pancasona

pancasona
43. Fauzan terluka


__ADS_3

Tiba-tiba saja ikatan yang menjerat tubuh Fauzan terlepas satu persatu. Mereka berempat terkejut dan mundur menjauhi Fauzan. Apalagi saat mereka melihat mata Fauzan berubah menjadi hitam.


Mereka berempat mundur perlahan. Tentu saja apa yang ada di depan mata bukan hal yang biasa.


"Gue pernah nonton film ginian nih," bisik Hani.


"Jangan ngaco, Han! Serius ini!" tandas Hana, saudaranya, mulai agak kesal.


"Lah, iya gue serius. Ozan sekarang mirip tokoh jahatnya, yang lagi dirasuki setan!" kata Hani serius.


Hanya saja teman-teman yang lain, justru menatapnya jengah. Seakan akan informasi yang diberikan Hani tidak berpengaruh apa pun bagi mereka.


"Gimana nih? Kita lawan, atau ...." Kalimat Blendoz tidak dilanjutkan. Karena Fauzan kini sudah menyerang dengan brutal. Mereka terlalu sibuk melawan dan mempertahankan diri dari serangan Fauzan. Namun kali ini, mereka justru kewalahan menghadapi Fauzan. Tenaga nya lebih kuat dari sebelumnya. Padahal baru beberapa menit berlalu, tapi Fauzan seperti bukan lagi dirinya yang sebelumnya.


"Gila! Kuat banget si Ozan!" timpal Hana sambil memegangi dadanya karena bekas tendangan Fauzan tadi.


Dana yang sedang melawan Fauzan terpental dan kini tersungkur bersama teman-temannya yang lain. Mereka berempat sudah kehabisan energi. Apalagi matahari sudah hilang dari langit, pertanda malam sudah tiba.

__ADS_1


Fauzan berjalan pelan mendekati teman-temannya. Dia menyeringai sehingga membuat suasana semakin mencekam. Dana, Hana, Hani, maupun Blendoz sudah menyerah untuk menghadapi Fauzan yang kemampuannya melesat dengan sangat cepat. Keringat sudah membanjiri seluruh tubuh mereka. Beberapa bagian tubuh yang terkena pukulan serta tendangan Fauzan masih terasa sangat sakit. Bahkan darah yang ada di kening Hani masih menetes dan makin deras. 


Namun tiba-tiba tubuh Fauzan membeku. Langkah yang tadinya terlihat mantap ingin mengakhiri nama teman-temannya terhenti. Tubuhnya seperti diikat dengan sesuatu yang tak kasat mata. Hal itu membuat Fauzan ingin berontak. Dia berusaha melepaskan diri dari jeratan yang tidak terlihat. Hanya saja usahanya tampak sia-sia. Semakin dia bergerak, semakin tubuhnya kaku. Kini kedua tangannya bergerak naik ke atas. Fauzan melirik ke kanan dan kiri di mana kedua tangannya bergerak seperti dikendalikan oleh seseorang. Wajah Fauzan terlihat kaku dan ketakutan. Terlihat jelas kalau Fauzan sekarang panik. Dana, Hana Hani, dan Blendoz ikut bingung dengan apa yang terjadi kepada Fauzan. Tangan kanan Fauzan bergerak ke samping kanan. Lalu tiba-tiba sebuah akar pohon panjang bergerak menuju kearahnya. Dengan gerakan cepat akar pohon itu membelit leher Fauzan. Dia tercekat. Tidak bisa bernafas. Tubuhnya perlahan naik ke atas sehingga kedua kakinya berontak mencari pijakan.


Wajah Fauzan mulai membiru dia melirik ke arah teman-teman yang hanya menatapnya sejak tadi. Tangan Fauzan menjulur ke arah teman-temannya berharap bantuan untuk bisa menyelamatkan nyawanya. Hanya saja mereka justru kebingungan dan ragu untuk menolong Fauzan. Apalagi saat Fauzan tadi berubah menjadi sesuatu yang lain, bahkan sampai sekarang kedua bola mata Fauzan masih menghitam. Mereka tentu ragu untuk mendekat. Walau sebenarnya mereka juga cemas terhadap keselamatan nyawa Fauzan.


"To-tolong!" rintih Fauzan dengan sebuah suara yang mampu didengar jelas oleh yang lain.


