pancasona

pancasona
34. kisah masa lalu


__ADS_3

Rea menatap ayahnya lalu melirik ke arah Haga yang memang duduk di sampingnya. Melihat sikap pria yang terlihat tidak nyaman, Haga pun mulai menyadari kalau pertanyaan itu seharusnya tidak terlontar dari mulutnya.


"Eum ... Aku melihat hal aneh, Yah," kata Rea dan berhasil menarik perhatian dua pria di dekatnya.


"Hal aneh apa, Sayang? Mau cerita sama Ayah?" tanya Habibi berusaha tenang seperti biasanya.


"Kemarin Rea melihat ada sumur yang ditutup. Tapi anehnya di sana ada namaku." Rea menatap dua pria di dekatnya. Sementara dua pria itu justru tampak terkejut hingga melotot.


"Apa? Sumur? Dan ... Ada nama kamu, Re?!" tanya Haga dengan ekspresi terkejut. Tentunya hal ini membuat Rea justru penasaran. Apalagi dari respon ayahnya, juga Haga yang terlihat aneh bagi Rea. Mereka tampak mencurigakan.


"Iya, Om tahu, alasannya?"


Seketika Haga gugup. Dia menata Habibi yang saat ini juga menatapnya dingin. "Eum, enggak. Cuma ... Kaget aja. Kok bisa seperti itu, ya? Aneh banget. Memangnya kamu pernah datang ke hutan itu? Enggak deh kayaknya, ya?" Pertanyaan Haga justru seperti sebuah jebakan untuk dirinya sendiri.


"Hutan? Memangnya Om tahu dari mana kalau aku pergi ke hutan? Padahal Om saja tahu aku tersesat baru tadi, kan?"


Seketika jantung Haga berdebar cepat. Dia benar-benar merasa dibodohi atau malah merasa orang paling bodoh yang terjebak dengan kalimatnya sendiri.


Dia kalang kabut Saat ditanya oleh Rea dengan pertanyaan yang membuat dirinya seketika. Haga melirik ke arah Habibie, sengaja meminta bantuan untuk bisa mencarikan jawaban yang tepat untuk putrinya tersebut. Hanya saja saya Habibi pun saat ini sedang bingung dia juga tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada Rea untuk menjelaskan alasan pertanyaannya itu. Habibie tidak memikirkan mengenai kebingungan Haga saat ini. Justru yang sedang ada dipikirannya adalah apa yang harus dia Jelaskan mengenai alasan dirinya berada di atas sumur tua di tengah hutan belantara Kalimantan. Hanya ada satu kalimat pamungkas yang pasti akan membuat Rea tidak akan menuntut jawaban lebih.


"Itu paling hanya sebuah ketidak sengajaan, Rea. Nama Amanda Rea itu tidak hanya dimiliki oleh Mu saja kan?" tanya Habibie berusaha setenang mungkin.

__ADS_1


"Aneh," ucap Rea menatap curiga kepada ayah dan juga sahabat ayahnya itu.


" Maksudmu apa? Apa yang aneh?"


"Reaksi ayah dan juga Om Haga terlihat aneh. Kalian seharusnya tidak tahu masalah yang aku hadapi di sana. Tapi dari reaksi kalian berdua, seakan-akan menunjukkan kalau kalian berdua justru mengetahui semuanya. Om Haga saja sebenarnya tidak tahu kalau aku tersesat. Bahkan tidak tahu kan, aku pergi ke Kalimantan kemarin? Sementara ayah. Bagaimana bisa Ayah tahu kalau tulisan yang ada di sumur tua itu adalah Amanda Rea. Padahal aku hanya memberitahukan kalau Namaku ada di sana tapi aku tidak memberitahukan nama panjangku. Jadi Apa yang sebenarnya kalian tahu dan apa yang sedang kalian sembunyikan dariku?" tanya Rea menyelidik.


2 pria itu saling tatap. Mereka cukup bingung kritis dari Rea. Bukan tidak ingin memberitahukan yang sebenarnya, hanya saja baik Haga maupun Habibie tidak tahu dari mana mereka harus menceritakan semua itu.


Itu adalah kisah masa lalu yang cukup tragis dan menyayat hati kedua pria tersebut. Mereka sudah berjanji untuk tidak akan mengungkit hal itu, membicarakan nya lagi ataupun mengingatnya. Hanya saja tentu itu semua tidak bisa terjadi. Apalagi saat Habibie memberi nama putrinya dengan nama milik sahabatnya dulu.


