. Air putih aja..gak usah repot.."kataku.


Wira menarik kursi dan mempersilahkan ku duduk.


Aku duduk dgn hati yg kacau.namun kupaksakan utk menutupi semua ini dari mereka.


"Kamu yg bikin ya?"tanyaku sambil menyendokan nasi goreng ke mulutku.


"Iya,,enak gak?"tanyanya


"Enak bgt.. Selalu enak.."ucapku dgn memaksakan utk tersenyum.


"Oh iya,yg lain udah siap kan?"tanya jen ke wira dan hans.


"Udah..."


Dan mereka terlibat obrolan tentang taktik menyerang black demon.


Aku hanya diam mendengarkan.


Sreeettt!


Aku memundurkan kursiku.


"Aku udah kenyang.buat nanti lagi ya..kak jen,jangan dibuang ya makanan nya.."pintaku lalu beranjak menuju ke kamarku lagi.


Aku berdiri di pinggir balkon kamarku.


Sreert


Sebuah tangan kokoh memelukku dari belakang.


Dia mencium bahuku lembut.


"Kamu kenapa??"tanyanya.


"Enggak..aku gak papa kok..aku cuma khawatir aja sama kamu..aku takut kamu kenapa kenapa.."ucapku sedikit bergetar.


Wira makin merapatkan pelukan nya."nay...kalau aku beneran nggak kembali...."ucapnya.


Aku langsung membalikkan badanku.dan menatapnya tajam.


"Gak boleh!! Kamu harus kembali!! Kamu udah janji ra!!!"kataku dgn sedikit berteriak.


Aku pun mulai menangis mendengar kalimat wira barusan.


Dia lalu memelukku lagi.


"Aku cuma kasih saran aja nay,kalau aku beneran gak balik lagi..aku mohon,kamu harus melanjutkan hidup kamu!jangan terus sedih.. Aku sayang sama kamu..kalau kamu sedih,aku juga sedih nay.."ucapnya.


"Enak bgt kamu bilang gitu!! "Teriakku sambil kudorong dia menjauh.


Ceklek.


Jen masuk ke kamarku.dan mendapati kami berdua sedang bersitegang.


"Sorry,aku ganggu..eum,wira.. Kamu udah ditunggu yg lain.."ucap jen tak enak melihat ku.


"Pergi sana!!!"kataku kasar.


Jen dan wira sama sama kaget.wira mencoba meraih tanganku.namun selalu kutepis.


Aku menyilangkan kedua tanganku kedepan dada dan melihat ke arah lain.


"Ya udah nay,aku pergi ya. Kamu baik baik dirumah.. Aku sayang kamu sampai kapanpun.bahkan jika reinkarnasi itu ada,aku pasti akan terus mencintai kamu dikehidupanku berikutnya.." wira lalu berjalan pelan meninggalkanku sedirian dikamar.


Wajahku sudah banjir air mata.


Aku tdk rela dia pergi.tapi kenapa aku malah ngomel ngomel gak jelas gini?


Aku lalu berlari keluar kamar agar bisa mengejar wira sebelum terlambat.


Dan saat sampai dihalaman,aku melihat banyak sekali orang disana.mungkin mereka juga akan pergi seperti wira.


Kuedarkan pandanganku dan mencari keberadaan wira.


Seseorang menepuk bahu wira dan menunjukku.


Wira menoleh dan tersenyum melihatku.


Aku berhambur lari ke arahnya dan memeluknya erat.


Beberapa pasang mata melihat kami.

__ADS_1


"Maafin aku... Aku emosi tadi.aku cuma takut,kamu gak balik lagi.. "Ucapku sambil menangis tersedu sedu.


"Apapun yg akan terjadi nanti,kamu inget kata kataku tadi ya sayang.."bisik wira padaku.


Aku makin mengeratkan pelukan ku padanya.


"Aku sayang kamu wira.. "


"Aku juga sayang kamu nayla.."


Wira lalu melonggarkan pelukan nya.dia membersihkan sisa air mata di wajahku.


