pancasona

pancasona
Part 39 Buku Sekar


__ADS_3

Setelah makan malam bersama, aku duduk duduk di halaman depan rumah ditemani dengan secangkir teh hangat.


Kucecap teh milikku sambil menatap ribuan bintang bintang dilangit.malam ini langit sangat cerah.


Aku berjalan diantara kebun bunga mawar milik mamah.lalu duduk di kursi panjang yg ada di tengah kebun.


Semilir angin malam tak menyurutkan keinginanku untuk berlama lama disini.


Aku memang suka sekali duduk disini,terutama jika sore hari.


Namun,saat malam pun tidak terasa buruk.justru lebih terlihat indah,apalagi dihiasi dengan lampu lampu kecil di pinggiran pagar yg mengelilingi kebun bunga ini.


aku merasa tenang disini.


Ingatan tentang semua hal mengusik pikiran dan emosi ku.


Kehilangan wira,itu adalah hal utama yg selalu berhasil membuat air mataku mengalir deras.


Sekalipun kejadian itu sudah agak lama,namun rasa sedih itu masih kurasakan hingga kini.


Kehadiran wisnu mampu mengobati rasa rinduku pada wira.namun,itu hanya sedikit saja.


Terkadang aku bingung dengan apa yg kurasakan.


Perasaanku kepada wisnu.


Apakah aku menyayanginya karena dia wisnu?bukan karena dia mirip wira?


Apakah aku benar benar menyayanginya setulus hatiku.bukan hanya sebagai pelampiasan sesaatku saja?


Pertanyaan itu terus saja berputar di kepalaku selama ini.itulah alasan,kenapa aku belum bisa benar benar menerima wisnu untuk menggantikan wira.


Aku benar benar belum yakin terhadap perasaanku sendiri.


Dan, -- arya..


Karena intensitas kedekatan kami selama ini,terkadang membuatku merasakan sesuatu yg lain dari dirinya.


Tapi , aku juga belum yakin apa itu.dan jika aku harus memilih diantara mereka berdua.


Jujur-- aku tidak bisa.


Aku merasa nyaman dengan keduanya.


"Aaaarrrrggghhhh!!! aku bisa gila!!'' gumamku frustrasi.


"Kumat yah?" celetuk seseorang dari arah belakangku.


Dan ternyata itu-- arya.


Entah sejak kapan dia sudah berdiri dibelakangku ,sambil bersedekap.


"Apa sik?" gerutuku sebal.


"Ngomong sendiri,teriak gak jelas! Udah minum obat belom?" dia lalu berjalan mendekat padaku lalu duduk disampingku.


Arya meletakan punggung tangannya dikeningku," enggak panas.."


Dia lalu menatap mataku dalam dalam,"coba buka mulutnya" pintanya cuek.


plaaaakkk!


Ku pukul lengannya sambil mendengus sebal.


"Lho kenapa marah? Kamu kenapa sih?sakit?" tanyanya santai.


"Siapa juga yg sakit sih?"aku kesal dibuatnya.


Arya tertawa geli,"jelek tau!" dia mencubit kedua pipiku.


"Iiihhhh,,--- arya. Iseng banget deh!" kutarik tangannya dari pipiku.


"Makanya senyum.. Kamu jelek banget kalo cemberut.. "


"Biarin.. Suka suka aku lah.. Mulut -- mulut ku sendiri inih."


"Eh.. Bandel ya. Nantangin.. Aku gelitikin mau? Biar kamu ketawa?" dia makin meledekku.


"Ish.. Sapa takut.. Gak bakal aku ketawa.." aku malah menantangnya.


"Oh gitu.. Beneran? Awas lho ,nay."


Arya lalu menggelitiki pinggangku hingga aku tertawa lepas sambil berusaha melepaskan tangan arya dari pinggangku.


"Udah deh-- arya.. Lepasin.." ucapku sambil menahan tawa.


Kutarik tangan arya agar menjauhi pinggangku.


