Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 288 Terakhir


__ADS_3

Kepergian Jacqluinne dari Helsinki, membuat Gwen segera melakukan branding pada perusahaannya. Untuk tidak mengecewakan konsumen, Gwen tidak menghapuskan divisi butik, namun mengangkat Chang sebagai Manajer Divisi. Dan untuk menghindarkan urusan ruwet dengan Jacqluinne, Gwen memberi nama baru untuk jenis produk yang dihasilkan Divisi Butik, dan segera menginformasikan pada semua client.


"Perusahaanmu bertambah besar Gwen.., tetapi aku salut kepadamu. Sebagai seorang business woman, tetapi kamu tidak pernah kehilangan peranmu sebagai seorang istri, dan juga seorang mommy untuk Bareeq, Tareeq dan Sheen. Keluargamu malah semakin dekat dan harmonis.." ketika Gwen sedang berdiri di depan perusahaan, melihat mobil box akan mengantarkan pesanan, Cynthia berbicara pada perempuan itu.,


"Harus begitu Cynth.., aku juga berharap pernikahanmu dengan Asep, juga Hans dengan Josephine harus bisa memadukan keduanya. Kita bekerja untuk keluarga, oleh sebab itu jangan sampai keluarga kehilangan kita, dan hanya digantikan dengan Euro saja.." sambil tersenyum, Gwen memberikan tanggapan.


"Benar sekali Gwen.., namun akuĀ  masih tetap terkadang merasakan kacau. belum bisa menjiwai peran seperti yang kamu lakukan. Bahkan beberapa kali putraku melakukan protes kepadaku, katanya aku terlalu banyak menghabiskan waktu tanpa melibatkannya.." tanpa sadar, Cynthia malah melakukan curhat tentang keluarganya.


Gwen tersenyum, dan gadis itu merangkul bahu Cynthia sahabatnya. Menyadari niat awal, dirinya mendirikan perusahaan Batarsheen Elegance Interior, adalah untuk menyalurkan hobbynya, maka Gwen selalu berusaha untuk mengingat hal itu. Meskipun perusahaan ini masuk pada perusahaan yang disegani di negara ini, namun perempuan ini tidak pernah melupakan tugas utamanya sebagai seorang istri, dan juga seorang mommy.


"Terus berusaha Cynthia. Aku yakin, Asep akan membantumu, dan kalian bisa mewujudkan kehidupan kalian yang harmonis.." ucap Gwen perlahan.


Cynthia tersenyum mengiyakan, dan perempuan itu ikut merangkul pinggang Gwen, yang juga atasannya di perusahaan ini. Beberapa karyawan senyum senyum melihat kedekatan keduanya, dan mereka tidak mengganggu kedekatan dua sahabat itu.

__ADS_1


************


Beberapa tahun ke depan...


Kehidupan keluarga Barra dan Gwen, dengan ketiga putra mereka semakin lama semakin bertambah harmonis. Seiring dengan usia putra putri mereka, yang semakin bertumbuh besar, Barra dan Gwen malah sering melakukan me time hanya berdua saja. Ketiga anak-anak mereka, tampak juga sudah memiliki aktivitas sendiri, dan malah sering menolak jika harus terlibat dengan aktivitas kedua orang tua mereka, Apalagi kelahiran putri Aldo dan Kayla, semakin membuat ketiga putra Gwen dan Barra. lebih sering menghabiskan waktu dengan saudara sepupunya itu.


"Lihatlah sinar aurora itu honey, masih sama dengan ketika pertama kali kita datang ke tempat ini. Saat itu, kita masih pengantin lama tetapi masih baru.." Barra menunjuk ke pancaran cahaya aurora yang berada di atas langit. Pancaran cahaya itu terdiri dari berbagai sapuan warna, ada hjiau, ungu, pink, dan juga kuning pudar.


Saat ini, pasangan suami istri ini sedang berada di Lapland. Mereka sengaja tidak membawa ketiga putra mereka, karena ingin merayakan amniversary pernikahan mereka. Karena merasa, untuk pertama kalinya Gwen menyerahkan diri sepenuhnya, Barra memilih tempat ini untuk mengabadikan cinta mereka.


Di sekeliling mereka, terlihat banyak orang-orang yang mereka sengaja meluangkan waktu, untuk menikmati keindahan fenomena alam unik ini. Bahkan malam dingin yang seharusnya gelap itu, tampak bertaburkan dengan dominan warna hijau.


"Papa sudah selalu melihat wajah honey lebih indah, dan lebih menakjubkan daripada pancaran Aurora ini. Jadi papa tidak pernah merasa kehilangan sinar indah ini.." bukannya menanggapi dengan benar, namun Barra malah menggoda perempuan dalam pelukannya itu. Tatapan laki-laki itu tidak beralih dari wajah istrinya, dan Gwen tersenyum malu sambil tangannya mencubit pinggang suaminya.

__ADS_1


"Jangan ngegombal pa..., malu jika didengar oleh orang lain..." Gwen berbisik memperingatkan suaminya.


"Tidak perlu malu honey.., kamu memang perlu dan layak untuk papa kagumi. Lihatlah, orang-orang di sekitar kita iri dengan kemesraan kita, dan mereka juga disibukkan dengan pasangan mereka masing-masing." bukannya mendengarkan kata kata istrinya, Barra malah semakin menjadi.


Laki-laki itu malah memeluk erat tubuh istrinya, dan ciuman lembut di bibir istrinya, dilakukan dengan sangat penghayatan oleh laki-laki itu. Semakin bertambahnya usia mereka, bukannya semakin menyurutkan hubungan cinta antara keduanya, tetapi malah semakin mempererat kedekatan pasangan suami istri itu. Barra tidak pernah bosan, dan tidak pernah merasa malu ataupun gengsi, selalu berusaha menunjukkan rasa cintanya pada Gwen.


"Kita kembali ke dome saja pa.., semakin dingin suhu udaranya. Mommy takut, nanti fisik kita tidak kuat.." angin yang semakin menderu, dan menambah dingin suhu udara, membuat Gwen mengajak suaminya untuk kembali ke dome.


"Apapun maumu honey... suamimu ini siap untuk menemanimu.. Sampai kapanpun, kita akan menghabiskan waktu hidup seperti ini." bisik Barra lembut, dan kembali ciuman diberikan sekilas di bibir istrinya.


Pasangan suami istri ini memang sengaja memilih Dome untuk menginap malam ini, karena ingin menimbulkan rasa yang semakin erat pada keduanya. Kemewahan pasangan suami istri itu nikmati dengan cara mereka. Tidak diduga, Barra merespon ajakan istrinya itu dengan mengangkat tubuh perempuan itu, kemudian segera menuju ke dome, tempat mereka menikmati malam ini.


Papa dan mommy Bareeq, Tareeq, serta Sheen itu selalu mengukuhkan rasa cinta di hati mereka. Dalam keadaan apapun, keduanya selalu memupuk kedekatan hubungan mereka. Meskipun demikian, perhatian pada ketiga putranya juga tidak pernah dilupakan, sehingga ketiga anak itu tumbuh semakin besar dengan limpahan kasih sayang sebagai bekal kehidupan mereka di masa depan.

__ADS_1


***********


__ADS_2