pancasona

pancasona
19.cemburu


__ADS_3

Malam ini baik Manda maupun Haga tidak bisa memejamkan matanya sama sekali.


Mereka berada dalam pikiran yang sama di kamar yang berbeda.


"Ngapain coba sih dia pake nyusul kemari ?" batin Manda sambil menerawang langit-langit atap kamarnya.


"Eh ini bantal kenapa keras banget ya." batin Manda lagi.


"Lah kenapa jadi mikirin bantal sih yah. Eh tapi ini ya katanya bantal yang sehat. Tapi emang bisa tidur nih bantal kayak gini." batin Manda lagi sambil menekan nekan bantalnya.


"Haga bisa tidur gak ya, hm ...." batin Manda sesaat.


"Lah kenapa jadi mikirin dia lagi, udah mending tadi mikirin bantal." batin Manda geram sambil memukul mukul pelan wajahnya.


Bagaikan gayung bersambut, di kamar sebelah juga ada Haga yang tidak bisa terlelap.


"Aaaarrrrgghhh, aku nggak bisa tidur, Ai." Haga mengerang sambil mengusel-usel wajahnya dengan selimut lapis 3 nya.


Haga adalah orang yang tidak tahan dengan udara dingin. Pake AC saja bisa masuk angin dia.


Haga yang suka kebelet pipis apalagi kalau cuaca dingin seperti ini, tiba tiba saja bergegas bangun untuk ke toilet yang ada di luar kamarnya.


Sehabis membersihkan dan hendak keluar dari toilet tiba- tiba saja ...


Kreskkkk kresskkkk ...


"Suara apa itu ya ?" bisik Haga sambil merapatkan telinganya ke pintu toilet.


"Maling ?" batin Haga lagi.


Akhirnya Haga memberanikan diri keluar dari toilet untuk melihat keadaan. Haga berjalan perlahan dengan sangat berhati-hati. Ia mengedarkan pandangannya sambil berjalan kearah dapur menuju tempat suara tersebut berasal.


Namun tak ada seorangpun disana, tapi pintu kulkas terbuka. Haga melihat lampu dari kulkas secara buram karna ia tidak menggunakan kacamata.


Ia terus berjalan mendekat dan betapa terkejutnya ia mendapati Manda sedang berjongkok memilih makanan di kulkas.


"Ai, ngapain ?" tanya Haga lembut.


"Laper." jawabnya sambil memegang semangkuk puding dan berjalan meninggalkan Haga.


"Ai, please liat aku. Aku dateng kesini buat kamu." ucap Haga lirih.


"Maaf, aku kesini buat kerja bukan buat kamu." jawab Manda tanpa membalikkan badannya.


Manda berjalan meninggalkan Haga.


"Eh bro, bangun." ucap Kevin sambil mengguncangkan bahu Haga.


Ternyata Haga ketiduran di meja makan dengan beberapa kaleng bir berantakan di meja.

__ADS_1


"Lu mabuk, bro ? Kenapa, bro ?" tanya Kevin yang ikutan duduk dikursi sebelahnya.


"Hm, gue ..." kalimat Haga terpotong saat melihat Manda berjalan melalui meja makan menuju kamar mandi tanpa menoleh dirinya sedikitpun.


"Udah, Bro. Cewek itu kalau di deketin malah makin jauh, coba deh lu jauhin pasti dia bakal kecarian." ucap Kevin dengan gaya khasnya.


"Thank's, bro." jawab Haga meninggalkan Kevin.


"Eh siap-siap sana, bro. Abis ini kita mau jalan-jalan." ucap Kevin sedikit teriak.


Setelah selesai, Manda, Kevin, Habibi, Haga dan Andre berkumpul di halaman rumah Andre.


"Mau kemana kita nih ?" tanya Kevin.


"Kepo Lu." jawab Andre sambil membuka handle pintu kemudi "yuk pada naik, kita have fun." ucap Andre sambil menstarter mobilnya.


Mereka berjalan-jalan mengelilingi kota tokyo untuk berbelanja oleh-oleh, mencicipi makanan khas jepang, kemudian saat sore hari mereka sampai di Ueno Park. Mereka memutuskan untuk sejenak beristirahat di taman yang penuh dengan jenis bunga-bunga yang indah serta berwarna ceria.


Mereka duduk menikmati indahnya pemandangan sambil bersenda gurau.


"Eh ntar, tadi gue liat ada gitar di mobil lu, Ndre. Gue ambil ya." ucap Kevin bergegas berlari ke parkiran mobil.


Sesampainya Kevin langsung heboh dan memainkan gitar dengan lagu-lagu konyol nya.


"Ah lagu apaan itu." ucap Habibi sambil merebut gitar dari tangan Kevin.


Habibi mulai memainkan gitarnya menyanyikan lagu adera yang berjudul lebih indah. Emang suara Habibi udah bagus dari sono nya.


...Merubah segalanya, menjadi lebih indah...


