Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 101 Obrolan Seru Karyawan


__ADS_3

Hari-hari berikutnya karena Gwen belum masuk secara efektif dalam perkuliahan, Barra meminta gadis itu untuk menemaninya di perusahaan. Pada awalnya, Gwen menolak, tetapi Ketika Barra mengatakan jika Stephanie dan Fione akan berkunjung ke perusahaan untuk membicarakan progress pekerjaan, akhirnya gadis itu langsung menurut.


“Baju batikmu sangat bagus honey… tampak sesuai warna baju dengan warna kulitmu..” melihat Gwen yang keluar dari kamar mengenakan tunik batik, dengan celana legging di bawahnya, mata Barra memandang takjub. Tidak ketinggalan, syal berbulu tampak melingkar di leher gadis itu, untuk mengusir suhu dingin yang menyelimuti negara Finlandia.


„Ini baju lama kak, kemarin tidak tahu kenapa, waktu kakek berkunjung ke rumah ini, kakek membawanya untuk Gwen..” gadis itu menjelaskan asal usul pakaian yang dikenakannya itu.


Barra tersenyum dan mengagumi kecantikan alami istrinya. Hanya dengan mengenakan make up tipis saja, wajah istrinya tampak terlihat sangat cantik. Kemanapun Ketika Bersama dengan gadis itu, Barra harus rela melihat istrinya menjadi bahan kekaguman dari para laki-laki yang melihatnya. Tidak jarang barra harus emosi, tetapi tidak berani untuk menunjukkan pada gadis itu.


“Cantik honey… kecantikanmu tambah bersinar dengan pakaian itu. Batik merupakan kekayaan negara kita, dan selalu membuat takjub siapapun yang melihatnya. Ayo kita segera berangkat, nanti keburu siang..” Barra segera berdiri, kemudian laki-laki itu memeluk pinggang istrinya. Keduanya segera berjalan keluar ke arah mobil yang sudah menunggu mereka di depan pintu.


“Selamat pagi tuan Barra… Miss Gwen…” Smith dengan sopan membukakan pintu mobil, dan menyapa majikannya.


“Terima kasih Smith..” sahut Gwen yang langsung masuk ke dalam mobil. Setelah menutup pintu untuk istrinya, Barra kemudian menuju pintu mobil yang ada di sebelahnya, dan laki-laki itu segera masuk ke dalam mobil.


Setelah memastikan kedua majikannya itu duduk nyaman, akhirnya Smith mulai menjalankan mobil. Barra dan Gwen tampak menjadi pasangan suami istri yang sangat serasi, dan melihat keakraban keduanya akhir-akhir ini, Smith senyum-senyum sendiri.


“Ada apa Smith, aku lihat sejak tadi, beberapa kali kamu senyum-senyum sendiri. Apa ada yang aneh dengan penampilan kita..” rupanya Barra tahu jika Smith tersenyum karena melihat keduanya. Di belakang kemudi, Smith merasa gugup.


“Tidak ada apa-apa tuan... maaf jika mengganggu tuan dan nona duduk..” Smith yang gugup bertambah gundah mendapat pertanyaan dari juragannya itu.

__ADS_1


Di jalan yang mereka lalui, banyak lalu Lalang orang-orang yang akan mengejar aktivitas mereka. Transportasi umum juga penuh, karena beberapa karyawan di negara ini banyak yang menyukai pulang dan pergi dengan menggunakan transportasi umum. Mereka merasa, akan sampai di tempat kerja lebih tepat waktu, karena ketepatan jadwal bus maupun kereta berangkat dan pulang.


“Apa yang menarik perhatianmu honey…, sejak tadi pandangan keluar mobil terus..” tiba-tiba Barra bertanya pada istrinya.


“Hmmpph… asyik saja kak, lihat orang-orang berlalu lalang di luar sana. Tapi best practice nya, mereka tetap mentaati rambu-rambu lalu lintas, baik kendaraan maupun orang-orang yang berjalan kaki.” Gwen menunjuk dengan jari telunjuknya keluar kaca mobil.


“Benar honey… titik beda dengan masyarakat negara kita Indonesia, warga masyarakat negara ini sangat patuh dan taat dengan aturan. Pemerintah juga konsisten dengan kebijakan dan peraturan yang dibuatnya, Punishment betul-betul diterapkan tanpa pandang bulu, untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar atura..” Barra ikut berkomentar dengan apa yang diperhatikan Gwen.