Amanda Rea. Sebuah nama yang sosoknya sangat dikagumi oleh kedua pria tersebut. Sebagai seorang sahabat dan juga sebagai kekasih. Pengorbanan Amanda dulu merupakan hal yang sangat mulia. Dia mengorbankan jiwa dan raganya untuk menyelamatkan umat manusia. Mendorong kembali iblis yang bernama Amon masuk ke dalam lubang neraka, sementara Amanda pun terpaksa ikut masuk ke dalamnya karena hanya itu satu-satunya cara untuk bisa memenjarakan Amon untuk selamanya.


" ayah, jawab pertanyaanku," pinta Rea dengan tatapan mengintimidasi.


" baiklah, karena kamu menanyakan hal ini dan karena Ayah tidak bisa membohongi kamu lagi, maka akan Ayah Ceritakan sebuah kisah masa lalu mengenai seorang gadis yang bernama Amanda Rea."


" Jadi benar nama yang ada di sumur itu adalah orang yang kalian kenal?" tanya Rea menatap kedua pria itu bergantian.


Haga mengangguk tanpa bersuara apapun. Karena kini suasana hatinya sudah mulai buruk. Setiap dia mengingat Amanda semua Senyum Dan tawanya akan luntur seketika. Haga sampai saat ini menerima Amanda. Padahal waktu sudah berlalu cukup lama. Tapi Haga sekarang tidak akan pernah melupakan Amanda. Itu juga yang menjadi alasan kenapa Haga tidak pernah menikah lagi saat ini.


" Amanda Rea adalah sahabat ayah dan juga kekasih Om Haga. Kejadian itu sudah terjadi hampir 30 tahun yang lalu. Saat itu berhadapan dengan seorang iblis bernama Amon. Amon mengincar Amanda setelah Amanda mengalami sebuah kecelakaan. Karena kecelakaan itu mengalami mati suri dan terjebak Dunia Lain selain dunia kita. Ternyata dia berada di dalam tempat Amon. Amon adalah seorang iblis yang berbahaya, dia dipenjara di sebuah tempat dengan segel sedemikian rupa agar tidak bisa keluar lagi. Hanya ada satu cara untuk bisa keluar yaitu meminjam raga dari seseorang yang memiliki jiwa murni. Rupanya orang itu adalah Amanda Rea. Singkat cerita Amanda diculik oleh Amon dan sebenarnya saat itu juga Hasya dalam tragedi penyekapan itu. Hasya berhasil diselamatkan oleh ayah dan juga Om Haga. Tapi ternyata kecolongan karena ternyata orang yang sedang diincar oleh Amon benarnya hanyalah Amanda."

__ADS_1


Rea hanya bisa diam sambil terus mendengarkan dan menyimak Apa yang sedang disampaikan oleh ayahnya. Dia tidak memotong satu kata pun Karena rasa penasarannya yang cukup dalam.


" sumur yang kamu lihat kemarin itu adalah penjara tempat Amon berada. Di sanalah kami berdua dan juga Amanda terlibat perkelahian bersama dengan Amon. Amon Itu iblis yang cukup kuat. Ayah kesulitan untuk menghadapinya apalagi kami berdua sudah kelelahan setelah Menyusuri hutan untuk mencari sumur tersebut."


" jadi ayah dan juga Om pernah datang ke hutan itu?"


"Iya. Makanya Om bisa bilang seperti tadi karena dan Ayahmu nggak pernah ada di sana 30 tahun yang lalu." Haga akhirnya ikut bersuara walaupun sejak tadi dia berusaha untuk tetap diam.


" jadi Amanda itu mengorbankan dirinya agar bisa memenjarakan Amon untuk masuk ke dalam sumur tersebut, ayah?"


"iya, itu benar. Amanda telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk menolong kami semua. Karena Manda tahu kalau sampai Ambon lolos dan keluar dari belenggu yang telah mengikatnya selama ini, maka kehidupan umat manusia dalam bahaya."


"sungguh mulia sekali. Eum, jadi alasan ayah memberikan aku nama Amanda Rea karena teringat dia, begitukah?"


"Iya, benar. Tapi bukan itu alasan utamanya. Amanda rea yang ayah kenal merupakan wanita yang kuat, Tegar, Mandiri, dan juga sangat mulia hatinya. Saya berharap agar kamu juga menjadi sosok yang ada dalam diri Amanda dulu."


"Tunggu, Ayah! Aku baru ingat!"


" tentang apa?"


" kemarin saat kami tersesat, aku melihat sesuatu yang aneh. Di atas sumur tersebut, Ada sosok dengan doa sayap hitam. Dia terus menatapku bahkan saat aku sudah modelnya lihat tetap berada di sana seakan-akan dia sengaja ingin membuntutiku."

__ADS_1


"apa? benarkah?"


"memangnya kenapa?"


__ADS_2