"Kamu harus janji sama aku.kamu akan terus hidup lebih baik lagi.. Apapun yg terjadi sama aku nantinya. "Ucapnya.


Aku menangis lagi.


Wira mengecup keningku agak lama sambil membelai wajahku.


Kulihat matanya berkaca kaca melepasku.


"Wira!!! Ayok.."ajak salah satu dari mereka.


Mungkin ada sekitar 20 orang disini.mereka akan pergi menyusul anggota lain ,yg sudah berangkat lebih dulu.


"Aku berangkat ya nay.. "Ucapnya dgn tersenyum getir.


Aku diam tak menjawah apapun hanya terus melihat nya menjauh dan pergi bersama yg lain.


Arya tiba tiba berdiri disampingku.


"Kamu harus kuat nay.. Wira sangat mencintai kamu.."ucapnya tanpa melihatku.


Aku kembali masuk kedalam.rumah terasa sepi.


Semua orang pergi,kecuali arya.karena dia ditugaskan menjagaku.


Aku masuk dan berjalan ke meja makan.kuteruskan makan yg tadi sempat terhenti.


Masakan wira sungguh lezat.


Kuhabiskan makanan yg ada dimeja makan.


Malam ini aku sendirian dirumah sebesar ini.aku berjalan keluar menemui arya yg selalu stand by didepan.


"Arya!! Kamu tidur dimana?"tanyaku.


Dia mengerutkan kening mendengar pertanyaanku barusan.


"Kenapa?"


"Jangan jauh jauh lho ya!! Aku takut kali... Bayangin aja,tidur dirumah segede gaban gitu,sendirian.. "Kataku kesal sambil memonyongkan bibirku.


Dia tertawa kecil.


"Tenang aja,aku tidur di sebelah kamar kamu nanti..kalo ada apa apa teriak aja.."kata arya.


Ku hempaskan tubuhku diranjang.sambil menerawang memandang langit langit.aku memikirkan wira.dimana dia sekarang.sedang apa dia?


Lindungi dia tuhan.kembali aku meneteskan air mataku.namun segera kuhapus.


Ku paksakan diriku utk tidur.namun ternyata tidak mudah.


Entah pukul brp aku tertidur.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Paginya aku pusing.


Matahari sudah agak naik.ini berarti sudah siang.


Aku duduk diranjangku sambil menggerakan tubuhku kesana kemari.dan terciptalah bunyi gemerutukan dari beberapa bagian tubuhku.


Aku segera keluar kamar dan langsung menuju kamar wira.


Saat kubuka..kosong.


Dia belum pulang rupanya.


Dgn malas malasan,aku turun berjalan menuju dapur utk membuat secangkir kopi.


Arya sedang membuat sarapan.


"Pagi..."sapanya sambil mengoleskan selai ke roti.


"Pagi.."sahutku datar.


"Kamu mau selai apa?"tanyanya sok perhatian.


"Kacang.."


Aku lalu mulai meracik kopi.


"Eh,gak usah.. Tuh kopimu udah jadi.."ucap arya sambil menunjuk kopi di meja makan.


"Oohhh.. Makasih."aku lalu duduk di hadapan kopi buatan arya.


Kucecap sedikit.lumayan..


"Wira belum bisa balik.mereka masih disana."kata arya.


"Kapan dia balik?"tanyaku.


"Aku gak tau.tunggu aja.."katanya sambil menarik nafas panjang dan berat.


Aku kemudian menyantap roti buatan arya.kalau aja asa wira,pasti dia akan membuatkan sarapan yg jauh lebih enak dari ini.

__ADS_1


Aku kangen kamu wira.


Cepet pulang.


Setelah sarapan,aku lalu berniat utk pergi ke minimarket utk membeli beberapa keperluanku.


Arya menemaniku.


Dia terus mengekor padaku kemana pun aku pergi.


Kami naik mobil wira yg sengaja dia tinggalkan.


Sampai di mini market,aku segera mengambil keranjang dorong dan mulai membeli beberapa bahan makanan.krn aku dirumah saja,otomatis aku butuh banyak asupan.aku ini orang yg mudah bosan.dan ngemil adalah salah 1 pelarianku disaat aku bosan.


