Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 137 Memberi Peringatan


__ADS_3

Meskipun sudah dua hari Andy tidak Kembali pulang ke rumah, Barra tidak mengambil pusing kepergian anak itu. Chat dari Andy akan digunakan sebagai bukti, jika keluarga anak itu bertanya padanya. Apalagi keluarga anak itu memiliki banyak jaringan hotel di Helsinki dan juga beberapa negara, jadi Barra juga tidak khawatir jika anak itu tidak memiliki tempat tinggal.


“Honey lekaslah… sebentar lagi jalanan sudah akan menjadi ramai, jadi kamu harus bergegas sayang…” pagi ini Barra akan mengantarkan istrinya ke college.


Laki-laki itu tidak mau jika istrinya sampai kecapaian, apalagi di malam harinya Gwen tampak membuat gambar desain, dan hari ini harus presentasi di depan kelasnya. Agar istrinya tidak merasa tegang dan kecapaian, akhirnya Barra memutuskan untuk melakukan antar jemput Gwen hari ini. Dan ternyata Gwen juga menyambutnya dengan senang hati.


“Iya kak.., ini Gwen juga sudah selesai. Tadi masih menggulung tugas gambar tiga dimensi, yang semalam sudah Gwen print out.” Di tangan Gwen, ada gulungan hasil print out tugas kuliah.


Barra segera menghampiri istrinya, kemudian mengambil gulungan itu dan membawa dengan tangan kirinya. Tangan kanan laki-laki itu merangkul bahu Gwen, dan mengajak gadis itu menuju ke mobil yang sudah diparkir di depan teras rumah.


“Masuklah dulu honey… aku akan meletakkan tugas kuliahmu di kursi belakang..” setelah menutupkan pintu mobil istrinya, Barra kemudian membuka kursi tengah mobil tersebut.


Dengan hati-hati karena tidak mau membuat gulungan kertas itu rusak, Barra tampak mengamankannya. Setelah memastikan jika gulungan itu aman, akhirnya laki-laki itu menutup pintu mobil perlahan. Tidak lama kemudian, Barra kemudian masuk ke kursi kemudi. Kali ini Barra tidak meminta Smith untuk mengantarkan mereka, namun memutuskan untuk mengemudi sendiri.


„Pasang seat beltnya honey..” sebelum menjalankan mobil, Barra meminta istrinya untuk mematuhi prosedur keselamatan.


“Sudah sayang..” sahut Gwen sambil tersenyum. Laki-laki itu kemudian mengenakan seat belt untuk dirinya sendiri.


Tidak lama kemudian, mobil yang mereka naiki sudah meluncur keluar dari dalam pintu gerbang. Seperti biasa, begitu keluar dari gerbang rumah, pemandangan indah tampak terlihat dari kanan kiri jalan yang mereka lewati. Gwen selalu menikmatinya, tanpa sedikitpun ada kebosanan melihat itu semua.


“Kak Barra… di ujung sana terlihat ada laut. Kakak belum pernah membawa Gwen ke pantai disana kak..” tiba-tiba Gwen menunjuk lautan yang terlihat jauh di bawah.

__ADS_1


„Honey mau kesana... Okaylah kapan-kapan kita atur waktu. Pantai tidak jauh dari kota Helsinki, dan ada dua pantai yang paling dekat dengan kota ini. Kita bisa ke Hietaranta Beach dan Aurinkolahti Beach jika honey mau kesana. Tapi kita tunggu week end yah, jangan ke pantai itu dengan Andy atau Aldo dan Asep.,” Barra menanggapi.


Gwen tersenyum mendengar perkataan suaminya, dia tahu jika kata-kata suaminya itu ada nada cemburu di dalamnya. Mendengar nama Andy disebut suaminya, tiba-tiba saja Gwen teringat dengan anak itu.


“Kak.. by the way, bagaimana ya kabar Andy.. Mungkin anak itu marah kak dengan kita, karena kita balik duluan tanpa memberi tahunya. Apalagi jika Andy sampai tahu, jika Aldo dan Asep juga ikut satu mobil dengan kita.” Gwen menoleh ke arah suaminya, dan menyinggung Andy.


“Halah sudahlah honey… tidak perlu memikirkan anak itu. Biarlah Andy mencoba bagaimana menjadi seorang laki-laki dewasa, tidak hanya maunya dituruti semua keinginannya. Yah.. maklum juga sih, anak itu terlahir dalam keadaan Om dan Tante sudah sukses, jadi sedikitpun tidak tahu Namanya kekurangan..” bukannya bersimpati, Barra malah terlihat santai menanggapinya.


