pancasona

pancasona
Part 38 Pulang


__ADS_3

"Pagiiiii" sapa rani saat aku ikut bergabung bersama mereka di ruang makan.


"Pagiiii" sambil ku lirik arya yg duduk dihadapanku dan sedang menikmati sarapannya.


Kuambil sarapan yg sudah ada dimeja,"Ran, nanti balik kerja, aku mau pulang kerumah ya. "


Arya langsung menatapku tajam,"ada apa?"


"Iya ,nay. Kok tiba tiba banget?"tanya rani tak kalah heran nya.


Kutatap mereka bergantian,"iya.. Ada urusan dirumah.."


"Oh gitu. Tapi gak ada apa apa kan ,nay? Papah mamah kamu sehat kan? Mayra?"


"Sehat semua kok , ran. Aku cuma kangen aja."kataku.


"Ya udah. Gak papa sih, nay. Kebetulan aku juga mau balik sama dewa nanti. Papah lagi sakit katanya."


"Sakit apa ,ran?"


"Biasa lah,kecapean. "


Selesai sarapan, kami berangkat ke kantor.sejak ada arya, dia kini yg selalu terus bersama kami.


Arya juga yg menyetir mobil untuk kami.


Setelah memarkirkan mobil,kami langsung berjalan ke lift.namun,saat hampir mencapai lift,ada seorang petugas cleaning service yg menabrakku dan hampir menyiramkan ember berisi air bekas mengepel kepadaku,tapi arya dengan sigap menarikku menjauh dan ember itu tumpah di lantai lobi kantor.


"Maaf.. Maaf bu.. Saya tidak sengaja."kata pegawai itu.


"Iya,gak papa kok.."ucapku yg masih ada dibelakang arya.tangan arya masih terus menggenggam tanganku,dan dia terus menatap tajam pria itu.


Sikap arya memang seperti ini jika berhadapan dengan orang asing.


"Yuk.."ajak arya sambil terus menggandengku lalu kami masuk ke lift.


"Eh.. Harus ya gandengan terus?" sindir rani yg terus melirik tanganku dan arya.


Spontan arya melepaskan tangannya.sepertinya dia tidak sadar jika dia masih saja menggandengku.suasana pun agak kikuk sekarang.


Sampai dilantai 3,rani langsung masuk ke ruangan nya.


Sedangkan aku masuk keruangan wisnu seperti biasa dengan arya.aku memang sudah ijin ke mas reza ,jika arya akan terus mengikutiku kemana pun.


Karena mas reza juga sudah tau masalah yg aku dan wisnu hadapi.


"Pagiii , ana.."


"Pagi ,bu nayla.."


Aku langsung masuk ke dalam dan arya pun terus mengekor padaku.


Sampai di ruangan,aku langsung menempatkan diri ku dikursi yg biasa ku duduki.dan langsung menyelesaikan pekerjaanku agar cepat selesai.


Aku ingin bisa cepat pulang kerumah.karena perjalanan kerumah ku tidak sebentar.


Arya duduk disofa sambil membaca buku yg memang sudah disediakan di rak buku.itu koleksi nya wisnu.dan rupanya arya memang suka membaca buku.


Dia selalu setia menungguku dan tidak pernah mengeluh sedikitpun.


\=\=\=\=\=\=\=


"Nay,makan dulu yuk.." ajak arya.


Saat kulirik jam dinding,ternyata memang sudah waktunya makan siang.aku sampai tidak menyadarinya.


"Bentar lagi ya. Kamu duluan aja. Aku masih banyak kerjaan." aku kembali tenggelam pada pekerjaanku.


Arya melangkah keluar ruangan ,mungkin dia memang sudah lapar sekali.


Tak lama,dia kembali lagi sambil menenteng bungkusan ditangan nya.


"Nay, makan dulu."pintanya sambil meletakkan bungkusan di meja.


Aku mendongakkan kepalaku sambil melihatnya yg sedang membuka bungkusan itu.


"Kamu duluan aja.. Aku bentar lagi deh.nanggung nih.."


Arya lantas berdiri lalu menutup map yg sedang ku baca.lalu menarik tanganku hingga ke sofa.


"Makan."


Aku diam sebentar.arya langsung menarik ku duduk.


Akhirnya aku menurutinya dan makan siang bersama arya.


Dia membelikan dua bungkus nasi padang dan jus mangga untukku.


Arya semakin tau makanan kesukaanku karena intensitas kami yg sering bersama.