...Kau bawa cintaku setinggi angkasa...


...Membuatku merasa sempurna.....


Habibi menyanyikan lagu itu dengan penuh perasaan untuk Manda dan itu terbukti dengan cara Habibi menyanyikannya sambil melihat Manda tanpa berkedip sekalipun.


Haga terlihat salah tingkah dan beranjak dari duduknya.


"Gue ke toilet dulu ya." pamit Haga.


"Emang Lu tau dimana toiletnya ?" tanya Kevin "udah ah duduk aja sini, nih gitarnya gantian Lu yang nyanyiin buat Manda. Daripada cemburunya di pendem terus." ucap Kevin menyerahkan gitarnya tadi.


Haga mulai memetik lembut gitarnya.


"Eh gue mau liat kesana dulu ya." ucap Manda ingin beranjak, sengaja menghindari Haga. Manda tau sejak tadi Haga terus menatapnya. Dan terlihat agak kacau.


"Ai, please." ucap Haga sambil menahan tangan Manda.


Akhirnya Manda luluh dan mau menurut untuk duduk kembali.

__ADS_1


Haga mulai memainkan lagunya.


Melamarmu - Badai Romantic Project (Cover Billy)


"Gimana, Man ? Lu mau kan ?" tanya Kevin sehabis Haga selesai menyanyikan lagu tersebut.


"Mau apaan?" elak Manda sambil beranjak dari duduknya.


Saat Manda baru berjalan selangkah dan Haga sudah menghadangnya sambil berlutut dihadapan Manda.


"Ai, please kasih aku kesempatan. I love you and I need you. So, will you marry me ?" ucap Haga lantang sambil membuka kotak merah kecil berisi cincin yang indah sekali.


Manda terkejut, tidak menyangka sebelumnya kalau Haga akan melakukan hal ini. Tapi, Manda terus berusaha menghindar. Perasaannya masih terombang ambing, bingung, antara ingin kembali dengan Haga dan menjauhinya.


"Apaan sih, alay banget." ucap Manda sambil menepis tangan Haga yang hendak meraih tangannya sehingga cincin yang Haga pegang terlempar. Manda lalu pergi meninggalkan mereka semua. Yah, begitulah cara Manda untuk menghindari Haga. Dengan membuat luka terus menerus kepada Haga. Rasa sakit hatinya, belum sembuh total. Memang, perempuan adalah pemaaf yang sulit memaafkan bukan?


Andre, Kevin, Habibi apalagi Haga shock sekali dengan sikap Manda barusan. Kevin tau, antara Haga dan Manda masih ada rasa, rasa saling ingin memiliki, rasa ingin kembali, hanya saja ada tembok besar yang dibuat oleh Manda sendiri. Yaitu keegoisan.


"Kenapa sih itu anak ?" gerutu Kevin.


"Lo apain sih tuh anak bisa segalak itu ?" tanya Andre ke Haga.


"Aku pernah ninggalin dia." jawab Haga lirih.


Habibi yang sudah tau kisah mereka hanya tersenyum sinis.


"Berarti tinggal Habibi yang bisa maju deketin Manda." ucap Kevin.


"Gila lo. Bikin panas aja! " sahut Andre sambil memukul kepala Kevin.


"Ya udah yuk balik ke mobil, kita pulang aja." Ajak Andre.


Mereka berjalan menuju mobil, namun saat sampai dan Andre membuka pintu kemudi dia baru sadar, tak ada Manda disana.


"Manda dimana ?" tanya Andre sedikit panik.


"Lah kan dari tadi kita bareng kemari." sahut Kevin.


"Cari Manda! " Perintah Haga panik dan langsung berlari kemana saja mencari Manda.


Otomatis semua membubarkan diri untuk mencari Manda. Mereka berpencar untuk bisa mencari Manda. Andre, Kevin, Habibi apalagi Haga sangat terlihat panik.


Hanya Andre yang bisa berbahasa Jepang disini, Kevin dan Haga hanya mengerti sekedarnya saja dan itu juga hanya dalam konteks pekerjaan, Habibi sama sekali tidak mengerti jadi dia hanya mencari berdasarkan nalurinya saja.


Andre berusaha bertanya kepada siapa saja yang ia temui sambil menunjukkan foto Manda di ponselnya, begitu juga Kevin dan Haga walaupun mereka hanya bertanya dengan bahasa isyarat.


Haga melihat ada sebuah danau, Ia berjalan menuju danau itu, dia sangat tahu dengan sifat Manda. Karena Manda tidak akan pergi ke tempat yang ramai saat pikirannya sedang kalut.


Pasti Manda ada disekitar sini, batin Haga sambil terus menyusuri pinggir danau.

__ADS_1


Dan benar saja, Haga melihat Manda tapi ...


Siapa dia yang berani merangkul Ai-ku sembarang. Batin Haga dengan emosi yang memuncak.


__ADS_2