
Java Horizon Ltd
Seperti orang kesetanan, Barra mengerahkan orang-orangnya untuk menemukan keberadaan istrinya. Laki-laki itu sudah seperti orang gila, dengan penampilan yang tidak terurus. Begitu juga dengan Kayla, selain merasa panik dengan kepergian kakak iparnya, gadis itu juga merasa kesulitan untuk menghubungi Aldo kekasihnya. Berkali-kali Kayla datang ke apartemen kekasihnya, namun tidak dapat menemukan keberadaan baik Aldo maupun Asep. Keduanya ikut lenyap ditelan bumi.
“Bagaimana penelusuran rekaman CCTV dari pihak hotel kak..? Sepertinya tidak mungkin, jika sekelas Helsinki Strandt tidak ada rekaman disana.” Kembali Kayla yang ikut mendampingi kakak kandungnya di perusahaan, bertanya pada Barra.
“Tidak ada Kayla… hal itulah yang membuatku tambah pusing. Semuanya seperti sudah diatur dan diskenario, dan aku kehilangan lacak kepergian my Gwen… Honey.. I miss you, semua hanya salah paham sayang…” penampilan laki-laki itu tambah tidak karuan, begitu mengingat Kembali keberadaan istrinya.
“Jika begitu, kenapa kak Barra tidak mencari rekaman di kantor kepolisian. Mungkin saja ada rekaman Ketika kak Gwen keluar dari hotel kala itu..” Kayla terus berusaha mencari celah untuk mendapatkan informasi tentang kakak iparnya.
Barra terdiam dan tersenyum kecut…
“Nihil Kay… semua sudah kakak lakukan, begitu kakak sudah disadarkan. Namun pihak kepolisian sudah melakukan perjanjian dengan seseorang, yang aku yakin dia juga ada kaitannya dengan hal ini. Langkahku seperti buntu Kay… aku juga ditinggalkan oleh Andrew sahabatku. Di saat seperti ini, aku membutuhkan dukungannya. Namun Andrew malah memutuskan komunikasi sendiri, dan anak itu berusaha mendapatkan informasi sendiri tentang istriku.. Saat ini, aku hanya berharap pada agen lepas, yang aku bersedia membayar mahal untuk menemukan jejak istriku.” terlihat Barra kembali mengacak-acak rambut di kepalanya.
Kedua orang kakak beradik itu kembali keduanya terdiam, mereka tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Berbagai kemungkinan untuk mendapatkan informasi, sepertinya sudah sengaja ditutup oleh seseorang.
“Tok… tok… tok…” tiba-tiba pintu ruang kerja Barra diketuk dari luar.
“Masuk..” suara berat Barra terdengar.,
Terlihat pintu didorong dari luar, dan terlihat sekretaris masuk dengan wajah ketakutan…
“Ada apa…?” dengan nada tinggi, Barra segera bertanya.
__ADS_1
“Maaf Tuan Barra… saya hanya ingin mengantarkan seorang laki-laki. Orang itu menyampaikan jika berasal dari agen pencarian orang, dan memaksa untuk bertemu dengan Tuan..” dengan wajah ketakutan, sekretaris menyampaikan informasi.
“Bawa masuk kesini..” mendengar tamu dari agen, Barra memerintah sekretaris untuk membawa tamu itu masuk ke dalam.
“Baik Tuan…” sekretaris segera membalikkan badan, dan mempersilakan tamu untuk masuk ke ruang kerja.
Tidak lama kemudian, terlihat ada dua orang laki-laki masuk ke dalam ruang kerja. Barra segera mempersilakan dua orang itu untuk duduk di sofa. Kayla mengikuti kakaknya untuk ikut mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan.
“Bagaimana hasil kerjamu Porter…?” dengan suara tegas, Barra segera mengkonfirmasi.
“Baik Tuan… informasi yang berhasil kami himpun. Terakhir kali, kami melihat Bentley yang membawa Miss Gwen. Namun terakhir, mobil itu berhenti di Rumah Sakit Helsinky, dan tidak ada pergerakan lagi. Ketika kami akan mencari tahu lebih lanjut, akses informasi seperti sengaja diblokir oleh pihak tertentu. Ada baiknya Tuan Barra memastikan sendiri ke rumah sakit tersebut..” mendengar informasi itu, keterkejutan ada di wajah Barra. Seketika laki-laki itu dilanda kepanikan. Menyadari keadaan yang dialami kakak kandungnya, Kayla memegang lengan atas laki-laki itu, berusaha untuk menenangkannya.
