
Di dalam kamar…
Barra berjalan mendatangi istrinya yang masih membersihkan wajahnya dengan riasan tipis yang tadi dikenakannya. Seperti biasa, Barra tidak pernah akan bisa membiarkan istrinya menganggur. Laki-laki itu memeluk Gwen dari belakang, dan meletakkan dagunya di pundak gadis itu. Gwen yang baru akan mengolehkan toner dengan cotton merasa terganggu dengan hal itu. Hembusan nafas suaminya seakan menggelitik, dan menggoda keimanannya.
“Mmmpphh… kak Barra.. bisa tidak sih membiarkan Gwen sebentar saja. Lihat ini Gwen sedang apa gitu… baru membersihkan wajah biar kotoran pada hilang..” dengan wajah cemberut, Gwen memprotes tindakan suaminya itu.
“Aku menyukai interaksi seperti ini honey.. Melihat wajah istriku yang bersih tanpa riasan, membuatku semakin mencintaimu honey…” bukannya menghentikan apa yang dilakukan, dengan nakal Barra malah menjilat leher belakang istrinya.
Sesaat Gwen menghentikan aktivitasnya, karena tubuhnya mendadak merinding. Pipi gadis itu bersemburat kemerahan.. Dan melihat hal itu, bukannya menghentikan apa yang dilakukan, tapi Barra malah semakin nekat.
“Kak… katanya tadi kangen sama Bareeq dan Tareeq, dan akan menemani mereka bermain Lagian ada Aldo juga di luar.. sedang menemani putra kita..” merasa risi, karena tidak bisa menahan diri, Gwen berdiri.
Gadis itu menatap tajam ke arah suaminya. Jika mereka sudah berdua berada di dalam kamar, suaminya memang tidak akan pernah membiarkannya untuk menganggur. Barra seakan akan ingin menebus waktu mereka yang empat tahun terpisah.
“Apakah honey melupakan kata pak ustad dulu.. Honey tidak boleh untuk menolak ajakan suami sayang.. Harus patuh dan menurut..” dengan senyum smirk, Barra semakin menggoda istrinya.
“Hemppphh… apakah suamiku memang sudah kehilangan kecerdasan atau kepintarannya sendiri. So… harus menggunakan nama ustad untuk mengajak istrinya..” tidak mau kalah, Gwen dengan pedas menanggapi perkataan suaminya.
Barra mengulum senyum, tapi laki-laki itu terus merangsek ke depan dan semakin mendekat kea rah istrinya. Gwen berusaha untuk menghindar, sampai gadis itu tersudut di belakang dinding. Sambil senyum smirk dan menggoda, Barra meletakkan kedua tangan di kanan kiri Gwen. Laki-laki itu meletakkan kedua tangannya dengan bertumpu pada dinding di belakang Gwen.
“Honey… kita lanjutkan tadi yang kita lakukan di jalan raya sayang… Aku hor**ny.. saat ini honey..” Barra mendekatkan bibirnya di telinga Gwen, dan laki-laki itu berbisik di telinga gadis itu.
Hembusan nafas hangat suaminya kembali menyentuh belakang telinga Gwen. Dan sepertinya laki-laki itu memang sengaja untuk melakukannya, karena Kembali lidahnya terjulur dan menjilat belakang telinga gadis itu.
__ADS_1
“Mmmppphhh… pppffft… kakk..” seperti biasa, salah satu titik sensitive Gwen ada di belakang telinganya. Mendapat perlakuan intim seperti itu, sontak tubuh gadis itu bereaksi Meskipun bibir Gwen mengatakan jangan, namun Bahasa tubuhnya berbicara lain.
“Kamu tidak akan pernah bisa membohongi suamimu honey… Karena semua bagian tubuhmu tidak menolak, dan menanti belaianku padamu Jangan tolak suamimu honey... Kita penuhi masa masa di saat aku kehilangamu.. ” sambil berbisik, tangan Barra sudah tidak bisa dikendalikan lagi.
Dengan trampil dan cekatan, tangan laki-laki itu sudah melepaskan kancing baju yang dikenakan gadis itu. Mata Gwen sudah mulai berkabut, dan tidak bisa melihat lagi dengan jelas.
“Pfffttthhh… ugh.. kak..” Kembali bahasa tubuh Gwen berbicara, lenguhan tanpa sadar keluar dari bibirnya.