"Gila! Itu Ozan!" pekik Dana lalu berlari menghampiri Fauzan. Otomatis teman-teman yang lain mengikuti jejak Dana. Hanya saja teman-temannya mulai mendekat, tubuh Fauzan justru terangkat lebih tinggi sehingga sulit untuk diraih. Kedua kaki Fauzan terus bergerak cepat. Suara Fauzan sungguh menyayat hati. Mereka berempat berusaha meraih kaki Fauzan. Tapi posisi Fauzan terus meninggi sehingga sulit untuk digapai.


Hanya dalam hitungan detik tubuh Fauzan yang awalnya masih bergerak, mendadak berhenti. Mereka berempat dari pandang dengan Tatapan yang tidak bisa ditebak. Tapi tanpa diduga sebelumnya, Fauzan justru terjatuh ke tanah. Tubuhnya menghadap akar pohon yang menyembul ke atas.


"Zan! Lo nggak apa-apa?" tanya Dana panik lalu menatap tubuh lemah itu dari kepala hingga kaki.


Fauzan hanya diam, menatap Dana tanpa sanggup mengeluarkan sepatah katapun. Bibirnya bergetar, seperti hendak mengatakan sesuatu. Tapi sayangnya tenggorokannya seperti tersangkut sesuatu. Sehingga tidak ada suara apa pun yang keluar.


Hanya saja kedua bola mata Fauzan yang sudah kembali normal, membuat teman temannya yakin, kalau dia sudah kembali menjadi dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ma-maaf," kata Fauzan terbata bata.


"Ssst! Udah! Jangan ngomong apa apa dulu! Kita harus bawa lo ke rumah sakit sekarang. Lo harus bertahan!" kata Dana sambil tengak tengok sekitar. Dia sendiri bingung bagaimana cara membawa Fauzan cepat keluar dari hutan dengan kondisi tubuhnya yang seperti sekarang.


"Pe-percuma. Gu-gue ng-nggak akan, se-selamaaat," kata Fauzan benar benar tampak pesimis.


"Jangan gila lo, Zan! Kita bakal bawa lo keluar dari sini! Tahan sebentar lagi!" kata Dana semakin menaikkan nada bicaranya.


"Sini!" Blendoz justru membawa tubuh Fauzan ke dalam dekaannya dan sia untuk membawa teman satu kampusnya itu, kembali pulang. "Gue bawa dia dulu ke rumah sakit. Kalian cari yang lain" suruh Blendoz.


"Gue ikut lo, Ndoz!" jerit Hani berlari menyusul. Alhasil tinggal Hana dan Dana saja. Mereka tentu cemas dengan kondisi Fauzan yang memperihatinkan. Tapi mereka juga yakin jika mantan teman-teman yang lain juga penting. Akhirnya Hana dan Dana membiarkan Blendoz dan Hani membawa Fauzan.


"Semoga mereka cepat menemukan jalan keluar," kata Dana terus menatap teman temannya yang menghilang di ujung semak semak. "Terus gimana cara kita cari yang lain, Dan?"


"Itu juga yang membuat gue bingung sekarang. Kita benar-benar kata mereka pergi ke mana. Yang bikin gue yakin pasti mereka tersesat. Tapi memang tersesat atau disesatkan. Yang jelas kita harus cari mereka, sebelum kita pergi dari tempat ini. Perasaan gue nggak enak," ujar Dana.


Amon adalah raja dengan pangkat tertinggi di antara para raja neraka. Ia digambarkan memiliki rambut abu-abu gelap, manik mata merah dengan pupil dan sklera hitam. Biasanya, para iblis memiliki iris merah dengan pupil hitam dan sklera putih, yang mana sklera putih tersebut akan berubah menjadi hitam saat kekuatan iblis tersebut dalam kondisi aktif/siap bertarung. Uniknya, Amon merupakan satu-satunya makhluk di dunia iblis yang sklera hitamnya asli/abadi, artinya kekuatan Amon tidak pernah ada dalam kondisi non-aktif. Hal ini membuat iblis disekitar Amon dan Amon sendiri risau, karena semua hal yang dipijak, dipegang, atau tersenggol Amon bisa langsung hancur berantakan.

__ADS_1


Amon adalah perwujudan dari antagonisme yang berasal dari agama-agama Abrahamik. Dia memunculkan kemarahan yang akhirnya bersifat detruktif dan menimbulkan dosa. Contoh dari akibat dari dosa ini adalah membunuh (bisa juga membunuh orang lain buat pemujaan). Namun yang paling berat dari dosa ini adalah bunuh diri. Mungkin itulah alasan dibalik kejadian yang menimpa Fauzan


__ADS_2