“Hemppphh… ya sudahlah. Tadi Gwen pikir kak Barra akan merespon bagus, dan berusaha mencari anak itu. Ternyata…” Gwen hanya tersenyum.


“Biarkan saja honey.. jika suatu saat butuh bantuan, pasti Andy akan kembali lagi pada kita..” tukas Barra sambil mengemudi.


Akhirnya Gwen terdiam, dan untungnya gerbang kampus sudah terlihat. Gadis itu segera Bersiap untuk membawa semua perlengkapan kuliahnya.


********


Setelah turun dari mobil, Gwen segera berjalan santai memasuki lobby University of Helsinky. Gadis itu terlihat santai, karena memang hari ini Gwen berangkat lebih pagi dari biasanya. Terlihat beberapa mahasiswa sedang antri dari drink machine, mungkin karena belum sempat sarapan dari tempat tinggal mereka. Gwen hanya melihatnya, dan gadis itu melanjutkan untuk menuju ke kelasnya sendiri.


“Gwen… akhirnya kamu datang juga, aku sudah menunggumu beberapa saat yang lalu..” tiba-tiba ada yang mencekal pergelangan tangan gadis itu, dan terlihat Andy yang melakukannya.


“Hemmmphh… lepaskan tanganku Andy, atau aku hempaskan tubuhmu seperti beberapa waktu yang lalu.” Gwen menatap mata anak itu tajam, menandakan jika gadis itu tidak berkenan.

__ADS_1


Mungkin karena teringat dengan kejadian terakhir kali Ketika mereka berkontak fisik, Andy segera melepaskan tangannya.


“Santailah Gwen… aku merindukanmu meski baru dua hari saja kita tidak bertemu. Bagaimana Gwen… masih tiga puluh menit bukan kelasmu pagi ini. Temani aku sarapan dulu yukk, aku belum sempat breakfast tadi..” seperti tidak tahu malu, Andy malah meminta Gwen menemaninya untuk sarapan.


„Ya Tuhan Andy... kapan sih otakmu itu agak encer. Tahu bukan apa yang aku bawa ini, atau aku pukulkan saja ke kepalamu, agar otakmu mencari. Aku mau presentasi sesi pertama pagi ini, jangan ganggu aku. Banyak yang harus aku persiapkan agar aku bisa presentasi dengan lancar..” seperti membangunkan harimau tidur, Gwen marah-marah dengan anak itu.


Tetapi bukannya menyingkir, Andy malah senyum senyum melihat Gwen yang sedang memarahinya. Tidak lama kemudian..


“Akhirnya aku melihatnya lagi Gwen.. jujur aku merindukanmu, merindukan kemarahanmu untukku, dan semuanya.” Dengan tatapan seperti pemujaan, Andy tidak mengalihkan pandangannya sambil tersenyum menatap Gwen.


Melihat sikap anak itu, memicu kejengkelan Gwen. Tanpa berpamitan, gadis itu bergegas pergi meninggalkan Andy sendiri.


“Hey Gwen… tunggu aku..!” anak muda itu berteriak, dan bergegas menghampiri Gwen yang sudah berjalan meninggalkannya.


Seperti lupa dengan peringatan gadis itu sebelumnya, Andy tiba-tiba mencekal kembali pergelangan tangan Gwen.


“Duk… bukk… aaaww..” dengan sekali Tarik, tubuh Andy tersungkur di samping Gwen. Anak muda itu berteriak kesakitan, dan sontak beberapa mahasiswa yang sedang berada di sekitar tempat itu, melihat ke arah Andy yang meringis kesakitan.


Jangankan merasa iba dengan Andy, Gwen malah meneruskan langkah kakinya meninggalkan anak muda itu. Jadilah sambil meringis kesakitan, Andy mencoba bangun dari posisinya di lantai. Tanpa rasa malu, akhirnya Andy berjalan menuju ke kelasnya sendiri, Mata anak muda itu tampak nanar menatap para mahasiswa yang tampak senyum-senyum melihatnya.


“Ngapain lihat-lihat.., suka ya melihat ada orang menderita..” suara Andy terdengar tampak memberi peringatan pada mahasiswa yang melihatnya sambil senyum-senyum.

__ADS_1


************


__ADS_2