"Nanti langsung pulang kerumah kamu atau mampir dulu ke kontrakan?" arya buka suara.


"Mmm... Langsung balik aja ya. Takutnya kemaleman."


Arya hanya mengangguk sambil masih fokus makan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sore nya,setelah pekerjaanku selesai.aku dan arya melenggang keluar ruanganku.


"Pulang dulu ya ,an.."


"Iya ,bu. Hati hati.."


Tiba di depan lift,ada seorang pria yg membawa kereta dorong untuk sampah yg hendak masuk lift juga.


Arya menatapnya curiga.lalu menarikku agar berdiri agak menjauh dari orang itu.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat,pria itu hampir memukul arya namun arya sigap menahan tangannya lalu menendang pria itu hingga jatuh tersungkur.


Arya langsung menarikku masuk ke lift.dan kami turun menuju lantai dasar.


"Siapa sih dia?"tanyaku.


"Masih aja kamu tanya siapa dia.."ucap arya sinis.


Aku tak menanggapinya lagi,malas rasanya jika arya sudah bersikap dingin seperti ini,lalu kami segera masuk ke mobil.


Sepanjang perjalanan pun tidak ada obrolan apapun dari kami.


Selama 3 jam perjalanan.kami diam dengan pikiran masing masing.aku hanya menyibukkan diriku dengan mendengarkan musik dari ponselku dan bermain game saja.


Sampai di halaman rumahku.


Aku langsung turun begitu saja dan masuk kerumah meninggalkan arya di mobil sendirian.


Entah kenapa mood ku langsung berubah jika sikap arya sudah seperti ini.


"Maaaah... Paaaaaah..."panggilku saat masuk ke rumahku.


Namun,keadaan sangat sepi.tidak ada siapapun dirumah.


Aneh.


Jika mereka pergi,pasti pintu terkunci bukan?


Aku berjalan dengan langkah pelan menuju kamar mamah dan papah.


Tidak ada orang.


Tiba tiba mulutku di bekap,"ssssttttt... "Kulirik sekilas,ternyata arya.


Dia menarikku agar bersembunyi disamping bufet.


Kami berdua jongkok disana,arya mengedarkan pandangan nya ke segala arah.


"Sini aja."perintah arya padaku.


Aku hanya diam sambil memperhatikan arya.


Dia berjalan memeriksa seluruh ruangan.


"Assalamualaikum..."suara dari luar.


Mamah?


Aku langsung berdiri dan keluar untuk menemui mamah.


"Lho-- nayla?? Kok udah disini?"tanya mamah kaget .


Aku langsung memeluk mamah.


"Iya mah. Kangen. Gak boleh?"tanyaku jutek.


"Ya boleh lah. Cuma tumben nggak kasih kabar dulu. Eh-- itu siapa?"tanya mamah sambil melihat kebelakangku.


"Ini arya ,mah. Temen nayla. "


Arya lantas bersalaman dengan mamah.


"Eh pada kemana sih?pintu nggak di konci. Kalo ada maling gimana coba?"


"Eh.. Masa? Udah di konci kok. Mayra yg terakhir dirumah.dia pulang telat katanya. Lagi jalan jalan sama temen temen nya."


"Yakin udah dikonci ,mah?"


" eheeem.." arya berdehem sambil melotot ke arahku.


"Iya,mamah udah tanya mayra tadi.katanya udah di konci."


"Oh iya. Mungkin mayra lupa ya ,mah."aku ikut melirik arya.


Sepertinya dia tidak ingin agar mamah curiga dengan keadaan rumah yg tadi tidak terkunci.


\=\=\=\=\=\=


Aku berbaring di kamarku sambil menatap langit langit kamar.


'Buku sekar?'


Aku hampir saja lupa.


Aku beranjak lalu keluar dari kamar menuju ruang baca papah yg ada di sebelah ruang tengah.


Papahku memang suka membaca dan memiliki banyak koleksi buku bacaan.


Jika memang ada buku sekar disini,pasti akan disimpan diruangan itu.


Aku masuk keruang baca papah dan mulai menelusuri tiap rak buku.aku sebenarnya tidak tau,buku seperti apa yg mereka maksud.


Ini bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami.


Diruangan ini ada 2 rak buku yg besar dan lebar.


Dan semua penuh dengan buku buku papah.entahlah,apakah papah sudah membaca semua buku ini atau hanya untuk koleksi saja.


