
Hari-hari menyibukkan diri untuk persiapan Olimpiade, membuat Gwen harus menjauh dari circle teman-temannya. Gadis itu memiliki kesibukan baru, setiap waktu istirahat Gwen terus menyelinap pergi, dan masuk ke perpustakaan. Hal itu membuat pertanyaan bagi Aldo dan teman-teman yang lainnya. Karena begitu mereka sadar, jika waktu istirahat tiba ataupun waktu pulang, Gwen sudah keluar lebih dulu meninggalkan mereka. Selain itu, Gwen yang selama ini menyukai berkendara sendiri ke sekolah, lebih suka diantar jemput oleh sopir keluarga.
"Novi.., apakah kamu tahu yang sedang dilakukan Gwen, kenapa dia selalu menghilang lebih dulu, sebelum kita mengajaknya pergi bersama.." waktu istirahat siang, Aldo mendekati Novi teman sebangku Gwen.
"Aku tidak tahu Ald.. karena kami meskipun duduk bersama, tapi tidak pernah kepo untuk saling tahu urusan masing-masing. Jadi.. aku tidak begitu merasakan perubahan sikap Gwen, hanya saja gadis itu jadi terlihat lebih pendiam, tidak seperti biasanya selalu membuat onar di kelas." Novi yang memang tidak tahu apa yang dilakukan Gwen, menjawab yang sebenarnya.
"Okaylah.. tapi cobalah Nov.., kalian kan sesama perempuan. Tanyain dong, apa yang sedang direncanakannya, sampai harus meninggalkan kita-kita..." sambil membalikkan badan, Aldo meninggalkan Novi.
Novi tidak menjawab, gadis itu hanya mengangkat kedua bahunya ke atas. Karena sudah saatnya istirahat siang dengan jeda waktu satu jam, Novi segera berdiri. Gadis itu berjalan keluar kelas, mengikuti teman-temannya yang lain. Sambil berjalan, Novi akhirnya memikirkan pertanyaan yang diajukan oleh Aldo tentang Gwen. Selama ini, Novi tidak pernah mencampuri urusan gadis itu, demikian pula sebaliknya. Tetapi melihat Aldo yang sangat dekat dengan Gwen saja sampai bertanya, berarti sepertinya memang ada yang disembunyikan oleh gadis itu.
"Hai Nov... mau kemana, tumben jalan sendiri..?" tiba-tiba Sasa anak kelas XII IPA2 bertanya padanya.
"Iya Sa.., malas aku bareng teman-teman. Mereka biasanya langsung ke food court, aku malas ke food court jam segini, karena pasti ramai banget. Antrinya lama banget, makanya aku kalau ga istirahat pertama, pasti istirahat terakhir jika mau ke sana." Novi langsung duduk di kursi panjang yang ada di bawah pohon jambu di halaman kelasnya.
"Hempph... sama sih Nov denganku.. Atau ikut aku saja yukk, aku mau ke perpustakaan, ada tugas yang aku belum tahu jalan keluarnya. Yah... daripada dirimu hanya sendiri di tempat ini, lebih baik kan jika menemaniku di perpustakaan. Semua teman kelasku juga sudah memencar sendiri-sendiri, paling ke food court..." tiba-tiba Sasa mengajak Novi untuk menemaninya ke perpustakaan,
Novi berpikir sebentar, kemudian menoleh ke kanan dan ke kiri. Hanya dirinya yang masih berada di depan kelasnya sendiri. Akhirnya setelah sejenak berpikir, akhirnya Novi mengiyakan ajakan gadis itu.
__ADS_1
"Okaylah Sa... dari pada aku hanya sendiri di tempat ini saja. Sekali-sekalilah kita menyepi di perpustakaan, menjauhkan diri dari hiruk pikuk ghibah..." Novi segera mengangkat pantatnya, kemudian menghampiri Sasa yang menunggunya.
Kedua gadis itu akhirnya berjalan beriringan menuju ke arah perpustakaan. Sesekali mereka tersenyum jika berpapasan dengan teman mereka.