"Serius kamu mau beli itu semua?"tanya arya.


"Ya iyalah.. Aku berasa kaya narapidana,gak boleh kemana mana.kuliah aja gak boleh..trus aku hrs ngapain coba dirumah.kamu kalo diajak ngobrol gak asik.. Bete tau.."gerutuku.


Arya hanya garuk garuk kepala tanpa menjawab kalimatku barusan.


Setelah membayar belanjaan,arya membawakan nya masuk ke mobil.


Kami pun segera pulang.


\=\=\=\=\=


Beginilah kegiatanku selama disini.kalo sebulan kayanya aku bakal gemuk nih.


Dan ini berlangsung sudah 3 hari.


Dan wira belum juga kembali.dan tdk memberi kabar apapun.


Sampai saat sore itu,dihari ke 5.


Arya mendapat panggilan dari ponselnya.


Dia sedikit menjauh dari ku dan ekspresinya serius sekali.


Aku penasaran.


Setelah dia menutup ponselnya,aku bertanya padanya.


"Dari siapa?wira ya??"tanyaku antusias


"Bukan .dari jen. Sebentar lagi mereka pulang."kata arya .namun wajahnya terlihat sedih.dia tdk semangat seperti biasanya.


Dan benar saja,setengah jam kemudian masuklah 3 mobil ke halaman rumah wira.


Aku berdiri dan bermaksud menyambut pria ku.aku sangat merindukan nya.


Turun lah jen dan hans dgn wajah sedih.ada dewa juga disana.mereka melihatku penuh iba.


Mana wira??


Aku mendekat pada mereka.


"Wira mana??"tanyaku sambil kupandangi wajah mereka satu persatu.


Mereka diam.dan menunduk.


"Wira mana!!!!"teriak ku.


"Nay,yg sabar ya.."ucap dewa..


"Maksud kamu apa???"tanyaku dgn emosi yg meluap luap.


Aku paling tdk suka dgn kalimat itu.


Jen mendekat lalu langsung memelukku."maaf nay,aku gak bisa bawa wira pulang. "Ucap jen sambil menangis memelukku.


Badanku rasanya lemas sekali.


"Enggak!! Bohong!! Kalian bohong kan!!! Mana wira!!! Dia janji mau balik!!" aku mulai menangis.


"Nay,kamu harus terima kenyataan.."ucap arya sambil menepuk bahuku.


"Enggak!! Kalian bohong!!! "Aku masih tdk terima.


Hans mendekat.


"Nayla,hanya ini yg bisa kami selamatkan dari wira.."hans mengulurkan sebuah kalung yg sering dipakai wira.


Kalung perak dgn inisial WN.


Kalung itu dia buat sendiri.


W itu wira dan N itu nayla.


Ku terima kalung itu,aku terduduk ditempatku berdiri.


Aku menangis sejadi jadinya.aku teriak teriak seperti orang gila.


"Kamu bilang wira gak bakal bisa mati???!! Kenapa sekarang gini??!!!"tanyaku.


"Sena memotong seluruh bagian tubuh wira dan membawa pergi semua potongan tubuhnya..saat kami datang,semua sudah terlambat,wira sudah tdk bisa tertolong nay.."jelas jen.


Jen lalu memelukku erat.


"Kamu yg sabar.dia melakukan semua ini demi kamu nay.sekarang black demon sudah musnah..wira sudah berkorban banyak..jangan sampai pengorbanan wira sia sia nay.kamu inget pesan wira kemaren?"ucap jen.


Aku diam,dan terus menangis.


Jadi dia benar benar berpamitan kemarin?itu benar kalimat perpisahan .itu malam terakhir ku bersama dia?itu saat terakhir dia memelukku?


Aku beranjak berjalan masuk ke kamarku.namun pandanganku memburam.dan aku terjatuh namun aku masih setengah sadar,arya berhasil meraihku hingga aku tdk jatuh ke lantai.

__ADS_1


Dan aku tdk ingat apa apa lagi.


__ADS_2