Saat tangan kami saling bertemu,mata kami pun saling beradu.


Dan tak lama keadaan malah menjadi hening.


Aku dan arya sama sama kikuk.padahal sebelumnya kami ketawa ketiwi aja.


"Udah malem.. Tidur gih."ucap arya datar.


Aku melirik ke arahnya," hmmm. Iya deh.''


Aku lalu berjalan masuk ke dalam rumah dan meninggalkan arya di sana sendirian.


Sampai di kamar,aku langsung berbaring di kasur.


Kupandangi langit langit sambil memikirkan hal barusan.


Eh,malah aku senyum senyum gak jelas gini.


Kututup wajahku dengan bantal lalu aku tertidur.


\=\=\=\=\=\=


"Aaaaaahhhhh... !!!"


Aku terbangun dengan isak tangis karena mimpi buruk barusan.


Bahkan aku masih menangis sekarang.


Ceklek!


"Nay-- nayla.. Kenapa? Nightmare?" arya sudah ada disampingku kini.


Aku menatapnya lalu langsung berhambur memeluknya.


Dan menangis dipelukan arya.


Arya diam sambil terus membelai punggungku.


Hingga sampai tangisku reda,kulepaskan pelukanku.

__ADS_1


"Kamu mimpi apa?sampai nangis gini?"tanya arya lembut sambil merapikan anak rambutku yg berantakan.


"Jangan bahas, please. Aku gak mau nginget itu lagi."


"Oke ,nay. Ya udah.. Kamu mau aku ambilin minum?''


"Gak usah -- arya. "


"Ya udah kalau gitu kamu tidur lagi ya"


"Enggak mau. Aku takut ."


"Ya udah kalau gitu aku temenin deh sampai kamu tidur."


Aku menatap arya yg masih setia disampingku,tak lama aku mengangguk.


Arya menyelimutiku lalu duduk di kursi santai yg ada tak jauh dari ranjangku.


Diraihnya buku milik sekar lalu dia membacanya.


Kututup mataku mencoba untuk kembali tertidur.


Namun,sudah kucoba pejamkan mataku,bahkan berkali kali aku mengubah posisi tidurku ,tapi tetap saja aku tidak bisa tidur.


Mimpi ini terasa sangat menyakitkan.


Aku bermimpi ,kami bertarung dengan black demon, ada aku,arya dan wisnu juga.


Hans,jen juga dewa.


Dimimpi ku itu,aku melihat wisnu dan arya meregang nyawa dihadapanku.


Semoga itu hanya bunga tidur saja.aku tidak tau apa yg akan terjadi padaku jika itu benar benar terjadi.


Kepalaku dibelai lembut,saat ku buka kudapati arya yg sudah duduk dipinggir ranjangku sambil membelai kepalaku diiringi dengan senyuman.


"Udah, tidur gih sekarang"


Makin lama mataku makin berat,aku merasa tenang jika arya ada disampingku seperti sekarang.


Akupun kembali tertidur.


\=\=\=\=\=\=


Ku kerjap kerjapkan mataku karena sinar matahari yg menerobos masuk ke kamarku.


Aku langsung melihat ke sekeliling.namun,arya tidak ada dimana pun.


Kemana ya dia?


Aku yakin semalaman dia ada di kamarku.


Aku turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar .


Saat di ruang tengah, papah dan arya sedang ngobrol santai sambil menikmati kopi mereka.


Dan arya langsung melirikku saat aku ada didekat mereka.


"Udah bangun ,nduk?" tanya papah.


"Heem.."aku langsung memeluk papah dari samping.


"Mandi gih.. Bau asem."


"Biarin..."sahutku cuek.


"Emang kenapa ,pah?"tanyaku heran.


"Udh biasa kok ,om. Lagi pula kami cuma teman."sahut arya.


Yah-- kami cuma teman ,pah.


Nggak lebih.


"Nanti malem aku balik ya ,pah. Besok kan aku kerja." kataku mengalihkan pembicaraan.


