pancasona

pancasona
11. Jalan jalan


__ADS_3

Selepas sholat ashar mereka mandi dan bersiap akan melihat lokasi proyek. Manda sedang mengeringkan rambutnya yang basah di kamar tamu bersama Vita yang sedang mendengarkan musik dari ponselnya.


Lalu tiba tiba...


"Hashaaaaaaaa..." teriak Bu Fatima, Mama Haga.


Mendengar hal itu, Manda segera berlari menuju sumber suara itu yang ternyata ada di kamar Hasha.


"Loh Hasha kenapa, Ma?" tanya Haga yang lebih dulu ada di kamar anak nya.


"Mama nggak tau, kayaknya dia habis main di depan terus pas masuk kamar udah gini" jelas Mama Haga panik.


Di tangan Hasha ada bunga mawar merah yang masih segar. Kevin dan Vita pun menyusul ke kamar Hasha. Begitu juga dengan Pak Ikhsan, Papa Haga.


"Kenapa Hasha?", tanya Pak Ikhsan lalu mendekat ke cucu nya.


"Pingsan, Pa", terlihat raut kecemasan di wajah kedua orangtua itu.


Pak Ikhsan mendengus, "Ya udah, Papa panggilkan Ustadz Faizal ya!,"


Haga dan Mama nya mengangguk. Mereka terlihat panik. Sementara Pak Ikhsan memanggil Ustadz yang biasa menangani Hasha, Manda mulai mendekat. Haga dan Bu Fatima menoleh ke Manda dan menatap nya heran.


"Boleh saya liat?" tanya Manda.


Bu Fatima mengangguk cepat, Dia berharap Manda bisa menolong cucu nya segera. Karena tau, kalau Manda juga indigo sama seperti cucu nya, Dia berfikir kalau Manda mungkin bisa menolong Hasha.


Manda mendekat ke Hasha, dia merasa tubuh Hasha kosong, tidak ada ruh yang menempatinya. Manda menggenggam tangan Hasha sambil memejamkan mata. Siluet bayangan mulai terlihat. Kejadian sebelum Hasha pingsan, saat dia memetik bunga mawar merah yang tumbuh di samping rumahnya yang berdekatan dengan kolam ikan. Saat itu adzan ashar berkumandang, dan dari kejauhan ada sosok wanita berpakaian putih memegang sebuah payung hitam seperti yang sering ada di film film mandarin di TV. Wanita itu seperti noni belanda jaman dulu. Rambutnya ikal berwarna pirang, pakaian nya klasik, Noni itu melambaikan tangan nya ke Hasha. Hasha tersenyum lalu mendekat, Noni itu mengambil bunga dari tangan Hasha lalu meniup nya dan di kembalikan lagi ke Hasha. Seringai matanya licik, dia punya maksud tersembunyi. Hasha kembali ke dalam rumah karena di panggil oleh Nenek nya. Dan tak lama setelah itu, Hasha tidak sadarkan diri. Ruh nya seperti di jemput oleh Noni itu dan sekarang tidak tau ada di mana. Manda mencoba mencari ruh Hasha di lingkungan sekitar nya. Namun, pandangan nya seperti di tutup sesuatu. Biasanya Manda dengan mudah menemukan ruh yang tersesat seperti ini, apalagi kejadian nya baru saja terjadi. Manda yakin, ruh Hasha belum pergi jauh. Manda terus mencari, tapi hasilnya nihil.


Kepalanya tiba tiba sakit, badan nya juga linu, keringat dingin mengalir di seluruh bagian tubuhnya. Hidung nya basah, mengeluarkan cairan merah kental.


"Astagfirullohaladziiiim" teriak Ibu Fatima panik.


Haga ikut panik, lalu mencoba menyadarkan Manda dengan terus menggoncang goncangkan tubuh Manda. "Ai.. Ai.. Bangun Ai.. Sadar Aii.. Hei.. " teriak Haga.


Kevin dan Vita ikut mendekat.


"Haduh.. Gimana nih" kata Kevin yang mulai panik juga.


"Telpon Habibi aja deh, Vin" pinta Vita sambil meraih tissue dan membersihkan darah di hidung Manda.


"Bener juga, hape Manda mana, Vit?" tanya Kevin sambil celingukan.


"Di meja depan tuh" tunjuk Vita.


Kevin sedikit berlari keluar untuk mengambil ponsel Manda, dan segera mencari nomer Habibi.

__ADS_1


Tuuuuut..


Habibi : "Assalamualaikum, Man?"


Kevin : "wa'alikum salam.. Bib.. Manda Bib!"


Habibi :"Manda kenapa?" (Habibi sedikit cemas)


Kevin : (lalu menceritakan kejadian barusan sedetil detilnya)


Habibi : "Ya udah, biar aku bantu cari"


Telepon pun di akhiri.


"Gimana Vin?" tanya Vita sambil terus membersihkan darah yang keluar dari hidung Manda.


"Katanya Habibi mau bantu cari" ujarnya masih gugup.


"Habibi siapa sih?" tanya Haga penasaran.