Gwen kaget dengan responnya sendiri, dan mengangkat tangan untuk menutup bibirnya. Namun ternyata Barra lebih cepat, karena bibir laki-laki itu sudah menutup bibir Gwen. Tangan Barra menahan tangan istrinya, dan mengarahkan ke bagian tubuh laki-laki itu. Jadilah dua manusia itu saling memagut, dan saling mengisi kekosongan masing-masing.
**********
Di ruang tengah…
“Interaksi Lemah berkaitan dengan gaya nuklir, khususnya, yang menjelaskan kecenderungan untuk menciptakan peluruhan beta.” Terdengar suara Aldo mengajarkan ilmu dasar dalam mata kuliah Fisika.
“Mmpphh… jadi Peluruhan beta terjadi pada saat proton diubah menjadi neutron atau sebaliknya ya Ald.. Aku paham sekarang..” sedikit demi sedikit Kayla memahami apa yang dijelaskan oleh kekasihnya.
„Ýap.. thats right.. Selain itu, mendapatkan atau kehilangan muatan listrik sangat penting, karena memungkinkan atom untuk bergerak menuju rasio proton dan neutron yang optimal, sehingga memungkinkannya terbentuk dan tetap stabil - asalkan reaksinya dikendalikan.” Laki-laki itu melanjutkan penjelasannya.
Kedua anak muda itu masih terus belajar, dan bahkan mereka tidak menyadari jika waktu sudah beranjak malam hari. Claire mengantarkan ginger tea hangat, dan beberapa camilan yang baru saja dimasak bagian dapur.
“Permisi Non… Tuan, Claire mengantarkan minuman hangat. Sejak tadi Miss dan Tuan terus belajar, dan belum melakukan makan malam..” maid keluarga menyela kesibukan mereka.
__ADS_1
Aldo menatap ke arah dinding di atasnya, dan
laki-laki itu terkejut ketika melihat jarum jam yang ada di dinding tersebut.
„Lihatlah Kay.. tanpa sadar kita berjam-jam menghabiskan waktu berdua. Ada yang mau kamu tanyakan lagi tidak, jika sudah tidak ada aku harus kembali ke apartemen. Kasihan Asep, mungkin anak itu menungguku.” Merasa tidak nyaman dengan Asep, Aldo berpamitan.
“Temani aku dinner dulu lah Ald... masak tega meninggalkanku sendiri. Lihatlah.., kak Barra dan kak Gwen.., jika sudah berada di rumah, Kayla hanya dianggap sebagai nyamuk saja..” terlihat Kayla pura-pura mengambek.
„Hempphhh Kayla... Aku bukan orang yang tidak tahu terima kasih sayang.. Kamu tahu bukan, bagaimana kedekatanku dengan Asep. Aku sudah meninggalkan Asep sendiri tadi di perusahaan sejak siang, dan sudah pukul 20.00 p.m lebih, aku belum kembali. Pasti Asep sudah bingung mencariku sayang..” Aldo mencoba memberi pengertian pada gadis di depannya.
“Dan pasti anak itu juga sudah menyiapkan makan malam. Kasihan Asep, nanti dipikirnya aku sudah tidak menghargainya lagi..” lanjut Aldo, karena melihat Kayla masih terdiam.
„Hemppphhh... terserah Aldo saja. Tapi sekali sekali dong, luangkan waktu khusus untuk kita berdua. Berikan Asep pengertian, jika sekarang ini kamu sudah punya kekasih. Dan aku juga ingin dimanjakan...” Kayla masih terlihat kurang senang.
“Cupp…” tiba-tiba Aldo memberikan kecupan di pipi Kayla. Gadis itu terkejut, dan pipi Kayla menjadi merah. Sesaat gadis itu merasa malu..
“Boleh ya aku pulang sekarang. Kapan-kapan kita buat acara, sehingga kita bisa pergi bersama. Lagian aku tadi belum cek, mungkin saja ada kerjaan penting di perusahaan, dan Asep tidak sampai hati untuk memberi tahuku.” Aldo terus membuat alasan. Sampai akhirnya..
„Ya sudah Ald.. kembalilah. Aku tunggu janjimu untuk mengajakku pergi keluar..” Kayla akhirnya mengijinkan Aldo untuk kembali.
Aldo tersenyum, dan laki-laki itu berdiri kemudian memberikan kecupan di kening gadis itu. Kayla ikut mengantarkan Aldo sampai ke depan pintu utama.
*********
__ADS_1