"Iya,jangan terlalu malam pulangnya.jalanan kalau malam bahaya ,nay. Lagi banyak begal."


"Iya,pah..aku mandi dulu deh"


Aku lantas beranjak lalu pergi mandi.


\=\=\=\=\=\=\=


Pukul 18.30 aku dan arya pamit pulang.pekerjaanku akhir akhir ini memang sedang menumpuk.


Jadi aku tidak bisa seenaknya pergi ataupun tidak berangkat ke kantor.


Bakal di goreng mas reza nanti.


Sepanjang perjalanan pun kami banyak diam.


Hingga saat kami melewati jalanan yg sepi,diujung jalan ada sebuah mobil yg terparkir ditengah jalan.seperti telah terjadi kecelakaan.


Arya pun berhenti dan menatap kedepan dengan seksama.bahkan dia tengak tengok ke sekitar kami.


"Ada kecelakaan?"tanyaku.


"Entah lah. Jangan lengah ,nay. Mungkin ini jebakan.kamu tunggu sini aja."


Arya turun dari mobil.dan berjalan mendekat ke mobil didepan kami.dia terlihat memeriksa kedalam mobil dan sekitarnya.


Tak lama dia berbalik padaku ,lalu mengangkat kedua tangan nya ke atas.


Seperti mengisyaratkan,bahwa tidak ada apapun disana.


Namun,aku terperangah,ketika dibelakang arya ada seorang pria membawa sebuah samurai panjang .dan dalam sekejap di tusukkan ke perut arya.


Arya seketika jatuh tak sadarkan diri.


"Aryaaaaaaaa!!!"


Aku turun dari mobil berniat ingin menolongnya.


Tapi ternyata disekitarku kini sudah banyak orang orang berpakaian hitam hitam.


Black demon.


Kulihat arya sudah tidak sadarkan diri. Kok dia ga sembuh ya?batinku.


"Aryaaaaaaa!!!" teriakku.


"Nayla...." panggil seseorang dari arah sampingku.


Dia salah 1 anggota black demon yg kemarin menyekap rani.


"Mau apa kalian???"

__ADS_1


"Kamu lupa atau pura pura lupa?? Buku itu!! Mana buku yg kemarin aku minta!!!"


"Apa sih??"


"Oh.. Kamu benar benar lupa ,nayla?? Baiklah.. Aku akan membuat kamu mengingat semuanya..dia gak bisa sembuh dngan cepat karena ,samuraiku terbuat dari bahan khusus..jadi aku bisa membunuhnya sekarang juga."dia mengisyaratkan anak buahnya mendekat ke arya.


Salah 1 dari mereka menarik lengan baju arya lalu menyeretnya agar mendekat ke pria tadi.


"Heh!!! Mau apa kalian!! Lepasin dia!!!"teriakku.


Arya dijatuhkan begitu saja di sana.pria itu mengambil samurai itu lagi lalu menempatkan nya di leher arya.


Astaga!!


"Jangan.. Tolong jangan!!!"


"Kalau gitu,mana buku itu!!!"


Aku terdiam beberapa saat,aku takut ini jebakan.orang orang seperti mereka tidak ada yg bisa dipercaya.


Jika kuberikan buku itu,aku takut mereka juga tidak akan melepaskan arya.


Sedangkan disini ,anggota mereka sangat banyak.dan aku tidak bisa melawan mereka seorang diri.


Cari mati namanya.


"Kenapa? Kamu ragu? Baiklah.. "Dia hendak memotong kepala arya dengan samurai itu.


"Iya!!! Iya!! Baik!! Aku kasih bukunya!! Tapi lepasin dulu arya!!"


"Hahahhaha.. Tenang saja ,nayla. Aku tidak akan menyakitinya kalau kamu berikan buku itu."


Aku mengambil buku itu yg kuletakan di tasku.


"Ini... Lepasin arya dulu.. Nanti aku kasih bukunya."