Vita menoleh ke Haga, "Habibi itu temen sekolah Manda dulu, terus sekarang ya mereka deket karena menyangkut masalah kayak gini sih, Ga. Kebetulan Habibi tu lulusan pondok pesantren yang di jawa timur sana, dan dia yang sering bantu Manda kalau ada masalah menyangkut hal hal gaib gini", jelas Vita panjang lebar.


Haga mengangguk pertanda mengerti. Tak lama Pak Ikhsan datang bersama seorang pria paruh baya, Ustadz Faizal. Manda perlahan mulai sadar saat Ustadz Faizal menutup mata Manda dengan telapak tangan beliau.


"Sshhh..." gumam Manda sambil menekan kepalanya.


"Pak Ustadz, Manda kenapa?" cecar Kevin.


Ustadz Faizal menatap Manda dalam dalam, "Nggak apa apa kok. Dia cuma kelelahan. Suruh istirahat saja, biar saya yang mencari Hasha", kata Ustadz.


Manda di papah oleh Kevin dan Vita ke Kamar tamu, badan Manda memang lemah sekali. Haga menatap Manda nanar. Dia khawatir, tapi Hasha pun belum sadar. Perhatiannya terbagi. Setidaknya Haga sedikit lega, Manda sudah sadar sekarang.


Sampai kamar, Manda di baringkan di ranjang, lalu Vita membuatkan nya susu hangat agar tenaga Manda kembali pulih.


"Mau makan nggak, Say?" tanya Vita lembut.


Manda mengangguk, Kevin berniat membeli beberapa roti untuk Manda. Namun Haga lalu masuk ke kamar membawa nampan berisi makanan untuk Manda.


"Makan dulu ya. Kata Ustadz, tenaga kamu pasti terkuras habis tadi" pinta Haga sambil duduk di tepi ranjang.


Manda hanya menatapnya tanpa sanggup berkata apapun. Tenaga nya benar benar habis. Vita lalu menyuapi Manda hingga makanan yang di bawa Haga habis tanpa sisa.


"Boleh minta susu lagi?" tanya Manda sambil menyerahkan gelas susu yang sudah kosong ke Haga.


Haga tersenyum lalu mengangguk. Setelah perut terisi, Manda lalu tidur.

__ADS_1


Melihat kondisi Manda yang lemah, Kevin memutuskan pergi ke proyek itu tanpa Manda. Hanya mereka bertiga saja yang pergi. Hasha juga sudah sadar dan sedang tertidur juga sama seperti Manda. Beruntung Ustadz berhasil membawa mereka berdua kembali dengan segera. Jika tidak mereka pasti masih terjebak di alam lain, SELAMANYA.


\=\=\=\=\=


Pukul 20.00 Manda sedang berkutat dengan Laptop nya. Kevin, Vita dan Haga belum juga menampakan batang hidungnya. Mereka belum kembali rupanya. Beberapa kali Bu Fatima mengajak Manda makan, tapi Manda selalu menolak dengan alasan belum lapar.


Ceklek


Manda menoleh melihat Hasha yang ada di muka pintu.


"Hei.. Sini sayang" ajak Manda sambil melambaikan tangannya ke Hasha.


Hasha yang malam itu mengenakan baju tidur dengan memeluk boneka Teddy Bear di tangannya mendekat ke Manda.


"Belum tidur?" tanya Manda sambil membelai pucuk kepala Hasha.


Hasha menggeleng sambil terus menatap Manda. "Belum ngantuk, Tante" sahutnya.


" Ya udah sini" ajak Manda agar Hasha naik ke ranjang bersama nya.


Tanpa malu malu lagi, Hasha segera merebahkan tubuhnya disamping Manda. Manda segera mendekap tubuh Hasha ke dalam pelukan nya.


Di usapnya kepala Hasha sambil menatap langit langit.


"Hasha.. Tadi kemana?"


"Di ajak jalan jalan sama Tante cantik yang disana" tunjuk Hasha ke arah di mana sosok Noni itu berada.


Manda melirik Hasha yang dengan santai nya menceritakan apa yang dia alami tadi. Selesai Hasha bercerita, Manda menatap Hasha lalu tersenyum.


"Hasha... Lain kali jangan mau ya, kalau di ajak jalan jalan lagi sama tante itu. Kan Hasha bisa jalan jalan sama Nenek, Kakek, Papa.." kata Manda lembut.


"Papa sibuk. Kalau sama Nenek, Hasha gak boleh ini, gak boleh itu. Hasha bosen Tante" Hasha mulai merajuk.


Manda diam sejenak.


"Kalau gitu, jalan jalan sama Tante Manda aja yuk. Besok kan libur sekolahnya?" ajak Manda.


Mata Hasha berbinar lalu mengangguk dengan semangat. "Horreeeee.. Bener ya Tante, besok kita jalan jalan" pinta Hasha setengah memohon.


"Beres. Hasha mau kemana? Eum, Tante kan nggak tau tempat wisata yang bagus disini.."


"Ke Istana Maimun yuk Tante" seru Hasha.


"Istana Maimun? Hmm.. Boleh"

__ADS_1


Hasha dan Manda mengobrol hingga malam, dan sampai Hasha tertidur di pelukan Manda.


\=\=\=\=\=


__ADS_2