Pasangan suami istri jadi memperhatikan lalu lintas jalan raya, sampai Smith membawa mobil di depan lobby perusahaan,


******


“Bukan kaleng-kaleng ternyata istri Boss kita, cantik, mungil dan wajahnya sangat innocent. Pantas saja Miss Stephanie tidak mampu menundukkan boss kita, tidak ada lawan istrinya itu..” terdengar suara karyawan menggunjingkan tentang Gwen.


“Benar.. kemarin aku pikir sekretaris bohongin kita, aku kira pakai filter ketika wajah polosnya terlihat mulus dan putih. Ternyata ketika melihat secara riil, lebih glowing dan mulus. Padahal hanya make up tipis saja yang dipakainya, malah hampir tak terlihat..” karyawan lainnya ikut menyampaikan pendapat.


Tidak hanya ramai di grup chat karyawan, tetapi hampir di setiap unit kerja menggunjingkan tentang kedatangan Gwen di perusahaan. Lebih seru lagi, para karyawan yang tidak memiliki kesempatan melihat langsung pada Gwen, mereka mencari rekaman CCTV, dan mereka segera melihat dan mengamati kecantikan yang banyak dibicarakan pagi itu.


“Gila banget… mereka betul-betul pasangan yang serasi. Boss sangat beruntung, bisa mendapatkan wajah gadis polos yang kata sekretaris usianya belum genap 20 tahun. Jadi Ketika Boss sudah mulai tua, istrinya bisa mengimbangi penampilannya. Kapan aku juga punya kesempatan mendapatkan suami seperti Boss Barra...” seorang karyawan perempuan tampak membayangkan,

__ADS_1


“Halah… halah… sadar Cleo… Ingat siapa diri kita, circle kita. Lingkungan punya daya dukung untuk mendapatkan jodoh yang berkualitas, jangan terlalu banyak berkhayal terlalu tinggi. Nanti jika jatuh, badan kamu akan banyak luka dan dirimu kesakitan,                 '


„Ha... ha... ha.., benar sekali, aku setuju dengan pendapatmu Edgar... „ karyawan laki-laki tertawa mendengar komentar karyawan bernama Edgar.


Gadis yang dipanggil Cleo tampak tidak suka, gadis itu memonyongkan bibir sambil menatap tajam ke arah dua karyawan laki-laki itu.


„Huaa... tambah menakutkan wajahmu Cleo... Swear...!!” bukannya berhenti bicara, Edgar malah semakin mentertawakan gadis itu.


Pagi itu ruangan yang tadi pagi dilalui Barra dan Gwen seketika menjadi ramai dan riuh.. Tapi tiba-tiba saja terdengar suara air phone, dan semua karyawan bergegas lari ke tempat duduk mereka masing-masing. Satu karyawan yang menjadi Kepala Bagian perlahan mengambil phone, kemudian mengangkatnya..


“Siapkan laporan penjualan minggu ini, dan rencana pemasaran untuk satu bulan ke depan, Aku tunggu, dan antarkan ke ruanganku secepatnya.” ternyata Manajer Pemasaran meminta data pada unit kerja itu.


“Baik pak… segera kami siapkan dan antarkan hard filenya, dan untuk soft file secepatnya akan saya kirimkan via email bapak…” dengan sigap, kepala bagian segera menyanggupi perintah itu.


Tanpa berbasa basi, kepala bagian itu segera mengakhiri panggilan itu, dan langsung bergegas menuju ke mejanya.


“Kerja… kerja.., sudah cukup main-main kita pagi ini. Boss meminta laporan penjualan minggu ini, segera semuanya mengirimkan ke email saya, akan segera aku kompilasi. Dan bagian riset, sementara membantu saya membuatkan rancangan ke depan. Cek di  rencana strategis yang sudah kita konsep beberapa bulan lalu.” Kepala bagian itu segera membagi tugas,


“Siap boss kecil..” semua karyawan segera bekerja sesuai dengan bidang penugasan mereka masing-masing. Tidak ada yang bersuara untuk memprotes tugas mendadak tersebut.

__ADS_1


*********


__ADS_2