Mereka menjauh dari arya,aku berjalan mendekati arya yg masih tidak sadarkan diri.


"Ambil bukunya!"


Salah 1 orang itu mendekat lalu mengambil buku itu dengan paksa.


Awalnya aku berat memberikan nya,tapi aku tidak ingin arya celaka hanya karena aku mempertahankan buku itu.


Setelah mereka pergi ,aku langsung mendekat ke arya.


"Arya.. Bangun.. Arya...!!" kutepuk tepuk pipinya agar dia sadar.


Setelah beberapa saat,dia bereaksi sambil meringis kesakitan dan memegangi kepalanya dan perutnya. Darah segar mengalir deras dari perutnya.


"Kamu gak papa?" tanya arya.


"Apaan sih!! Kamu yg kenapa kenapa.. Ayok kita ke rumah sakit!!" kupapah arya masuk ke mobil .dan ku dudukkan dikursi penumpang samping kemudi.


Aku membawa arya kerumah sakit.karena takut terjadi hal buruk pada nya.karena luka perutnya menganga lebar.


\=\=\=\=\=\=\=


Sampai rumah sakit,kami langsung menuju IGD dan arya pun mendapat perawatan intensif disana.


Dan akhirnya malam ini terpaksa arya dirawat di rumah sakit ini.


Awalnya dia terus menolak,tapi kupaksa terus.karena aku benar benar takut dia kenapa kenapa.


Entah terbuat dari bahan apa samurai itu ,hingga arya tidak bisa sembuh dengan cepat seperti biasanya.


Setelah mendapat kamar inap.


Arya berbaring di bad itu dengan infus ditangan nya.


"Nay.. Kenapa sih pake ginian segala?orang aku gak papa kok!" gerutunya sambil menunjuk infus yg terpasang ditangan nya.


"Mana aku tau. Udah ah! Gak usah bawel. Tidur situ! Gantian aku yg jagain kamu.."


Kuselimuti arya dan memaksanya tidur.


"Apa?gak bisa lah ,nay."


"Kenapa?"


"Gak ada di kamusku,kamu yg jagain aku! Yg ada,aku yg bakal jagain kamu,sampai kapanpun" ucapnya hingga membuatku menelan ludah.


"Ya udah.."


Aku berjalan ke sofa untuk merebahkan diriku.


Aku juga lelah.


"Nay..." panggil arya.


"Apaan?"


"Kamu tidur disitu?"


"Ya iyalah,masa dilantai?''


"Kamu tidur sini aja,biar aku yg disitu!"


Aku menoleh padanya dengan dahi berkerut," ya mana bisa ! Kamu yg sakit,masa kamu yg tidur disofa?? Udah ah,aku disini gak papa kok"


"Nggak bisa ,nay. Kalau gitu kamu tidur sini sama aku. Masih luas kok ini kasurnya" arya menggeser tubuhnya dan memberikan ruang untukku disampingnya.


"Ah kamu.. Enggak ah.. Aku sini aja."aku lalu tiduran disofa itu.


"Aku masih kuat bopong kamu ke sini lho ,nay.'' ancam nya serius.


Aku terdiam sebentar.dan tak kuhiraukan kata katanya.aku malah berbalik menghadap ke sofa dan menenggelamkan wajahku disana.


Namun tiba tiba tubuhku diangkat oleh arya dan dia pun membawaku ke bad pasien miliknya.


Walau masih terpasang infus ditangan nya,dia masih saja nekad melakukan itu.


"Lho --- eh... Arya.. Apaan sih??"protesku.


"Nggak usah bawel! Udah diem.. Tidur sini!!"


Arya kemudian naik ke ranjang dan tidur disampingku.


Agak kikuk rasanya.walau ini bukan pertama kalinya aku tidur disamping arya.


"Tidur ,nay! Gak usah mikir aneh2 deh!!" pinta arya.


Akhirnya kupaksakan untuk tidur.lagipula ini sudah larut malam.


Aku pun juga sudah sangat lelah.


\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2