“Terima kasih informasinya. Sekarang juga, aku akan menuju ke rumah sakit tersebut..” Barra langsung berdiri, dan
akan langsung menuju ke rumah sakit yang disebutkan oleh agen tersebut.
************
Beberapa Saat Kemudian…
Baru saja Barra dan Kayla turun dari lantai atas, di lobby langkah keduanya dicegat oleh Jacqluinee. Kedatangan perempuan itu di perusahaan, ditemani oleh dua laki-laki, yang sepertinya memang sengaja untuk memberikan pengalaman pada perempuan itu.
“Barra… berhentilah.. Kita harus bicara sayang…” Jacqluine berusaha mencegat Langkah kaki laki-laki yang dicintainya itu.
__ADS_1
“Jangan ganggu aku Jacqluine.., aku sedang dalam urusan penting..” Barra menolak perempuan itu, dan jawabannya sudah terdengar sadis. Kayla ikut menatap tajam, dengan pandangan tidak suka pada perempuan itu.
„Kita harus bicara Barra.. urusan kita juga lebih penting. Jangan mencoba untuk menghindar dariku Barra… karena kamu harus bertanggung jawab padaku…” Jacqluine tidak gentar. Perempuan itu terus memaksa laki-laki itu.
Security perusahaan yang sejak tadi mengawasi gerak gerik mereka, berusaha untuk mengamankan situasi. Namun tidak diduga, dua orang yang datang Bersama Jacqluine mengeluarkan senjata api dan mengancam orang-orang di sekeliling mereka. Terakhir dua orang itu malah menodongkan senjata ke kepala Kayla, dan menarik gadis itu untuk mendekat kepadanya.
“Kurang ajar kamu Jacqluinee… berani kalian menyentuh sedikit saja kulit adikku. Aku tidak akan tinggal diam…” Barra menggeram, melihat adiknya berada dalam sandera mereka. Laki-laki itu berusaha mendekat untuk menyelamatkan Kayla… Namun,
“Tidak semudah itu Barra… Kayla berada dalam tawananku. Hal ini terpaksa aku lakukan Barra, sebagai jaminan untuk memastikan jika kamu akan bertanggung jawab atas perbuatanmu padaku. He... he.. he.., kendali saat ini berada di tanganku.” Jacqluine malah mentertawakan laki-laki itu. Sepertinya perempuan itu juga kehilangan akal sehat…
Kayla terlihat pucat dan hanya menatap dengan penuh harap pada kakak kandungnya. Security perusahaan juga tidak dapat berkutik, mereka khawatir akan membahayakan adik kandung dari owner perusahaan.
“Apa yang kamu maui dariku Jacqluinee…?? Jangan bertindak gila, kedatanganmu ke Finlandia, seperti kutukan bagimu. Enyahlah dari kehidupanku selamanya… ******..!” Barra berteriak seperti kehilangan akal sehat.
Kabar pasti keberadaan istrinya belum diketemukan. Malah saat ini adik kandungnya Kayla, berada dalam tawanan orang-orang di depannya. Orang-orang di perusahaan tampak berkerumun, dan mengintip dari ruang kaca. Mereka sama sekali tidak berani untuk mendekat. Hanya terlihat security perusahaan yang Menyusun cara untuk melepaskan atasan mereka.
“Ha… ha… ha.., kamu masih bertanya padaku Barra...?? Seharusnya sebagai laki-laki yang cerdas dan bermartabat, kamu sudah tahu jawaban apa yang aku inginkan. Aku hanya ingin kamu bertanggung jawab padaku, mudah bukan… Lupakan gadis tolol bernama Gwen itu..” Jacqluine Kembali tertawa, dan menyampaikan apa yang dimauinya.
Barra terlihat berusaha untuk mengendalikan amarahnya.
“Bawa kedua orang ini ke mobil saja Miss Jacqluine..! Kita akan lebih mudah untuk mengendalikan mereka..” tiba-tiba salah satu dari orang yang datang Bersama Jacqluine membuat usulan,
“Good idea… bawa mereka!” Jacqluine langsung membuat perintah.
__ADS_1
Dua pengawal itu akhirnya membawa Kayla dan Barra masuk ke dalam mobil yang mereka bawa. Tidak lama kemudian, ketiga orang itu pergi dengan menggunakan mobil. Dari belakang, kepala keamanan memberi perintah pada security perusahaan untuk mengikuti mobil tersebut. Tidak lama kemudian, dua mobil melaju cepat di jalan raya.
*************