Saat aku sibuk mencari,arya masuk kedalam.kulihat dari ujung ekor mata dia mendekat padaku.


"Nyari apa ,nay?'


"Buku" jawabku datar.


"Buku apa?"


"Kepo deh!"

__ADS_1


Arya lalu menarik tanganku dan mendorongku pelan hingga aku bersandar pada rak buku di belakangku.


Aku kaget dan melotot padanya,"kenapa sih?''


"Maafin aku ,nay. Kalau aku sering ketus sama kamu."


Aku terdiam,"iya gak papa..udah biasa" kucoba melepaskan tangan arya yg masih ada dilenganku.


Namun bukannya dilepaskan,dia kembali menahan tanganku dengan posisi seperti tadi.


Arya makin mendekat ,semakin dekat dan dekat sekali padaku.hingga nafasnya kurasakan tepat diwajahku.


Lalu dia menarik sebuah buku yg ada dibelakangku.


Diambilnya buku itu lalu ditunjukan padaku,"ini yg kamu cari?"


Aku masih bengong,"hah? Eh.. Iya tah?" ku ambil buku itu lalu kubolak balik mengamati tiap inci buku usang ini.


Sebenarnya aku sedang menutupi kegugupanku tadi.


Huft,pikiranku udah kemana mana nih,batinku.


"Kalau kamu nyari buku sekar,ya itu bukunya.."


"Kok kamu tau?"


"Iyalah.. Liat aja tuh dibelakangnya.. Ada inisial W sama S.."


Saat kulihat apa yg ditunjuk arya,aku pun membenarkannya.


"Tunggu... W? Wira?"


"Iyalah.. Siapa lagi?"


"Jadi?"


Arya kembali merebut buku itu,"jadi buku ini ditulis oleh sekar dan wira. Disini ada sejarah black demon terdahulu yg namanya erebus. Dari siapa aja anggota mereka,taktik penyerangan mereka,pokoknya semua rahasia mereka deh..makanya black demon mengincar buku ini."


Arya terlihat menatap kebelakangku.ternyata disana ada sebuah lukisan yg cukup membuatku terhenyak.


"Dia??"


"Sekar.."


"Jadi bener kalau aku keturunan nya sekar?"


"Masih gak percaya?"tanya arya sambil menatap yg masih bengong melihat lukisan itu.


Aku memang sering kemari,tapi aku baru melihat lukisan itu.


Ceklek.


"Oalah,disini ternyata,papah nyariin ,nduk"


Aku menoleh dan mendapati papahku berdiri di ujung pintu.segera aku berhambur memeluknya.


"Nayla kangen.. "


"Papah juga..kamu sehat?"


"Iya pah, papah juga kan.. Awas lho gak boleh kecapekan lagi."


"Iyaaa.."


Aku melepaskan pelukan papah,lalu ku toleh kelukisan sekar.


"Pah,,dia siapa?" sambil kutunjuk lukisan itu.


Plakkk!!


Tanganku malah ditepis papah.


"Husss.. Dia... dia... Itu leluhur kamu. Sembarangan bgt manggilnya."


Aku dan arya terkekeh geli.


"Maaf ,pah. Habisnya nayla belum pernah liat.."


"Iya,jadi nama beliau sekar. Papah baru dapet lukisan itu seminggu yg lalu dari om kamu."


Aku hanya berohria saja.


"Mirip aku ya ,pah?" aku masih saja menatap kagum pada lukisan itu.


"Iya,memang mirip kamu banget ,nay"


"Ehhh.. Malah disini.ayok makan dulu.. Mari nak arya.." mamah ternyata sudah ada di balik pintu.


Kami makan malam bersama diruang tamu.


Banyak obrolan yg tercipta malam ini,terlebih karena ada arya disini.


Semua memojokkanku ,dan menyangka jika arya adalah kekasihku.


Karena aku memang jarang terlihat dekat dengan pria.


Dulu hanya dengan wira,sekarang aku bawa arya.


Huft !!!


Aku hanya diam saja mendengar papah dan mamah bertanya ini itu ke arya.


Serah deh..


Dan arya terlihat manis sekali malam ini didepan orang tuaku.


Berbeda dari hari biasanya saat bersama ku.

__ADS_1


Hmm..dasar kulkas,frezzer,tiang listrik!! Nyebelin banget ini orang.sumpah...!!


\=\=\=\=\=\=


__ADS_2