"Sepertinya perpustakaan sepi Nov.. lihatlah tidak banyak sepatu di loker penyimpanan. Banyak loker yang kosong, buktinya kunci masih banyak menggantung." Sasa menunjuk ke loker tempat penyimpanan sepatu, dan terlihat beberapa loker memang kosong.
"Benar Sa.. ayuk kita segera masuk saja.." setelah melepaskan sepatu dan menyimpan ke dalam loker, kedua gadis itu segera masuk ke dalam perpustakaan,
**********
Di dalam perpustakaan...
"Syukurlah.. aku sudah mulai mengingat kembali materi Fisika dan Kimia dasar sampai terapan, aku tinggal melakukan beberapa praktik di laboratorium." terlihat Gwen tersenyum, seakan gadis itu sedang terpuaskan hatinya.
"Aku akan mencobanya besok, sekarang aku akan indent dulu ruang kubik di laboratorium, juga meminta laboran untuk menyiapkan beberapa materi yang aku butuhkan.." lanjut gadis itu dalam hati. Gwen segera menyelonjorkan kakinya ke bawah meja, dan menyandarkan punggung di atas kursi yang didudukinya,
Gwen sama sekali tidak menyadari, ketika dari pintu masuk Novi dan Sasa sudah melihat ke arahnya. Kedua gadis itu saling berpandangan mata, kemudian setelah scanning barcode untuk diijinkan masuk, keduanya segera mendatangi tempat duduk Gwen.
__ADS_1
"Hempph... rupanya disini neng, hampir semua teman satu circle loe mencarimu. Ternyata satupun tidak ada yang tahu jika ternyata kamu berada di perpustakaan Gwen..." Novi menegur gwen.
Gadis itu mengangkat wajah ke atas, dan tersenyum nyengir ketika melihat teman sebangkunya datang, dengan ditemani Sasa, anak kelas XII IPA2. Gwen segera meluruskan kembali duduknya,...
"Duduklah kalian di sampingku..." kedua gadis itu segera mengikuti apa yang diarahkan oleh Gwen.
"Sudah beberapa hari aku memang menghabiskan waktu di perpustakaan Nov.. yah, karena kita terlalu lama wasting time. Sebentar lagi, ujian nasional sudah di depan mata. Kita juga harus berpikir untuk bisa mengikuti seleksi ke kampus yang akan kita pilih nantinya.." Gwen masih menutupi keputusannya untuk join Olimpiade, bahkan gadis itu sudah mengisi formulir, dan mengirimnya secara online.
"Iya juga sih Gwen... tapi itu Aldo, Asep, Raffi menanyaiku terus. Mereka pikir aku mengetahui kepergianmu setiap waktu istirahat, dan sepulang sekolah." dari nada bicaranya, terlihat Novi seperti merasa tidak nyaman menjadi sasaran teman-temannya untuk bertanya.
"Abaikan saja Nov.. kita memang harus berubah, tidak bisa hanya seperti anak kelas X terus. Lihat buku di depanku, aku mencoba mengulik beberapa istilah, dan bentuk dari apa yang sering diceritakan pak Guru di kelas. Ternyata masih banyak hal, yang belum aku ketahui, dan aku harus mencari tahu..," Gwen membuat alasan, sambil tangannya menunjuk ke buku besar ensyklopedia yang ada di depannya.
"Wow gwen... oh no.., no.., no pokoknya. Mending aku masuk kampus swasta saja deh, jika harus mempelajari buku setebal itu." Sasa langsung mengelak melihat buku yang ditunjukkan oleh Gwen.
"he.. he.. he.., sama aku Sa.. Meskipun aku tersesat di kelas XII IPA 1, tapi yang jelas, buku sebesar ini bukan makananku. Cukup Gwen saja.." Novi pun juga terlihat mengelak.
Gwen hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala, namun ketika melihat pustakawan melihat ke arah mereka, akhirnya gadis itu memberi isyarat untuk diam. Ketiga gadis itu tersenyum sambil menutup mulut mereka, namun Sasa kemudian berdiri lagi, untuk mencari buku yang tadi ingin dibacanya.
__ADS_1
********